Karena ulah sang ibu yang pergi meninggalkannya bersama laki - laki yang lebih kaya , berdampak sangat besar bagi kehidupan gadis bernama Sri Asih.
Hingga ia susah mendapatkan restu dari orang tua laki - laki yang di cintainya.
Akankah Sri bersatu dengan Hasan , atau ada cinta lain yang datang kepadanya.
ikuti kisahnya.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wahyoeni"23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26. Rahasia Terungkap
Attar masuk ke kamar Pak Hendar bersama dokter Herman.
" Attar .....". Panggil Pak Hendar pelan.
" Papa sudah bangun ?"
" Hemmm iya , kamu kesini Her , apa ada yang sakit ?"..tanya Pak Hendar melihat ada adiknya bersama putranya.
" Iya Mas , tidak ada yang sakit , hanya...". dokter Herman menatap ke arah Attar
" Apa tidak apa - apa Om ?".
" Tidak apa , Papa kamu kondisinya stabil ".
" Ada apa ini Tar , Her...lalu di mana Mama kamu Tar ?".
" Mama tadi pingsan Pa , makanya aku panggil Om Herman kemari ". akhirnya Attar lah yang menjelaskan kenapa dokter Herman ada di rumahnya.
" Pingsan ?? pingsan kenapa ?? raut kekhawatiran langsung muncul di wajah Pak Hendar.
" Begini Pa.....". Attar lalu bercerita awal mula Mamanya sampai pingsan.
Deg.....jantung Pak Hendar sedikit berdenyut. apa rahasia yang selama ini ia simpan harus terbongkar.
" Ma ...mana fotonya Tar , Papa ingin lihat ".
" Ini Pa ".
Mata Pak Hendar membulat, ini bukan persis lagi, tapi foto Sri adalah gambaran istrinya waktu masih muda....sama.
" Ini siapa Tar ?". tanya Pak Hendar dengan bibir bergetar.
" Itu Sri , Pa....gadis yang aku temui di Bali, tapi dia berasal dari kota ini ".
" Sebenarnya ada apa Pa , jangan bilang itu juga anaknya Mama yang di culik atau tertukar seperti kayak di sinetron atau novel ?".
" Kenapa kamu berbicara seperti itu Tar ?".
" Tentu saja , bagaimana bisa ada seseorang yang begitu mirip dengan Mama , bahkan adik aku sendiri , Rianti....tidak ada kemiripan sedikitpun dengan Mama Indah , atau jangan - jangan adik aku memang tertukar ?".
" Tidak ada yang tertukar Tar , Rianti adik kandung kamu ".
" Lalu ini ". Attar menggabungkan foto Sri dengan foto Mama Indah ?".
" Papa tidak tau Tar , mungkin saja benar itu adalah anak Mama kamu ".
Attar mengernyitkan dahinya, " Maksudnya apa Papa bilang begitu?". Attar makin penasaran.
Pak Hendar menarik nafasnya , " Adik kamu ,Rianti....memang bukan anak kandung Mama Indah ".
" Apà Pa....Papa jangan bercanda ".
Mama Indah yang berdiri di balik pintu menutup mulutnya, ia sudah sadar tadi , ia mencari keberadaan Attar , hingga sampai di depan pintu kamarnya .
Mendengar suara Attar , ia yakin putranya ada di dalam kamar itu....tapi Mama Indah urung masuk ketika suami dan anaknya sedang membahas sesuatu dan juga menyebut namanya , karena itu Mama Indah pun menunggu kelanjutannya , hingga ia mendengar sesuatu yang membuatnya cukup shock.
" Papa tidak bercanda Tar , kamu dan Rianti anak kandung Papa tapi bukan dari rahim Mama Indah , kalian berdua anak Mama Ina .".
Attar tau Mama Ina adalah Mama kandungnya , waktu itu ia masih sangat kecil , ia hanya ingat Mamanya meninggal di rumah sakit , itu saja.
" Mama Indah....". Pak Hendar kembali melanjutkan ceritanya , ia rasa ini sudah waktunya Attar tau.
# Flasback on #
" Mas.....jangan cepat - cepat , aku takut ". Ucap Mama Ina.
" Iya Ma , apa perut kamu masih terasa sakit ?". Pak Hendar tidak fokus menyetir, sesekali ia melihat ke arah istrinya.
" Sedikit Mas ". Bohong Mama Ina , ia tidak mau suaminya khawatir berlebihan.
Tapi bagaimana Pak Hendar tidak khawatir , kehamilan Mama Ina baru menginjak tujuh bulan, dan ia tadi mengeluh perutnya sakit.
Memang dari awal dokter sudah memperingati Pak Hendar , kalau kehamilan kedua Mama Ina ini sangat berisiko , kandungannya cukup lemah.
Mereka berdua sengaja merahasiakan kehamilan ini pada putra pertama mereka, nantinya Pak Hendar dan Mama Ina ingin memberi kejutan pada Attar....lagi pula kehamilan Mama Ina tidak begitu terlihat kali ini.
" Sabar ya sayang , bentar lagi nyampe rumah sakit kok ".
Tiba - tiba.....Brak....
" Apa itu Pa , kamu menabrak orang ?". Mama Ina terkejut , begitupun dangan Pak Hendar , tangannya sampai bergetar....ia perlahan keluar dari mobilnya. Mau bagaimanapun ia harus bertanggung jawab.
Orang - orang berdatangan , hampir saja mereka menghakimi Pak Hendar , tapi begitu pintu sebelahnya terbuka ,mereka berhenti bertindak.
" Tunggu, suami saya tidak bersalah , tolong bawa korban ke mobil saya biar bisa di bawa ke rumah sakit, saya memang mau menuju ke sana , saya sedang hamil dan perut saya sakit". Ucap Mama Ina sambil meringis , perutnya makin sakit karena kejadian ini.
Jika ia tidak bertindak menolong suaminya, entah apa yang akan terjadi pada suaminya. Padahal ada korban kecelakaan bukannya di tolong mereka malah mau menghakimi suaminya.
Pak Hendar kan sudah menghentikan mobilnya untuk menolong korban yang ia tabrak , tidak lari begitu saja.
Meraka tidak tega melihat Mama Ina yang terlihat kesakitan, dengan cepat mereka memasukkan korban yang ternyata seorang wanita ke dalam mobil Pak Hendar.
Sampai di rumah sakit , bukan hanya korban yang di mendapat penanganan langsung, Mama Ina juga akhirnya masuk ruang operasi karena pendarahan.
Pak Hendar tidak tenang, ada dua wanita yang sedang bertaruh nyawa, satu istrinya satu korban yang ia tabrak.
Lama ia menunggu.....hingga kabar duka-lah yang ia terima , Mama Ina akhirnya meninggal dunia karena pendarahan, meski bayinya selamat , tapi bayi itu harus masuk inkubator karena terlahir prematur.
Dukanya makin bertambah ketika ia kembali mendapat berita korban yang ia tabrak koma.
Setelah hampir dua bulan , koban kecelakaan itupun sadar , tapi sayang, ia hilang ingatan.
" Kamu siapa ?" tanyanya pada Pak Hendar.
" Kamu ingat nama kamu ?" bukannya menjawab, Pak Hendar malah balik bertanya.
Wanita itu menggelengkan kepalanya, " Aku tidak ingat apapun , hanya......bayi , Aku punya bayi....mana bayi aku ?". Ucapnya panik mau turun dari bed pasien.
" Tenang bu...anak ibu baik - baik saja , nanti saya suruh perawat bawa anak ibu kemari ". Jawaban itu spontan terucap dari mulut Pak Hendar.
Aduh gimana ini....apa aku bawa saja putriku dari pada aku pusing , sekalian biar dia yang akan mengasuhnya , pasti akan dia sayang karena mengira itu putrinya... Sebuah ide muncul di kepala Pak Hendar.
" Kamu tunggu di sini ya ".
Tak lama Pak Hendar masuk kembali bersama dengan putrinya yang selama ini dia titipkan di rumah sakit , kebetulan hari ini mau ia bawa pulang.
" Ini putri kamu , namanya Rianti ".
" Rianti , cantik sekali kamu nak.....maafkan ibu ya ".
" Indah , kamu Mama Indah, dan ini bukan hanya putri kamu , tapi putri kita ".
" Kita ??".
" Ya.. kita , kamu istriku , kita pulang ke rumah hari ini , ada putra kita menunggu di rumah ".
" Aku juga punya seorang putra?".
" Ya , namanya Attar ".
" Attar...ayo Mas....".
" Hendar, namaku Hendar ".
" Mas Hendar ayo kita pulang sekarang ".
Pak Hendar bernafas lega , setidaknya ada solusi terbaik buat putra dan putrinya , tapi ia melupakan bagaimana jika wanita itu di tunggu keluarganya, dan bagaimana jika wanita itu mengingat siapa dirinya.
# Flasback off #.
Bersambung....
Like dan comment nya ya 😊