Novel System dengan kearifan lokal
Genre: Super System, drama, romance, persahabatan, komedi.
System model apaan ini?
Layar kosong tidak ada misi ataupun hadiah pemula.
Tidak ada poin atau mall untuk membeli barang.
17 tahun Eno menunggu sampai system hidup bahagianya aktif tapi yang dia dapati hanya System yang error.
Cuma lampu bercahaya biru yang kedap-kedip di layar dan sudah tidak ada apa-apa lagi.
Eno yang sempat Jumawa dengan membuat list perusahan mana yang akan dia akuisisi, dengan Sistem nya yang Error list itu berubah menjadi list belanjaan ibunya.
Eno dari jumawa berbuah menjadi merana.
Tapi apa benar System Eno error?
Pertanyaan itu hanya bisa kalian jawab setelah membaca novel ini.
Novel System dengan komedi khas dari Penulis Amatir (Kalau kalian sudah baca preman campus pasti sudah mengerti)
Novel System dengan bumbu komedi romantis, persahabatan dan keluarga.
Note: Edan up tiap hari!! 🔥 🔥 🔥
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon penulis amatir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SYSTEM ERROR MEMBERI HADIAH LAGI
Ternyata ini betina datang dan sok akrab sama gua hanya karena ingin melihat kartu nama Marchel Harsono?
Baru kali ini Eno berinteraksi dengan salah satu kecantikan selain Leona, di mata Eno Naomi walau imut tapi juga menakutkan dan gadis itu terlihat memakai topeng untuk menutupi sifat aslinya.
Agar Naomi cepat pergi tidak ada salahnya dia menunjukkan kartu nama Marchel Harsono, toh itu hanya kartu nama kan?
Eno merogoh saku celananya dan mengambil kartu nama itu.
"Ini silahkan kalau mau lihat". Eno menyodorkan kartu nama ke depan, tepat di depan Naomi yang langsung menyambarnya dengan cepat.
Siswa lainnya yang juga penasaran juga ikut mendekat untuk melihat kartu nama Marchel Harsono.
Naomi memegang kartu nama Marchel Harsono dan dia tersenyum lebar dengan mata yang berbinar seolah-olah dia tau akan masa depan yang begitu cerah dan tidak akan membiarkan siapapun merebutnya.
Kartu nama Marchel Harsono terlihat berbeda dari yang lain dan itu terlihat sangat mewah dan elegan.
Naomi memegang erat kartu nama Marchel Harsono karena kartu nama inilah dia datang kemari.
Leona yang dari tadi mengamati Naomi tau pasti wanita itu sedang merencanakan sesuatu, "Kamu sudah lihat kan sekarang kembalikan ke Eno kartu nama itu". Leona memberi perintah dan ingin memastikan tebakan dalam pikirannya.
"Leona-chan selalu ikut campur urusan orang lain itu gak baik lho, Eno-kun saja tidak keberatan". Naomi menyindir.
Leona terdiam dan omongan Naomi itu memang benar, Eno yang dia liat cukup santai membiarkan wanita itu memegang kartu nama yang sangat berharga miliknya.
"Ngomong-ngomong Eno kun?". Naomi berucap genit maju satu langkah lebih dekat ke Eno dan kali ini Leona tidak menghalangi.
Mau apa lagi ini cewe? Kenapa perasaan gua jadi enggak enak gini? Eno bicara dalam hati dan ada sesuatu yang salah saat dia melihat Naomi yang melepas 2 kancing seragamnya bagian atasnya.
"Ya ampun di sini panas banget ya Eno-kun?". Naomi memperlihatkan sesuatu yang terbungkus BH kepada Eno dan dia membuat kartu nama kecil yang dia pegang menjadi kipas.
Astagfirullah! Eno langsung beristighfar dalam hati tapi kedua matanya entah kenapa tidak mau berpaling dari tempat terlarang yang seharusnya tidak dia lihat itu.
Ujang yang ada di dekat Eno juga melihat walau tidak sejelas Eno yang ada tepat di depannya.
Ujang menelan ludah kasar dan untuk sesaat dia lupa akan semua hal, karena di otaknya sudah di dominasi dengan BH berwarna pink beserta isinya.
Leona tau Naomi gila tapi dia tidak menyangka wanita ini akan segila itu, dasar wanita murahan! Leona menggeram dalam hati.
Eno kenapa kamu juga malah diam saja, apa kamu suka dengan hal seperti itu? Leona bertanya dalam diam dan melihat Eno yang tidak kedip.
Semua siswa yang hadir pun terkejut plus tercengang saat ini, sebagian dari mereka masih dengan antusias merekam.
Naomi tersenyum tipis melihat Eno yang terpaku dan diam saja melihat sebagian asetnya.
"Memang ya cuaca saat ini panas bangat Eno-kun dan kartu nama ini sepertinya bagus untuk kipas, boleh ya ini buat Naomi". Naomi bicara pelan sambil terus mengibaskan kartu nama Marchel Harsono untuk mengipasi dadanya.
Suasana seketika membeku semua siswa yang semua memperhatikan tindakan tidak senonoh Naomi sekarang teralihkan dengan perkataan dan permintaannya.
Cuma Ujang dan Eno saja saat ini yang masih terdiam bak patung Pancoran.
Ujang tidak berkedip sama sekali saat ini dan matanya lebih fokus menatap keindahan yang belum pernah dia lihat secara langsung itu, mulutnya dan tenggorokannya juga sudah kering karena dari tadi terus-menerus menelan ludah.
Sementara Eno saat ini sudah seperti cangkang kosong yang tidak bernyawa linglung dan bertanya dalam hati, aku ada dimana saat ini? dengan matanya yang masih satu garis lurus dengan benda bulat tapi bukan tekad yang terbungkus BH pink milik Naomi.
(Ding: kotak hadiah telah dikirim ke tas system, apakah host ingin membukanya sekarang?)
Kesadaran Eno langsung kembali saat ini karena tiba-tiba dia mendengar suara System errornya yang memberikan hadiah saat dia tidak melakukan misi apapun.
"Eno-kun? Boleh kan kartu nama ini buat Naomi?". Naomi semakin berani karena melihat Eno hanya diam saja.
"Buka". Ucap Eno pelan tapi di dengar oleh semua orang termasuk Ujang, Leona dan Naomi itu sendiri.
Ujang terkejut mendengar ucapan Eno dan dalam hati dia bicara, Enggak gua sangka loe sekeren dan seberani ini No.
Eno kenapa kamu malah minta seperti itu? Leona terkejut bertanya dalam diam.
Semua orang yang hadir dan merekam saat ini segera melebarkan matanya melihat Naomi.
Naomi tersenyum kecil melihat Eno yang masih memandang dadanya dan mengucapkan buka, Naomi mengangguk kecil dan segera satu kancing seragamnya dia buka lagi.
Semua orang telah salah paham saat ini, buka yang di sebutkan Eno bukan di tujukan untuk Naomi tapi kepada System errornya, buka untuk membuka hadiah.
(Ding: selamat host telah membuka kotak hadiah dan mendapatkan kemampuan spesial mata x ray)
(Mata X Ray : Kemampuan mata spesial yang sangat di impikan seluruh pria di dunia dan hanya host lah yang pantas untuk memilikinya, aktifkan Maya X Ray untuk memenuhi keingintahuan dan rasa penasaran host)
Kedua mata Eno terbelalak setelah mendengar deskripsi dari hadiah yang dia dapat.
Keingintahuan dan rasa penasaran tentang apa System Error?! Kenapa loe kasih hadiah gua kemampuan mata yang bisa tuntun gua ke neraka ini?! Eno berteriak kesal dalam hati dan ekspresi wajahnya langsung berubah kesal.
Dan sekali lagi semua orang salah paham melihat ekspresi wajah Eno.
Apa Eno masih belum puas melihat apa dia ingin lebih? Itulah pertanyaan yang ada di otak semua orang melihat ekspresi kesal di wajah Eno.
No mulai sekarang gua akan panggil loe sepuh, Ujang tidak mengira Eno punya sisi brutal juga.
"Ara-ara Eno-kun nakal". Naomi tersenyum genit demi kartu nama Marchel Harsono dia rela melakukan apa saja.
Gua nakal? Eno merasa ada yang aneh di sekitarnya karena dari tadi dia fokus kepada System.
Sialan! Betina ini mau apa lagi? Eno terkejut saat Naomi ingin membuka 1 kancing baju terakhir di seragamnya, reflek Eno mundur.
"NAOMI CUKUP!". Leona berteriak dan menyambar mengambil kartu nama yang Naomi pegang dan langsung dia lempar kepada Eno dan Eno dengan tangkas menangkap itu.
Naomi geram menatap Leona dengan tajam karena kartu nama yang dia impikan dan pegang erat sudah tidak ada lagi di tangannya.
"Plak!". Sebuah tangan melayang dan menampar pipi mulus Leona dan tangan itu tidak lain tidak bukan adalah milik Naomi.