NovelToon NovelToon
Aku Bukan Kupu-kupu

Aku Bukan Kupu-kupu

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Romansa Fantasi / Time Travel / Model / Fantasi Wanita / Reinkarnasi / Tamat
Popularitas:361.2k
Nilai: 5
Nama Author: Wachid Tiara

Seorang model cantik yang sangat terkenal, tiba-tiba harus menjalani takdir kehidupannya dengan menjadi seorang Dewi Kupu-kupu, dia terbang begitu jauh menembus ruang dan waktu, sampai dia terjebak di sebuah kerajaan bernama Awan Langit untuk menyelesaikan misinya di sana, agar dia bisa memenuhi satu keinginan terbesarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wachid Tiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 26

.

26

.

.

"Vi..." Vivi mengabaikan panggilan Sky yang juga mengikutinya sampai ke bawah sebuah pohon yang rindang.

Cloud dan Lunar sedang memakan makanan mereka dengan begitu lahapnya.

"Ini enak kak Sky... Kemarilah. Ini sangat manis." Cloud melambaikan tangannya pada kakaknya agar mendekat padanya. Dimana dia tengah memakan puding coklat dan susu juga stoberi di tangannya

"Kamu saja yang memakannya. Aku sedang tidak lapar." Jawab Sky.

"Terserah." Ucap Cloud seraya kembali melanjutkan makannya.

"Ini juga enak Cloud.... Rasanya pedas, tapi enak." Lunar menunjukkan sarapan paginya, di mana ada ketoprak di piringnya.

Cloud dan Lunar saling bertukar makanan mereka, melihat itu Vivi hanya tersenyum.

"Vivi..." Sky duduk di sebelah Vivi yang masih belum mau berbicara dengannya.

"Kamu marah?" Tanya Sky.

"Marah? Kenapa aku harus marah?" Tanya Vivi acuh. Dia kembali memakan sandwich yang ada di tangannya, dan masih terus mengabaikan Sky.

"Aku ingin itu." Sky mengambil sandwich dengan isi daging sapi asap yang ada di tangan Vivi. Setelah itu dia segera memakannya.

Sky tersenyum manis pada Vivi yang sepertinya masih marah padanya.

"Rasanya berkali-kali lipat lebih enak. Karena ini bekas gigitan mu." Ucapnya seraya mengedipkan sebelah matanya pada Vivi.

"Cih! Gombal! Ternyata di sini juga ada orang yang suka menggombal sepertinya!" Desis Vivi.

"Jangan marah lagi. Aku minta maaf." Ucap Sky seraya menghabiskan semua sandwich milik Vivi.

"Ini ternyata juga sangat enak. Apa ada makanan yang tidak enak yang ada di duniamu?" Tanya Sky sembari tersenyum lebar pada Vivi. Dia sangat ingin melihat bagaimana Vivi tersenyum dengan sangat cantik, tapi itu sepertinya sangat sulit.

"Tersenyumlah... Kamu sangat cantik memakai pakaian itu. Aku akan memberikan pakaian seperti itu lagi dengan warna yang lainnya." Ucapnya, berharap jika kali ini Vivi akan mau membuka mulutnya untuk menjawab ucapannya.

"Aku sama sekali tidak cantik!" Jawab Vivi, "tuan putri Astrid lebih cantik." Tambahnya, dia beranjak dari tempat duduknya.

"Kamu cemburu pada Astrid karena tadi?" Tanya Sky dengan nada bercandanya. Namun sepertinya Vivi benar-benar marah padanya kali ini.

Dia sangat ingin terbang menjauh dari Sky yang membuatnya merasa kesal di pagi hari.

Sky memeluk tubuh Vivi saat sayap Vivi sudah mulai terlihat.

"Jangan... Ada banyak orang di sini..." Bisiknya

Vivi menghela nafasnya, dia memang seharusnya berfikir sampai ke sana. Vivi kembali menghilangkan sayapnya. Dia juga tidak seharusnya berfikir pendek seperti itu. Hanya karena dia cemburu.

"Jangan marah lagi. Aku hanya membantu Astrid saja. Sungguh..." Ucap Sky yang masih memeluk tubuh Vivi.

"Lepas Sky! Atau aku akan membunuhmu!" Sungut Vivi.

"Tidak! Aku benar-benar hanya mengajarinya saja. Aku akan menjauh darinya mulai saat ini. Jangan marah lagi... Ku mohon..." suara sky melemah. Sepertinya dia benar-benar merasa bersalah.

"Lepaskan pelukanmu. Kita bicara baik-baik. Aku tidak akan pergi kemanapun." Ucap Vivi

Sky tersenyum mendengarnya, "iya" jawabnya sembari melepaskan pelukannya.

Sky tersenyum manis pada Vivi yang segera memalingkan wajahnya dari tatapannya.

"Kamu sangat cantik. Terlebih saat kamu sedang cemburu seperti ini." Ucapnya Sky seraya menarik hidung mancung Vivi.

"Sky! Sakit!" Kesal Vivi.

Sky hanya tertawa geli menjawab Vivi yang masih saja bersungut-sungut padanya.

"Kalian berdua...." Cloud dan Lunar menatap keduanya dengan penuh selidik.

Vivi segera berjalan menjauh dari Sky. Dia benar-benar lupa, jika bukan hanya dia dan sky yang ada di sana.

"Semalam Vivi juga tidak ada di kamarnya. Apa kalian bersama?" Tanya Lunar.

"O-om-om-omong kosong!" Jawab Vivi terbata-bata.

Dia sangat malu, jika sampai Lunar dan Cloud tahu, kalau dia dan Sky semalam tidur bersama.

"Sudahlah! Jangan bahas itu. Cloud! Kembali berlatih!" Sky mengalihkan pembicaraan dan perhatian keduanya. Dia juga belum siap jika harus menjelaskan semuanya pada Cloud dan Lunar.

"Iya, aku juga mau berlatih pedang. Ayo Lunar." Vivi menarik tangan Lunar untuk segera mengikuti langkahnya.

Cloud menatap wajah kakaknya dengan penuh selidik.

"Apa?" Tanya Sky.

"Semalam Vivi di kamar mu kan?" Tanya Cloud.

"Tidak. Aku di kamarku." Jawab Sky.

"Tapi Vivi pasti di kamar mu juga. Semalaman aku bermain bersama Lunar, tapi Vivi tidak juga kembali." Sky melangkah pergi dari sana meninggalkan adiknya, sebelum Cloud menanyainya lebih jauh lagi.

"Kak Sky... Kakak... Tunggu!" Teriak Cloud mengejar kakaknya yang sudah berjalan di depannya.

"Vivi... Kamu serius?" Tanya Lunar saat Vivi memberikan pedang padanya.

"Aku serius. Aku ingin melihat caramu memainkan pedangmu." Jawab Vivi seraya melihat pedang yang ada di tangannya saat ini.

"Ayo kita coba. Aku juga sangat penasaran dengan kemampuan ku. Kita bisa melakukan ini. Kerahkan seluruh kekuatanmu. Aku akan berusaha untuk menahannya. Aku tahu, jika kamu sangat pintar dalam menggunakan pedang. Tapi aku juga tidak kalah pintar denganmu. Jadi, ayo kita berlatih. Anggap saja aku sedang berguru padamu, agar aku bisa menjadi lebih baik." Jelas Vivi

Lunar menganggukkan kepalanya, "baiklah. Aku juga akan serius melakukannya." Jawab Lunar.

"Ayo mulai." Ucap Vivi seraya terlebih dulu menyerang Lunar.

Clank! clank! clank!

Suara pedang keduanya terdengar begitu keras.

Vivi terus bisa menangkis serangan dari tangan Lunar yang memang jauh lebih terampil dan lebih kuat darinya.

"Lunar... Sepertinya kamu memang sangat kuat." Ucap Vivi.

"Tentu saja... Aku yang terbaik." Jawab Lunar yang terus bisa menyerang Vivi, walaupun Vivi juga masih bisa terus menangkisnya.

"Tapi, permainan mu juga sangat bagus Vivi. Hanya saja masih kurang cepat dalam gerakannya. Coba tambahkan lagi kekuatanmu pada lenganmu. Fokuskan semuanya pada pedangmu." Jelas Lunar.

"Baiklah. Aku akan mencobanya seperti yang kamu katakan." Jawab Vivi.

Dia mulai mempercepat gerakannya, dia juga memfokuskan perhatiannya dan kekuatannya pada lengannya dan pedangnya.

Clank!

Pedang Vivi terlepas dari tangannya.

Vivi tertawa geli melihat pedangnya terlepas dari tangannya.

"Sangat lucu. Aku berusaha untuk memfokuskan perhatianku, tapi aku justru melepaskannya." Ucapnya dengan tawanya.

"Ambilah kembali. Kita mulai lagi." Ucap Lunar.

"Baiklah guru Lunar. Tolong ajari aku menjadi lebih baik lagi." Ucapnya seraya mengambil kembali pedangnya.

Vivi membuka permen rasa buah dan segera memasukkan ke mulutnya.

"Apa itu?" Tanya Lunar seraya mendekati Vivi.

Vivi menatap jengah pada Lunar yang masih saja mengurusi makanannya, padahal dia sudah siap untuk kembali berlatih dengan pedangnya.

"Ini..." Vivi memberikan satu butir permen super asam yang akan meledak-ledak di lidah Lunar begitu dia memasukkannya ke dalam mulutnya.

Benar saja Lunar terkejut setengah mati saat permen itu menyentuh lidahnya.

"Ha ha ha.... Bagaimana rasanya?" Tanya Vivi dengan tawanya.

"Ini benar-benar asam. Aku hampir saja tidak kuat menahannya, tapi kini rasanya sudah tidak mengejutkan seperti tadi." Jawab Lunar.

Vivi masih tertawa geli melihat ekspresi wajah Lunar.

"Apa yang kamu tertawakan Vivi?" Tanya Cloud seraya merangkul pundak Vivi, namun tangan Sky segera menyingkirkan rangn adiknya dari pundak kekasihnya.

"Aku semakin yakin jika kalian berdua berhubungan secara diam-diam." Ucap Cloud dengan tatapan matanya yang penuh selidik.

"Memang. Aku sudah menciumnya. Dia kekasihku." Jawab Sky yang segera tersenyum lebar pada Vivi.

Cloud dan Lunar menganga lebar mendengar itu.

Sementara Vivi hanya memaksakan senyumnya pada Lunar dan juga Cloud. Untungnya di sana hanya ada mereka berempat. Sedangkan yang lainnya berada jauh dari posisi mereka.

"Sungguh? Aku tidak masalah dengan itu. Asalkan kak Sky tidak bersama dengan Astrid. Aku sama sekali tidak bisa menyukainya." Jawab Cloud.

"Lagi pula, jika Vivi menjadi kakak iparku, aku bisa mendapatkan apapun yang sangat menarik darinya. Mulai dari makanan yang enak, sampai benda-benda ajaib lainnya." Tambahnya.

"Enak saja! Aku tidak akan menurutimu!" Jawab Vivi.

"Aku akan memaksamu." Cloud tertawa puas melihat Vivi yang tengah menatapnya dengan malas

Tapi jujur saja dia merasa sangat senang berada di sana dengan mereka bertiga.

"Vivi..." Belinda berlari ke arahnya dengan ekspresi wajah bahagianya.

"Hai Belinda... Kamu terlihat sangat gembira..." Vivi menundukkan kepalanya mengusap lembut puncak kepala gadis kecil yang sangat manis dan cantik.

"Vivi... Aku aku sangat senang, karena aku boleh terus bermain denganmu dan Lunar." Jawab Belinda, "aku mau makanan manis yang dingin itu lagi... Apa masih ada?" Tanya Belinda.

Vivi memaksakan senyumnya.

'dia sama saja dengan kakaknya. Hanya mendekatiku dengan bahagia, karena ada maunya! Tapi aku tidak keberatan sama sekali. Akh justru senang melakukannya.' ucap Vivi dalam hatinya.

"Yang itu sudah habis. Tapi aku punya yang lainnya dan rasanya lebih-lebih menyegarkan." Jawab Vivi.

"Apa itu? Aku mau." Belinda memegangi pakaian Vivi dengan begitu bersemangat.

"Red Velvet ice Bobba." Ucap Vivi sembari mengambil sesuatu dari lengan bajunya yang besar.

Dia memberikan satu gelas plastik transparan ukuran besar yang berisi minuman yang dia katakan tadi. Gelas plastik yang di tutup plastik press dengan gambar kupu-kupu di atasnya. Vivi juga memberikan satu sedotan berlubang besar, agar mempermudah Belinda dalam meminum Boba yang ada di dalamnya.

"Waah... ini dingin... Warnanya merah dan cantik... Ada gambar kupu-kupu yang indah juga." Ucap Belinda seraya memperhatikan minuman dingin yang ada di tangannya.

"Sepertinya sangat enak..." Ucap Lunar dan Cloud secara bersamaan.

Vivi hanya menatap jengah pada keduanya yang selalu saja ingin pada apapun yang dia keluarkan.

"Cobalah..." Ucap Vivi sembari membantu Belinda menancapkan sedotan pada tutup plastik press bergambar kupu-kupu.

Belinda mulai merasakan rasa segar dari minuman yang baru pertama kalinya dia rasakan.

"Astaga.... Apa ini dari surga? Kenapa rasanya sangat menyegarkan..." Ucap Belinda dengan tatapan matanya yang berbinar-binar.

"Aku harus mencobanya untuk bisa tahu jawabannya." Ucap Cloud seraya melirik pada Vivi yang hanya tersenyum melihatnya.

"Tidak ada jatah untuk mu Cloud. Kamu sudah memakan puding coklat dan susu dariku tadi." Jawab Vivi.

Cloud menghela nafasnya dengan lemah. Begitu juga Lunar yang hanya pasrah melihat Belinda yang sudah hampir menghabiskan semua minumannya di gelas besar itu.

"Dia benar-benar rakus!" Desis Cloud.

Vivi melihat ke arah Sky, "kamu mau?" Tanyanya sembari memberikan satu gelas yang sama seperti yang Vivi berikan pada Belinda.

"Terimakasih." Ucap Sky sembari menerimanya.

"Vivi...." Cloud dan Lunar terlihat begitu memelas padanya.

"Kalian ini.... Sangat menyebalkan!" Gerutu Vivi, nmun bibi juga tersenyum geli melihat ekspresi wajah mereka. Pada akhirnya, Vivi memberikan keduanya minuman yang sama persis dengan milik Belinda.

"Kalian harus menjagaku selama kalian hidup!" Ucap Vivi.

"Pasti... Aku pasti akan melakukannya." Jawab Cloud yang terlihat begitu bahagia.

"Aku juga pasti akan menjagamu Vivi." Tambah Lunar.

"Terserah... Aku hanya ingin berdua saja dengan Sky saat ini. Kami pergi dulu." Jawab Vivi seraya menarik tangan kekasihnya untuk segera mengikutinya.

"Kita akan kemana?" Tanya Sky.

"Kemana saja. Aku hanya ingin bersama mu." Jawab Vivi.

"Kalau begitu, ikut aku... Aku tahu satu tempat yang cocok untuk kita berdua." Kali ini Sky yang menarik tangan Vivi ,agar Vivi segera mengikutinya.

Dari kejauhan terlihat Astrid yang terus memperhatikan keduanya.

"Apa yang akan kamu lakukan?" Tanya pria yang merupakan kakak Astrid.

"Apa lagi kak Bisma! Bunuh gadis sialan itu! Aku sudah tidak tahan melihatnya!" Jawab Astrid, "hubungi pembunuh bayaran terbaik! Aku ingin melihat kepala Vivi terlepas dari lehernya sore ini!" Tambahnya.

"Ini berlebihan Astrid! Bibi Amalthea akan marah padamu. Dan yang mulia juga pastia kn marah padamu, jika sampai kamu ketahuan!" Jawab Bisma.

"Tidak kak! Aku sudah tidak tahan lagi melihatnya memberikan senyuman pada semuanya. Terutama pada Sky! Aku tidak bisa menahan diri lagi untuk tidak membencinya! Aku sangat tersiksa kak! Aku menyukai Sky! Tapi gadis itu justru merebutnya dariku!" Ucap Astrid dengan kemarahannya.

Bisma menghela nafasnya, baginya adiknya adalah segalanya, dia bahkan rela melakukan segalanya untuknya.

"Baiklah, jika itu mau-mu. Aku akan mengusahakannya. Tapi aku tidak janji. Karena dia sangat pintar dan dia juga sepertinya bukan sekedar gadis biasa." Jawab Bisma seraya berjalan pergi dari Astrid untuk segera melakukan apa yang adiknya inginkan.

"Aku tidak peduli siapa dia sebenarnya! Kali ini dia benar-benar harus mati!" Astrid mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat sampai-sampai kuku-kuku jarinya terasa menembus telapak tangannya.

.

1
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
hai kak aku mampir wih nie novel dri 2020 tapi ngga pp ya walau baru nemu

siapa yang sudi mampir di novel pertama qu
Sri Yuli Yanti
ceritanya menarik jariku untuk terus menggeser terus layar hpku ke atas,, 🤭 lanjut baca Thor ☺️
Aprilia G. De Obelia
ngakak! ke ingat cerita Amy sama Arthur, adegannya sama
Jjlynn Tudin
🤣🤣🤣🤣 dapat da bayangkan
Jjlynn Tudin
terbaik hahaha
Jjlynn Tudin
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Jjlynn Tudin
love Vivi ketat2 🤣🤣
Jjlynn Tudin
🤣🤣🤣 klu sky kpingin ya Peri agung ya juga pengin tu hahahah
Jjlynn Tudin
hahaha sot² punya dewi🤣🤣🤣
Jjlynn Tudin
🤣🤣🤣🤣 aduh best juga selingkuh pada yang sama untung jadi playgirl terhormat hahaha
Jjlynn Tudin
geram aku sama ratunya eeee
Jjlynn Tudin
Peri agung cemburu 🤣🤣 di buatnya sky tetidur hahaha
Jjlynn Tudin
ohh aku ikut merasa kegilaan Vivi🤣🤣🤣
Jjlynn Tudin
alala suda di hisap² bibirnya Dewimu Peri agung🤣🤣🤣
Jjlynn Tudin
🤣🤣🤣 kurungla.selama.lamanya🤣
Jjlynn Tudin
oiii mengoda dewi dosa tu hahahaha
Jjlynn Tudin
🤣🤣🤣 kdapatan tliur
Jjlynn Tudin
🤣🤣🤣
Jjlynn Tudin
🤭dapat saya bayangkan Vivi mcm siok sdiri hahaha
Vivi swanti Nainggolan
kok Uda tamat gk ada sama sekali TDK ending alias gantung sayang sekali padahal ceritanya bagus.lihat ini aja ceritanya gantung jd malas lihat cerita yg lain😓
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!