Gadis bernama Fania yang rela menikah dengan sahabat kakaknya,tapi sayangnya hanya pernikahan settingan karna kesepakatan antara ricko dan reza yang sama sama menguntungkan bagi keduanya
Ricko dan reza adalah sahabat baik dari kecil,n mereka berhasil menjadi pengusaha sukses, dan suatu hari ricko mengalami masalah di perusahaannya dan butuh suntikan dana yang cukup besar.
Dan di sisi lain masalah juga menerpa Reza ibunya masuk rumah sakit dan koma,penyakitnya kambuh yang ternyata selalu memikirkan Reza yang tidak kunjung menikah ,karna hanya sibuk dengan pekerjaannya.
lalu bagaimana kisah selanjutnya..
yuks simak..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wawaarda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 26. Ancaman Sella.
Kalau bukan karna mama yang nyuruh, ogah banget aku ikut mereka. ~Fania
Ternyata Fania ikut Reza mengantarkan Sella pulang ke rumahnya, karna mobilnya Sella bannya bocor saat ada perjalanan pulang, dan Sella malah menghubungi Reza bukan keluarganya.
Fania duduk di jok depan di samping suaminya, dan Sella di belakang kemudi bagian belakang.
Fania hanya memilih diam di mobilnya lebih memainkan ponselnya, Sella lah yang banyak bicara walau Reza hanya menjawab sekena aja.
Hingga tak lama kemudian,Reza memberhentikan mobilnya karna telah sampai di Rumah Sella.
"Reza ayolah mampir dulu, Ayahku akan sangat senang jika kau menemuinya", Kata Sella yang hendak akan menuruni mobil.
"Tidak usah Sella,sudah malam juga" Reza menolak ajakan Sella.
Terlihat dari arah pintu Rumah Sella Om bimo menghampiri mobil Reza.
"Nak Reza,,ayo masuk dulu", pinta Om Bimo.
Karna merasa tidak enak Hati akhirnya Reza mengangguk dan turun dari mobilnya.
Reza membukakan pintu mobil Istrinya, Fania hanya mengernyit menatap Reza.
"Kak aq nunggu di sini aja".
"Ck,,Tidak enak jika kau tidak masuk juga", bisik Reza kepada Istrinya lalu mereka memasuki rumah Sella.
Reza mengobrol dengan Om Bimo di ruang tamu.
"Reza,, aku pinjam dulu istrinya ya, "Sella nampak memegang tangan Fania dan membawanya ke kolam belakang.
Sesampainya di kolam belakang, Sella melepas tangan Fania dengan kasar.
"Ada apa " Tanya Fania pada Sella ia penasaran kenapa Sella membawanya jauh dari Reza.
Sella tersenyum penuh arti pada Fania, terlihat sorot mata tajam di wajahnya.
"Sepertinya kau membenciku", Sella tersenyum miring
"Aahh,, gak juga", Fania berusaha menutupi kebenciannya pada Sella.
"Apa kau mencintai Reza", tanya Sella
"Tentu,, mangkanya aku mau kak Reza menikahiku", Rena menjawabnya dengan singkat dan padat.
Apa yang aku katakan,, ahh,,, setidaknya aku menang darinya,, bukannya di selalu mengibarkan bendera perang. ~Fania
"Kamu tau kan aku sangat mencintai Reza, bahkan saat kita satu sekolah dulu,aku sudah mencintainya terlebih dahulu", Mata Sella sedang memindai penampilan Fania dari atas hingga bawah.
Heiii,,, aku mencintai kak Reza dari kecil juga kaleee~Fania
"Apa kak Reza juga mencintaimu? ", Fania menjawab dengan santainya.
Sella nampak menggepalakan tangannya.
"Apa kamu tau pacar Reza sebelum kamu menikah dengannya?,Reza sangat mencintainya," Bukannya menjawab Sella malah membawa bawa mantan Suaminya.
"Tau, Cindy kan, Wanita yang telah menipu kak Reza".
Sial,,bocah ini sepertinya tau semua tentang Reza. ~Sella
"Aku minta kamu tinggalkan Reza,tau sendiri kan mama nya Reza kalau bukan ayahku yang nanganin mungkin wanita tua itu sudah mati" ,Seru Sella sudah tidak bisa menyembunyikan kekesalannya bahkan membawa bawa orang tua Reza di kalimatnya.
"Jaga bicaramu,, aku bisa mencari dokter yang lebih baik dari ayahmu,O iya,, Kamu aja minta kak Reza ninggalin aku, kenapa harus meminta padaku," Fania menaikkan nada bicaranya, kali ini ia tidak mau mengalah seperti malam itu,ia bukan wanita lemah yang mudah di tindas.
"Aku penasaran kenapa Reza menikahi bocah kecil sepertimu,hanya karyawan biasa di bank"Sella terus merendahkan Fania.
"Harusnya kamu tanyakan langsung pada kak Reza,kenapa di memilihku dari pada kamu?,kenapa ??gak berani ya? hmm.. Aku minta jauhi suamiku kalau kamu masih punya harga diri", Fania berseru sedikit keras.
Dan tidak jauh dari sana Reza berdiri ,Pria itu mendengar Obrolan keduanya walau tidak semua ia dengar. sorot mata tajam pria itu tertuju pada Sella.
Fania tersenyum karna merasa menang melawan Sella, Saat Fania tersenyum bangga ada yang menarik tangannya untuk pergi dari tempat itu,orang tersebut tak lain adalah Reza.
Sella sedikit berlari menyusul Reza yang membawa Fania, wanita itu sedikit gemetar karna ia menduga Reza mendengar obrolanya dengan Fania.
Sesampainya di halaman depan Rumah Sella, Reza membukakan Pintu mobil dan menyuruh Fania masuk.
"Tunggu di sini, aku akan berpamitan pada Om Bimo dulu.
Reza kembali pada Rumah Sella hendak berpamitan pada Om Bimo, karna waktu mengobrol tadi Om Bimo berpamitan karna ada telvon untuknya,karna menunggu Om Bimo sibuk dengan telvonnya Reza menghampiri Istrinya karna ia merasa khawatir pada Fania jika dekat dengan Sell, takut Sella mencelakai Fania seperti malam lalu, dan apa yang ia khawatirkan memang terjadi ternyata Sella mengancam Fania untuk meninggalkannya.
"Reza Tunggu,bisa aku jelasin ", Ucap Sella pada Reza tapi tidak di hiraukannya. Pria itu memilih diam dan berdiri di depan pintu menunggu Om bimo.
Dari kejauhan Fania bisa melihat Reza sedang mengobrol dengan Om Bimo, Entah apa yang mereka bicarakan karna Fania berda di dalam mobil.
Fania pura-pura memainkan ponselnya saat melihat Reza berjalan menuju mobilnya.
Pria itu langsung mengendarai mobilnya, tampak wajahnya tidak bersahabat.
lebih baik aku diam saja,, dari pada aku kenak semprot, terlihat sekali wajahnya sangat menakutkan,pasti di sedang marah.
Saat di perjalan Reza melirik ke arah Fania yang sedang sibuk dengan ponselnya, sepertinya istrinya dari tadi hanya tertarik pada ponsel yang di pegangnya, biasanya gadis itu akan memulai pembicaraan terlebih dahulu.tapi kali ini semenjak Reza memasuki mobil Fania terlihat hanya sibuk deng ponselnya.
Reza meminggirkan mobilnya,lalu tangannya merebut ponsel Fania.
"Kak,, kembalikan ponselku", Fania berusaha mengambil ponselnya.
Reza tidak mengindahkan perkataan Fania, Dia membuka ponsel istrinya dan melihat pesan notifikasi dari Satria dan Andre.
Reza memicingkan matanya ternyata istrinya lebih mengobrol dengan lelaki lain walau hanya lewat pesan dari pada dengan suami yang ada di dekatnya.
"Apa-apaan ini,,kamu lebih berhubungan denga lelaki lain dari pada dengan suamimu",
"Kita hanya berteman kak, tidak lebih,kembalikan ponselku",
Reza memblokir dua nomor pria tersebut di ponsel Fania,lalu mengembalikannya lagi pada Fania ." Nih"
Reza mengendari mobilnya lagi.
"kenapa di blokir kak " ,
"Aku tidak mau kamu berhubungan dengan lelaki lain",.
"Posesif heh", Ucap Fania sedikit kesal karna suaminya sepertinya sedang cemburu
Tiba-tiba Reza mengerem mendadak membuat Fania hampir kejeduk,
"Hati-Hati kak".
"Maaf,, Ada kucing tadi".Ucap Reza,lalu menoleh ke arah Fania," Apa kamu bilang aku posesif".
Fania hanya tersenyum getir, sepertinya ia salah mengucapkan kalimat itu karna Reza sekarang sedang menatapnya.
"Lupakan kak" , pinta Fania
"Bukannya kamu tadi bilang sama Sella untuk menjahuiku,Jadi Biar impas aku akan melakukan hal yang sama" ,Reza nampak tersenyum
"Tapi ini, berbeda kak, Kak Sella itu orang orang jahat, dan dia menyukai kak Reza".
"Apa menurutmu lelaki yang dekat dengan kamu itu tidak menyukaimu", Wajah Reza nampak mendekat.
Gawat nih,, pasti dia akan menciumku,
"Eng,, enggak,, tapi kak Sella tidak cocok untuk kak Reza,dia wanita ular".
"Apa kamu cemburu"Reza makin mendekat ke arah wajah Fania hingga berjarak beberapa centi.
Fania memejamkan matanya,beberapa detik kemudian ia merasakan tidak terjadi apa apa, lalu gadis itu membuka matanya dan Reza terkekeh ke arah Fania. dengan posisi yang sudah menjauh darinya.
"Berharap aku cium ya", goda Reza.
"Apaan sih kak",Fania mengerucutkan bibirnya saat mengatakan kalimat itu namun di mata Reza itu sangatlah lucu.
Reza kembali mengemudikan mobilnya,Pipi Fania terlihat merona gadis itu menahan malu, karna ia sudah salah menduga, ia mengira Reza akan menciumnya tadi.
"Aku senang dengan kata katamu pada Sella barusan",ternyata kamu bisa melawannya, Ucap Reza pandangan tetap fokus menyetir.
"Aku hanya tidak mau dia menindasku", kata Fania.
"Gitu donk,, itu baru Istriku", Ucap Reza spontan.
Fania langsung menoleh ke arah Suaminya.
"Kak Reza bilang apa tadi", Fania ingin Reza mengulang kalimatnya.
"Apa ", tanya Reza
"Yang tadi kak Reza katakan"
"Yang mana ", Reza pura pura lupa.
mungkin tadi di sedang khilaf mengatakannya. huh~ Fania
Fania terdiam tidak menanyakannya lagi, dan memilih menghadap ke jendela samping,
Terlihat senyum samar di bibir Reza saat menoleh le arah Fania.
up...
up....
panjang kan???🤣🤣🤣🤣