NovelToon NovelToon
SCARLET

SCARLET

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Pernikahan Kilat / CEO / Romantis / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:333.3k
Nilai: 5
Nama Author: Meta Janush

Untuk membalaskan dendam dan menemukan kebenaran atas pencobaan pembunuhan yang menimpanya, Scarlet berpura-pura menjadi wanita bodoh dengan IQ rendah dan menikah dengan keluarga Fergus sebagai nyonya muda. Scarlet dan Darius Fergus menikah karena perjodohan. Yang berarti tidak ada cinta di antara mereka.
Saat Darius melihat Scarlet yang bodoh dan memiliki keterbelakangan mental, dia sangat marah hingga dia meminta cerai! Dia adalah seorang pebisnis yang jenius. Bagaimana mungkin dia bisa memiliki orang bodoh untuk menjadi istrinya? Tapi yang Darius tidak tahu adalah bahwa bakat Scarlet berada jauh di atasnya, Scarlet termasuk seorang dokter jenius, pianis, investor, peretas handal...
Tapi apa yang bisa wanita itu lakukan jauh di luar imajinasinya. Selama mereka menikah, Darius pun perlahan-lahan mulai menemukan wajah asli di balik topeng "istrinya" ...
Akankah seorang Darius Fergus akan jatuh cinta pada istrinya? Atau dia akan tetap bersama Cindy kekasihnya yang ternyata adalah sauda

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meta Janush, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26. BERBAHAYA

Tak berapa lama seorang anak buah Darius datang membawakan paperbag berisi pakaian. Darius mengganti pakaiannya dan melirik kearah Scarlet yang menggeliatkan tubuh.

Pria itu duduk disofa seraya menyulut rokok, dengan tatapan mata yang tak lepas dari wanita yang terbaring diatas ranjang. Pikiran Darius berkecamuk memikirkan apa yang dia lakukan pada wanita itu semalam.

'Kenapa wanita bodoh itu bisa berada disana? Kalau aku tidak salah, dia berkelahi dengan para pengawal itu! Apa sebenarnya tujuan wanita ini masuk kekeluarga Fergus?' Darius mencoba menebak-nebak.

'Apa wanita bodoh ini yang merencanakan semuanya? Tidak mungkin! Tapi dia sudah menyelamatkanku semalam.' bisik hati Darius seraya bangkit dan meletakkan puntung rokoknya diasbak.

Dia berjalan kearah ranjang sambil menatap tajam Scarlet yang sudah bangun dan sedang berusaha untuk duduk. Sudut bibir pria itu menampakkan seringai yang sulit diartikan.

"Ahhhh....." pekik Scarlet menahan rasa kaget. 'Kenapa aku masih ada disini? Ah....mungkin aku ketiduran tadi. Ck.....seharusnya aku keluar sebelum Darius bangun.'

Saat dia tenggelam dalam pikirannya, dia merasakan ada seseorang yang menatapnya tajam. Dia menoleh dan tersentak kaget melihat Darius berdiri disamping tempat tidur dengan tatapan tajam.

'Aduh.....apa dia mengetahui penyamaranku? Hhhhahhh....tidak.....tidak....." Scarlet langsung memasang wajah polos dan menyedihkan.

"Huaaaaaa.........sayang, tubuhku sakit sekali!" airmatanya mengalir dan dia terlihat sangat menyedihkan. Rambutnya berantakan dan selimut yang tadinya menutupi tubuhnya tersingkap.

Seolah-olah dia tidak tahu apa yang terjadi. Melihat wanita itu menangis histeris, Darius mengerutkan kedua alisnya sembari memperhatikan Scarlet.

Melihat Scarlet menangis memilukan, Darius merasa hatinya sakit dan merasa bersalah. Dia yang membuat wanita itu kesakitan semalam. Dia pasti telah memperlakukannya kasar semalam.

Darius yang tidak ingat apa-apa malah berpikir jika dia sudah melakukannya pada Scarlet makanya wanita itu menangis histeris dan mengatakan kalau tubuhnya sakit.

Tanpa banyak berkata-kata Darius mengangkat tubuh Scarlet dan membawanya ke kamar mandi. Scarlet membeku saat menyadari tubuhnya tidak memakai apapun.

Wajahnya memerah, dia langsung membenamkan wajahnya didada pria itu dengan senyum menyeringai. 'Kau berhutang nyawa padaku! Bukan itu saja, tapiaku sudah membuatmu merasa bersalah karena kau berpikir kau telah menodaiku.'

'Tidak apa-apa aku harus terus bermain! Setidaknya, kau berhutang besar sekarang! Dengan begitu aku semakin mudah untuk menjalankan rencanaku dengan menggunakan kekuasaan keluarga Fergus.' gumam hatinya.

"Kenapa kau tidak mau turun? Tubuhmu bau sekali! Mandilah." ujar Darius dengan suara dingin saat dia hendak meletakkan tubuh Scarlet di bak mandi.

Tapi tangan wanita itu memeluk erat leher Darius seakan enggan melepaskan diri. Darius mengutuki dirinya dan wanita itu saat dia merasakan tubuhnya kembali bereaksi.

Dia melihat Scarlet yang polos tanpa sehelai benang pun. Pengaruh obat perangsang itu belum hilang sepenuhnya, tak ingin menyakiti Scarlet lagi dia pun meletakkan tubuh wanita itu di bak mandi dan menyalakan air.

"Mandilah! Pakaianmu ada di kamar." ucapnya seraya melangkah keluar kamar mandi.

"Sayang......huaaaaa......aku takut! Jangan tinggalkan aku!" Scarlet kembali menangis seraya memasang ekspresi wajah kesakitan.

Darius membalikkan tubuh dan melihat wanita itu yang terlihat seperti menahan rasa sakit. Dia kembali merasa bersalah. Darius menaikkan lengan bajunya sambil berjalan menghampiri Scarlet.

Tepat pukul sepuluh pagi, Miller menelepon Darius. "Tuan, pria yang menjebakmu tadi malam sudah ditangkap. Kami mengurungnya di gudang. Kapan Tuan datang kesini?"

"Apa kau yang menangkapnya semalam?" tanya Darius dengan dahi berkerut.

"Uhmmm....bukan! Wanita itu yang menangkapnya. Tu---Tuan.....sepertinya Nona Scarlet sangat aneh!"

"Aneh? Maksudmu?" Darius balik bertanya.

"Bukankah Nona Scarlet itu bo---" Miller tidak melanjutkan perkataannya karena takut salah bicara dan membuat Darius marah.

"Apa yang mau kau katakan?" suara Darius terdengar marah. Memang istrinya itu bodoh tapi entah mengapa dia tidak suka saat orang lain mengatai istrinya seperti itu.

"Bukankah wanita semalam adalah Nyonya Scarlet?" tanya Miller sedikit ragu.

"Diam! Tutup mulutmu dan jangan mengatakan apa-apa lagi!"

Miller pun terdiam dan merasa kalau dugaannya benar. Tapi bukankah Nyonya Scarlet itu orang bodoh? Tapi kenapa terlihat berbeda dengan wanita semalam? Wajahnya sangat mirip, pikirnya.

Tapi setelah mendengar perkataan Darius yang marah, Miller pun yakin jika wanita itu adalah istri bosnya. Dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal. 'Bukankah Nyonya itu bodoh? Aihhhh aku jadi pusing memikirkannya.'

Darius memutuskan sambungan telepon. Saat dia berbalik, dia terkejut melihat Scarlet yang mengganti pakaiannya dengan tenang sembari membelakanginya.

Darius menelan salivanya menatap punggung mulus istrinya. Ingatan-ingatan semalam kembali memenuhi kepalanya dan tubuhnya bereaksi. Darius menggelengkan kepala dan menatap Scarlet yang berusaha mengancing pakaiannya tapi agak kesulitan.

Dia pun berjalan mendekat dan menaikkn kancing baju Scarlet. Karena posisi mereka membuat Darius tidak bisa melihat senyum diwajah istrinya.

Scarlet berbalik dan langsung memeluk Darius membuat pria itu menegang. "Sayang........terima kasih! Sayang baik sekali! Ayo kita ke bawah, aku lapar."

Darius mengerutkan alisnya menatap wanita itu. Dia mencoba membaca ekspresi wajah Scarlet namun yang dia lihat hanya eskpresi polos dan kosong.

'Dia terlihat bodoh! Tapi semalam......bagaimana bisa dia mengalahkan para pengawal itu?'

Scarlet menarik-narik tangan Darius, dia tahu jika pria itu sedang penasaran dan pasti ingin bertanya tentang kejadian semalam. Sekalipun Darius akan mengetahui penyamarannya tapi Scarlet akan tetap seperti orang bodoh.

Belum waktunya untuk membongkar identitas sebenarnya. Darius pun mengikuti Scarlet turun ke lantai bawah dan duduk di meja makan. Para pelayan yang melihat sepasang suami istri itu berpegangan tangan saat masuk ke ruang makan pun tersenyum.

Diam-diam kepala pelayan mengirimkan pesan pada Hector Fergus. 'Tuan Besar, sepertinya hubungan Tuan Muda dan Nyonya Scarlet mulai membaik. Mungkin tidak lama lagi akan ada kabar baik.'

Sedangkan Darius berjalan meninggalkan ruang makan dengan wajah datar dan dingin seperti biasanya. 'Bagaimana bisa istri bodohku itu mengalahkan para pengawal berbadan besar dan kuat?'

Saat Darius tenggelam dalam lamunan sambil berjalan menuju pintu, tiba-tiba sepasang tangan melingkari lehernya dan memeluknya erat. Scarlet mengusapkan wajahnya ke wajah Darius dan berkata, "Sayang......kenapa kau tidak mengajakku keluar? Kau mau kemana?"

Menatap wajah polos itu, Darius pun melembutkan suaranya, "Aku ada urusan sebentar. Beristirahatlah dikamarmu dan jangan kemana-mana!"

Mendengar itu Scarlet menatapnya dengan tak senang. "Hmmmm ini akhir pekan! Aku sakit, sayang harus menjagaku dirumah."

"Katakan, apa sebenarnya maumu?" Darius balas bertanya.

Bagi Darius, wanita itu polos dan sederhana. Dia yakin tidak akan meminta sesuatu yang berlebihan. Dia berpikir akan membelikan hadiah untuk Scarlet sebagai permintaan maaf atas kejadian semalam.

Tapi, sepertinya Scarlet tidak berkeinginan untuk melepaskan Darius. Mengingat apa yang dilakukan pria itu padanya sepanjang malam, Scarlet berpikir untuk membuat Darius bertanggung jawab dengan merawat dan menjaganya dirumah.

"Sayang, kau berjanji akan menjagaku! Kau juga berjanji akan mengajakku ke taman hiburan. Apa kau akan ingkar janji? Kau tidak bekerja bukan? Apa kau tidak berniat menjaga dan merawatku? Tubuhku sakit sekali."

Scarlet memasang wajah sedih dan matanya mulai memerah. Darius menghela napas, padahal dia benar-benar ingin pergi keluar sebentar tapi wanita ini terlihat sedih dan kesakitan. Dia pun merasa kasihan dan bersalah.

"Hari ini? Bisakah kau menungguku dirumah sebentar saja? Ada hal penting yang harus kuurus sebentar."

"Hmm.....berapa lama?" tanya Scarlet.

"Satu jam, dua jam!" jawab Darius memastikan. 'Aku tidak butuh waktu lama, bukan?' pikirnya.

"Sayang, aku mau ikut denganmu ya?"

"Tidak bisa! Kau sakit, istirahatlah dikamar. Aku hanya pergi selama dua jam dan segera pulang." ujar Darius melepaskan tangan Scarlet. 'Aku tidak bisa berlama-lama didekatnya. Wanita ini berbahaya sekali.' gumam hatinya.

1
Sifra Sitorus
lanjut dong thor
Regina Putry
Luar biasa
Ajeng Sri Pramudya
sudah lama blm di lanjut juga thor..
kapan di lanjut lagi thor...
masih misterius asal usul scarlet
lanjut thor up lg... 👍🏻🔥🔥
Nikma: Permisi kakak Author ..

Halo kak reader, kalau berkenan boleh mampir novel aku juga ya 'Kesayangan Tuan Sempurna' ..
Terima kasih😊🙏
total 1 replies
Nurhayati
🤣🤣kerjain trz Darius na Scarlett biar die nanti tambah klep-klep dh ma kamYu Scar...
Nurhayati
😂😂😂LuCu DariUS
Indira Ira
Luar biasa
Nur Hayati
kenapa Darius plin plan ,kalau dia suka sama istriny/Drool/
Shakri Aziz
Luar biasa
Junairiah 07
hahaahaaaaaa....
ini cerita banget2...
lanjut thorrrr....
hahahaaaaaaaa.
atit piyut atu thurrrr.......
eRni CuTe
kak othor sebelum bikin cerita lanjutan ada baiknya membaca seri sebelumnya, ini ceritanya bagaimana latarnya berpindah2 gak jelas, orang diclub tiba2 dirumah. 25 dan 26 bikin orang bertanya2 coba cek lagi,,ada yang aneh dari ceritanya.
Dearest
alurnya membingungkan masa scarlet gak dikasih tau sdhKeluarDariRuanganItuAtauBelumTau2DahNyelametinDariusAja
Yudith Nuke Rosmawati
jgn terlalu ber?-tele2/mbulet
Samsiyah Samsiyah
up thor
Keyraaleyababy Keyraaleya
kata orang bodoh baca novel kyk gini.
Solia MR.MyRosell
up
Ajeng Sri Pramudya
setelah merenggang nyawa kenapa scarlet blm juga berhenti berpura2?
mening jujur aja sama darius supaya bisa memecahkan misteri bersama-sama
😁
Yudith Nuke Rosmawati
kok ber-tele2
Ririn Santi
kukira hubungan Darius dan scarlet akan mengalami kemajuan setelah melalui proses perenungan selama 3 bulan ttg arti keberadaan pasangannya, tp rupanya jalan di tempat wae
Ririn Santi
ya ampun stone ,Lo mau daftar kawin atau malak petugas sih CK..CK..CK.../Chuckle/
Ririn Santi
miller dan stone pasangan absurd
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!