Kepergiannya 5 tahun lalu membuat kehidupan Deevana hancur berantakan, ia yang terbiasa hidup bebas dan lekat dengan dunia malam di manfaatkan oleh Ayah dan Kakak laki-lakinya. Deeva di paksa menemani para pria hidung belang setiap malam demi menghidupi keluarganya yang jatuh miskin lalu memiliki banyak hutang.
Di tengah rasa lelah dan putus asa ,nyatanya Deeva di jual kepada seorang pengusaha kaya raya.
Dan, betapa terkejutnya gadis malang itu saat tahu jika pria yang membelinya ternyata berondong kecilnya di masa lalu.
Apakah, cinta lama akan bersemi kembali setelah kontrak pernikahan di antara mereka telah ditanda tangani?
Sekuel dari nupel SAGARA ya, belum mampir silahkan baca lapak Ibun dan PanDa dulu, keh 😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nenengsusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 26
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
David, pria dewasa berkulit sedikit hitam itu tersenyum sinis pada sepasang suami istri yang kini ada di depannya. Ia yang berjalan semakin dekat membuat Aga langsung menyembunyikan Deeva di belakang punggungnya.
"Pengantin baru yang serasa dunia milik berdua!" sindir David yang seorang Duda tanpa anak.
"Mau apa kemari?" tanya Aga yang masih tak akan membiarkan pria di depannya itu bebas menatap wanita halalnya.
"Mau apa? memangnya ini rumahmu, hem? apa aku harus izin jika mau datang ke kediaman Pradipta?" tanya balik David sambil tertawa.
Ya, memang benar yang di katakan oleh David, ia tak perlu melakukan itu jika datang ke bangunan mewah tersebut karna ini adalah rumah Daddy mereka.
Tapi, Aga hanya sedikit waspada sebab ia tahu seperti apa David dan keluarganya. Sudah jadi rahasia umum jika ia dan ibunya ingin menjual kediaman Pradipta yang begitu banyak menyimpan kenangan keluarga besar. Jadi, tak salah rasanya jika Kakek Zico sampai mati matian ingin mempertahankannya.
"Lupakan niat burukmu itu! jika kamu masih nekat, akan ku pastikan hidupmu akan habis di penjara!" ancam Aga, ia tahu semua kebusukan dan kejahatan David selama ini, tapi keluarga masih berusaha menutupi agar nama baik Pradipta tak tercoreng.
"Silahkan jika kamu bisa! karna kamu dan keluargamu juga yang akan terkena imbas nya!" ancam balik David yang tawanya kian menggelegar ke seisi lantai bawah.
Aga yang tak ingin kelepasan, langsung bergegas ke kamarnya bersama dengan Deeva, kini ada yang jauh lebih ia khawatirkan saat manusia itu datang.
Cek lek
"Ga, dia siapa?" tanya Deeva saat sudah di kamar mereka.
"Orang gila," jawab Aga sambil membuang napas kasar.
Ia dudukkan Deeva di tepi ranjang untuk bicara banyak hal dengan wanita itu.
"Selama manusia itu disini, kamu tinggal di rumah utama ya, mau kan?"
"Sama kamu?" tanya Deeva dengan perasaan mendadak tak enak.
"Aku gak janji, Sayang. Tapi akan ku usahakan ya. Nanti aku minta Ibun juga disana. Biar aku sama PanDa yang tetap disini," jawab Aga yang dari tatapannya Deeva bisa menangkap betapa jengkelnya bayi gantengnya itu.
Aga yang berkali-kali meminta maaf sambil menciumi tangan istrinya mau tak mau membuat Deeva akhirnya setuju, entah ada apa dengan keluarga Pradipta biarlah ia bertanya setelah Aga sedikit tenang.
.
.
.
"Aga mau bawa Deeva ke rumah utama," ucapnya saat melakukan panggilan telepon dengan PanDa Sagara yang dengan tak tahu dirinya justru sedang enak enaknya berbulan madu.
"Ya udah, bawa aja sana," jawabnya enteng dan itu sangat menyebalkan di telinga sang putra.
"Sama Ibun."
"Eh, enak aja. Ibun gak akan kemana mana," protes pria itu saat sang istri di minta menemani Deeva di rumah utama.
"Yakin, PanDa gak mau ajak Ibun juga kesana?"
"Gak, istrimu aja sana. PanDa gak mau jauh jauh dari Ibun, kan lagi proses bikin bayi baru," jawabnya yang langsung membuat kedua bola mata Aga membulat sempurna.
PanDaaaaaaaaaaaaaa
"Kebiasaan!"
Satu pukulan mendarat sempurna di lengan PanDa Sagara langsung dari tangan sang istri tercinta.
"Apa sih, Bun?" tanya pria itu sambil mengusap area yang sakit.
"Jangan suka ledekin Aga terus, Mas!"
"Ledekin apa? kan emang beneran kita abis bikin Bayi, Ibun lupa? padahal baju aja belum di pake loh," ledek PanDa sambil mencibir.
"Iya, tapi kan gak harus di perjelas, kasian Deeva kalau bayiku ngambek, Mas."
.
.
.
Tinggal di sumpel aja mulutnya juga diem, Bun!!
.
.
Haaaaaaai....
Teteh puwang 🤪.. adakah yang tanen banak"? 😝
Tersesatnya cukup lama juga ya setelah di anggap sebagai butiran debu oleh si Entun marentun 😂..
Gak janji bakal rajin, tapi tetap di usahakan UP Belalang Tupu Tupu karna cuma ini yang tersisa. SyahRaa tetap lanjut disini aja kali ya buat nemenin BayIbun.
Daaaan, untuk si Minul dia mah udah narik koper ke si PaiJ00.. tapi judulnya ganti ya.
PEMBANTU TAJIR TUAN ALDRICH season 2.
Do'ain lancar biar bisa lanjut sampai Ending 😘