NovelToon NovelToon
Pengkhianatan Manis Adik Kandung Ku

Pengkhianatan Manis Adik Kandung Ku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​"Mbak Rani!" Tyas langsung memeluk kakaknya erat.

​"Wah, adik Mbak sudah besar sekarang, ya. Makin cantik," puji Rani tulus, mengusap kepala adiknya. Rani kemudian beralih ke suaminya yang berdiri di ambang pintu. "Mas, ini Tyas."

​Tyas beralih menyalimi tangan Angga. "Halo, Mas Angga. Mohon bantuannya ya selama Tyas kuliah di sini."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Konfrontasi di basemen

Tyas sedang berjalan menyusuri koridor lantai dua mall dengan beberapa kantong belanjaan di kedua tangannya. Langkah kakinya mendadak terhenti ketika matanya menangkap pantulan siluet seorang pria dari dinding kaca sebuah toko pakaian. Postur tubuh itu, jaket denim yang dikenakan, hingga gaya rambutnya terasa sangat familier di ingatan Tyas.

​Jantung Tyas mencelos seketika. Ia menoleh perlahan untuk memastikan pandangannya.

​Ternyata benar, itu Satya.

​kekasihnya itu sedang berdiri di depan sebuah outlet servis ponsel resmi yang berada tidak jauh dari posisi Tyas. Dari jarak beberapa meter, Tyas bisa melihat dengan jelas bagaimana raut wajah Satya yang memerah padam, menahan amarah yang teramat sangat. Kedua tangannya mencengkeram ponselnya yang tampak mati total, sesekali ia mengusap wajahnya dengan kasar sambil berdebat dengan salah satu teknisi di balik meja konter.

​Tyas bersembunyi sedikit di balik pilar besar mall, mengintip dengan napas yang memburu. Sesuai dengan apa yang dikatakan teman Angga beberapa jam lalu, ponsel Satya kini benar-benar telah menjadi rongsokan tak berguna. Semua foto, video, teks ancaman, hingga akses ke akun cadangan awannya telah lenyap tanpa sisa. Satya pasti merasa frustrasi setengah mati karena "kartu as" yang ia gunakan untuk mengontrol Tyas hilang dalam sekejap tanpa ia tahu apa penyebabnya.

​Melihat pemandangan itu, ada rasa puas dan kemenangan yang membuncah di dalam dada Tyas. Rasa takut yang sempat membuatnya menangis histeris tadi pagi menguap begitu saja, digantikan oleh perasaan superior. Satya yang tadinya begitu angkuh dan mengancam, kini terlihat begitu kecil, tidak berdaya, dan menyedihkan di depan matanya.

​Namun, di balik rasa puas itu, Tyas kembali teringat pada sosok pria yang telah membuat semua ini terjadi. Angga. Kakak iparnya hanya butuh waktu tiga puluh menit dan satu panggilan telepon untuk menghancurkan hidup Satya dari jarak jauh.

​Tyas meremas tali kantong belanjaannya, menatap Satya untuk terakhir kalinya sebelum berbalik arah dengan langkah yang mantap. Di satu sisi ia bersyukur telah terlepas dari jerat Satya, namun di sisi lain, menyaksikan kekuatan absolut yang dimiliki Angga justru membuat Tyas sadar betapa mustahilnya bagi dia untuk bisa lepas dari pelukan terlarang kakak iparnya sendiri.

Langkah kaki Tyas bergegas menuju area parkir basemen mall yang temaram. Perasaan puas setelah melihat Satya frustrasi tadi perlahan digantikan oleh keinginan untuk segera sampai ke rumah, tempat yang kini terasa lebih aman baginya. Ia berjalan menuju sebuah mobil SUV putih—mobil milik Mbak Rani yang sengaja ditinggalkan di rumah agar bisa digunakan Tyas untuk keperluan mendesak atau persiapan kuliah.

​Tyas membuka bagasi, memasukkan kantong-kantong belanjaannya ke dalam, lalu berjalan menuju pintu kemudi. Namun, baru saja tangannya menyentuh gagang pintu mobil, sebuah suara langkah kaki yang terburu-buru terdengar mendekat dari arah belakang.

​"Tyas!"

​Tyas tersentak. Suara berat dan familier itu membuat bulu kuduknya berdiri. Ia membalikkan tubuh dengan cepat, dan detak jantungnya langsung berpacu dua kali lebih cepat.

​Satya sudah berdiri di sana, hanya berjarak dua meter darinya.

​Wajah kekasihnya itu tampak kusut, rambutnya acak-acakan, dan matanya yang merah menatap Tyas dengan pandangan tajam, penuh perpaduan antara amarah dan kebingungan. Di tangan kanannya, ia masih menggenggam erat ponselnya yang mati total. Tampaknya setelah keluar dari outlet servis tadi, Satya tidak sengaja melihat Tyas berjalan menuju parkiran dan langsung membuntutinya.

​"Satya? Mau apa kamu?!" tanya Tyas, mencoba menata suaranya agar terdengar galak dan berani, meski cengkeramannya pada kunci mobil di sakunya terasa sangat erat.

​Satya maju satu langkah, napasnya memburu. "Kamu... kamu kan yang melakukan ini? Jawab aku, Tyas! Apa yang kamu lakukan sama HP-ku?!" Satya mengangkat ponselnya yang gelap ke udara dengan tangan bergetar. "Semua dataku hilang! Foto-foto, nomor kontak, akun Google-ku dikunci, bahkan sistemnya ter-reset total! Teknisi di atas bilang HP-ku kena retas paksa dari jarak jauh!"

​Tyas menarik napas dalam-dalam. Mengingat bahwa Satya sudah tidak memiliki bukti apa pun lagi untuk mengancamnya, rasa percaya diri Tyas bangkit. Ia melipat kedua tangannya di dada, menatap Satya dengan pandangan dingin dan meremehkan—persis seperti cara Angga menatap masalah.

​"Aku? Jangan konyol, Sat. Mana bisa aku meretas HP-mu," jawab Tyas ketus, melemparkan senyum sinis. "Mungkin itu balasan karena kelakuan busukmu sendiri. Kamu yang suka mengancam orang, makanya kena batunya."

​"Jangan bohong!" bentak Satya, egonya yang terluka membuat suaranya menggema di basemen yang sepi itu. "Ini pasti ada hubungannya sama kakak iparmu yang sok berkuasa itu, kan? Atau kamu punya selingkuhan lain yang bantuin kamu?!" Satya melangkah maju lagi, hendak meraih pergelangan tangan Tyas. "Kembalikan file-ku, Tyas! Aku tahu kamu yang hapus semuanya!"

1
Anonim
Kurang ajar banget si angga dan si tyas ini,buat rani tau lebih cepat thor tentang kebangsatan suami dan adik nya
Anonim
Lama bener thor muter nya ,si rani kapan sadar perselingkuhan adik nya sama suami nya jangan kelamaan
Anonim
Si rani kenapa oneng sih g bisa liat sekilas model ade nya kek apaan dah ,cuek apa emang buta dia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!