NovelToon NovelToon
TIRAKAT 3

TIRAKAT 3

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Mata Batin
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: DENI TINT

Sebagian besar cerita berdasarkan kisah nyata
.
.
.
SERIES KE TIGA DARI UNIVERSE NOVEL "TIRAKAT"

Pondok pesantren Ustadz Furqon di Kediri, Jawa Timur, menjadi lembaran baru hidupku. Aku meninggalkan rumah dan Bapakku untuk mengemban tugas dari Sang Ustadz sebagai pembina asrama putri di sana.

Waktu akan menjadi saksi bisu segala perjalananku selanjutnya...

DISCLAIMER!
Jika terdapat kesamaan detail nama tokoh, latar tempat, seni, budaya, agama, dan jenis laku tirakat tertentu dengan para pembaca, bukan karena unsur kesengajaan penulis. Harap dimaklumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DENI TINT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26 SEKARANG AKU SUDAH TAHU TENTANG KALIAN BERDUA

Aku merasa tak percaya dengan apa yang ku lihat di depan sana...

"I-Ibu... Ternyata dia Ibuku di masa lalu..." gumamku dalam hati.

Aku masih berdiri dikejauhan, kini tampak Sekar Mayang dan Dayang Putri yang berubah menjadi dua cahaya kuning keemasan, menyala terang di hadapan dua orang tersebut, yang kini ku tahu mereka adalah almarhum Mbah dan almarhumah Ibuku.

Dan...

Seketika semuanya memudar...

Hilang perlahan...

Lalu pandangan mataku menjadi buram, dan gelap...

Sangat gelap...

.....

.....

.....

.....

🌄🌄🌄🌄🌄

🌳🌳🕌🌳🌳

Tok tok tok tok...

Tok tok tok tok...

.....

.....

.....

"Emhhh..."

Aku membuka mata dengan perlahan. Saat terdengar suara ketukan pintu kamarku.

Tok tok tok tok...

"Nisa... Wis tangi dereng sih? (Nisa... Sudah bangun belum sih?)"

Aku mendengar panggilan itu, namun mataku seolah di tempelkan lem perekat. Berat sekali untuk ku buka.

"Nis? Gek ndang tangi loh, wis jam piro iki... (Nis? Buruan bangun loh, sudah jam berapa ini...)"

Aku mencoba memaksa mataku supaya terbuka, meski dengan perlahan.

Akhirnya, aku bisa membuka mataku, dan segera bangun.

Saat aku sadar, ternyata diriku sudah ada di atas kasur kamarku.

"Emhhh... Aduhhh... Shhh... Emhhh..." gumamku sendirian sambil memegangi kepalaku yang terasa pusing.

Sepintas, aku ingat...

Bukankah aku di balkon tadi malam?

Kenapa tiba-tiba aku sudah ada di atas kasurku?

Kemana Dayang Putri dan Sekar Mayang?

Aku mencoba menurunkan kaki, dan segera beranjak bangun dari kasur. Aku langsung menuju ke meja, dan mengecek HP ku.

"Hah? Udah jam 11 siang? Astaghfirulloh..."

Aku kaget saat melihat jam di layar HP ku, dan langsung tersadar bahwa aku melewatkan sholat shubuh hari ini.

"Ya Alloh... Astaghfirulloh..." ucapku. Aku segera menuju pintu, dan ku buka kuncinya.

Langsung terasa hangatnya sinar matahari siang ini. Cahayanya yang begitu terang seolah menutup gerbang ghoibku semalam.

"Kamu baru bangun Nis? Udah sholat shubuh belum?" ucap Ayu dari arah balkon, sambil menjemur beberapa pakaian miliknya di sana.

"Aduh... Belum Yu... Aku belum sholat shubuh..." jawabku, masih dengan memegangi kepalaku sendiri.

"Ya Alloh... Kamu gimana sih? Masa iya kamu kelewatan sholatnya?" respon Ayu, ia selesai menjemur baju terakhirnya, dan berjalan mendekatiku dengan membawa sebuah ember cucian.

"Kamu kenapa Nis? Sakit?" tanyanya.

"Emhhh... Enggak tau aku Yu... Tiba-tiba aja kepalaku pusing pas bangun barusan."

Ayu menaruh embernya, dan langsung memegang dahiku.

"Ya Alloh, badanmu panas Nis. Demam kayaknya kamu ini." ucapnya.

"Ah, masa sih Yu?"

"Iya loh, ini jidatmu panas. Aku masak dulu ya, buat kamu makan. Terus nanti aku beli obat demam buat kamu."

"Eh, gak usah Yu, gak usah repot-repot. Aku gak apa-apa kok..."

"Gak apa-apa gimana? Udah kamu istirahat lagi aja deh Nis. Tunggu aku masak dulu ya."

Belum sempat ku respon, Ayu dengan segera turun. Langsung dengan sigap ia menuju dapur pondok untuk memasak makanan buatku.

.....

.....

.....

Singkat cerita...

Selama tiga hari berikutnya, aku hanya bisa menghabiskan waktu untuk beristirahat dalam kamarku. Dan benar kata Ayu, tubuhku panas demam. Tapi aku merasakan sebaliknya, tubuhku terasa dingin menggigil.

Selama tiga hari itu juga, Ayu yang merawatku dengan penuh perhatian. Aku merasakan dirinya ternyata adalah sosok wanita seumuran denganku yang memiliki hati penuh kasih sayang.

Bahkan, dia juga sampai mencucikan pakaianku. Menjemurnya, sampai menyetrika dan merapikannya ke dalam lemariku.

Setiap aku ingin mandi, dia selalu memasak air panas untukku. Dan juga membelikan obat demam untukku.

Entah apa yang kurasakan sekarang...

Aku seperti merasa memiliki seorang kakak perempuan yang begitu perhatian padaku...

Padahal Ayu belum genap satu bulan mengenalku...

Dan aku juga bukan garis keturunan keluarganya...

Namun, aku tetap bersyukur atas semua itu. Aku juga berulang kali ucapkan terima kasih atas segala kebaikannya selama tiga hari aku sakit itu.

.....

.....

.....

🌙🌙🌙🌙🌙

🌳🌳🕌🌳🌳

Dua hari berikutnya setelah aku benar-benar sehat kembali...

Aku sedang duduk sendirian di balkon malam ini, dengan memakai pakaian yang lebih tebal untuk menahan hawa dingin malam.

"Nis, ini aku masak sayur sop ayam buat kamu. Di makan dulu ya, mumpung masih anget... Ini juga nasinya, masih anget..." ucap Ayu sembari menaruh menu itu di atas meja.

"Ya Alloh Yu, aku kan tadi sore udah makan. Kok disuruh makan lagi? Masih kenyang loh aku..." kataku.

"Halah... Inget, kamu tuh baru aja sembuh. Jangan sembrono gitu..."

"Tapi aku masih kenyang Yu, kamu aja deh yang makan."

"Eh, kamu tuh ngeyel banget sih kalo dibilangin!" ucapnya sambil mencubit pipi kananku.

"Aduh duh... Sakit Yu..." responku.

"Udah, buruan di makan. Nanti kalo kamu sakit lagi, aku lempar kamu dari atas sini ya!"

"Iiihhh... Kok gitu sih? Jahat banget..."

"Udah buruan makan, jangan banyak ngomong."

"Iya-iya... Aku makan..."

Akhirnya, antara tak enak hati karena sudah dibuatkan makanan, dan juga rasa kenyang yang masih ada, aku makan juga.

"Gimana? Enak kan masakanku?" tanya Ayu sambil melihatku sedang makan.

"Iya, enak kok Yu..." jawabku.

"Iya laaah... Aku gitu loooh..." sambil cengengesan centil.

"Halaaah... Gitu aja langsung kepedean kamu Yu."

"Hehehe..."

Aku lanjutkan makan sambil ditemani olehnya, sambil menikmati suasana malam ini di balkon. Dan habis juga semua makanannya.

"Sekarang kamu tidur, istirahat. Jangan bergadang." ucap Ayu sambil membereskan piring, mangkuk, dan gelas.

"Mana bisa habis makan langsung tidur Yu. Nanti mekar perutku." jawabku.

"Ya intinya kamu jangan tidur terlalu malem. Inget, kamu baru sehat Nis!"

"Iya-iya..."

Lantas, Ayu hendak meninggalkanku, namun langkahnya terhenti saat aku memanggilnya.

"Yu..."

"Hm? Kenapa Nis?"

"Matur nuwun saget nggeh... (Terima kasih banyak ya...)" kataku dalam bahasa jawa, mencoba meniru logatnya juga meski masih agak kaku.

"Walaaah... Wis iso boso jowo toh koe Nis? (Walaaah... Udah bisa bahasa jawa kamu Nis?)" responnya sambil tersenyum.

"Iyo lah... Kan aku sinau mbendino boso jowo ne... (Iya lah... Kan aku belajar setiap hari bahasa jawa nya...)" kataku, dengan terkekeh kecil.

"Hehehe... Iyo... Sami-sami Nis... (Hehehe... Iya... Sama-sama Nis...)" langsung Ayu meninggalkanku sendirian di atas balkon ini.

.....

.....

.....

Sejenak aku kembali mengingat tentang apa yang di lakukan oleh Sekar Mayang dan Dayang Putri beberapa hari lalu...

Karena aku ingin tahu, jadi mereka berdua membawa jiwa dan kesadaranku melintasi batas waktu...

Seolah aku diajak oleh mereka berdua menembus jauh, sangat jauh, ke masa lalu...

Mungkin, mereka berdua tak bisa menjelaskan langsung padaku tentang sejarah diri mereka. Sehingga mereka dengan kemampuan yang di satukan, membawaku untuk melihat secara langsung semua itu...

.....

.....

.....

Di tengah lamunanku ini...

Aku berkata dalam hati sendiri...

"Sekar Mayang, Dayang Putri, sekarang aku sudah tau tentang kalian berdua..."

1
Yeni Yeni
penasaran aku mbak🤭
SecretS
Lanjut kak👍👍👍😊😊
SecretS
👍👍👍lanjut kak, berarti sekar mayang bisa liat masa depan kayak Dayang Putri ah, menurut ku sekar mayang terlalu jahil ngak seperti Dayang Putri 😁
SecretS
Lanjut kak, 👍👍👍😁😁😁 ternyata wanita dekat toilet itu sekar mayang toh aku kira kuntilanak penunggu 😅
SecretS
Ooh, jadi ya buat tiket Nisa hilang itu sekar mayang toh. Buat yang punya kebingungan nyari tiket nya untung tuanya mau mbalikin dan kejadian nya sebelum Dayang Putri datang kalau ngak.... 😅😅 buat tuanya malu aja sekar mayang, pasti karena sekar mayang Zaki bayarin makanan nisa😁sedikit merasa bersalah akibat perewangannya. Lanjut kak 👍👍👍👍
Yeni Yeni: kodam zaki usil
total 1 replies
SecretS
Cover nya kok buat yang baca merinding ya kak 😅😅, tapi lanjutanya bagus 👍👍👍semangat 😀
Deni Komarullah: Hehehe... Terima kasih Kak atas dukungan dan komentarnya... 😍😍😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!