NovelToon NovelToon
DA'S LITTLE FAMILY IN JEJU

DA'S LITTLE FAMILY IN JEJU

Status: tamat
Genre:Enemy to Lovers / Sci-Fi / Action / Tamat
Popularitas:14.1k
Nilai: 4.8
Nama Author: rahmad faujan

"Jika tubuhku tak lagi bisa memelukmu, biarkan 'dia' yang melakukannya untukku."
Lee Seo Han mengira hidupnya sudah sempurna bersama Kim Sae Ryeon di Jeju. Namun, vonis ALS menghancurkan segalanya. Di saat raganya mulai lumpuh dan ia bersiap meninggalkan Sae Ryeon, sebuah teknologi rahasia menawarkan jalan keluar yang gila: Sebuah robot pengganti.
Satu sosok yang memiliki rupa, suara, bahkan memori yang sama persis dengan Seo Han.
Kini, Seo Han harus menyaksikan cintanya berjalan bersama "dirinya" yang lain. Di tengah rasa sakit yang kian menggerogoti, sebuah pertanyaan besar muncul: Apakah Sae Ryeon mencintai jiwanya yang sekarat, atau robot yang sempurna itu? Dan apa yang terjadi jika sang robot mulai memiliki perasaan sendiri?
Sebuah kisah tentang pengorbanan, teknologi, dan cinta yang menolak untuk mati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rahmad faujan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KENANGAN YANG TIDAK TERLIHAT

Suasana Pantai Hamdeok benar-benar sangat membantu. Kecanggungan sedari tadi di rumah sakit kini hilang, digantikan dengan canda tawa dan keintiman yang tumbuh.

​Seo Han dan Seo Ryeon duduk berdekatan, menikmati kehangatan dan keindahan senja. Langit di atas mereka mulai mewarnai lautan dengan semburat jingga dan ungu.

​"Beneran, terima kasih ya," kata Seo Han pelan, menyenderkan kepalanya ke bahu Seo Ryeon. Tindakan spontan dan intim ini membuat jantung Seo Ryeon berdebar kencang lagi, ia merasakan kehangatan kepala Seo Han melalui kausnya.

​"Buat apa?" bisik Seo Ryeon, nyaris tak bersuara, takut merusak kehangatan momen itu.

​"Untuk hari ini. Untuk tawa yang aku tidak tahu kapan terakhir aku rasakan," jawab Seo Han. Ia lalu menegakkan kepalanya, menarik tangannya ke belakang sebagai penyangga. "Tadi itu... sentuhan hidung itu balasan karena aku sudah bikin kamu kaget di rumah sakit, kan?"

​Seo Ryeon tertawa malu-malu, mencubit lengan Seo Han pelan. "Mungkin. Balasan karena kamu main ciprat-ciprat air duluan."

​Mereka berdua lalu menikmati pemandangan senja itu dalam diam, berdekatan, suara ombak berbisik lembut, melupakan sejenak masalah dan penyakit.

​Cekrrkkk!

​Suara kamera HP Seo Han berbunyi, memecah keheningan.

​"Yah, ketahuan!" kata Seo Han, langsung buru-buru berdiri dan lari. Ia baru saja mengambil candid saat Seo Ryeon bersandar padanya.

​"Yaaa, hapus itu, Seo Han!" teriak Seo Ryeon, ikut bangkit dan mengejar.

​Mereka berdua kembali bermain kejar-kejaran, siluet mereka memanjang di bawah sunset oranye di Pantai Hamdeok. Burung-burung camar berkicau dan ditambah suara ombak yang tenang menjadi soundtrack alami tawa mereka.

​"Sudah, kalian! Sini!" teriak Jae Hyun dari kejauhan, berdiri di dekat mobil sambil melambai.

​Seo Han terhenti. Ia sudah kehabisan napas dan memilih menyerah. Saat itulah, Seo Ryeon berhasil menyergapnya.

​"Dapat!" kata Seo Ryeon, dengan cekatan merebut ponsel Seo Han. Ia buru-buru ingin menghapus foto candid memalukan tadi, namun ia kebingungan karena layar ponsel Seo Han tampak kacau, penuh garis-garis error dan dead pixel.

​"Nih, aku balikin!" kata Seo Ryeon, mengembalikan ponsel itu ke Seo Han dengan kening berkerut.

​"Kenapa? Sudah dihapus fotonya?" tanya Seo Han, mengambil ponselnya.

​"Gagal mau hapus! Gimana mau hapus, layar kamu saja begitu!" protes Seo Ryeon, menunjuk layar yang retak dan berkedip.

​Seo Han tertawa terbahak-bahak, tawanya menular pada Seo Ryeon. "Yah, makin rusak deh. Aku lupa mau servis nih HP. Layar sentuhnya kadang ngaco. Ya sudah, ayo. Jae Hyun sudah panggil kita. Ke sana yuk."

​"Bukan salah aku, HP kamu saja yang ringkih," balas Seo Ryeon, menjulurkan lidah.

​Satu tamparan mendarat di pipi Seo Ryeon pelan.

​"Yah, sakit!"

​"Nyamuk," canda Seo Han.

​Mereka berdua berjalan menuju Jae Hyun. Sepanjang jalan, Seo Ryeon masih terkekeh membayangkan Seo Han mengambil foto yang tidak akan pernah bisa dilihat dengan jelas karena ponselnya rusak.

​"Senang-senang banget kayaknya. Sampai basah-basahan gitu," komentar Jae Hyun saat mereka tiba. Ia menyerahkan handuk kecil kepada Seo Han dan Seo Ryeon.

​"Terima kasih, Hyun. Best idea ever," kata Seo Han, mengelap rambutnya yang sedikit basah.

​Tiba-tiba, Seo Han memeluk Jae Hyun dengan erat, penuh rasa syukur. "Hyun, aku cinta padamu!" katanya tulus, nadanya ceria dan penuh kelegaan.

​Jae Hyun sontak terkejut. "Yaa! Lepas! Baju basah!" protes Jae Hyun, berusaha melepaskan diri dari pelukan Seo Han.

​"Biarin! Ini bentuk rasa terima kasih!" Seo Han tertawa, lalu akhirnya melepaskan pelukannya, meninggalkan sedikit jejak basah di jaket Jae Hyun.

​"Dasar manja!" gerutu Jae Hyun, pura-pura kesal sambil merapikan jaketnya. Namun, di dalam hati, ia sangat lega. Ia sudah lama tidak melihat tawa lepas dan ungkapan kasih sayang spontan seperti ini dari Seo Han. Ia tahu, momen di pantai telah menyelamatkan mood Seo Han.

​"Yuk, pulang. Tapi sebelum pulang," kata Jae Hyun, meraih tas ransel Seo Han, "Kita cari makan dulu. Aku lapar berat, dan kamu harus minum obat."

​Seo Han mengangguk setuju. Mereka bertiga masuk ke mobil. Seo Ryeon kini duduk di belakang, di samping Seo Han.

...----------------...

​🌃 Seoul: Pengakuan di Masa Lalu

​Di sebuah apartemen mewah di kota Seoul, Le Young Jun, Ayah Seo Han, terduduk diam di atas balkon. Ia memandangi langit malam yang terang, namun tidak ada bintang yang terlihat—seperti rasa cemas dan sesal yang ia rasakan.

​Ia menghela napas panjang. Ia merasa lega karena sudah menitipkan putranya kepada Kim Jae Hyun. Jae Hyun-lah yang ia hubungi ketika ia mengantar anak sakit dan dirawat di rumah sakit di Kota Jeju karena demam tinggi.

......................

​📼 Flashback: Seoul - 1 Hari yang Lalu

​Di warung makan sederhana milik ibunya, Jae Hyun sedang mengantar pesanan ke pelanggan saat tiba-tiba seorang pria paruh baya, rapi dengan setelan mahal, menghampirinya.

​"Bisa bicara sebentar?" kata pria itu.

​Jae Hyun berbalik badan, sedikit terkejut melihat sosoknya. "Ayah Seo Han, ya?"

​Le Young Jun mengangguk kaku. "Aku tahu kamu adalah sahabat baiknya."

​Jae Hyun mengantarkan pesanan terakhirnya lalu kembali ke hadapan Le Young Jun. "Ada apa, Tuan?"

​Le Young Jun menunduk, matanya menunjukkan rasa lelah dan sedih yang mendalam. "Tolong temui dia di rumah sakit Kota Jeju. Dia sedang dirawat di sana karena demam. Aku tidak bisa menjaga anakku lagi karena dia sangat membenciku, Hyun."

​"Dia membenci saya karena dia pikir saya tidak peduli," lanjut Le Young Jun, suaranya tercekat. "Dia sedang melalui masa sulit, dan dia pasti akan menjauhi siapapun yang berusaha membantunya. Hanya kamu dan Seo Ryeon yang dia percaya."

​Le Young Jun menyerahkan kartu debit dan sebuah amplop tebal. "Ambil cuti. Titip anakku, ya. Jaga dia dengan baik. Aku ingin terus bahagia dan dengan keadaan baik dan punya kenangan yang lebih baik dari rasa benci."

​Jae Hyun terdiam sejenak, mencerna informasi itu. Seo Han sakit dan lari karena konflik dengan ayahnya?

​"Saya janji, Tuan," jawab Jae Hyun tegas. "Dia sahabat saya. Saya akan menjaganya dan memastikannya dia selalu bahagia."

...----------------...

​🚪 Kembali ke Seoul Sekarang

​Tuan Le Young Jun memejamkan mata, mengakhiri kilas balik itu. Ia berharap, saatnya tiba, Seo Han akan memaafkannya. Namun untuk saat ini, ia bersyukur Seo Han tertawa di Pantai Hamdeok, ditemani oleh orang yang tepat.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

​Jae Hyun menyalakan mesin. Keheningan sudah hilang, tergantikan oleh suasana yang hangat dan sedikit kelelahan.

​"Tadi lucu banget, Han," komentar Seo Ryeon, tersenyum sambil melihat hasil foto di ponselnya.

​"Yang mana?" tanya Seo Han, kepalanya menoleh ke arahnya.

​"Yang kamu lari kaget gara-gara ketahuan candid. Dan HP kamu yang rusak itu! Sebenarnya, foto yang kamu ambil tadi hasilnya gimana?"

​"Tidak tahu, tidak bisa kelihatan. Mungkin isinya cuma garis-garis," jawab Seo Han, tertawa pelan. "Tapi tidak apa-apa. Aku sudah punya kenangan di kepalaku."

​Jae Hyun mendengarkan percakapan mereka dari kursi depan. "Han," panggil Jae Hyun, nadanya tiba-tiba berubah serius, memotong keceriaan mereka.

​Seo Han dan Seo Ryeon langsung diam.

​"Kamu tahu kan, hidup ini singkat banget?" kata Jae Hyun, tanpa menoleh. "Setiap hari itu berharga. Jadi, kalau kamu punya perasaan atau hal yang harus kamu selesaikan... jangan ditunda."

​Seo Han langsung menegang. Ia tahu ke mana arah pembicaraan Jae Hyun. Ini bukan lagi soal 'makan atau minum obat', ini adalah peringatan yang hanya dimengerti oleh mereka berdua.

​"Maksud kamu?" tanya Seo Han, berusaha terdengar santai, tapi suaranya sedikit serak.

​Jae Hyun melirik Seo Han melalui kaca spion, tatapannya penuh arti. "Aku cuma mau bilang, jangan sampai kamu menyesal karena terlalu fokus sama hal yang tidak penting, sampai kamu lupa sama orang-orang di sampingmu yang peduli."

​Seo Ryeon, yang tidak tahu apa-apa, merasa bingung dengan ketegangan yang tiba-tiba muncul di antara kedua sahabatnya itu.

1
Moon.
Jeju ke Seoul itu brp kilo thor?🤔
Moon.
apakah keputusan yang dimaksud adalah seo han memberikan kesempatan kedua kepada ayahnya?/Frown/
Moon.
apakah penyakit kecemasan sampai begitu besarnya efek?/Frown/
Moon.
semoga jae Hyun gak menggelapkan uang tuan Lee pliss/Frown/
Jing_Jing22
tentunya sangat layak dong Han, apalagi memperjuangkan kebahagian bersama Sae Ryeon.
Jing_Jing22
genggaman penenangnya, membuat jantung menggila ya Han.
Mingyu gf😘
wowww🤭🤭🤭
Mingyu gf😘
ikut lega
☕︎⃝❥Mengare (Comeback)
Seo Han ini sebenarnya tipe MC yang belum sepenuhnya berkembang. Namun, cerita termasuk bagus karena berani ngangkat MC kayak gini, meski agak kesel juga aku sama dia/Doge/

Yang paling aku suka adalah deskripsi tempat dan perasaannya yang mengalir. Ya, semoga aja ni MC segera di ruqyah 🤣🤣🤣
☕︎⃝❥Mengare (Comeback)
Hayoloh, tertangkap basah kan😌
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
hadir lagi Thor,, sekian lama ya..
Moon.
uuuu ternyata jae Hyun bener² menyukai seo ryeon. bakalan cinta segitiga dong thor?/Shy/
Moon.
kasian banget jae Hyun ditinggal tidur.🤣🤣
Moon.
apakah jae Hyun juga menyukai seo ryeon /Shy/
Moon.
mentah? what??
Moon.
mulai berani sentuh² nih yee/Shy/
PrettyDuck
haha seleranya yg jinak2 merpati 😆
PrettyDuck
apa ini maksudnya heyy!
karena makan-tidur jadi gemoy gitu ya /Facepalm/
Indira Mr
Seo Han kamu masih bisa memiliki keluarga , semangat 💓💓💓💓
Indira Mr
ibunya humble....jadi betah dech .💓💓💓
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!