NovelToon NovelToon
Anak Kembar Sang Mafia

Anak Kembar Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Single Mom / Anak Kembar
Popularitas:329.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: Miss AL

Derasnya hujan malam ini, seorang gadis yang sedang merenungkan nasibnya sekarang, air mata terus berjatuhan tak ada niatan untuk di hentikan, bibirnya mengatup hanya ada isakan yang terdengar, matanya hanya tertuju pada satu benda dan kertas foto persegi kotak di tangannya dan seluruh tubuhnya bergetar hebat "Apa, yang harus aku lakukan." Jeritnya pilu.

Keputusan apa yang akan ia pilih. melepas atau menerimanya dan pergi menjauh ia butuh ketenangan.

Dan apa jadinya saat kehidupannya sudah tenang seolah olah takdir sedang mempermainkannya.

Ini tantangan hidup apakah ia bisa melawan traumanya karena masa lalu ataukah ia akan menemukan takdirnya bersamaan kembalinya dia dan orang orang masa lalu yang mulai hadir.


Heyy buat para reader semoga suka karena karya ini asli hasil imajinasi sendiri NO PLAGIAT NO CURI² MILIK ORANG LAIN, murni hasil berpikir sendiri 😁.

selamat membaca 💞

salam dari Author 💋😻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss AL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AKSM 26 (Revisi)

Ansel dan Juno serta para pengawal mereka telah tiba di negara P, saat ini Ansel sedang menuju hotel ia juga mencari hotel yang dekat dengan tempat acara akan diadakan agar tidak membuang-buang waktu.

"Selamat datang di hotel Prince Aston," sapa resepsionis.

"Saya sudah pesan kamar atas nama Juno Rayyan," ucap Juno datar.

"Baik, mohon ditunggu sebentar," ucap petugas. "Atas nama Juno Rayyan, dengan nomor kamar sekian sekian dan kamar khusus presidential suite?" lanjutnya bertanya.

"Hem," jawab Juno datar.

"Baik ini kartu akses kamarnya dan selamat menikmati. Sir," ucapnya.

"Ya, terima kasih," sahut Juno lalu melangkah di mana Ansel duduk menunggu.

Ansel yang melihat Juno melangkah ke arahnya pun menunggu dengan sabar.

"Ini kartu akses kamarnya, tuan," ucapnya.

Setelah mendapat kartu akses. Ansel dan Juno melangkah menuju kamar masing-masing. Ansel mendapat kamar paling atas dan mewah sedangkan Juno di bawahnya kamar tuannya, setelah Juno mengantarkan di mana kamar Ansel berada dan meninggalkan beberapa pengawal untuk berjaga lalu ia turun menuju kamarnya yang sudah ia pesan dan ada dua pengawal yang berjaga di depan kamarnya.

○□●■

Di rasa istirahat telah cukup, Ansel bergegas untuk bersiap-siap untuk acara malam ini. Di saat ia sedang mandi Juno sedang menyiapkan pakaian yang akan ia kenakan malam ini.

Ceklek suara pintu kamar mandi terbuka keluarlah sosok pria tampan dan gagah dengan dada dan punggung yang berotot dan bidang, pokoknya pelukable banget 😊. Juno yang melihat sang tuan keluar dari kamar mandi ia melangkah mundur.

"Tuan, semua sudah saya siapkan," ucap Juno memandang Ansel sejenak lalu menundukan kepala kembali.

"Hem, terima kasih Juno, kau tunggulah di luar aku akan bersiap, oh ya, jangan lupa siapkan undangannya," seru Ansel.

"Sama-sama tuan, semua sudah saya siapkan, kalo begitu saya tunggu di luar, tuan," ujar Juno lalu ia melangkah keluar kamar sembari memerintahkan salah satu pengawal untuk menyiapkan mobil untuk tuannya.

Di kamar yang sedang ditempati Ansel. Ia sedang bebersi-siap diri dirasa penampilannya sudah sempurna dari kemeja, dasi, jas yang serasi serta dari rambut yang rapih tapi sedikit ia buat berantakan terkesan pria yang macho dan jam tangan mahalnya yaitu Graff Diamonds Hallucination serta sepatu pantofel yang mengkilap.

"Perfect," bisiknya yang sedang mengagumi dirinya sendiri.

Lalu ia melangkahkan kakinya yang jenjang itu untuk keluar kamar dan diikuti Juno sang tangan kanan dan para pengawal. Setelahnya ia memasuki mobil yang sudah disiapkan pengawalnya. Mobil itu melaju ke tempat acara. Tak membutuhkan waktu lama hanya 30 menit Ansel dan para pengikutnya pun telah sampai tujuan.

...****************...

Di ruangan serba putih dan banyaknya manekin yang dipasangkan baju-baju cantik nan indah. Saat ini Yashica sedang serius membentuk baju yang ia ciptakan oleh tangan ajaibnya.

"Sebentar lagi," batinnya seraya tersenyum bahagia.

Saat ia ingin menyelesaikan baju bagian akhir tiba-tiba madam Lu menghampirinya.

"Waw, ini perfect Shica." Madam Lu terkejut dan juga takjub dengan baju yang dibuat oleh Yashica. "Oya Shica, kau ada di urutan nomor 6, kau bersiap-siap lah karena saat ini yang tampil nomor urut 3," sambungnya.

"Baik madam," ucapnya sambil menyelesaikan gaun terusan yang ia buat.

Saat ini Yashica ada di gedung untuk acara fashion show dan setiap peserta disediakan oleh panitia ruangan untuk mempersiapkan baju atau gaun-gaun yang ingin ditampilkan, bisa juga untuk penyelesaian tahap akhir seperti yang Yashica lakukan sekarang ia sedang menyelesaikan gaun di tahap akhir.

"Kalo begitu aku harus mengecek yang lainnya dan saat nanti mau tampil jangan lupa untuk pengecekkan lagi agar tak ada yang salah," bisiknya seraya melangkah keluar

Dan Yashica hanya merespon dengan anggukan karena ia masih fokus dengan rancangannya, sangking fokusnya ia tak sadar ada alat yang selalu mengikutinya kini hinggap di gaun yang sedang ia buat.

Sedangkan para sahabat dan si duo kembar saat ini mereka sedang ada di jalan untuk melihat peragaan busana sang mommy.

"Aku sudah tak sabar untuk melihat mahakarya mommy," ujar Gino.

"Sabarlah sebentar sedikit lagi kita akan sampai," ucap Areta tersenyum manis.

"Iya Ino, omong-omong kau dapatkan dari mana koper kecil transparan ini," tanya Callena.

Sebelum menjawab pertanyaan aunty Callena ia melirik sang kakak untuk meminta izin menjawabnya atau tidak. Genio yang mendapat lirikan dari sang adik merespon dengan anggukan mengizinkan untuk memberi tahu kepada para aunty.

"Ino yang menciptakannya," ucapnya bangga.

Genio yang sempat melirik hanya menggelengkan kepala melihat tingkat kepercayaan diri sang adik yang sangat tinggi itu, tetapi ia percaya bahwa benda yang diciptakan oleh tangan sang adik hampir tak pernah gagal karena ia selalu menguji coba benda itu sebelum di pakai, andai ada benda yang gagal sang adik akan mendaur ulang dan membuatnya kembali seperti yang ia inginkan. Ia percaya setiap benda yang diciptakan oleh tangan manusia itu tak selalunya sempurna pasti selalu ada yang tak sempurna.

Para aunty yang mendengarnya menatap Gino seakan kurang yakin apa yang mereka dengar barusan.

"Koper itu buatannya," sahut Genio tiba-tiba.

"Waw, kalo gitu aunty mau juga dong koper yang seperti ini," pinta Callena dengan menunjukan mata harapan.

"Boleh..., boleh..., boleh, tapi," ucap Gino dengan wajah tengilnya.

"Apa?" tanya Callena.

"Tapi tidak gratis ya aunty... Ada harga ada barang," ucapnya.

"Yahhh ko gitu," seru Callena dengan wajah sedih.

"Iya dong, masuk toilet saja bayar apa lagi ini, koper buatan Ino yang serba guna dan multi fungsi dan tak akan ada orang yang bisa meniru sekalipun orang yang mempunyai IQ tinggi," ujarnya dengan pongah.

Genio yang mendengarnya memutar bola matanya malas karena lagi-lagi ia mendengar nada sombong dari Gino.

"Haisss, ya sudah berapa yang kau minta?" tanyanya.

"Hemmm, nanti kita hitung-hitungan setelah koper buatan Ino jadi, oya para aunty ada yang mau sekalian biar Ino buatnya agak banyakan," tanyanya.

"Boleh deh aunty juga mau," ucap Areta.

"Aunty juga mau Ino," celetuk Tarissa.

"Aunty Alexa?" tanya Gino.

"Tidak Ino, anty saat ini tidak butuh, tapi entah kalo nanti," ucap Alexa tersenyum.

"Okeh kalo begitu, berarti Ino akan membuatkan tiga koper," serunya.

Karena asiknya mengobrol mereka tidak sadar bahwa mobil yang mereka tumpangi telah sampai di depan pelataran lobby dan Genio sudah lebih dulu turun dari mobil disusul Tarissa lalu dengan yang lainnya. Mereka sampai bebarengan dengan rombongan Ansel. Genio yang lebih dulu ke luar dari mobil menatap tajam seseorang yang telah keluar dari mobil.

"Kita akan segera bertemu," batinnya berbisik seraya tersenyum kecil.

Juno, instingnya bekerja dengan cepat lalu ia menolehkan kepalanya ke arah di mana Genio berdiri sedang memandang tuannya dengan tajam, ia sempat terkejut tetapi dengan pandainya ia dengan cepat mengubah ekpresinya kembali datar sehingga membuat orang di sekitar tak menyadarinya tetapi berbeda dengan Genio yang tau wajah terkejut sesaat Juno begitupun Gino tetapi Gino hanya memandang sesaat karena menurutnya hanya orang asing bukan orang penting. Mereka melangkahkan kaki untuk ke dalam acara yang sebentar lagi akan dimulai, sebelum masuk Gino tiba-tiba menghentikan langkah sang kakak dan para aunty.

"Stop!" seru Gino tiba-tiba menghentikan langkah mereka.

"Ada apa Ino?" tanya Callena. "Untung saja aunty tidak yungsep kan malu kalo yungsepnya tidak elit apalagi di sini banyak pria-pria tampan nan mempesona," sambungnya mengerutu dan dibarengi senyum manis sembari melirik pria-pria yang berseliweran di depan matanya.

"Iya Ino ada apa?" tanya Alexa.

"Kau ini Len, sempat-sempatnya memikirkan mereka yang belum tentu tertarik dengan mu yang tepos itu," ledek Tarissa dengan tampang datarnya.

"Kau ini Rissa mulutnya," gerutu Callena sebal. "Hah sabar Lena punya teman bermulut tajam tapi minim ekspresi harus dibanyakin sabar," sambungnya sembari mengelus dada dan itu membuat Areta tertawa geli.

"Tidak ada apa-apa aunty, hanya saja Gino mau bilang, penampilan Gino udah perfect kan?" tanyanya pada sang kakak dan para aunty.

Genio yang sudah tau watak sang adik hanya memutar bola matanya malas karena sudah beberapa banyak kata sang adik mengucapkan itu berulang-ulang kali.

Callena memutar bola matanya malas karena lagi lagi sang ponakan mengatakan kata-kata itu lagi-itu lagi sampai membuat ia malas untuk menjawabnya.

Gino yang melihat sang kakak dan aunty Callena memutar bola matanya pun tak terima.

"Kak, aku butuh jawaban mu, bagaimana penampilan ku malam ini, perfect kan?" tanya Ino.

"Hem."

"Iiih aku butuh jawaban bukan jawaban hem, hem, hem mu itu bosen tau," ucap Ino sebal.

Genio tak menaggapi karena sudah terlalu malas meladeni kenarsisan sang adik, lalu ia tinggal masuk ke dalam begitupun Callena tak menghiraukan teriakan Gino yang memintanya berkomentar ia justru menyusul Genio.

Gino yang merasa dicuekin jadi sebal jadinya wajahnya yang lagi cemberut membuat orang-orang di sekitar gemas padanya termasuk Tarissa yang ingin sekali menggigit pipi chubbynya pada akhirnya pipi itu jadi sasaran cubitan Tarissa.

"Awww,anty Risaaaa. Sakit tau!" seru Gino yang kaget tiba tiba pipinya dicubit, wajah yang tadinya cemberut semakin bertambah cemberut ditambah mata berwarna hijau hazel itu hampir meneteskan air matanya, tetapi air mata itu tidak jadi keluar karena perkataan Areta.

"Gino udah perfect ko, gak cuman itu Ino terlihat tampan dan keren," puji Areta

Tarissa hanya memberikan tanda dua jempol dengan muka andalannya muka datar. Dan membuat Gino merasa hatinya senang lagi.

"Ya sudah kita sekarang masuk dan susul mereka berdua," sambung Areta seraya mengandeng tangan Gino.

♤♡◇♧

1
Agustina Amy
lanjut kak tambah seru aj ceritany
Agustina Amy
percaya diri bngt tuch si bella...blom tahu dy siapa ansel
Agustina Amy
Lanjut kak tambah seru ceritanya
fatmawati (pipit)
mungkin gk ya shica hamil muda
Farida Irwanq: mereka kayaknya belum,menjalankan malam pertama setelah menikah.
total 1 replies
Glastor Roy
update ya torku yg baik hati
Glastor Roy
torku update ya
Farida Irwanq
Terimakasih kak thor.. semoga anaknya cepet sembuh.
Farida Irwanq
Di tunggu bab selanjutnya kak thor. nanggung nih.. apa kah itu mama nya yasicha
Farida Irwanq
di tunggu bab selanjutnya kak thor🙏
Farida Irwanq
semangat up kak thor di tunggu bab selanjutnya. terimakasih banyak🙏
Farida Irwanq
Semangat up nya kak thor. trimakasih🙏
Farida Irwanq
makasih kak thor. selalu menunggu
Agustina Amy
sllu d' tunggu updatenya Thor...jng lama" ya
Farida Irwanq
di tunggu bab selanjutnya kak thor,trimakasih🙏
Agustina Amy
Jujur Thor aq kasihan sma leo... bikin bs melarikan dri aj Thor Leony...biar logan g' makin dendam yg akhirnya merugikan dri logan sndri
Farida Irwanq
Di tunggu bab selanjutnya kak thor
Farida Irwanq
Di tunggu bab selanjutnya kak thor trimakasih banyak🙏
Glastor Roy
makasih torku update ya
Farida Irwanq
up lgai kak thor
reza indrayana
ai kembal sudah kenal ternyata dengan sang opa.. 🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!