NovelToon NovelToon
BERTEMU JODOH DI RUMAH SAKIT

BERTEMU JODOH DI RUMAH SAKIT

Status: sedang berlangsung
Genre:Dokter / Romantis / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:9k
Nilai: 5
Nama Author: Bella cantika

Dirumah sakit Camilla bertemu Tante Itoh. tantenya yang kebetulan bekerja disana. Tiba-tiba tanpa sepengetahuan Camilla, Tante Itoh merencanakan pernikahan Camilla dengan anak temannya yang merupakan seorang dokter yang bekerja di Belanda. Yang dimana pernikahan mereka harus segera terjadi secepatnya.

mengapa Tante Itoh bersikeras menikahkan Camilla dengan teman anaknya?

baca terus sampai habis jika ingin mengetahui kisahnya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bella cantika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 26

*Jam 06.55 WIB, Bandara Soekarno Hatta *

Raffa dan camilla keluar dari pintu kedatangan. Wajah capek, mata kurang tidur, tapi jasnya rapi.

mama camilla lari kecil, langsung mendatangi camilla dan Raffa..

“hallo!”

Camilla yang melihat mama nya langsung peluk.

"aduh aduh anak mama, gimana enak tinggal disana?”

"enak ma, tempat nya bagus apalagi sama makanannya, cocok dilidah aku"

Mama yang mendengar itu langsung mencubit nakal hidung Camilla

"bisa aja anak mama, syukur lah kalau begitu"

"papa mana ma?"

"papa masih ada urusan, gabisa ditinggal"

"oh yaudah gak papa"

Raffa diem mematung, sesekali tersenyum tipis.

"kamu sehat Raffa?" ucap mama seraya memeluk menantunya

"sehat ma"

"alhamdulilah, Yaudah ayo kita pulang"

"Kita pulang kerumah siapa ini ma?" ucap camilla

"Kerumah mama aja ya, raffakan belum pernah kerumah"

"iya boleh ma..." ucap Raffa

"yaudah ayo"

Mereka jalan keluar. Di luar, matahari panas.

*Jam 10.00 WIB, Auditorium Uin – Hari Wisuda*

Gedung penuh. Musik wisuda nyaring.

Camilla jalan pelan di barisan, toga hitam, senyum ditahan biar nggak beleber.

Di baris paling depan, ada satu kursi kosong.

Tiba-tiba pintu belakang terbuka.

Raffa masuk. Kemeja putih, jas hitam, rambut masih basah abis perjalanan.

Dia nggak duduk. Dia berdiri di pinggir, tangan di saku, tatapannya nyari satu orang.

Camilla liat itu. Langkahnya terhenti setengah detik.

Air mata nggak bisa ditahan.

Pembawa acara: “Berikutnya, Camilla Putri Wijaya, S.Sos!”

Camilla jalan ke depan. Saat nerima ijazah, dia ngelirik ke depan.

Raffa ngangguk kecil. Nggak senyum lebar. Tapi matanya… anget.

Foto resmi selesai. Turun panggung, Dira langsung nyamber.

“FOTO FOTO FOTO! RAFFA SINI!”

Raffa mau kabur. Camilla narik tangannya.

“Mas, sekali aja.”

Raffa diem. Terus berdiri di samping Camilla. Kaku. Tapi nggak lepasin tangan Camilla.

Klik.

Di foto itu, Camilla senyum lebar sambil pegang ijazah.

Raffa di sampingnya, muka datar. Tapi jari kelingkingnya nyenggol kelingking Camilla. Nggak keliatan kamera. Cuma mereka yang tau.

*Caption Camilla di IG malamnya*:

Wisuda bareng dokter es batu. Dia nggak pernah bilang bangga. Tapi dia rela libur kerja, dan terbang 18 jam cuma buat liat aku 5 menit di panggung.

Raffa nggak like.

Tapi jam 2 pagi, Camilla liat notif: Raffa save postingan kamu.

*2 Hari Sebelum Wisuda, RS AMC Amsterdam – Ruang Kepala Departemen Kardiologi*

Raffa berdiri di depan meja Prof. Hendriks. Di tangan, ada formulir cuti 2 hari. Alasan: “Family emergency.”

Prof. Hendriks baca, alis naik. “Family emergency?"

Raffa diem 2 detik. “Wisuda istri saya.”

Prof. Hendriks ketawa kecil. “Wisuda itu bukan emergency, Raffa. Itu rencana 4 tahun.”

“Iya. Tapi kalau saya nggak datang, itu jadi emergency buat saya” jawab Raffa datar.

Ruang jadi hening. Prof. Hendriks ngelirik. Dokter es batu ini nggak pernah minta cuti selain buat jaga pasien. Sekarang demi wisuda istrinya, dia rela ngaku ‘emergency’.

“Adrian bilang kamu udah tuker shift sama dia. ICU malam besok dia yang pegang.”

Raffa angguk. “Saya balik hari Senin pagi. Pas shift pagi.”

Prof. Hendriks teken formulirnya. “2 hari. Jangan lebih. Dan Raffa…” Raffa berhenti,

“selamat ya. Jarang-jarang lihat kamu ngurus sesuatu yang bukan EKG.”

“Terima kasih, Prof.” ucap Raffa sambil terima formulir, dan angguk kecil.

Keluar ruangan, Adrian udah nunggu di koridor.

“Jadi beneran? Lu cuti demi wisuda Camilla?”

Raffa jalan duluan. “Iya.”

“Lu tau nggak, ini pertama kalinya gue lihat lu tulis ‘family emergency’ dan yang dimaksud bukan pasien.”

Raffa nggak jawab. dan terus berjalan menunggalkan Adrian

*Jam 21.40, Apartemen Amstelveen*

Koper kecil udah di depan pintu. Isinya: 1 jas, 1 kemeja putih, 1 kotak kado kecil buat Camilla, dan toga yang udah Raffa setrika sendiri jam 3 pagi.

Camilla duduk di sofa, masih nggak percaya. “Mas… beneran nggak ada rapat besok?”

“Nggak ada” jawab Raffa sambil cek paspor.

“Rapat diganti Adrian.” sambung Raffa

“Terus kalau ada pasien darurat pas Mas di pesawat?”

Raffa ngelirik. “Ada Adrian. Ada Prof. Hendriks. Ada sistem. Tapi kalau kamu nangis pas wisuda karena aku nggak ada, nggak ada yang bisa gantiin.”

Camilla diem. Terus tiba-tiba mukul bantal ke Raffa.

“Kaku! Tapi kenapa ngomongnya bikin nangis sih!”

Raffa nangkep bantalnya, narik Camilla biar duduk lebih deket.

“Nangis boleh. Tapi pas di panggung jangan. Lipstik luntur, fotonya jelek.”

Camilla ketawa ketahan. “Dokter es batu… ngurus cuti aja kayak lagi operasi jantung. Dingin, tapi presisi.”

Raffa nggak jawab. Dia cek jam. 1 jam lagi berangkat ke Schiphol.

1
Sugiyanti 15
lanjut thor
👑 STEPHAN HARUKA 👑
Thor, aku sudah tidak sabar untuk baca kelanjutannya!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!