Si gadis imut yang dicintai banyak orang
Ikuti kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jennie cute, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dua Puluh Enam
"Abel mo mam ini boleh Mommy?" Tanya Abel sembari tangannya menunjuk lava cake yang terlihat menggiurkan itu.
"Boleh sayang" Jawab Aluna.
Abel dengan mata yang berbinar memakan cakek nya.
Viona dan Nathalie terlihat begitu gemas dengan cara makan Abel.
"Duh, bayi aunty lagi makan" Ujar Nathalie.
Abel hanya nyengir lucu. Mulutnya sudah sangat belepotan oleh cokelat. Helena mengambil tissue dari dalam tasnya.
"Makannya jangan sampai belepotan gini sayang" Helena segera membersihkan mulut cucunya.
"Enwak Oma" Jawab Abel lucu.
"Permisi Nyonya, ini ada lima sepatu yang baru launching. Ini masuk ke dalam limited edition" Ujar salah satu karyawan.
"Abel suka sepatunya ngak?" Tanya Helena.
Abel yang sedang minum, langsung melihat ke arah sepatu itu.
"Wah, sepatunya bagus semua. Abel suka banyak banyak" Ujarnya riang.
"Saya ambil semuanya, ukurannya 32" Ujar Helena santai.
Aluna melebarkan matanya mendengar ucapan sang ibu mertua.
"Astaga itu kebanyakan Mom, harganya ngak murah lagi" Ujar Aluna panik.
"Ya ngak apa apa dong, Mommy hanya ingin memberikan yang terbaik untuk cucu perempuan Mommy satu satunya" Ujarnya santai.
"Sudahlah Aluna, kamu minta jet pribadi juga bakalan di beliin sama suami mu. Jadi kalo cuma belanja kayak gini mah kecil bagi Axel" Ujar Viona terkekeh melihat raut panik Aluna.
Aluna menghela nafas. Dia tau suaminya memanglah sangat kaya. Namun masalahnya ini terlalu berlebihan, astaga.
Lihatlah putrinya, ia hanya menatap polos sang oma. Padahal ia sudah menghabiskan ratusan juta hanya untuk membeli sepatu.
"Udah, ayo kita bayar" Ujar Helena berjalan menuju kasir lalu mengeluarkan Blackcard nya.
Setelah itu mereka keluar dari toko sepatu tersebut. Helena menyerahkan paperbag pada para bodyguard untuk diletakkan di mobil mereka.
"Sekarang kita cari tas ya" Ujar Nathalie.
"Ok, aunty" Balas Abel semangat.
Setelah menghabiskan waktu cukup lama untuk berbelanja, mereka melanjutkan untuk makan siang. Masih di mall yang sama Abel menikmati makanannya, tepatnya di sebuah restoran.
"Abel jadi main ke Timezone nya?" Tanya Aluna karena melihat raut mengantuk sang putri.
"Ngak jadi Mommy, Abel mo pulang aja. Abel ngantuk Mommy" Jawabnya.
Abel memang terlihat kelelahan. Bagaimana tidak sedari tadi mereka berkeliling mall. Dan setiap toko mereka datangi. Bahkan menurut Aluna, ibu mertuanya membeli hal hal yang tidak terlalu di perlukan oleh Abel.
Kedua kakak ipar dan mertuanya sangat excited dalam memilihkan barang barang untuk Abel. Tapi Aluna mengerti, selama ini keluarga Davidson hanya memiliki keturunan laki laki. Jadi saat kedatangan Abel wajar saja mereka bersikap berlebihan.
Mobil sudah memasuki pekarangan mansion. Abel, gadis kecil itu sudah terlelap dalam tidurnya akibat kelelahan.
Bodyguard membukakan pintu mobil. Dari arah pintu Nathan datang dan berlari kecil menghampiri mereka.
"Abel kenapa Mom?" Tanya Nathan yang baru saja pulang dari kuliahnya.
"Abel ketiduran Nath" Jawab Aluna.
"Biar Nathan aja yang gendong" Nathan segera menggendong tubuh mungil adiknya dan berjalan menuju lift untuk membawa Abel ke kamarnya.
Sesampainya disana ia membaringkan Abel dengan hati hati.
"Eunghhh" Lenguh Abel.
"Shhh, tidur lagi dek" Ujar Nathan mengusap usap kepala Abel.
Nathan meletakkan guling yang langsung di peluk oleh Abel. Abel memasukkan jempol mungilnya ke dalam mulutnya lalu mengemutnya pelan.
"****, she is so cute" Geram Nathan.
Ayo hjar aja mom,biar tu ulat bulu kapok....udh slah bkannya mkir,mlh msih mau jhatin orng....bkn ksl aja....
sklian lmpar k kndang singa atw k klam buaya....
lnjt kk....gms bgt sm abel..
ksih visual dong....