Elisa Marino, Putri Mafia Yang Masuk Ke Dalam Tubuh Putri Mahkota Karena Bantuan Penyihir Juga Atas Persetujuan Putri Mahkota Itu Sendiri
Tanpa Di Ketahui Elisa Marino, Putri Mahkota Itu Memiliki Banyak Musuh Yang Tersebar Di Seluruh Kerajaannya, Beritanya Pun Tersebar Sampai Keluar Kerajaan
Bagaimana Elisa Marino Mengubah Pandangan Orang Mengenai Dirinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.TiyaD, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kemenangan Yona
...SEMUA KARAKTER, PERISTIWA DAN TOKO DALAM NOVEL INI MURNI DI BUAT BERDASARKAN HASIL IMAJINASI PENULIS, TIDAK MENGACU PADA SESUATU YANG SPESIFIK DALAM KENYATAAN...
...UNTUK PARA PEMBACA, MOHON PENGERTIANNYA 🙏🙏...
###
Besoknya
Para Tamu Kembali Ke Kerajaan Mereka
Samuel Mencium Punggung Tangan Elisa
"Kita Akan Bertemu Lagi" Ucap Samuel
Erlan Dan Kedua Temannya Menatap Samuel Dengan Tajam
"Hm, Semoga Perjalanan Anda Aman Sampai Di Tujuan Arcduke Etort Dan Sampaikan Salam Saya Pada Yang Mulia Raja Dan Ratu Kerajaan draak (Sudah Kembali Terlebih Dahulu)" Jawab Elisa
Samuel Tersenyum, Ia Lalu Memberikan Salam Pada Erlan Lalu Pergi
Erlan Tersentak Melihat Tatapan Tidak Suka Samuel Padanya
"Bajingan Sialan Itu, Berani-beraninya Dia..."
"Ayah!!" Tegur Elisa
Erlan Menatap Elisa "Apa Kau Lihat Tatapan Matanya Pada Ku Elisa? Dan Dia Mengeluarkan Aura Naganya, Dia Pikir Aku Takut Padanya, Sialan"
Elisa Menatap Ke Arah Samuel "Peringatan Pertama Samuel" (Telepati)
Kuda Samuel Berhenti, Rombongannya Juga Ikut Berhenti
Erlan Dan Yang Lain Terkejut
"Apa Dia Mendengar Suara Ku?" Tanya Erlan Kaget
"Dasar Bodoh, Dia Kan Naga" Jawab Archen
"Semuanya, Bersiap" Perintah Erlan
Sedan Dan Archen Bersiap
Samuel Melihat Ke Belakang "Maafkan Saya Yang Mulia Raja, Lain Kali Saya Akan Memberikan Hormat Pada Anda Dengan Benar" (Telepati)
Erlan Terkejut "Ha!!!?"
Samuel Melanjutkan Perjalanannya, Elisa Berbalik Masuk Ke Dalam Istana Sambil Tersenyum
Beberapa Hari Kemudian
Elisa Tidak Pernah Sekalipun Ketinggalan Informasi Tentang Perang Yang Terjadi Di Kerajaan Lousiana
"Bukan Hanya Bibi Yona Dan Paman Sam Yang Turut Ikut Dalam Perang Tapi Sekarang Yully Juga Ikut Bergabung" Pikir Elisa Melihat Dokumen Yang Di Berikan Zein (Wakil Ketua Pasukan Bayangan) Mengenai Perkembangan Kerajaan Lousiana
Elisa Melihat Elvis
"Apa Ratu Sudah Meminta Bantuan Kita?" Tanya Elisa
"Belum Yang Mulia, Sampai Saat Ini Kerajaan Lousiana Perang Menggunakan Kekuatan Mereka Belum Ada Bantuan Datang Dari Kerajaan Manapun Termasuk Kerajaan Kita" Jelas Elvis
"Huftt, Baiklah. Tetap Lindungi Keluarga Kerajaan Lousiana" Perintah Elisa
"Baik Yang Mulia" Jawab Zein Membungkuk
"Kau Boleh Pergi"
Zein Pergi Menggunakan Teleportasi
Tak Terasa 3 Bulan Berlalu, Perang Pun Di Menangkan Kerajaan Lusiana Dan Kerajaan Lousiana Mendapatkan Banyak Keuntungan Termasuk Mengambil Alih Kerajaan Liten, Juga Kerajaan Pertama Yang Menang Dalam Perang Dengan Waktu Yang Begitu Singkat
Beberapa Hari Kemudian
Elisa Duduk Sambil Melihat Yona Dan Beberapa Penguasa Lainya Sedang Merayakan Kemenangan Yona
"Jika Di Abad 21, Bibi Sudah Mendapatkan Piala Pengharagaan" Pikir Elisa
Yona Yang Merasakan Tatapan Elisa
Elisa Tersenyum, Yona Mengakat Gelasnya, Elisa Balas Mengakat Gelasnya
Elisa Pun Minum
Erlan Yang Melihat Itu Sedikit Khawatir Jika Elisa Mabuk, Tapi Selama Ini Elisa Tidak Pernah Mabuk Mau Berapa Banyak Yang Elisa Minum, Malah Sebaliknya Erlan Dan Kedua Temannya Akan Mabuk Terlebih Dahulu Dan Elisa Yang Harus Memindahkan Mereka Dengan Mengangkat Mereka Ke Atas Ranjang Yang Sama Dan Tentu Saja Dengan Bantuan Para Ksatria
"Putri Ku Itu Terlihat Sangat Anggun" Ujar Yona
"Itu Putri Ku" Jawan Erlan Melihat Sinis Ke Arah Yona
Elisa Yang Melihat Aura Kedua Orang Tua Itu Hanya Tersenyum
"Mereka Berdebat Lagi" Elisa Berdiri
"Kau Mau Kemana?" Tanya Yulius
Elisa Menatap Yulius Lalu Membungkuk Memberi Salam "Sudah Lama Tidak Bertemu Putra Mahkota"
Yulius Tersentak, Ia Dengan Cepat Membungkuk
"Maafkan Kelancangan Saya Putri Mahkota"
"Tidak Apa-apa Yang Mulia, Tapi Tolong Lihat Situasi"Jawab Elisa Sambil Tersenyum
Yulius Dan Elisa Pun Berjalan Bersama
Semua Pandangan Bangsawan Ke Arah Mereka Berdua Yang Terlihat Berjalan Dengan Santai Dan Terlihat Yulius Tertawa Saat Berbicara Dengan Elisa Sedangkan Elisa Hanya Tersenyum Lembut