NovelToon NovelToon
Penjelajah Waktu, Hidup Dizaman Ajaib

Penjelajah Waktu, Hidup Dizaman Ajaib

Status: tamat
Genre:Manusia Serigala / Dunia Lain / Spiritual / Matabatin / Time Travel / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:26.7k
Nilai: 5
Nama Author: ara putri

Saat ia terbangun pertama kali ia mendapati dirinya telah melakukan perjalanan waktu kezaman kuno. Yang lebih membuat dirinya terkejut ia tidak hanya terlempar kezaman biasa, tapi zaman Ajaib yang membuat dia sangat takjub.


"Mereka bukanlah manusia biasa, tapi manusia serigala?"


Saat ia masih belum terbiasa untuk hidup dizaman ini cobaan malah datang silih berganti. Abella tidak hanya harus membatu kakaknya yang tiba-tiba kehilangan kekuatannya, tapi dia juga harus menghadapi kegilaan pangeran dari bangsa jin. Belum lagi para siluman dan Iblis yang selalu memburunya.

Gadis yang dulu dianggap lemah entah sejak kapan menjadi keinginan semua orang.


Mampukah ia menjalani hidup barunya?

Simak terus cerita author ya, semoga membantu pembaca terhibur 🙏😍

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ara putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Benar-benar tidak menghargainya

Abella tidak tahu dirinya benar-benar menjadi topik pembicaraan seluruh suku. ia yang belum keluar lagi setelah kembali membuat ia tak tahu apa-apa.

Dibelakang kepala suku dan keluarganya, orang-orang telah menyusun rencana untuk memberontak, andai saja Tuan Dario dan nyonya Adriana tahu mungkin akan muntah darah karena marah.

"Ayah, aku akan melihat kakak." tiba-tiba ia ingat dengan ramuan yang telah ia curi di istana kerajaan jin. Mungkin sekarang ia bisa memberikannya dan membatu penyembuhan tuan muda Oscar yang telah tidur begitu lama.

"Untuk apa?" tuan Dario meskipun ikut kecewa, tapi ia tak marah pada putrinya yang baru kembali.

"Aku membawa sesuatu... biar aku coba ya? mana tahu berhasil." Abella pikir ayahnya akan langsung setuju siapa sangka malah mendapat penolakan.

"Tidak boleh!"

"Kenapa?" Bukankah ia ingin berbuat baik mengobati sang kakak. lalu kenapa ayahnya melarang pergi?

"Kamu pasti ingin menggunakan ramuan ajaib memiliki bangsa jin bukan? itu tidak boleh!"

Eh... Bagaimana ayahnya tahu tentang ini?

"Ayah...." ia tak tahu bagaimana menjelaskannya. meskipun ia mendapatkannya dengan tidak hormat, tapi ia melakukan semua ini demi kakaknya. Jika semuanya gagal, ia merasa percuma telah berkorban sampai sejauh ini.

Tapi sayangnya bagaimanapun ia menjelaskannya sang ayah tetap menolak tegas. Abella benar-benar merasa putus asa, jadi dia memilih rencana diam-diam menyelinap ke kamar kakaknya malam nanti.

****

Cuaca terasa panas di siang hari. musim gugur hampir berakhir dan musim dingin akan datang. Cuaca sekarang benar-benar tidak menentu kadang terasa sejuk, terkadang juga terasa sangat panas. jika dizaman dahulu masa seperti ini orang-orang sering kali diserang penyakit.

Abella keluar dari gubuk, mencari tempat yang lebih sejuk untuk bersantai. Tapi saat ia melangkah ia melihat semua wanita suku sedang menatapnya sinis.

Awalnya ia ingin menyapa. tapi melihat tatapan tak ramah dari mereka Abella memilih tidak melakukannya, ia melewati mereka begitu saja dengan dagu terangkat.

ada apa dengan mereka, apa mereka pikir aku akan takut padanya?

Abella tak peduli. ia melangkah semakin jauh meninggalkan perkampungan suku, menghindari orang-orang yang menatap tak suka dirinya.

Tidak ada tempat yang dituju, akhirnya ia berbelok memasuki hutan di sebrang. Karena hutan ini dekat dari pemukiman suku Serigala, jadi makluk lain atau hewan liar jarang yang melewatinya.

Baru melangkah tidak terlalu jauh, ia telah menemukan pohon anggur liar. Terlihat buah anggur liar itu telah matang sempurna, warnanya yang cantik membuat Abella merasa tertarik untuk memakannya.

"Puih.... Asam sekali!" siapa sangka anggur liar ternyata asam sekali, sangat jauh berbeda dengan Anggur dikehidupannya dulu.

Untuk sementara Abella meninggalkan buah anggur itu begitu saja. Ia kembali meneruskan perjalanan mendaki bukit kecil, semakin jauh ia merasa semakin sunyi. Buah-buahan hutan memang banyak, tapi beberapa kali ia mencoba memakannya benar-benar tidak enak, jadi ia melewatkan begitu saja.

Sekarang Ia mengerti mengapa orang-orang dizaman ini lebih suka makan daging daripada buah atau sayur. Bukan karena mereka tidak mengerti mengolahnya, hanya saja rasa dari buah-buahan liar ini memang tak enak dimakan.

Seperti apel, rasanya tidak manis malah asam dan sedikit rasa sepat(pahit). Lalu anggur, berry dan beberapa jenis lain, buah-buahan itu rasanya lebih banyak asamnya dari pada rasa manis, benar-benar tidak enak dimakan.

Meskipun begitu Ia juga menemukan beberapa buah yang enak, rasanya cukup menyenangkan bagi Abella yang sebelumnya datang kezaman ini dan belum sempat berjalan-jalan jauh.

"Ada sungai?"

Pas sekali ia merasa haus. Abella segera berlari mendekati sungai jernih yang dipenuhi banyak batu-batu besar. Tanpa sungkan ia langsung meminumnya, rasanya sangat menyegarkan.

"Hidup dizaman belum ada polusi dan sampah benar-benar menyenangkan. Dimana-mana bisa menemukan makanan, tidak seperti di masa dulu." Abella bergumam lirih sembari menikmati sejuknya air sungai yang menenggelamkan separuh kakinya.

Setelah melewati banyak rintangan ia mulai terbiasa hidup di tempat ini. Tidak lagi takut, ia bahkan berani berjalan sendiri ditengah hujan tanpa teman satupun.

Saat ia larut menikmati keindahan alam ia tak sadar dikakinya telah berkumpul banyak ikan. Saat ia merasa beberapa kali kakinya disentuh sesuatu baru ia sadar.

"Ikan?!" matanya hampir melotot melihat ikan-ikan besar itu mencoba mengigit jari-jarinya didalam air.

apa maksudnya ini, apa ikan-ikan itu ingin memakan dirinya?"

Beberapa kali Abella mencoba untuk mengusirnya, tapi tetap saja tak lari. Karena kesal, ia mengambil sebuah batu cukup besar lalu menghantamnya pada ikan. Dalam sekejap air yang tadi jernih berubah sedikit merah, tak lama ikan yang tadi ia pukul hingga mati terapung tak bernyawa.

benar-benar rezeki tanpa dicari....

Abella hanya bisa terpaku sesaat. melihat bangkai ikan itu mengingatkannya tentang mimpinya yang bertemu dengan seorang gadis di reruntuhan.

Ini keberuntungan atau kekuatan ilahi yang dijanjikan gadis kecil itu?

Tapi ia tidak larut terlalu lama dengan pikirannya. Sebelum ikan itu terbawa arus sungai Abella mengambilnya dengan cepat. Ia tersenyum senang. pas sekali sekarang ia merasa lapar, jika dibakar rasanya tidak akan buruk kan?

"Ayo kita bakar ikan siang ini!" ia berucap dengan semangat.

ia mulai mengumpulkan beberapa kayu kering di pinggir sungai. Lalu ia menghidupkan api dengan cara kuno (menggosok kayu sampai memercikkan api.)

Tidak butuh lama, akhirnya ia berhasil membakar ikan itu dengan sempurna. Tapi sayang karena tidak ada garam dan bubuk cabai, ia hanya bisa makan tanpa rasa. untungnya daging ikan itu cukup manis dan segar, jadi tidak terlalu buruk.

Sibuk dengan dirinya sendiri Abella tidak menyadari seseorang telah berdiri sejak lama di belakangnya.

Seorang pria berwajah dingin penuh wibawa dan keagungan berdiri dengan kokoh diatas batu yang cukup besar. Sedari tadi ia melihat apa yang gadis itu lakukan, tapi ia tidak tertarik menegurnya. Tapi sekarang ia mulai merasa bosan, jadi ia mulai maju dan bersuara.

"Apa yang kau lakukan disini sendirian?"

Saat mendengar suara yang tiba-tiba muncul Abella tak sengaja menjatuhkan ikan ditangannya. Tubuhnya mendadak kaku, suara yang terdengar familiar itu membuat ia ketakutan tanpa alasan.

Mengapa dia disini?

Ia berbalik. saat melihat wajah pria yang dikenalnya ia tersenyum canggung lalu lekas-lekas menyapa dengan sopan. "Pangeran Aldert...."

Meskipun ia memanggilnya dengan sopan tapi Abella tidak menunduk sedikitpun seperti ketika orang lain bertemu dengan dia. Gadis itu jelas tidak tahu aturan itu, jadi ia hanya menyapa seperti teman lama bertemu kembali.

"Kau belum menjawab pertanyaanku.... apa yang kau lakukan sendirian disini?" tanya pangeran Aldert lagi.

Abella tampak tidak mengerti. apa keberadaannya di sini ada masalah dengan pria ini?

Meskipun begitu Abella tetap menjawab, "aku hanya bersantai dan menangkap ikan untuk dibakar. Tidak ada melakukan hal yang lain..."

Jikapun melakukan hal yang lain ia juga tidak ingin mengatakannya. Abella menatap acuh tak acuh, bahkan ia terus makan tanpa menawarkan pada Pangeran Aldert yang semakin kesal melihat tingkahnya.

"gadis ini benar-benar tidak tahu tata Krama!"

1
Wiji Lestari
waduh
Fahreziy
nexk
Ara putri: siap kak fahreziy
total 1 replies
Maria Lina
wkwj ngakak
Maria Lina
kok 1 thor lgi donk thor ya ya
Maria Lina
sbr bruno hehe
Maria Lina
moga tiap hari up n double ya thor ni hadia untuk mu💪💪🙏🙏😍😍
Ara putri: terimakasih kakak. insyaallah ya
total 1 replies
Fahreziy
nexk
Maria Lina
outhor klo bisa tiap hari up nya ya jgn gk up ud buat cerita gk pernah up kayak du sebelah ya thor💪💪🙏🙏
Ara putri: insyaallah kak sayang. author malas up juga karena pf gak beri imbalan yang sesuai. jadi mohon maaf ya kalau kalian kecewa dengan mood authornya🙏
total 1 replies
Maria Lina
outhor jgn lh buat cerita ud tu ilang ya
Nurul Aisyah
lanjut KK
Fahreziy
nexk
Nurul Aisyah
lanjut KK 😍😍
Nurul Aisyah
lanjut kkk jgan lama2
Maria Lina: gk akan kk klo bgus ceritanya
total 2 replies
Siska Sutartini
si bruno yg terbakar api cemburu lah kok malah nyuruh kakaknya abella buat misahin mereka. ciee cemburu 😄
Ara putri: bener kayaknya🤭
total 1 replies
Fahreziy
nexk
Fahreziy
👣👣👣👣👣
Nurul Aisyah
lanjut kkk
Musdalifa Ifa
selamat author dan yakin lah semuanya sudah rencana ALLAH mungkin belum tapi akan
Ara putri: terimakasih kakak, tetap semangat kok💪
total 2 replies
nanuna26
sudah ku kasih setangkai bunga
Ara putri: terimakasih kakak baik😍
total 1 replies
Narimah Ahmad
ku baca🤭
Ara putri: terimakasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!