NovelToon NovelToon
Pengantin Untuk Tuan Muda Koma

Pengantin Untuk Tuan Muda Koma

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa / Orang Disabilitas / Tamat
Popularitas:55.5k
Nilai: 5
Nama Author: Lusica Jung 2

Jesslyn tidak pernah membayangkan hidupnya akan berubah drastis dalam satu malam. Demi menyelamatkan keluarganya dari kehancuran finansial, ia dipaksa menikahi Neo, pewaris kaya raya yang kini terbaring tak berdaya dalam kondisi koma. Pernikahan itu bukanlah perayaan cinta, melainkan sebuah kontrak dingin yang hanya menguntungkan pihak keluarga Neo.

Di sebuah rumah mewah yang sunyi, Jesslyn tinggal bersama Neo. Tanpa alat medis modern, hanya ada dirinya yang merawat tubuh kaku pria itu. Setiap hari, ia berbicara kepada Neo yang tak pernah menjawab, berharap suara dan sentuhannya mampu membangunkan jiwa yang terpenjara di dalam tubuh itu. Lambat laun, ia mulai memahami sosok Neo melalui buku harian dan kenangan yang tertinggal di rumah itu.

Namun, misteri menyelimuti alasan Neo koma. Kecelakaan itu bukan kebetulan, dan Jesslyn mulai menemukan fakta yang menakutkan tentang keluarga yang telah mengikat hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lusica Jung 2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Benar-Benar Tidak Tau Malu!!

"Mau apa lagi kau kembali kemari?" suara dingin Tuan Valerie bergema di ruang tamu yang luas itu. Dia menatap istrinya dengan tatapan tajam penuh kecurigaan.

Nyonya Stevani menghela napas. "Jimmy, kau jangan keterlaluan. Ini masih rumahku, dan aku masih istrimu. Aku memiliki hak untuk kembali ke rumah ini."

Tuan Valerie mendengus, "Kau membahas tentang hak? Setelah apa yang kau lakukan, kau pikir aku akan menerimamu kembali begitu saja?"

Stevani melangkah mendekat, matanya berkaca-kaca. "Aku mengerti kemarahanmu, Jimmy. Tapi aku di sini untuk meminta maaf. Aku sadar selama ini aku telah buta. Aku terlalu mempercayai Andien, dan mengabaikan kebenaran. Jesslyn, adalah anak kita yang sebenarnya, dan aku tidak memberinya kesempatan yang layak sebagai seorang ibu."

"Baru sekarang kau menyadarinya? Setelah semua penghinaan dan kerusakan yang kau sebabkan?" kata Tuan Valerie dengan sinis, dia tidak begitu terkesan dengan pengakuan istrinya.

Stevani menghela napas panjang. "Aku tahu kata-kataku tidak akan cukup untuk memperbaiki segalanya. Tapi aku di sini untuk mengakui kesalahanku. Andien, sendiri sudah mengakui kebohongannya."

"Bagus sekali, mata hatimu akhirnya terbuka," sahut Tuan Valerie.

"Aku ingin memperbaiki semuanya, Jimmy. Aku ingin memperbaiki hubunganku dengan, Jesslyn. Aku ingin menjadi ibu yang seharusnya untuknya." ujar Nyonya Stevani.

Tuan Valerie memandang istrinya dengan tajam. "Sebenarnya apa yang kau rencanakan kali ini, Stevani? Drama apa lagi yang sedang kau rencanakan? Bagaimana aku tahu kau tidak menyimpan maksud tersembunyi?"

"Jimmy, aku tahu aku telah banyak mengecewakanmu. Tapi kali ini aku tulus. Aku hanya ingin kembali ke keluargaku. Aku telah kehilangan segalanya, dan aku tidak ingin kehilangan lebih banyak lagi."

"Kalau kau benar-benar tulus, kau harus membuktikannya," ujar Jimmy. "Dan jangan pernah berpikir untuk bermain-main lagi, Stevani. Aku tidak akan memaafkanmu untuk kedua kalinya."

Nyonya Stevani tersenyum kecil. "Aku akan membuktikannya, Jimmy. Aku akan menjadi istri dan ibu yang pantas untuk keluarga ini. Kau tidak akan kecewa."

Tuan Valerie mengangguk. "Kita lihat saja."

"Terima kasih, Jimmy. Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini,"

Tuan Valerie menghela napas panjang. "Baiklah, kalau begitu. Tapi ingat, Stevani, aku akan mengawasimu."

"Tentu saja, Jimmy. Aku tidak punya niat lain selain membawa keluargaku kembali bersama," jawab Stevani sambil memasang senyuman kecil yang penuh perhitungan.

 

"Apa kau tidak bisa melakukan ini sendiri? Dasar pria dewasa yang manja," gerutu Jesslyn sambil merapikan kerah kemeja Neo.

Neo tersenyum santai, memandangnya dengan mata penuh godaan. "Kalau ada istriku yang cantik dan perhatian, kenapa aku harus repot melakukannya sendiri?"

Jesslyn memutar matanya, lalu menarik dasi Neo dengan sedikit kasar. "Hentikan rayuan murahanmu. Ini masih pagi, dan kau sudah berhasil membuatku kesal."

Neo tertawa pelan. "Kau marah-marah tapi tetap saja membantu. Apa itu tanda kau tidak bisa jauh dariku?"

"Bukan, tapi karena aku tidak punya pilihan, dasar pria menyebalkan!" balas Jesslyn sambil memasang simpul dasi.

Neo menatap Jesslyn dengan tatapan lembut. "Kau tahu, Jess, kau terlihat sangat memikat saat sedang kesal."

Jesslyn mendongak, menatapnya dengan tajam. "Kalau kau tidak berhenti bicara, aku akan mencekikmu sampai kau bertemu dengan malaikat maut!"

Neo tersenyum tipis, lalu mencondongkan tubuhnya mendekat. "Kalau begitu, aku akan terus bicara agar kau tetap di sini lebih lama."

Jesslyn mendesah, mencoba menahan amarahnya. "Kenapa aku harus menikah dengan pria seperti ini? Hidupku benar-benar sial."

Neo tertawa lagi, lalu mengangkat tangannya untuk membelai pipi Jesslyn. "Karena kau tidak bisa menolak pesonaku, itu saja."

Jesslyn menepis tangan Neo dengan cepat. "Berhenti menggangguku. Aku serius!"

Neo tersenyum, dan membiarkan Jesslyn melanjutkan pekerjaannya. Saat dasinya sudah rapi, Jesslyn menepuk dadanya pelan.

"Sudah selesai. Sekarang kau bisa pergi."

Neo memegang tangan Jesslyn yang masih berada di dadanya. "Terima kasih, istriku."

Jesslyn menarik tangannya cepat. "Jangan berpikir aku melakukan ini karena suka, aku hanya tidak ingin melihat penampilanmu berantakan."

Neo mengangguk sambil tersenyum lebar. "Tentu, tentu. Apapun alasannya, aku tetap beruntung memiliki istri sepertimu."

Jesslyn memutar matanya lagi, lalu berjalan menjauh sambil menggerutu lagi. "Pagi-pagi sudah membuatku ingin melemparkan sesuatu!"

Neo tertawa kecil sambil merapikan dasinya sendiri.

Merasa belum mendapatkan apa yang dia inginkan. Neo segera menyusul Jesslyn. Tanpa peringatan, Neo menarik pinggang Jesslyn dan memutar tubuhnya menghadapnya. Sebelum Jesslyn sempat memprotes, bi-bir Neo sudah mendarat di bi-birnya.

Ciu-man itu cepat namun dalam. Neo terus memagut dan melu-mat bi-bir Jesslyn tanpa peduli dengan keinginan wanita itu untuk memberontak.

"Apa-apaan kau, Neo?!" seru Jesslyn dengan wajah merah padam, sambil mendorong dadanya. "Kau benar-benar—"

Neo memotongnya dengan tawa ringan. "Aku belum mendapatkan makanan pembukaku, jadi wajarkan jika aku menginginkannya, istriku. Kau tahu, sarapan pagi tidak akan lengkap tanpa ini."

Jesslyn menatap Neo dengan tajam, mencoba menarik napas untuk menenangkan dirinya. "Kau benar-benar pria paling tidak tahu malu yang pernah aku temui! Berhenti melakukan hal seenaknya!"

Neo tersenyum santai, sama sekali tidak terpengaruh oleh amarah Jesslyn. "Aku suamimu, Jess. Aku punya hak untuk sedikit manjakan diriku, terutama dengan istri sepertimu."

"Kau ini benar-benar sangat menyebalkan!!." Jesslyn mengangkat tangan, menunjuk ke arahnya dengan kesal. Dia berbalik, lalu berjalan pergi dengan langkah cepat meninggalkan Neo yang sedang tersenyum kearahnya.

"Aku juga mencintaimu, istriku pemarah!" teriaknya sebelum akhirnya tertawa kecil dan mengikuti Jesslyn dari belakang.

"Tapi aku membencimu!!"

----

Bersambung

1
Imah Munzir
Buruk
ayudya
aduh.. tamat ya.., koq singkat x Thor.
Rita susilawati
cerita nya sedikit TPI cpet berakhir
jdi GX lama2 baca nya
suka Thor ceritanya buat lgi ya 🙂
Rita susilawati
bgus cerita nya
ayudya
aku sedikit kurang paham ya... tapi mungkin ini teka- teki cerita mu thor
ayudya
berasa nonton film Elektra aku Thor baca karya mu, semangat ya.
ayudya
aku koq mulai pusing ya.. sama mereka ne.
Retno Palupi
akhir yang bahagia
vania larasati
lanjut kak
Retno Palupi
semoga selalu bahagia
Retno Palupi
kenapa sih jeslyn selalu ketus?
Ellnara: Nanti juga manja dan bucin akut kak 🤣🤣
total 1 replies
ayudya
apa punya 2 kepribadian si neo ini ah... penasaran aku.
ayudya
jd penasaran aku nya.
ayudya
mampir
vania larasati
lanjut kak😊😊
vania larasati
lanjut kak
Retno Palupi
jd ikut jantungan juga
Retno Palupi
senengnya jeslyn
Dwi Agustina
haaaah nanggung bngtblg tegang gini,CPT up dong🙏🙏🙏👍🫰
novi kusmalinda
lanjut hingga tamat dong...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!