NovelToon NovelToon
Ketiga Kakak Angkatku Adalah Tokoh Utama

Ketiga Kakak Angkatku Adalah Tokoh Utama

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Romansa Fantasi / CEO / Transmigrasi ke Dalam Novel / Fantasi Wanita / Fantasi Isekai
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: MTMH18

Katarina terjebak dalam raga seorang gadis malang yang tinggal di panti asuhan, Karina Putri.

Namun sebuah takdir mempertemukannya dengan seorang wanita kaya raya yang tiba-tiba mengangkat Karina sebagai putri angkatnya.

Tetapi bukan itu masalahnya, melainkan tiga kakak angkat Karina yang ternyata adalah tokoh utama dalam novel yang pernah dibacanya. Lalu takdir ketiga kakak angkatnya tidaklah baik, mereka akan mati ditangan tokoh utama wanita.

Namun, Karina tidak akan membiarkan hal itu terjadi, ia akan mengubah takdir ketiga kakak angkatnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MTMH18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26

Jevan tidak menjawab pertanyaan Jemian, pria itu lebih memilih memainkan ponselnya sebagai bentuk protes… karena Jemian sudah ikut campur dalam masalahnya.

Jemian hanya menggeleng pelan, ia tahu kalau sang adik sedang marah… karena Karina tidak jadi merawatnya. Kadang sifat Jevan masih kekanak-kanakan, meskipun umurnya sudah dewasa.

“Besok aku yang akan ke kantor, kamu bisa membantu dari sini,” ujar Jemian yang sudah berpindah ke sisi Jevan.

“Lalu untuk bonus?” Jevan tidak ingin bonusnya dikurangi oleh sang papa, karena Jemian akan kembali ke kantor.

“Tenanglah, Papa tidak akan mengurangi bonusmu. Lagipula aku hanya menemani sekretaris Papa selama meeting berlangsung, dan kamu tetap mengerjakan tugas dari Papa,” jelas Jemian yang masih ingin beristirahat.

Sebenarnya Jemian ingin pergi keluar kota untuk berlibur, sekalian untuk menjernihkan pikirannya yang sedang kacau… karena pengkhianatan dari wanita yang sangat dicintainya.

Namun keadaannya masih belum memungkinkan untuk pergi jauh, jadi Jemian hanya ingin beristirahat di Mansion dan sesekali membantu Jevan yang juga sedang terluka.

“Tapi aku sedikit penasaran, kenapa kamu sangat menyukai uang?” Pertanyaan Jemian membuat sang adik menatapnya.

“Orang gila pun pasti menyukai uang,” jawaban itu membuat Jemian terdiam.

Apa yang dikatakan Jevan memang benar, tetapi uang Jevan sudah banyak… namun pria itu masih belum cukup dengan uang yang ada di tabungannya, belum lagi beberapa apartemen yang dibelinya.

“Kalau dihitung-hitung, uangmu hampir menyamai Papa,” gumam Jemian yang masih didengar oleh sang adik.

“Aku akan melampaui Papa,” sahut Jevan yang belum memberitahu Jemian tentang beberapa mobil sport koleksinya.

Bukan tanpa alasan an Jevan menyimpan uang-uangnya dengan berbagai jenis properti, pria itu tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Jadi, Jevan memang sangat rajin memutar uangnya agar kembali berguna saat dibutuhkan pada waktu yang tepat.

Atau Jevan bisa menggunakan uang-uang itu untuk menikah dengan Karina, kalau saja nanti hubungannya tidak direstui oleh Xander dan Lesa?

Jevan bisa membiayai hidup Karina dan anak-anak mereka, dengan uang-uang tersebut.

“Kenapa kamu tersenyum aneh seperti itu?” Tanya Jemian yang tidak sengaja melihat senyuman aneh adiknya.

Jevan tersadar dan langsung merubah ekspresinya menjadi datar. “Tidak ada.”

Namun Jemian tidak langsung percaya, ia merasa ada sesuatu yang disembunyikan oleh Jevan.

“Ponselmu terus berbunyi!” Kata Jevan saat mendengar nada dering ponsel kakaknya.

Jemian tersadar dan melihat siapa yang sedang menghubunginya, pria itu terdiam sejenak saat melihat nama Serana di layar ponselnya.

Untuk pertama kalinya, Jemian menolak panggilan dari Seran dan hal itu sedikit mengejutkan Jevan yang memang melihat siapa yang menghubungi kakaknya.

“Tumben?” Heran Jevan yang merasa tidak biasa dengan sikap Jemian.

Biasanya Jemian akan segera menggeser tombol hijau dan pergi begitu saja, setelah mendengar permintaan Serana. Namun kali ini berbeda, Jemian menolaknya dengan cepat.

“Hanya sedang malas mendengar ocehannya, lagipula keadaanku masih seperti ini… tidak bisa bergerak banyak,” jawab Jemian sambil merebahkan tubuhnya dengan bantuan perawat laki-laki yang akan berada di dalam kamar tamu juga.

“Aneh,” Jevan begumam pelan.

Jemian mendengarnya, tetapi ia memilih untuk berpura-pura tidur. Melihat nama Serana, membuat perasaannya kembali memburuk dan Jemian tidak ingin melampiaskan kekesalannya kepada Jevan yang masih belum mengetahui kelicikan Serana.

...***...

Karina masih belum mengantuk, jadi gadis itu memutuskan untuk mandi agar bisa cepat tidur.

Sekarang Karina sedang mengeringkan rambutnya yang basah, sambil menatap layar televisi di dalam kamarnya.

“Tadi masih ada pesan Candra yang belum aku balas!” Gadis itu baru mengingatnya.

Ia segera mencari ponselnya, tetapi tidak ada di dalam kamarnya. Dan Karina baru ingat kalau ponselnya ia taruh di atas nakas kamar tamu.

Gadis itu segera menyelesaikan urusan rambutnya, walau tidak sepenuhnya kering. Setelah itu, ia bergegas keluar dari kamarnya untuk pergi ke kamar tamu di lantai satu.

“Kenapa bisa lupa sih?” Karina merutuki dirinya sendiri.

Ting!

Lift terbuka di lantai satu, gadis itu bergegas keluar dan melangkah menuju ke kamar tamu yang di tempati Jevan. Pintunya tertutup, sehingga gadis itu mengetuknya sebanyak dua kali.

Ceklek!

Pintu dibuka dari dalam oleh perawat Jemian, sang perawat menyuruh Karina untuk masuk.

“Maaf mengganggu waktu istirahat Kak Jevan,” ucap gadis itu kepada Jevan yang belum tidur.

Jemian sudah terlelap, padahal niatnya hanya berpura-pura tidur saja. Namun pria itu malah benar-benar terlelap.

“Ada apa?” Tanya Jevan yang sebenarnya tahu kalau ponsel gadisnya tertinggal.

“Ponselku ketinggalan,” jawab Karina sambil menunjuk ponsel berwarna merah muda di atas nakas.

“Sepertinya jahitan di perut kembali terbuka,” ucapan Jevan membuat gadis itu langsung menatapnya.

“Aku bilang ke perawat—”

Karina menghentikan kalimatnya, saat tidak menemukan perawat di dalam kamar tamu.

“Dia belum makan malam, tadi dia izin mau ke dapur. Jadi, kamu yang harus memeriksanya!” Jelas Jevan sambil membuka kemeja tidurnya.

Gadis itu menahan napasnya, tadi ia hanya melihat sekilas perut keras kakak ketiganya. Dan sekarang Karina bisa melihatnya dengan jelas, betapa kerasnya otot perut dan dada bidang Jevan.

“Ke mana arah matamu, Karina?” Pria itu menyeringai samar, saat menyadari tatapan gadisnya.

Karina gelagapan, ia sangat malu… karena ketahuan melihat tubuh Jevan yang benar-benar sangat menggoda.

“A-aku periksa dulu!” Kata gadis itu dengan tangan yang sedikit gemetar.

Jevan menahan kedutan di sudut bibirnya, ia merasa gemas dengan Karina yang sedang gemetaran menyentuh perban di perutnya.

“Keluar darah, tapi sedikit… aku bersihin dulu,” suara gadis itu bahkan terdengar bergetar.

“Apa kamu baik-baik saja?” Jevan menahan tangan gadisnya yang terasa dingin.

Tatapan mereka bertemu dan Karina kembali menahan napasnya, entah mengapa malam ini kakak ketiganya terlihat semakin tampan.

Jevan dalam suasana hati yang bagus, jadi aura yang dipancarkan oleh pria itu juga terlihat bersinar.

“Karina?” Suara berat yang berbisik di telinganya, membuat gadis itu merinding.

“A-aku baik-baik saja,” jawab Karina yang mencoba untuk tersenyum.

“Tidak perlu buru-buru, aku akan menunggumu mengambil kotak obat!” Kata Jevan sambil melepaskan tangan gadisnya.

Karina mengangguk kaku, sebelum berjalan je arah meja untuk mengambil kotak obat. Gadis itu memejamkan matanya sejenak, ia mencoba menenangkan jantungnya yang hampir meledak.

“Ingatlah Karina, Kak Jevan adalah kakak angkatmu! Jangan sampai menyukainya!” Gumam Karina sangat pelan.

Gadis itu tidak bisa membohongi dirinya sendiri, ia mulai menyukai Jevan. Selain karena wajahnya yang tampan, sifat dan pembawaan pria itu yang membuat Karina tertarik.

Sebenarnya tidak hanya Karina, tapi anak-anak panti juga merasa nyaman dengan Jevan.

“Karina, kenapa hanya diam? Apa kamu tidak mau mengobati Kakak?”

Bersambung!

1
vew
ini mksdnya gimana thor ,, ada pria lain kah yg di cintai karina ?? 🤔🙏🙏

semangat thor 💪💪
Wulan
jawab van " OTW "
Wulan
agak agak salting ya van ☺️
Dewiendahsetiowati
Karina pakai gaya batu
Dewiendahsetiowati
hadir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!