Kisah seorang gadis FITRI CHOIRUNNISSA,lulusan salah satu ponpes di kota L.Hidup selalu berputar disisinya hanya kesabaran,kesetian dan keikhlasan yang selalu menjadi pedoman dan pegangannya.Serta senantiasa selalu berdo'a.
Akankah bahagia yang didapatnya?
lanjutkan membaca...jangan lupa vote....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi k, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Makan malam...
Beberapa hari dikota ini,akhirnya aku putuskan bekerja disalah satu rumah sakit daerah dikota ini.Ternyata lamaran pekerjaanku diterima,aku mulai bekerja 2 hari lagi.Awalnya Edward tidak setuju aku pindah kesini,dia beralasan rumah sakit didesa siapa yang ngurus.Setelah berdebat cukup lama,akhirnya dia menglah aku pindah kekota ini.Malah yang aku dengar Edward memutuskan pindah dan menetap dikota ini.Perbedaannya,Edward akan bekerja dirumah sakit milik Dimas.
Sisa waktu 2 hari sebelum bekerja,aku gunakan untuk istirahat total.Aku hanya ingin diam dirumah,kusiapkan mental menghadapi segala resiko dikota ini.Terdengar ponselku berdering,kulihat nama dilayar,"Edward,ada apa dia menelponku",batinku.Segera aku angkat telponnya.
drrrt drrrt drrrt
"Halo,ada apa?",tanyaku setelah kuangkat telponnya.
"………",…
"Kenapa harus ngajak aku,kamu bisa pergi sendiri!.Aku bener-bener malas untuk keluar!",jawabku lagi.
"…………",…
"Aku bukan siapa-siapa kamu!,takut ada fitnah",elakku lagi.
"………",…
"Baikalh aku ikut,cuma makan malam kan ndak lebih!,ketemu dimana?,nanti aku kesana!",jawabku lagi.
"…………",…
"Ya udah aku tunggu kamu,tapi jemput setelah sholat isya'.",kataku lagi.
"…………,"…
Entah kenapa aku malas sekali keluar,dasar Edward suka maksa,akhirnya aku terpaksa ikut dia makan malam.Kemaren orang tua Edward datang,rencananya nanti malam akan ada makan malam bersama.Aku sudah menolak,tapi Edward memaksa,alasanya supaya ada temen ngobrol.Aneh banget,makan malam ini kan acara keluarganya.Sangat tidak mungkin kalau dia tidak ada teman buat ngobrol,tapi sudahlah itung-itung bantu teman.
Senja sudah tenggelam berganti malam,setelah sholat isya' aku segera bersiap.Kupakai gamis warna salem bertali pinggang dengan aksen renda ditangan dan bagian bawah gamis,kupadankan dengan hijab syar'i warna senada motif bunga.Kuoleskan make up tipis dengan sedikit lipstik warna natural.
Setelah menunggu hampir 15 menit,Edward datang menggunakan mobil mewah warna putih.Tampilannya sedikit berbeda,hem lengan panjang yang dipakainya dilipat sampai siku,dengan setelan celana jeans casual.Dia terlihat lebih santai,tapi tetap menawan dan tampan tentunya.Saat aku sudah didepannya,dia hanya diam memandangku.
"Kenapa kok diam?,ada yang salah dengan penampilanku!,"tanyaku bingung.
"Cantik...!",jawabnya singkat.
"Aku pikir kenapa?,ayo berangkat entar telat!,acaranya jam berapa?,",tanyaku penasaran.
"Tidak akan telat,kan bintang acaranya masih disini!",godanya padaku sambil melirik kearahku.
"Jadi berangkat apa tidak?,aku masuk lagi loh!",jawabku kesal.
"Ok…kita berangkat!jangan marah",katanya lagi.
Kami berdua masuk mobil,bersiap meluncur menuju tempat makan malam.Ternyata tanpa kusadari Edward melirik kearahku,"kapan kamu akan menjadi pendamping hidupku?",monolog Edward.
Setelah 30 menit mobil Edward membelah jalan kota,tibalah kami disalah satu restoran mewah.Restoran bergaya klasik,dari luar bangunannya tampak elegan.Kemewahannya terlihat dari banyaknya ornamen disepanjang lobi,setelah berjalan masuk kedalam.Kami berdua sampai disalah satu ruang VIP,terlihat kedua orangtua Edward.Aku berkenalan dengan mereka,terlihat mereka orang yang baik dan tidak membedakan status.
Sudah hampir 15 menit menunggu,aku berbisik pada Edward.
"Kok belum mulai makan?.",ucapku lirih ditelinganya.
"Masih menunggu kerabatnya papa!",jawabnya acuh.
"Loh bukan hanya kita yang makan malam!",ucapku lagi.Kulihat Edward mengelengkan kepalanya.
"Tahu gitu aku tidak ikut jika rame kayak gini!hufff...!!!",ucapku lagi.
"Lah itu yang ditunggu sudah datang",ucap Edward antusias.
jeddderrr
Mataku membulat sempurna,saat kulihat tamu yang datang tak lain tuan dan nyonya Anggara.Serpihan hinaan nyonya Alenta masih jelas kuingat,keegoisan tuan Maulana yang menginginkan àku pergi masih bisa aku rasakan.Kenapa aku bisa bertemu mereka lagi.Aku hanya bisa diam,menyembuyikan rasa takutku.
jelb
Sakit hatiku tatkala kulihat satu keluarga masuk kedalam ruangan ini,sesak dadaku bulir air mata memaksa untuk keluar.Kulihat dengan jelas seorang wanita bergelayut manja ditangan kiri mas Dimas sedangkan tangan kanannya menggenggam erat tangan Tika,sungguh keluarga yang harmonis.Apalah arti diriku?wanita tanpa status kehormatan.Saat mas Dimas sadar akan adanya diriku,dia hanya diam tanpa mau memandangku.
Tika gadis cantik bunda, sudah melupakan aku.Kini dihatinya hanya ada papa dan calon mamanya.Aku disini seperti patung yang tak dianggap kehadirannya.Makan malam pun dimulai,selera makanku hilang yang kuinginkan hanya pulang.Tiba-tiba mas Dimas bertanya.
"Edward,siapa wanita ini?,apakah dia teman yang kamu ceritakan kemarin!,"ucap Dimas sinis.
"Dia dokter Nissa,temanku saat aku bertugas dipelosok!",jawab Edward datar.Aku hanya diam,rasanya sakit saat mas Dimas tidak ingin mengenalku.
"Hati-hati Edward,takutnya ketika kamu sudah terikat dengannya saat itu juga kamu akan dibuang.",ucapnya lagi.
"Edward,apa kamu menyukainya?,"tanya nyonya Alenta.
deg deg deg
Apa maksud nyonya Alenta bertanya seperti itu.Apa yang sedang dia pikirkan?.
"Sampai sejauh ini kami hanya berteman,tapi jika berjodoh juga tidak apa-apa tante.",kata Edward tegas."Apa maksud Edward?",batinku.
"Syukurlah kalau cuma teman!,carilah wanita yang sederajat denganmu jangan bersama wanita yang hanya menginginkan hartamu.Carilah wanita seperi Cintya,dia berasal dari keluarga terhormat sederajat dengan kita.!",ucapnya sinis.
jellbb
Air mata yang kutahan lolos sudah,membasahi pipiku.Hinaan nyonya Alenta berhasil merubuhkan pertahananku,benar-benar hina aku dimatanya.
,
"Maksud tante apa?,tante tidak punya hak menghina Nissa!.Tante tidak mengenalnya!",ucap Edward emosi.
"Tante sangat kenal wanita disampingmu itu!,dia mendekatimu hanya karena ingin merubah statusnya.Wanita yang gila akan harta",ucapnya sinis.
"Tan.....te",emosi Edward memuncak.Reflek aku tarik tangannya,kugelengkan kepalaku.
"Edward,aku mohon jangan diteruskan!,Aku mohon...!.Sudah cukup aku dihina………hiks…hiks…hiks!",ucapku sambil kutangkupkan tangan kedepan memohon agar semua berhenti.
Sakitnya hinaan nyonya Alenta,tak sesakit diamnya mas Dimas melihat aku dihina.Dia seolah tuli dan buta,melihat aku dihina.
"Dasar wanita munafik,tidak usah pura-pura menangis",ucapnya lagi.
Cukup sudah aku dihina,aku sudah tidak kuat.Kulihat Tika mulai ketakutan,sedangkan Cintya yang terheran-heran.Edward mulai hilang kendali,sedangkan orang tua Edward seolah mengiyakan setiap ucapan nyonya Alenta.
Aku berdiri ingin meninggalkan tempat yang sedari awal tidak menerimaku.
"Tuan dan nyonya Antonius terima kasih atas undangan makan malamnya.Saya permisi...maaf sudah mengganggu acara anda.",pamitku.
Saat aku beranjak pergi,langkahku terhenti ketika sebuah tangan menggenggam erat jemariku.Perasaan hangat ini,rasa nyaman ini,yang selama ini aku rindukan.Ingin aku bersandar padanya,berkeluh kesah padanya.Tubuhku seakan kaku.
"Tunggu...dokter Fitri Choirunnissa!,"ucapnya.Langsung aku putar tubuhku.
"Pak Dimas,tolong lepaskan tangan saya!,"ucapku sambil kutarik tanganku.Genggaman tangannya sangat kuat,aku terus berusaha melepaskan genggamannya.
"Nissa,setahun yang lalu aku mengalah melepasmu pergi.Tapi tidak untuk saat ini,akan aku genggam tangan ini.",ucapnya.
"Lepaaaaaaaasssskan....!",teriakku.Pandanganku mulai kabur,sedikit demi sedikit suara mulai menghilang.Lemas rasanya tubuhku,akhirnya aku pun ambruk.
bruuuukkk...
"Nissa…bangun Nissa…bangun!",teriak Dimas sambil menopang tubuhku yang jatuh.
jangan lupa vote....
see you
Tunjukan pada Siska kamu yg layak. jadi istri Dimas