Zhao Luhan tiba-tiba di datangi oleh seorang gadis remaja yang mengakui dirinya adalah anak biologis dirinya. Tak lupa membawa hasil Tes DNA. Kim Sohyun dengan kegilaan nya membuat lelaki cantik itu kalang kabut.
Kisah Cinta berbumbu komedi mewarnai kisah mereka berdua
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fara Dela Sandi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 22 END
"Terimakasih telah menunggu ku dan menyimpan rasa Cinta mu tetap utuh untuk ku."
~Kim Sohyun
Sohyun melangkah kan kaki nya masuk ke rumah keluarga besar Kim. Di sana dia di sambut hangat oleh seluruh anggota keluarga Kim. Termasuk Kim Joon ayah Kim Woo Bin dan Kim Kai.
Luhan mengandeng tangan Sohyun mencoba memberikan keberanian untuk Sohyun. Luhan menceritakan semua nya pada Sohyun. Bagaimana terpukul nya sang Kakek. Dan sang Ayah yang sakit-sakitan.
Kim Joon memeluk tubuh Sohyun saat Sohyun berdiri di depan nya. Luhan melepaskan tangan nya dari tangan Sohyun. Tubuh Sohyun menegang ia merasa kaku namun ia juga merasa nyaman.
Kai menceritakan semua nya pada Keluarga nya. Kai pulang bersama Sohyun dan Luhan. Namun ia langsung kembali ke rumah nya untuk memberi tahu keluarga nya.
Terutama Ayah dan Kakak lelaki nya yang begitu terpukul dan merindukan Sohyun. Woo Bin yang duduk di kursi roda meneteskan air mata nya. Ia merasa kedatangan Sohyun adalah sebuah mimpi yang menjadi nyata.
"Maafkan kakek Sohyun," sesal Tuan Besar Kim dengan suara parau.
Lelaki tua itu menangis bahagia. Ia merasa bersalah pada sang cucu. Sohyun mengembangkan senyum nya. Melepaskan pelukan nya dari sang Kakek.
"Tidak apa Kakek, setiap orang pasti tak akan luput dari kesalahan bukan?" ucap Sohyun dengan begitu dewasa.
Sohyun merasa hati nya menghangat saat Luhan menceritakan semua nya pada nya. Ia merasa mendapatkan keluarga yang utuh. Nyonya besar Kim memeluk sang cucu dengan erat. Dengan genangan air mata.
Seluruh anggota keluarga memeluk Sohyun bergantian. Hingga tibalah giliran Woo Bin, Sohyun menunduk dan meluk sang Ayah. Kedua nya menangis dengan keras. Sohyun merindukan sang Ayah begitu juga dengan Woo Bin yang merindukan sang putri.
Tak ada kata yang keluar dari bibir kedua nya, Ayah dan anak itu. Hanya suara tangisan yang mengudara. Luhan merasa terharu melihat momen bahagia itu.
Tak lama Sahabat Luhan berbondong-bondong masuk ke rumah Kai. Mereka menatap kedua orang Ayah dan anak itu masih menangis.
"Sohyun?" seru Baekhyun pelan masih menatap lekat ke arah Sohyun.
Chanyeol, Suho, Sehun, Chen dan Dio menatap Sohyun dan Woo Bin tersenyum lebar. Mereka baru mengerti perasaan Luhan, bukan lah sebuah ke keliru'an. Mereka tak menyangka jika Sohyun masih hidup.
Dan yang lebih mereka tak menyangka adalah siapa yang berniat membunuh Sohyun. Sehun merasa menyesal karena tertipu oleh wajah malaikat gadis bermarga Jung itu.
Kai menghampiri teman-teman nya. Dan memberikan kode agar mengikuti nya. Ke enam teman-teman nya untuk mengikuti nya. Mereka mengerti pun mengikuti Kai. Sementara itu Sohyun melepaskan pelukan nya dan menghapus air mata Ayah kandung nya dengan perlahan.
Woo Bin pun melakukan hal yang sama. Kedua nya tersenyum hingga Sohyun di tarik duduk di Sofa oleh Saeron sang adik satu a
Ayah beda Ibu.
Nyonya Besar Kim memerintah kan para pembantu untuk menaruh air minum untuk semua Orang. Dan Min Ah mendorong kursi roda sang suami untuk mendekat ke Sofa. Luhan duduk di samping Sohyun.
Tuan Besar Kim duduk di samping sang Istri yang berada di depan Sohyun. Luhan membuka mulut nya sebelum Woo Bin akan berbicara.
"Maaf sebelum nya ada yang ingin saya ucap kan pada semua anggota keluarga Kim. Terutama Tuan Kim Woo Bin," ucap Luhan dengan sedikit gugup.
Semua mata menatap ke arah Luhan yang terlihat tegang. Sohyun mengulum senyum nya dan menggenggam tangan Luhan. Ia berharap genggaman tangan nya bisa membuat Luhan sedikit kehilangan rasa gugup nya.
"Apa yang ingin kau sampaikan Luhan, pada kami semuanya?" tanya Woo Bin penasaran.
"Aku dan Sohyun akan segera menikah satu minggu lagi." Ucap Luhan dalam satu tarikan nafas.
Semua anggota keluarga Kim tercengang mendengar perkataan Luhan. Kecuali Sohyun ia telah tau, karena lelaki itu lebih dulu melamarnya. Dan ia menjawab jika ia mau menikah dengan lelaki itu.
"Apa kau becanda Luhan, ia masih kecil untuk menikah." Jawab Woo Bin dengan wajah tak suka.
Sohyun terkekeh melihat ekspresi Luhan yang merasa kecewa. Min Ah tersenyum melihat ekspresi Luhan dan sang suami. Ia tau Woo Bin tak akan melepaskan sang putri di karena kan ia tak ingin jauh lagi dari Sohyun. Setelah apa yang terjadi pada gadis itu.
"Aku sudah berusia sembilan belas tahun Pa! Dan satu bulan lagi, aku akan berumur dua puluh tahun. Aku bukan lagi anak kecil, aku ingin bisa bersama Kak Luhan," ucap Sohyun yang tak tega melihat wajah sedih dan kecewa Luhan.
Seketika wajah Luhan berubah ceria mendengar pembelaan Sohyun. Woo Bin menghembuskan nafas letih nya. Kim Jon sang Ayah hanya tersenyum melihat sang putra yang terlihat tak rela melepaskan Sohyun.
"Iya, Pa! seperti nya Kak Sohyun begitu mencintai Paman Luhan," jawab Saeron membela Luhan.
"Baiklah kalian boleh menikah seminggu lagi asalkan Sohyun dan kau tinggal di sini bersama kami," jawab Kim Woo Bin memberikan tawaran pada Luhan.
"Baiklah aku tak keberatan sama sekali," Jawab Luhan tanpa keraguan.
Sohyun mengembangkan senyum nya. Begitu juga dengan Luhan, bukan hanya Sohyun dan Luhan yang tersenyum bahagia tapi juga seluruh anggota keluarga Kim.
"Apa aku tak di ikut serta kan dalam pembicaraan kalian semua." Seru Kai yang datang dari belakang setelah mengantarkan sahabat nya ke taman belakang.
"Paman." Ucap Sohyun berdiri dari duduk nya dan memeluk Kai.
"Aku hanya orang terakhir yang di peluk ternyata." Ucap Kai cemberut saat Sohyun melepaskan pelukan nya.
Semua orang tertawa melihat ekspresi Kai dan mendengar protes Kai. Semua orang terlihat begitu bahagia. Sohyun menghampiri yang lain nya, di taman belakang.
Ia juga begitu merindukan mereka semua nya.
🌠🌠🌠
Sohyun meremas sapu tangan putih polos dengan gugup. Saeron tersenyum melihat kegugupan kakak nya itu. Min Ah memberikan Sohyun minuman.
"Apa Sohyun begitu gugup?" tnya Min Ah pada dengan nada lembut Sohyun.
"Ya, Ma!" jawab Sohyun singkat.
"Apa yang perlu Kakak takut kan, hem. Kakak adalah bintang nya pada hari ini. Lihat lah Kakak begitu cantik dengan gaun pengantin itu. Paman Luhan pasti akan terpesona dengan Kakak," hibur Saeron tulus.
"Tapi aku merasa ini begitu menegangkan," tutur Sohyun pelan.
Min Ah dan Saeron hanya tersenyum mendengar perkataan Sohyun. Wajar saja ia gugup dan takut ini adalah pengalaman pertama nya. Sebentar lagi ia akan merubah marga nya yang awal nya Kim berubah menjadi Xiao.
"Apa putri Papap sudah siap?" suara Woo Bin membuat Sohyun semakin gugup.
"Kakak terlalu gugup, Pa!" Jawab Saeron dengan tawa pelan.
Woo Bin tersenyum menatap Saeron sebentar lalu beralih menatap sang putri yang sebentar lagi akan menjadi istri lelaki lain. Woo Bin mengulurkan tangan nya untuk Sohyun raih.
Dengan tangan gemetar Sohyun meraih tangan sang Ayah tercinta. Woo Bin meletakan tangan Sohyun ke atas sikunya.
"Tenang saja sayang kau pasti bisa. Karena anak keturunan Kim adalah anak yang hebat dan kuat," ucap Woo Bin.
Sohyun mengembangkan Senyum saat kalimat kedua yang Woo Bin lontarkan.
"Putri ku begitu Cantik, hingga aku merasa tak bisa melepaskan nya pada lelaki yang sedang menunggu nya di atas altar sekarang," ucap Woo Bin dengan wajah serius.
"Terimakasih, Pa!" Jawab Sohyun dengan senyum yang indah.
Tak ada jawaban dari Woo Bin hanya senyuman yang di sungging kan oleh Woo Bin.
Sohyun dan Woo Bin melangkah pelan saat pintu gedung di buka perlahan dan lebar. Mata para undangan dan sang mempelai terlihat tak berkedip melihat Sohyun. Wajah nya begitu cantik dengan gaun pengantin menyapu lantai hotel.
Dengan belahan dada sedikit terlihat membuat Sohyun terlihat begitu dewasa. Decak kagum terdengar jelas, Kai menatap sang keponakan dengan senyum bahagia nya. Di samping Kai, terdapat Sulli yang ikut tersenyum bahagia.
Di bangku lain terdapat Taehyung dan Jungkook yang menatap Sohyun. Taehyung mencoba tersenyum melihat wajah bahagia Sohyun. Ia mencoba melepaskan gadis itu. Jika kalian bertanya diana Jessica gadis itu ada di Rumah Sakit Jiwa bukan penjara.
Karena ia benar-benar gila , karena sering mengonsumsi obat penenang. Luhan meraih tangan Sohyun saat Woo Bin memberikan tangan Sohyun.
"Jaga putri ku dengan baik dan bahagia kan dia." Amanat Woo Bin kala memberikan tangan Sohyun pada Luhan.
"Pasti nya, Ayah mertua!" Jawab Luhan tegas.
Sohyun tersenyum saat keduanya menghadap pendeta dengan sumpah setia. Sampai ciuman mereka lakukan tepuk tangan meriah terdengar jelas.
"Sekarang kau menjadi milik ku Xiao Sohyun." Bisik Luhan di telinga Sohyun.
"Yes, Dady!" Jawab Sohyun becanda.
"I'am Not your Daddy!" Peringkat Luhan.
"Oh ya? Sekarang Kakak bukan lagi Daddy ku melain kan suami ku." Ralat Sohyun dengan kedipan mata.
Membuat kedua nya terkekeh pelan.
"Apa Kakak siap untuk malam yang panas dengan ku?" Goda Sohyun yang membuat wajah Luhan memerah karena malu.
Sohyun tetap lah Sohyun tak akan berubah masih saja nakal. Itulah yang Luhan pikirkan Luhan memeluk tubuh Sohyun dengan erat dan mencium kening Sohyun dengan penuh kasih sayang.
Para undangan menatap iri kemesraan pengantin baru itu. Sulli menatap Kai dengan sebuah harapan agar lelaki itu nanti yang akan berdiri di altar bersama nya. Saeron menatap Bo Gum dari jauh. Ia tersenyum saat mata nya bertemu dengan mata Bo Gum yang tersenyum menyapa nya.
"Akhir nya mereka bisa bersatu untuk selama-lama nya juga." Tutur Baekhyun menatap Luhan yang memeluk Sohyun.
"Ya, Hyung aku bahagia untuk mereka," timpal Sehun.
Suho dan Dio menganggukkan kepalanya. Pertanda ia juga setuju dengan perkataan Sehun dan Baekhyun.
Di tempat duduk yang lain Jungkook menepuk pundak Taehyung. Lelaki bermarga Kim itu mengembangkan senyum nya. Seakan mengatakan ia baik-baik saja.
"Asalkan dia bahagia aku juga akan bahagia." Ujar Taehyung dengan suara pelan.
"Ya, karena cinta tak harus memiliki." Hibur Jungkook menepuk pelan bahu sang sahabat.
🎉END🎉
"Yang berharga dari sebuah kisah Cinta adalah di mana kau mampu memberikan pengorbanan. Mampu menunggu di saat dia pergi. Mampu membuat Takdir kembali memihak mu di saat kau lalai dalam menjaga nya."
~Author~
22 chapter... untuk
sama bts exo lope lopeee
aku nangiis dalam diam ku,,tpi untung aja my laki jdi dokter,,hemmmm ntar klo my bebebbbb cemburu trus kluar sifat psiko nya bsa remuk aku,
tapi kgk apa2 suami bsa ngobatin ...
hihihihiiiiii..
efek hallu ya kek ginii
JANGAN LUPA MAMPIR/BACA STORY KU YA....😘😘😘
JUDUL NYA :
*Hey! crazy Angel*
*My Heart The series*
MAKASIH.... 🙏😘🙏😘JANGAN LUPA YA....😘😘😘
SEMANGAT THORRR💪😊
ceritanya bagus semua........