Ujian rumah tangga tak selalu datang dari orang luar, namun terkadang datang dari orang-orang terdekat. Salah satunya adalah mertua. Begitu juga dengan kisah yang dialami oleh tokoh yang ada didalam kisah ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atha Diyuta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26
Anye memutuskan pulang stelah dirinya merasa semakin tidak baik-baik saja. Entah mengapa perasaanya jadi campur aduk tak menentu. Anita melihat gelagat yang lain dari anye namun anita mengira karna wina yang membahas prihal perjodohan.
" Eyang, lekas sembuh yaa! Jangan lupa istirahat yang cukup dan makan dengan teratur. Tante anita ini resep obat yang harus ditebus diapotik. Jangan lupa vitaminya harus dibrikan satu hari satu kali stiap malam. Kalau begitu semuanya sudah slesai dan anye mau pamit yaa! "
Stelah mengatakan semua itu anye bangkit dari duduknya, sementara matanya mengedar kepenjuru kamar. Mencari seseorang yang sesaat ia lupakan.
" Anyee kamu cari siapa? " tanya anjaz yang ternyata memprhatikan anye.
" Looh gina mana njaz, tante ada liat gina keluar atau kekamar mandi mungkin? " anya malah justru balik bertanya sembari berjalan menuju kamar mandi yang ada dikamar itu.
" Astaga gina! Tante baru ingat jika tadi kamu kesni sama gina, dimana dia. Ya ampun, kenapa kita sampai melupakan dia. Anak malang itu pasti merasa diabaikan oleh kita makanya dia keluar. " ucap anita dengan raut wajah yang menampakan penyesalan. Smenetara anjaz menyusl anye yang tengah memriksa kekemar mandi.
" Gimana nyee ada gak si gina didalam? " tanya anjaz namun hanya dijawab gelengan kepala oleh anye.
Sementara wina yang tak tau menau soal gina menjadi bingung melihat ketiga orang yang tadi mengrumuninya mendadak panik sprti kehilangan sesuatu yang berharga.
" Kalian ini cari siapa? Sejak kapan anye punya peliharaan yang dia ajak ketempat pasien? "
Mendengar pertanyaan yang wina lontarkan sontak semua mata menatapnya dengan tatapan menguliti.
" Heeeiiii! Kalian menatap eyang seakan eyang tengah mencuri barang kalian, eyang kan cuma brtanya. Sedari tadi cuman ada kalian bertiga kan? Lalu siapa gina yang dimaksud? " Ucap wina dengan mata menggerling
Sementara ditempat lain arul dan aswita tengah mondar mandir mencari keberadaan Sinta yang tiba-tiba kabur dari rumah sakit.
" Ini semua gara-gara kamu rul! Ngapain si kamu jadi membahas gina didepan sinta, dia istri kamu arul. Kalau sampai terjadi sesuatu dengan kandungan sinta kamu yang harus bertanggungjawab arul! " Aswita ngomel sepanjang jalan.
" Maaaah! Udah dong kenapa mama malah marahin arul terus sii, mama juga salah mah jadi stop nyalahij arul! " Sentak arul pada ibunya yang membuat aswita melotot karna arul berani meninggikan suaranya pada aswita.
" Arul kamu berani ya berteriak ke mamah! Kamu mau jadi anak durhaka heeem! " Aswita tak mau kalah bahkan aswita dengan sengaja mencubit pinggang arul dengan kencang hingga membuat arul refleks mendorong aswita hingga kepalanya membentur pintu mobil.
" Aawwwh arul! Kamu mau bunuh mama, kamu mau bikin mama celaka, kamu...
Awaaaaaaassssssss!
Duaaaar praaaaaaaang shiiiiiiiiiiit!
" Allohu akbar!!!!! " Teriak aswita bersamaan dengan mobilnya yang hilang kendali hingga menabrak pembatas jalan.
Karena tidak fokus didepan arul hampir menabrak seseorang laki-laki yang tengah menyebrang, karna ingin menghindari orang tersebut arul jadi banting stir namun naas, mobil yang dikendarai arul justru hilang kendali dan menabrak pembatas jalan.
Baik arul dan aswita sama-sama terluka dibagian wajah dan jidat namun mereka masih sadar karna kebetulan mobil yang dikendarai arul berjalan dengan kecepatan rendah.
" Maa, mama baik-baik saja! " tanya arul yang panik melihat sang ibu keningnya mengeluarkan banyak darah. Sementara dirinyapun sama namun tak separah yang ibunya alami.
" Ma-maah baik-baik saja ar-ul! " ucap aswita namun beberapa menit stelahnya aswita ambruk dan jatuh pingsan.
Pengguna jalan yang kebetulan melihat kejadian itu jadi mengerumuni mobil dan beberapa orang tengah mencari ambulance. Salah satu diantaranya menghubungi polisi dan berusha mengeluarkan arul dan aswita dari dalam mobil yang asapnya mulai mengepul.
Berbeda dengan aswita dan arul kini sinta malah justru tengah asik menyantap makananya disalah satu restoran ternama dikota tempat dia tinggal. Dia dama sekali tak mencoba menghubungi suami ataupun ibu mertuanya.
Dirumah anjaz kini anita dan arul masih brusha mencari keberadaan gina. Sementara anye kini masih mencari gina.
" Ginaaa, kamu dimana gin? " triak anye dari lantai atas.
Abang gak asik nih gak bisa diajak krjasama bohong.