Rahma seorang mahasiswa semester akhir, terjebak di dalam tubuh pemeran utama di dalam novel dengan ending yang tragis.
tapi nasib baik masih berbaik hati pada nya. wanita modern itu masuk ke tubuh seorang Lady bernama Clarisse Corleone itu sebelum semua malapetaka terjadi beberapa tahun kemudian.
dan itu memberikan Rahma kesempatan untuk mengubah kebodohan Lady Clarisse dan menghindari sumber kematian wanita itu yaitu seorang Grand Duke Alexander Maximilians. dengan cara berhenti menjadi budak cinta pria itu dan berhenti mengejar-ngejar alasan yang membuat wanita itu mati dua kali seperti di dalam novel nya.
tapi mampu kah Rahma mengubah takdir tragis yang di miliki oleh Lady Clarisse?
sequel dari cerita "Lady Clarisse" silahkan di nikmati dan mohon dukungan nya.
disclaimer: cerita ini hanyalah sebuah fantasi dari imajinasi random bawah sadar penulis jadi banyak kejadian di luar nalar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma rain, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TRANSMIGRASI 26. KERJA SAMA
Hari ini aku akan berlatih pedang bersama dengan Alexander. Setelah semalam pria itu dengan lancang muncul di pinggiran pusat kota lebih tepatnya di bangunan terbengkalai tempat anak-anak terlantar itu berada. Dan lebih lagi membuat ku geram adalah pria itu malah memanggil nama asli ku di hadapan Lula.
Untung saja aku bisa menjelaskan pada Lula jika pria itu sudah gila. Aku belum bisa mengatakan yang sesungguhnya pada Lula tentang siapa aku yang sebenarnya. Aku tidak ingin Lula dan aku terasa asing dan juga bagaimana jika Lula memberitahu kan hal ini pada Duke Cristian dan juga Morgan.
kalau Alexander pasti Duke Cristian tidak akan mempercayai ucapan nya. Jadi tidak masalah untuk mengungkapkan kebenaran pada pria itu. Lagipula aku mengatakan hal yang sebenarnya pada Alexander agar pria itu tidak selalu mengatakan jika aku mengejar nya dan saat itu aku juga sedang kesal dengan Clarisse.
Karena ulah nya tersebut dia malah ingin mempercepat jadwal dalam mengajar diriku.
Aku menunggangi kuda untuk sampai ke kediaman Maximilians. Saat ini aku berpakaian seperti seorang pria karena itu akan memudah kan ku dalam berlatih pedang.
Pintu gerbang kediaman Maximilians terbuka dan aku segera masuk para pengawal itu bahkan tidak menanyai ku atau pun curiga pada ku. Mungkin Alexander sudah memberitahu bahwa aku akan datang. Aku adalah tamu nya bukan seorang penjahat dan orang asing.
Ini pertama kali nya aku masuk ke kediaman Maximilians, tempat di mana Alexander dan Clarisse tinggal beberapa tahun yang akan datang.
Di tempat ini aku akan mencari buku sialan itu dan juga mencari sebuah peta untuk menuju reruntuhan kota Alteri. Mulai hari ini aku akan melibatkan Alexander dalam perjalanan ku.
Aku akan meminta persetujuan dari Duke Cristian dan juga kaisar Damian, agar mengijinkan ku untuk keluar dalam membuat perdamaian dunia. sebelum para penyihir hitam bergerak menghancurkan nya.
Sebelum aku sampai di pintu utama seseorang sudah menunggu ku dan menuntun kuda ku untuk berjalan ke arah belakang, lebih tepatnya kandang kuda.
"berhenti! Aku tidak ingin ikut ke kandang kuda. Kau boleh membawa kuda ku. Aku akan turun dan segera masuk saja"
aku turun dari kuda ku dan segera pergi ke pintu utama kediaman Maximilians. Dan seorang kepala pelayan menghampiri ku dan membawa ku ke dalam rumah besar ini. Hampir sama dengan rumah yang di miliki Duke Cristian, tapi rumah ini terlihat lebih besar. Berlantai dua terlihat seperti mansion yang ada di Eropa pada abad 20. Banyak barang antik dan juga terlihat guci dan lukisan yang ku perkirakan harga nya sangat mahal.
Kepala pelayan ini membawa ku ke ruang kerja milik Alexander. Aku masuk dan terlihat di balik meja tersebut ada Alexander dan tangan kanan nya yang bernama Hans.
"Rahma. Maksud ku Clarisse!! Kau sudah datang. Duduk lah dulu aku akan segera menyelesaikan pekerjaan ku".
Lihat lah pria ini lagi-lagi dia menyebut nama asli ku di hadapan orang lain.
"ya seperti yang kau jadwal kan semalam". Ucap ku yang langsung duduk di salah satu kursi yang ada di ruangan pria ini.
"Hans pergilah ke istana dan berikan berkas ini kepada kaisar. Katakan pada nya aku akan pergi Minggu depan".
Aku melirik ke arah Alexander yang saat ini sedang memberikan perintah kepada bawahan nya.
Setelah itu pria bernama Hans pergi dari ruangan ini dan tinggal lah aku dan Alexander di ruang ini.
Aku lihat Alexander berdiri dari kursi nya dan berjalan ke arah di mana aku berada. Kemudian dia duduk di depan ku. Dan menatap ku dengan pandangan aneh nya.
"kenapa kau menatap ku seperti itu!". Kesal ku yang kini duduk menyilangkan kaki dan melipat kedua tangan ku. Serta menatap nya dengan tatapan tenang.
"aku hanya merasa aneh. Yang saat ini di hadapan ku adalah tubuh Clarisse namun dengan tingkah laku yang berbeda. Padahal dulu kau selalu menempel pada ku dan membuat aku tidak nyaman tapi lihat lah sekarang kau dan aku bahkan terlihat seperti dua orang yang akan bekerja sama dalam menjalankan sebuah bisnis".
Kini aku menatap malas ke arah nya. Apalagi dengan kata-kata nya barusan. Bukan kah sudah hampir dua Minggu dia tau jika aku bukan lah Clarisse tapi pria ini malah bertingkah seperti baru hari ini dia mengetahui nya.
"kita memang sedang menjalin kerja sama dalam bisnis. Aku ke sini tidak hanya akan berlatih pedang dengan mu tapi aku ingin mengajak mu bekerja sama".
Saat aku mengatakan hal itu terlihat perubahan dari diraut wajah Alexander.
"bekerja sama dalam hal apa?" Alexander terlihat tidak bisa menyembunyikan wajah penasaran nya. Dan menunggu jawaban yang akan ku berikan.
"ini tentang kutukan mu! Apa kau ingin terlepas dari kutukan itu?"
"ya tentu saja. Siapa yang ingin hidup di hantui oleh kutukan. Lagi pula aku tidak bisa tidur karena mimpi-mimpi aneh yang selalu hadir di dalam tidur ku".
Terlihat Alexander lebih santai dan kini dia menyandarkan tubuh nya di kepala kursi atau bisa di bilang sofa yang empuk ini.
"mimpi?"
aku penasaran dengan mimpi apa yang di maksud oleh pria ini. Apa mimpi-mimpi aneh tentang kutukan nya? Atau mimpi yang lain?.
"yah aku selalu bermimpi tentang memiliki kehidupan bersama dengan Clarisse dan akhir dari mimpi itu selalu sama. Maksud ku sama di sini yaitu kematian Clarisse yang sedang mengandung anakku dan akhir hidup ku yang juga mengakhiri hidup ku setelah nya".
Jadi Alexander melihat kehidupan yang sebelumnya terjadi itu dalam ingatan mimpi nya. Sementara Clarisse dengan ingatan nyata nya. Aku akan meluruskan hal ini terlebih dahulu. Garis awal di mana kedua orang ini yang saling tersiksa. Tapi lebih tersiksa adalah Clarisse. Dia yang mengingat jelas dan mengingat rasa sakit yang di berikan oleh takdir kehidupan untuk mereka.
Sedangkan Alexander hanya masalah yang susah tidur karena cuma mimpi buruk.
"itu bukan lah mimpi tuan Grand Duke. Yang kau lihat setiap malam dalam tidur mu itu adalah nyata, kau benar-benar membunuh Clarisse di setiap kehidupan yang kalian lalui".
Aku tidak akan menyembunyikan lagi tentang hal ini dan aku juga akan menjelaskan serta memberitahu bagaimana cara nya keluar dari belenggu waktu yang berulang ini. Hari ini semua nya harus jelas dan Alexander harus mengerti tentang apa yang dia alami.
"apa maksud mu Rahma!" seolah-olah tak percaya dengan apa yang ku ucapkan. Alexander kini memfokuskan diri nya pada ku. Dan pada apa yang akan aku sampaikan.
"kau dan Clarisse sudah mengulang waktu sebanyak seratus kehidupan. Tapi semua kehidupan tersebut berakhir sama yaitu kematian yang kau berikan pada Clarisse".
"tidak mungkin!!"
Rahma/Carissa