NovelToon NovelToon
Belum Siap Hijrah

Belum Siap Hijrah

Status: tamat
Genre:Teen / Cintamanis / Obsesi / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Pernikahan Kilat / Nikahmuda / Chicklit / Tamat
Popularitas:135.4k
Nilai: 5
Nama Author: shakila kanza

"Jangan paksa Humaira Mi... Aku itu Humaira, Humaira bukan Kak Asyifa yang bisa tahan menutup diri pakai jilbab."

Seluruh keluarganya selalu memaksanya menjadi seperti kakaknya yang muslimah namun Humaira merasa belum siap dan sikapnya tidak pantas untuk di jilbapin.

Dunia Humaira yang damai berubah 180 derajat setelah bertemu Bang Ashraf, lelaki yang membuat semua orang salah paham terhadapnya hingga mengikat keduanya di ikatan pernikahan.

Akankah Humaira menemukan cintanya dan bisa bahagia????

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shakila kanza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mual yang berbeda

"Masya Allah... Luar biasa mienya bisa bagus gini ya yang... seperti di bungkusnya... Ternyata makin hari, istri Abang makin pinter masaknya... Walau tiap hari makan Mi rebus... Apa sudah kriting tidak makin kriting usus kita Sayang..." Kata Bang Ashraf di selingi tawa, karena sudah sejak satu Minggu setelah telur gosong itu, Humaira masak Mi rebus setiap hari.

Humaira bukanya tersinggung justru tertawa terbahak, " Yah dari pada masak yang lain udah pasti gagalnya Bang..." Kata Humaira sembari memakan mienya.

Setelah selesai makan Humaira membereskan mejanya lalu mencucinya di wastafel, mungkin benar kata Abi waktu itu, dengan begini dirinya bisa semakin mandiri dan lebih baik, Humaira sudah berdamai dengan keadaan, toh Bang Ashraf orangnya pengertian dan nyaman di ajak bekerjasama.

"Nanti Abang pulang malam... Ada lembur di luar kantor... Abang cek ke lapangan... Kamu jangan masak Mie lagi ya... Biar Abang beli di luar nanti... Kamu mau apa Yang??" Tanya Bang Ashraf sembari memakai dasinya, membuat dirinya terlihat dewasa dan lebih keren di mata Humaira. Apa lagi rambut berwarnanya itu semenjak masuk kantor sudah menghitam jadi terlihat lebih ganteng dan gagah kontras dengan warna kulitnya yang cerah.

"Selama ini kita kan hemat terus Bang... Boleh gak sih sekali-kali makan enak gitu... Kan besok Abang udah gajian..." Kata Humaira melas, membuat Bang Ashraf tertawa.

"Yang nyuruh kamu masak hemat siapa sih Yang... tiap hari makan enak juga boleh kok... Kan udah Abang kasih uang belanjanya... Kurang???" Tanya Bang Ashraf.

" Humay tabung sebagian Bang... Buat acara resepsi Kita nanti..." Kata Humaira dengan polosnya.

"Uang yang di kamu itu uang jajan sama uang makan kita aja Yang... Masalah itu udah Abang sisihkan... Tenang..." Kata Bang Ashraf sembari merapikan berkas untuk di bawanya.

"Serius Bang??? Emang gaji Abang di kantor berapa sih???" Humaira penasaran.

"Rahasia... Yang penting halal... Udah Abang pamit..." Bang Ashraf memberikan tangannya, Humaira pun tanggap dan mencium tangan suaminya itu.

Cup

"Buat semangati Abang seharian biar makin semangat nyari duitnya..." Kata Bang Ashraf setelah melabuhkan kecupan singkat di bibir Humaira tanpa rasa bersalahnya.

Humaira masih tetap terkejut selalu berdisko detak jantungnya, setiap kali ada sentuhan dari Bang Ashraf terhadap dirinya, pipinya pun merona. " Bang... Hati-hati..." Humaira berkata pelan namun sampai di telinga Bang Ashraf.

"Siappp... Assalamualaikum Sayang..." Kata Bang Ashraf sambil keluar pintu rumah di susul Humaira di belakangnya.

"Wa'alaikum salam Bang..."

Humaira kembali ke dalam setelah memastikan suaminya sudah keluar dari halaman rumah dengan motornya. Humaira pun masuk dan bersiap-siap menuju kampus ada jam pagi hari ini. Humaira memakai celana dengan kantong banyak kemudian baju panjang di susul jaket. Humaira mengaca lalu teringat kata-kata Bang Ashraf. "Masya Allah cantik sekali istri Abang... Coba saja seandainya kecantikan ini hanya Abang yang bisa melihat dan menikmati... "

Humaira mengikat rambutnya lalu di sembunyikan di balik jaketnya lalu di naikan tudung jaketnya. Namun lagi-lagi ada keraguan pada dirinya, untuk apa dirinya menyembunyikan rambutnya seperti ini, padahal dirinya juga tidak berhijab, seperti suatu hal yang sia-sia, usahanya menyembunyikan rambutnya pada kenyataanya lehernya dan telinganya juga nampak. Apa iya dirinya harus berhijab, Humaira semakin ragu namun kembali dirinya menoleh pada sikap dirinya yang masih jauh dari kata shalih, ya udah lah gini dulu aja, pikirnya lagi. Setelah siap pun dirinya memakai motor Lanang miliknya tak lupa helem full face, tidak akan ada yang menyangka jika dirinya seorang perempuan jika sudah seperti ini.

***

Di kampus.

Humaira mengikuti mata kuliah pagi seperti biasa, setelah kelar dirinya gabung dengan teman-teman seperti biasanya di kantin.

"Mie goreng yuk... " Kata Hilda mengajak yang lain.

"Gue pengen nasi sama ayam goreng balado aja deh..." Sahut Humaira sambil menelan ludahnya, perutnya terasa lapar mi kuah tadi pagi tidak cukup membuatnya kenyang.

"Tumben... Biasanya Mie Ayam...Atau Mie apa gitu jam segini..." Sahut Hany kepo.

"Udah satu Minggu ini aku makan mie sehari 3 kali... Lihat bentuknya aku udah kenyang..." Jawab Humaira sembari menopang dagunya, tentu saja jawaban Humaira membuat Teman-teman tertawa berjamaah.

"Elo ngapain makan mie udah kaya minum obat sih?? Haa??? Bang Ashraf gak jadi duit???" Tanya Hendy sambil geleng-geleng kepala.

"Kasih... Tapi akunya yang gak bisa masak... Masakan Andalanku ya cuma itu..." Jawab Humaira santai.

"Astaghfirullah.... untung bukan aku suami Humay... ini perutku yang besar bisa makin melar.... Hahaha " Kata Hanan yang paling gendut sambil mengelus perutnya sendiri.

Tentu saja yang lain ikutan ketawa, sementara Humaira makin kesal jadi bahan ledekan teman-temannya. Pesanan mereka datang mereka pun makan pesanan masing-masing dengan lahapnya. Setelah selesai makan mereka memutuskan untuk pergi ke perpustakaan mencari bahan untuk presentasi mata kuliah yang tadi sudah di hadapi.

Di lorong Humaira tak sengaja bertemu dengan Dosen Adnan, Dosen Adnan pun menyapa mereka semua dan berjalan mensejajarkan langkahnya dengan Humaira, sengaja mengajak mengobrol sembari jalan.

"Kamu lama banget gak kelihatan Humay kemana???" Tanya Dosen Adnan.

"Di rumah Aja Dos..." Jawab Humaira seperti biasanya.

"Kok udah jarang kelihatan di Stable kuda sih??" Tanya Dosen Adnan lagi penasaran.

"Baru capek aja Dos... Banyak tugas..." Bohong Humaira nyatanya dirinya sibuk mengurus kepindahannya ke rumah baru bersama Bang Ashraf.

"Sayang Sekali... Gak asik gak ada kamu... Yang lain pelatihnya kurang sabar..." Kata Dosen Adnan.

"Kapan-kapan Deh kesana..." Jawab Humaira lalu masuk ke perpustakaan, jujur semenjak status dirinya berubah menjadi istri orang kaya ada malaikat yang selalu mengawasi langkahnya dan gerak geriknya terus membisikkan kata-kata "Ingat!!! Elo punya suami!!!" Humaira bergidik lalu duduk di kursi sembari membaca buku namun naasnya di depannya ada buku yang sepertinya nampak bagus covernya, lalu di bukalah buku itu.

"Soal batasan aurat perempuan menurut Islam. Semua anggota tubuh perempuan adalah aurat, kecuali telapak tangan dan wajah. Dalam Al-Quran dan hadist, Allah akan menimpakan azab pedih kepada siapa saja wanita yang suka memamerkan auratnya" Humaira membacanya pelan.

"Namun jika melihat keadaan sekarang, banyak perempuan yang sudah tidak malu lagi memamerkan auratnya di depan umum. Padahal mereka sudah tahu kalau membuka aurat merupakan perbuatan dosa." Lanjut Humaira lagi semakin membuat lidahnya kelu.

"Buat perempuan yang belum mampu hijrah, barang kali membaca artikel ini bisa merubah pikiran kalian. Berikut azab pedih yang akan diberikan kepada perempuan yang suka pamer aurat. Tak hanya di akhirat nanti, di dunia pun azabnya akan segera terasa." Lanjutnya lagi Humaira enggan melanjutkannya tapi penasaran.

"Boro-boro masuk mencium aromanya saja tidak akan bisa... Astaghfirullah... Pantas Umi tiap hari nyuruh aku pakai hijab terus ya... " Humaira mengusap wajahnya kasar, lalu meneruskan membacanya.

"Nabi Muhammad SAW bersabda: Ada dua golongan manusia yang menjadi penghuni neraka, yang sebelumnya aku tidak pernah melihatnya. Yaitu laki-laki yang tangan mereka menggenggam cambuk yang mirip ekor sapi untuk memukuli orang lain dan wanita yang membuka auratnya dan berpakaian tipis dan berlenggak-lenggok. Kepalanya bergoyang-goyang seperti punuk unta. Mereka tidak akan bisa masuk surga dan mencium baunya. Padahal bau surga dapat tercium dari jarak sekian.(HR. Muslim)." Lanjut Humaira makin di buat penasaran, baru kali ini dirinya terketuk untuk baca buku demikian.

"Wanita yang sepanjang hidupnya tidak pernah menutup auratnya, maka dia tidak akan bisa masuk surga. Boro-boro masuk surga, mencium baunya saja tidak akan bisa. Padahal bau surga itu bisa tercium dari jarak yang sangat jauh. Jika dijelaskan lebih rinci lagi, kalau perempuan yang tidak pernah bertobat dan selalu mengumbar auratnya, dia akan kekal dalam neraka." Lanjutnya lagi kemudian wajah Humaira mendadak pucat pasi.

"Meski seorang wanita rajin sholat, tapi selalu mengumbar auratnya di depan banyak orang, maka sholatnya tidak akan diterima. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: Tidak diterima sholat seorang perempuan yang sudah haid (baligh) kecuali dengan memakai khimar (kerudung). (Mutafaqun ‘Alaih)." Humaira masih mencoba melanjutkan membacanya meski keringat dingin timbul di kulitnya.

"Jika sholat tidak diterima, maka amalan lainnya juga ikut hangus. Kelak di akhirat nanti, wanita yang tidak pernah menutupi auratnya akan menangis histeris karena melihat semua amalnya hangus... Astaghfirullah..." Humaira mengusap wajahnya lalu menundukkan kepalanya membuat teman-teman saling senggol penasaran.

Humaira sudah tidak sanggup membaca lagi, namun hatinya ingin melihat lebih hingga matanya membaca potongan hadis di lembar berikutnya.

"Sayidina Ali ra menceritakan suatu ketika melihat Rasulullah menangis manakala ia datang bersama Fatimah. Lalu keduanya bertanya mengapa Rasul menangis. Beliau menjawab, "Pada malam aku di-isra'-kan, aku melihat perempuan-perempuan yang sedang disiksa dengan berbagai siksaan."

"Itulah sebabnya mengapa aku menangis. Karena, menyaksikan mereka yang sangat berat dan mengerikan siksanya. Putri Rasulullah kemudian menanyakan apa yang dilihat ayahandanya. Aku lihat ada perempuan digantung rambutnya, otaknya mendidih. Aku lihat perempuan digantung lidahnya, tangannya diikat ke belakang dan timah cair dituangkan ke dalam tengkoraknya. Aku lihat perempuan tergantung kedua kakinya dengan terikat tangannya sampai ke ubun-ubun nya, diulurkan ular dan kalajengking." Perut Humaira mendadak seperti di kocok ke dada. muak sekali rasanya.

"Dan aku lihat perempuan yang memakan badannya sendiri, di bawahnya dinyalakan api neraka. Serta aku lihat perempuan yang bermuka hitam, memakan tali perutnya sendiri. Aku lihat perempuan yang telinganya pekak dan matanya buta, dimasukkan ke dalam peti yang dibuat dari api neraka, otaknya keluar dari lubang hidung, badannya berbau busuk karena penyakit sopak dan kusta." Humaira sudah tak bisa menahan lagi.

"Hoooeeekkk... " Humaira merasa mual saat membacanya hingga teman-teman panik dan menghampirinya.

"Elo hamil Humay ???" Bisik Hilda pelan membuat kesadaran Humaira kembali.

"Kagak... Ih... Apaan sih... Mual baca buku ini... Serem...!!!" Kata Humaira sambil bergidik sambil menahan perutnya yang terasa di aduk-aduk.

"Fatimah Az-Zahra kemudian menanyakan mengapa mereka disiksa seperti itu? Rasulullah menjawab, Wahai putriku, adapun mereka yang tergantung rambutnya hingga otaknya mendidih adalah wanita yang tidak menutup rambutnya sehingga terlihat oleh laki-laki yang bukan muhrimnya." Lanjut Humaira membaca lagi.

"Sumpah... Berat jadi perempuan ternyata... Bisa gak sih request tuker jadi laki...." Keluh Humaira sambil memijat keningnya yang terasa pusing.

"Astaghfirullah.... Gila kamu... Kamu mau transgender???" sambung Hany sambil menepuk keras bahu Humaira.

"Hiiiih amit-amit... Elo makin kesini makin miring deh..." Hilda bergidik ngeri.

"Kagak peak... Emang aku gila..." Kata Humaira lalu menutup buku yang sudah membuat bulu kuduknya merinding itu.

***

Author capek ngetiknya, kasih hadiah dong....😁

1
apajalah
👏🍂🌾🍂🌾🍁🍁🍂🌾🌾🍂🍂🌵
apajalah
🌵🍁🍂🌾👍🍁🍂🌾
tri susanti
lanjut thor
tri susanti
😄😄... lanjut
tri susanti
lanjut
Rusie Abdullah Ibu Kidorin
parah dosennya
Rusie Abdullah Ibu Kidorin
ngamuk ddk bang
Rusie Abdullah Ibu Kidorin
pingin di nikah paksa 🤣🤣🤣
Rusie Abdullah Ibu Kidorin
gatot
Rusie Abdullah Ibu Kidorin
berantem dah...
dosen kok sumbu pendek..
Rusie Abdullah Ibu Kidorin
ketahuan deh
Rusie Abdullah Ibu Kidorin
😄😄😄😄😄😃😃😃😀
Rusie Abdullah Ibu Kidorin
udah berani grape grape istri tercinta..
Rusie Abdullah Ibu Kidorin
sat set set...
Rusie Abdullah Ibu Kidorin
wah .... gercep bang ash
Rusie Abdullah Ibu Kidorin
paket komplikasi babang aahraf
Rusie Abdullah Ibu Kidorin
🤣🤣🤣🤣🤣🤗🤗🤗👍👍
menantu kocak...
Rusie Abdullah Ibu Kidorin
itu suara menantunya abi umi
Rusie Abdullah Ibu Kidorin
duduh babang panas dingin yee
Rusie Abdullah Ibu Kidorin
damai, adem, menyegarkan bang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!