NovelToon NovelToon
Naruto : Reinkarnasi Saudara Kembar Uchiha Itachi

Naruto : Reinkarnasi Saudara Kembar Uchiha Itachi

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Anime
Popularitas:11.4k
Nilai: 5
Nama Author: Wawan wan

“Di kehidupan ini, Akulah yang memegang kendali takdir.”

"Reinkarnasi sebagai saudara kembar Itachi dengan Supreme System."

"Aku akan mengubah takdir klan uchiha."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wawan wan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 25: Misi Pertama Tim 11 dan Kebuntuan sang Tikus Tua

Bab 25: Misi Pertama Tim 11 dan Kebuntuan sang Tikus Tua

Pagi hari setelah badai di perbatasan utara, desa Konoha tampak tenang di permukaan. Namun, di kedalaman markas bawah tanah Root, atmosfernya jauh lebih dingin daripada es.

Danzo Shimura berdiri di tengah ruang logistiknya yang kosong. Napasnya memburu, dan tangan tuanya yang mencengkeram tongkat kayu bergetar hebat hingga menimbulkan suara ketukan yang konstan di lantai batu.

"Lenyap... Bagaimana bisa seluruh karavan itu lenyap?!" raung Danzo kepada beberapa bawahannya yang berlutut ketakutan. "Bukan hanya pasokan persenjataan dari Negara Rumput yang hilang, tapi Kapten tim elit kita juga tewas tanpa ada luka luar! Jiwanya seolah-olah... dicabut dari raganya!"

Danzo mengepalkan tangannya hingga urat-uratnya menonjol. Rencana besarnya untuk memicu konflik dengan Sunagakure hancur berantakan sebelum sempat dimulai. Yang membuat Danzo semakin ngeri adalah kenyataan bahwa si pelaku tahu persis jalur rute rahasia sutra hitam miliknya—jalur yang bahkan tidak diketahui oleh Hokage Ketiga, Hiruzen.

Ada pengkhianat atau sosok dewa maut rahasia yang sedang menguliti Root sepotong demi sepotong dari balik bayangan. Dan untuk pertama kalinya dalam puluhan tahun, Danzo Shimura merasakan ketakutan murni yang tak kasat mata.

Di saat yang sama, di bawah hangatnya sinar matahari pagi, Tim 11 berkumpul di gerbang utama Konoha.

Uzuki Yugao berdiri dengan seragam ninja medis-tempurnya, memeriksa gulungan misi yang diberikan langsung dari meja Hokage Keempat. Di hadapannya, si kembar Veil dan Itachi berdiri tegak dengan ikat kepala Konoha yang terpasang rapi.

"Baiklah, Veil, Itachi," ucap Yugao dengan nada suara yang mencoba seprofesional mungkin, meski di dalam hati dia masih sedikit segan menatap mata dingin Veil. "Misi pertama kita adalah misi tingkat C yang dinaikkan ke tingkat B secara internal oleh Hokage-sama. Kita ditugaskan untuk mengawal perwakilan dagang dari Negara Teh yang membawa dokumen kerja sama logistik baru untuk desa."

"Misi pengawalan formalitas," gumam Itachi pelan, melirik ke arah Veil.

Veil hanya mengangguk datar. Menggunakan kapasitas Rinnegan Tahap Ketiga (Ningendo) yang baru saja dia kuasai secara sempurna, indra spiritual Veil bisa merasakan fluktuasi ketakutan dan kebingungan Danzo yang memancar samar dari arah bawah tanah distrik komersial di kejauhan. Semua memori rahasia Root yang dia ekstrak tadi malam kini telah tersusun rapi di dalam otaknya bagai peta taktis.

Tikus tua itu sedang sibuk mencari ekornya sendiri, batin Veil kejam. Misi pengawalan ini adalah alibi terbaik bagi kita untuk menjauh dari radar desa sementara Danzo mulai mencurigai bayangannya sendiri.

"Mari bergerak, Yugao-sensei," ucap Veil datar, melompat lebih dulu memimpin jalur luar menuju hutan perbatasan.

Perjalanan melintasi wilayah Negara Api berlangsung dengan kecepatan konstan. Sebagai Jonin pembimbing, Yugao awalnya khawatir si kembar berusia enam tahun itu akan kelelahan karena ritme perjalanan ninja dewasa. Namun, setelah beberapa jam melesat di antara dahan pohon, dia menyadari sesuatu yang gila: napas Veil dan Itachi bahkan tidak berubah sedikit pun.

Kapasitas chakra Veil yang kini berada di level Kage Menengah berkat integrasi sistem membuatnya memiliki vitalitas yang setara dengan monster berekor dalam wujud manusia kecil.

Saat sore menjelang di perbatasan Negara Teh, tim mereka mendadak mendeteksi tanda-tanda jebakan di sepanjang jalur setapak di bawah tebing. Tiga ninja pelarian (Nukenin) kelas rendah dari pecahan Kirigakure tampak bersembunyi di balik semak-semak, bersiap menyergap kereta dagang yang mereka kawal.

"Ada musuh di depan. Bersiap dalam formasi—" Yugao belum sempat menyelesaikan instruksinya ketika Veil mengangkat tangan kecilnya.

"Itachi, bersihkan jalan. Jangan buang waktu kita untuk sampah-sampah ini," perintah Veil dingin.

"Dimengerti."

Sring!

Itachi melesat maju bagai kilat merah. Di mata Yugao, pergerakan Itachi begitu cepat hingga menciptakan ilusi beberapa bayangan sekaligus. Hanya dengan tiga ayunan kunai yang presisi dan satu tatapan Genjutsu Sharingan tiga tomoe, tiga Nukenin tersebut langsung tumbang ke tanah dengan mata memutih tanpa sempat berteriak.

Yugao menelan ludah, menatap Itachi yang kembali berdiri di samping Veil dengan pakaian yang bahkan tidak terkena setitik darah pun. Mereka berdua... benar-benar bukan anak-anak biasa. Minato-sama benar, menempatkan mereka di bawah pengawasan reguler sama saja dengan menghina bakat mereka.

Misi pertama Tim 11 diselesaikan dengan efisiensi mutlak yang mengerikan.

Malam harinya, di sebuah penginapan kecil di perbatasan Negara Teh. Sementara Yugao sedang menyusun laporan misi dan Itachi sedang bermeditasi menjaga Sasuke dari jarak jauh lewat ikatan batin klan, Veil duduk menyendiri di atas atap penginapan, menatap bulan sabit yang menggantung di langit malam.

Di dalam kesadarannya, Veil membuka layar sistem untuk memeriksa akumulasi poin terbarunya.

Sistem, tampilkan saldo poin dan sisa misi aktif, perintah Veil.

【Ding! Poin Sistem Saat Ini: 6.000 Poin (Hadiah dari misi pencegatan karavan Root).】

【Notifikasi: Riak takdir masa depan telah bergeser sebesar 5%. Danzo Shimura kini dalam kondisi paranoia akut, memicu faksi Hiruzen Sarutobi untuk mulai memperketat keamanan internal dewan karena takut akan adanya pihak ketiga.】

Veil menyipitkan matanya yang sehitam malam, seulas senyuman kepuasan yang teramat dingin terukir di wajah balita jenius itu.

Dua ulat tua Konoha itu kini mulai saling mencurigai dan mengunci pergerakan satu sama lain di dalam desa, sementara Minato Namikaze perlahan-lahan mengambil alih otoritas luar negeri. Semua pion di atas papan catur bergerak tepat di bawah garis kalkulasi yang telah dia rancang sejak lahir ke dunia ini.

"Teruslah menari di dalam ketidaktahuan kalian," bisik Veil lirih, membiarkan angin malam Negara Teh meniup jubah hitamnya. "Karena saat kalian menyadari siapa dalang di balik semua kehancuran ini... takhta Konoha sudah akan berada di bawah telapak kakiku."

1
Klarasya
lanjutt thorr 😻
Fardhanan 12
lanjutt lanjuttt panjutttt
Fardhanan 12
😭😭😭😭😭
Klarasya
lanjuttt thorrr 🤧
Nawadipta
gak nyaman. klise, kaku, kurang emosional. terlalu cepat.
Zabibiex
ini buat nya pakai ai ya kek alay gitu soal-nya
aldo
lanjut author 🙏🙏🙏
Aisyah Suyuti
good
aldo
semangat terus author 🙏🙏🙏
aldo
wah seru sekali author
aldo
lanjut kan author
aldo
wah bagus sekali author
Hadi Hadi
is good 😍😍
Hadi Hadi
mantap 💪💪
Hadi Hadi
sikat 💪💪😍😍
Hadi Hadi
bantai
Hadi Hadi
sikat
Hadi Hadi
semangat 😍😍
Hadi Hadi
😍😍😍
Hadi Hadi
bantai 💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!