Kehidupan Andromeda yang semula datar dan biasanya saja berubah dalam sekejap setelah menyelamatkan seorang gadis remaja bernama Titania yang hendak bunuh diri. Kesalahpahaman akan nasib Titania dan bosan dengan ucapan sang ayah membuat Andromeda menikahinya.
Karena ingin keluar dari kehidupan nya yang menyedihkan membuat Titania menyetujui begitu saja menikah dengan Andra tanpa mengetahui bagaimana sifat, karakter dan kehidupan Andra.
Titania sama sekali tidak mengetahui jika kehidupan Andra penuh bahaya.
seorang gadis remaja berusia 18 tahun menikah dengan seorang pria dewasa berusia 29 tahun. Sanggukah Titania bertahan disisi Andra yang penuh bahaya?? Bisakah Andra menumbuhkan rasa cinta dalam pernikahan nya yang tidak dia sangka???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jangan deket-deket sama Singa Reog
Byuuurrrr
Seketika rambut dan baju seragam Tania basah karena disiram oleh air mineral oleh Siska. Tania yang tengah menunggu Anya di depan perpustakaan dihampiri oleh Siska dan geng nya. Tanpa banyak bicara, Siska langsung menyiram Tania dengan sebotol mineral yang dibawa.
Tentu saja Tania yang sedang duduk terkejut, dan langsung mengibas-ngibaskan seragamnya agar tidak terlalu basah.
"Heh cewek kampung berhenti Lo tebar pesona ke cowok-cowok yang ada disekolah ini. Ini peringatan pertama buat Lo. Mau Lo pake barang-barang baru juga tetep aja Lo itu kampungan dan dekil. Dan gue bakalan buktiin kalo Lo itu jadi simpanan om-om buat dapetin ini semua," ucap Siska sambil melipat kedua tangannya.
"Gue punya salah apa sih sama Lo sehingga Lo selalu buat masalah sama gue ha!!!" hardik Tania, dia sudah muak dengan sikap Siska yang semena-mena kepadanya.
"Sok polos Lo!!! Dari awal keberadaan Lo itu udah salah, Lo itu selalu salah dimata gue?!!! Lo pura-pura sok polos tapi ternyata Lo itu pemain!" Sindir Siska.
Sialnya baju seragam Tania basah di bagian dada membuat nya menerawang sehingga terlihat oleh beberapa siswa yang ada di sekitar sana.
Hap
Dengan gagal Leon datang sebagai pahlawan memberikan jaket miliknya untuk menutupi bagian Tania yang tembus pandang. Hal tersebut membuat siswa yang melihatnya bersorak Sorai. Kedua mata Siska merasa panas saat melihat cowok mostwanted lainnya sengaja melindungi Tania.
"Le-leon Lo apa -apaan sih!!! Ga usah ikut campur!!" seru Siska kepada Leon.
Dia tak terima Leon bersikap baik kepada Tania, apalagi Leo adalah mantan Siska.
"Masalah buat Lo hah? Lagian Lo dari dulu ga pernah berubah, selalu berbuat semau Lo," jawab Leon tak kalah kesal.
Siska menarik ujung bibirnya sedikit.
"Lo sengaja mau bikin gue cemburu ya Leon? Lo pikir gue bakalan balikan sama Lo dengan cara Lo deketin anak kampung ini hah? Ciihhh jangan harap," ucap Siska dengan penuh percaya diri.
Leon dan Siska memang pernah berpacaran, tetapi Siska memutuskan Leon setelah dirinya bosan dan ingin mendekati Gilbert.
Leon menggelengkan kepalanya, tak menyangka akan mendapatkan tuduhan seperti itu.
"Ciihhh, sok kepedean. Najis banget balikan sama cewek yang kelakuannya minus kayak Lo," jawab Leon.
Tak lama Anya keluar dari perpustakaan dan melihat ada keramaian di depannya. Dia juga melihat sahabatnya tengah kebingungan diantara geng Siska dan Leon.
"Ming-giiirrrrr!!!"
Anya meringsek masuk dan melihat kondisi Tania sudah menyedihkan dengan rambut dan seragamnya basah. Pandangan Anya langsung menuju Siska yang sedang berdebat serius dengan Leon.
Anya geram lalu tangannya secepat kilat menyambar rambut Siska yang terkunci dan menariknya dengan kuat
"Heh cucu lampir, beraninya Lo nindas temen gue hah!!! Gue balas apa yang sudah Lo lakuin sama sahabat gue," tegas Anya.
Anya langsung merebut minuman cup yang di pegang oleh salah satu siswa dan menyiramkannya ke tubuh Siska. Seketika rambut dan seragam Siska menjadi kecoklatan dan lengket karena yang disiramkan adalah minuman es coklat.
Tentu saja hal tersebut menimbulkan gelak tawa para siswa terutama Leon, sungguh pemandangan yang menghibur.
"Berani Lo bikin gara-gara lagi sama sahabat gue, Lo bakalan tau akibatnya kayak apa!!!" Ancam Anya.
Siska sangat kesal dan tidak bisa berbuat apa-apa untuk melawan Anya. Tangan Tania di tarik oleh Anya dibawa untuk meninggalkan tempat tersebut. Apalagi setelah melihat ada Leon di sana Anya menjadi kurang nyaman.
Dikejauhan dua orang yang melihat kejadian di depan perpustakaan segera menghubungi dan memberitahu tahu seseorang di balik telepon untuk melaporkan situasi yang baru saja terjadi.
"Gue peringatin sama Lo jangan deket-deket sama cowok tadi, sini jaketnya ga pantes benda ini ada di badan Lo. Bikin bau!!!" ucap Anya sewot.
"Heh..." Tania hanya pasrah saat jaket tersebut di ambil oleh Anya dan diganti dengan jaket milik Anya.
Anya mengeluarkan sisir yang ada di tas dan merapihkan rambut sahabatnya yang sudah mulai mengering. Dia memastikan penampilan Tania sudah lebih baik dan tidak akan di curigai oleh Andromeda.
"Dah cantik!!! Inget pesen gue ya, jangan deket-deket sama Singa Reog itu. Dia biang masalah!" Anya memberikan Tania peringatan.
"Singa Reog???" Tania tak paham siapa yang dimaksud oleh Anya.
Anya menepuk jidatnya sedikit keras, dia lupa sahabatnya ini tidak terlalu mengenal siswa-siswi disekolahnya
"Aaahhh itu cowok yang ngasih lo jaket ini. Dia namanya Leon, ketua ekskul basket. Sebisa mungkin Lo menghindar kalo ada dia, jangan sampai terlibat masalah," ungkap Anya.
"Aiihh tenang aja plend, lagi pula gue udah ada om An, yang lain ga keliatan," ucap Tania sambil terkekeh.
Tin-tin
Ternyata mobil Andromeda sudah berhenti tepat di depan Anya dan Tania. Dengan segera Tania berpisah dengan Anya dan masuk kedalam mobil. Setelah melihat mobil Andromeda menghilang dari kejauhan, Anya segera kembali kedalam sekolah dan mencari keberadaan Gilbert.
.
.
Tani menghampiri Andromeda yang sedang berkutat dengan laptopnya untuk memeriksa hasil perbaikan portal sistem keamanan di organisasi dragon red eyes. Tania tampak ragu untuk menganggu Andromeda yang sedang serius.
"Kenapa istriku," ucap Andromeda tanpa mengalihkan pandangan matanya dari layar laptop
"Heh?"
Kedua mata Tania mengerejap, berkedip -kedip memastikan apa yang dia dengar tidaklah salah.
"Istriku..." ucap Andromeda berulang.
"Hah???" Kedua mata Tania membola dan kedua mulutnya membuka.
Tangan Andromeda mulai jahil, menutup paksa mulut Tania yang sedang terbuka. Refleks Tania menarik bibirnya kedalam mulutnya
"Jangan buka mulut lebar-lebar nanti ada nyamuk yang masuk," kekeeu Andromeda
"Om An iiggghhh," rengek Tania kesal, dilipat nya kedua tangan didepan dadanya.
"Istriku ini kenapa sih??" Sahut Andromeda dengan lembut.
Tania menatap Andromeda dengan tajam, mencari sesuatu yang salah. Tangannya terulur memegang dahi suaminya, ternyata tidak panas. Kemudian dia refleks mencubit pipi Andromeda.
"Aawwwww Tania apa yang kamu lakukan!!! Sakit tau!" Pekik Andromeda kesakitan.
"Hehehe maaf Om An, hanya nge test aja," ngenges Tania, jemarinya hanya dimainkan saja.
Andromeda mengangkat sebelah alisnya, istrinya ini selalu saja bertingkah aneh. Andromeda menghembuskan nafasnya dengan kasar.
"Tadi ada apa manggil-manggil?"
"Oh... itu Om An, Tania mau nanya boleh??" Ujar Tania ragu
"Mau tanya apa?"
Tania menggigit bibir bawahnya, pertanyaannya sedikit sensitif. Takutnya malah menyinggung perasaan Andromeda.
"Om An, tapi janji jangan marah sama Tania. Kalo memang Om An keberatan cukup jawab rahasia." Andromeda menganggukkan kepalanya
"Kalo ayah mertua punya kekayaan apa aja Om An??" tanya Tania dengan wajah yang berbinar -binar.
Kedua matanya memperlihatkan rasa penasaran yang teramat sangat besar.
"Heeemmmm ayah dan ibu punya banyak harta. Mungkin ada lebih dari sepuluh aset kalo di daftar."
Tania semakin antusias, mulai menyalakan alat perekam di ponselnya sebagai bukti untuk di perdengarkan kepada Anya.
SMA Unggulan Jayabina
2. Universitas Parasatya Prima
3. Panti asuhan Cahaya Kasih
4. CV. Green Chemical
5. Beauty Lady Cosmetic
6. La-amore Boutique
7. PT. Bimajaya Raja
8. Rahadian Group
9. Dragon Red Eyes
10. The Guard of Prime.
11. Galeri seni Look of Lily
"Galeri seni ??? Ayah Raka memiliki galeri seni??" Tania terpaku mendengar hal tersebut.
"Heeemmm, itu galeri seni yang dikhususkan untuk bunda Saat muda ayah suka sekali menjadikan bunda sebagai objek lukisan. Dan galeri seni itu merupakan tempat ayah menghabiskan waktu saat merasa jenuh dengan pekerjaan," ungkap Andromeda.
"Apa Bintang adalah nama pelukis ayah???"
"Kenapa kau tau itu istriku??" kedua mata Andromeda membola.
"A-aku suka dengan pelukis Bintang dan tak menyangka jika itu adalah ayah Raka," ucap Tania malu -malu.
"Kamu bisa melukis?"
"Se-sedikit Om An," ucap Tania sambil mengangkat sebelah tangannya dengan membentuk jari yang mengartikan sedikit.
"Besok kita temui ayah Raka!!!"
sedih banget pasti Tania., /Frown/
tp kayaknya sih babang Andra bakalan datang...
dia kann pahlawan 🤗
siap meluncur Thor... 😁😁😁
sekarang aku mode pengangguran karena edi /Curse//Curse//Curse/