Lin Meilin adalah agen intelijen modern papan atas yang ditakuti karena keahliannya dalam taktik pertempuran dan racun mematikan.
Namun, sebuah misi rahasia untuk merebut kembali Giok Dinasti Long yang hilang di luar negeri justru berakhir tragis. Meilin dikhianati oleh rekan seperjuangannya sendiri hingga sekarat.
Saat tetesan darah Meilin menyentuh permukaan giok kuno tersebut, keajaiban mistis terjadi. Jiwanya terlempar melintasi waktu dan terbangun di dalam tubuh Permaisuri Lin—seorang wanita berkedudukan tinggi namun memiliki kepribadian yang sangat lemah dan penakut.
Di dunia kuno ini, Permaisuri Lin baru saja diracun oleh selir kesayangan kaisar dan dibuang hingga terabaikan di Istana Dingin yang sunyi.
Kini, tidak ada lagi permaisuri lemah yang bisa ditindas! Dengan jiwa agen rahasia yang haus akan keadilan, Meilin bangkit untuk mengacak-acak seisi istana.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amber Mist, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 34: Altar Es dan Hitungan Mundur Takdir
Davin menunjuk, menatap dengan seksama ke arah Long Feng dengan pedang besarnya yang memancarkan aura Qi hitam pekat. "Pria kuno di sampingmu itu hanyalah sekadar debu sejarah yang akan terhapus dari garis waktu bumi begitu portal ini meledak. Mengapa kau bersikeras melindunginya?"
Mendengar penghinaan langsung dari pria dari masa lalu istrinya, amarah cemburu dan hasrat protektif di dalam dada Kaisar Long Feng meledak sepenuhnya tanpa sisa. Raungan naga keemasan yang teramat dahsyat bergemuruh dari tubuh tingginya, mengguncang seluruh dinding kristal es Makam Terlarang hingga retak seketika.
Long Feng bergerak secepat kilat. Lengan kekarnya menarik tubuh ramping Meilin ke belakang punggung bidangnya dengan cengkeraman jantan yang sangat posesif dan mengunci takdir.
"Lin Meilin adalah permaisuriku, milikku seutuhnya seumur hidupnya di dunia ini!" suara bariton Long Feng menggelegar penuh otoritas mutlak seorang dewa perang, menatap Davin dengan sepasang mata elang yang berkilat merah penuh hasrat membunuh. "Eksistensi daratanku tidak akan pernah dihapus oleh alat terkutuk duniamu, dan nyawamu... akan kuakhiri di atas altar es ini sebelum hitungan mundurmu mencapai angka nol!"
Bum!
Long Feng melesat maju menembus udara dingin bagai seekor naga emas yang murka. Pedang pusaka kekaisarannya diayunkan dalam satu tebakan vertikal raksasa yang dilapisi oleh akumulasi Qi emas murni tingkat puncak, menciptakan gelombang tekanan angin yang membelah lantai marmer es di bawahnya menjadi dua bagian.
Davin terkejut melihat kecepatan dan kekuatan destruktif masif dari serangan Long Feng yang berada di luar prediksi taktis instrumennya. Ia terpaksa melompat mundur, mengangkat pedang besar kepala serigala besinya untuk menangkis secara frontal.
Ting! Blar!
Benturan dua kekuatan puncak antar-dimensi meledak hebat di aula tengah. Ledakan energi kekuatan dalam itu mencerai-beraikan pecahan kristal es ke segala arah, memicu pertempuran tiga arah yang sangat menegangkan.
Davin menggunakan teknik beladiri modern dipadu Qi hitamnya untuk melakukan serangan balik taktis kotor khas agen The Ghost, mengincar titik buta Long Feng. Namun, Meilin tidak tinggal diam. Kebengisan seorang pembunuh elit meledak dari dalam jiwanya. Ia melesat lincah di antara pilar es, menyusup masuk ke medan pertempuran jarak dekat untuk menutupi setiap celah pertahanan suaminya dengan belati beracunnya.
"Long Feng! Tahan pedang besarnya di sisi atas! Biarkan aku memotong urat kendali tangannya dari bawah!" teriak Meilin penuh koordinasi militer abad ke-21.
"Sesuai perintahmu, Permaisuriku!" balas Long Feng penuh kebanggaan posesif yang membara.
Pertempuran maut di atas Altar Es kian memuncak, dan sisa waktu sepuluh menit pada instrumen hitungan mundur waktu kini menjadi penentu utama dari hidup, mati, dan keabadian cinta sejati mereka di daratan Dinasti Long.
Sisa waktu di layar instrumen mekanis milik Davin berkedip merah secara berkala, menampilkan angka hitungan mundur yang kian menyusut: tiga menit. Distorsi ruang di sekitar altar es semakin menjadi-jadi, menciptakan robekan udara tak kasat mata yang memancarkan pendaran badai listrik keunguan. Lantai kristal Makam Terlarang berguncang hebat, seolah seluruh gunung es ini siap runtuh untuk menelan siapa saja yang berada di dalamnya.
"Kau tidak bisa menghentikanku, Meilin!" teriak Davin dengan napas memburu.
Meskipun jubah baja hitamnya telah robek di beberapa bagian akibat tebasan Qi keemasan milik Kaisar Long Feng, gerakan bertarungnya tetap liar dan taktis. Ia mengayunkan pedang besarnya untuk menangkis gempuran Long Feng, sementara tangan kirinya yang bebas meraba saku pinggang, berniat menembakkan sisa jarum beracun mekanisnya.
Namun, Meilin tidak memberikan musuh masa lalunya itu kemewahan waktu. Menggunakan sinkronisasi taktis tingkat tinggi, ia meluncur rendah di atas lantai es yang licin, menyusup tepat di bawah jangkauan pedang besar Davin. Dengan satu hentakan Qi menengah yang ia pusatkan di ujung jemarinya, Meilin menusukkan belati perangnya dengan akurasi forensik tepat ke arah sendi pergelangan tangan kiri Davin.
Sleb!
"Ugh!" Davin mengerang kesakitan saat mata pisau Meilin memotong urat kendali tangannya, membuat senjata pelontar jarum mekanisnya jatuh terlempar dan hancur di atas es. Darah kehitaman akibat efek Racun Pemutus Nadi buatan Toko Obat Seribu Penawar langsung merembes keluar dengan cepat.
"Ini untuk pengkhianatanmu di London, Davin," bisik Meilin, sepasang mata elangnya berkilat dingin tanpa emosi sedikit pun dari jarak dekat.
Davin terhuyung mundur ke arah altar, kakinya lemas akibat racun yang mulai melumpuhkan saraf motoriknya. Menyadari bahwa ia telah kalah secara total dari kombinasi maut dua dimensi antara Meilin dan Long Feng, senyuman kejam dan gila justru terukir di wajah tampannya yang penuh darah.
"Jika aku tidak bisa kembali dan menguasai masa depan... maka tidak ada satu pun dari kalian yang boleh hidup!" teriak Davin dengan sisa tenaganya. Ia menghempaskan tubuhnya ke depan, menghantamkan telapak tangan kanannya yang dilapisi sisa Qi hitam tepat ke arah panel pemindai inti di atas altar es.
Blar!
Mekanisme peledakan paksa terpicu. Energi dari Fragmen Segel Inti Waktu yang melayang di atas altar mendadak meledak hebat, memancarkan gelombang kejut kosmik yang melempar jasad Davin hingga tewas seketika dengan tubuh yang hangus terbakar.
Bersamaan dengan itu, sebuah pusaran portal dimensi vertikal raksasa setinggi lima meter terbuka penuh di atas altar. Dari dalam pusaran cahaya tersebut, suara bising klakson mobil, kilatan lampu neon kota modern, dan gerbang kebebasan abad ke-21 terpampang dengan sangat jelas, memancarkan daya tarik magnetis yang luar biasa kuat yang mulai menarik tubuh ramping Meilin masuk ke dalamnya.
Tali sutra di leher Meilin putus, membuat liontin fragmen giok kedua miliknya melesat terbang, menyatu kembali dengan inti segel di dalam portal. Pakaian tempur perak gelapnya bergetar hebat ditarik oleh arus gravitasi waktu.
"Meilin!"
Kaisar Long Feng berteriak histeris, sebuah pekikan panik yang belum pernah keluar dari mulut seorang dewa perang seumur hidupnya. Melihat wanita yang teramat dicintainya mulai terangkat dari lantai es menuju arah portal masa depan, seluruh wibawa kekaisarannya runtuh tak berbekas.
Long Feng menerjang maju menembus badai listrik distorsi waktu, mengabaikan fakta bahwa kulit lengannya mulai robek dan terbakar oleh percikan energi kosmik. Dengan satu gerakan sentakan jantan yang penuh kepasrahan dan gairah kepemilikan mutlak, lengan kekarnya yang besar berhasil menangkap pergelangan tangan ramping Meilin, menarik tubuh sutra wanita itu kembali masuk ke dalam dekapan dadanya yang bidang dan sangat panas.
Long Feng mendekap pinggang Meilin dengan kekuatan penuh yang mengunci takdir, menatap lurus ke dalam sepasang mata elang istrinya dengan mata yang memerah penuh air mata yang tertahan dan ketulusan cinta yang teramat pekat.
semangat up nya kak, Terima kasih sdh up beberapa bab kak😍😍.. utk jam berapa nya kau up terserah aja ya.. aku selalu menantikan kelanjutan cerita mu ini.. semoga sampai tamat 😍😍😍
semangat ya
semoga sampai tamat ya😍😍
semangat up nya💪💪