dan kini tuhan balas semua doa dan rasa sakit ku,, kini aku bisa bahagian dengan putra putri ku yang semua bergelar dan memiliki pangkat tinggi serta di pandang baik di lingkungan,, terimakasih tuhan setidaknya setelah badai menghantam kau berikan aku pelangi..
kulupakan semua rasa sakit yang ada dan kujalani hidup bahagia ku di masa tua bersama anak anakku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon senja di ufuk barat, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
nasihat mama
esoknya,, sekitarnya jam sembilan Diki dan Sinta pun bangun.
Lalu memesan sebuah mobil untuk mengantarkan mereka pulang.
Setelah mobil datang barulah mereka berkemas barang barang yang sudah di beli kemarin.
Untuk beberapa pakaian di taruh di bagasi belakang, sedangkan buku dan alat tulis lainnya di taruh di bangku belakang bersama beberapa kosmetik juga tas dan barang lainnya,
Setelah selesai mengemas barang yang hampir membuat penuh mobil travel tersebut,
Kemudian Sinta dan Diki duduk di bangku tepat di belakang pak supir,,
Setelah melalui perjalanan kurang lebih tiga jam,, sampai lah mereka kerumah Diki.
Kemudian Diki dan Sinta mulai menurunkan barang barang di bantu dengan pak sopir..
Rencananya kamar depan mereka akan mereka gunakan untuk tempat usaha,, sementara Sinta,diki dan Arkan akan tidur di kamar belakang.
Setelah memastikan semua barang sudah turun barulah pak sopir meninggal kan rumah mereka..
Setelah selesai berkemas Diki dan Sinta pun lanjut kekamar untuk beristirahat,, perjalanan yang memakan waktu kurang lebih tiga jam membuat mereka lumayan kelelahan.
apa lagi kemarin mereka sudah seharian berkeliling kota.
Sorenya setelah Sinta bangun,, ia mulai membuat beberapa makanan untuk makan malam dengan persediaan barang yang ada di kulkas..
Setelah masak lanjut Sinta menuju kekamar mandi untuk bebersih diri karena dirasa badannya mulai lengket dengan keringat,,
Selesai mandi,, Sinta langsung membangunkan Diki untuk mandi juga karena hari sudah mulai sore..
Kemudian Sinta lanjut membereskan barang barang yang di beli untuk di letakan ke kamar depan
karena tak mungkin Sinta menaruh barang dagangan nya di ruang tamu,, malu kalau kalau ada tamu yang datang rumah mereka berantakan..
Setelah selesai meletakan semua barang barang yang Sinta beli kemarin,, kemudian Sinta mulai memilah Milah barang untuk di susun di rak yang sudah Diki dan papanya rakit..
Ya Sinta dan Diki bukan lah orang yang kaya atau berada bahkan orang tua mereka pun hanyalah seorang buruh tani saja baik orang tua Sinta maupun orang tua Diki.
Jadi jangan kan untuk membuat sebuah toko kecil,, untuk membeli beberapa etalase toko saja mereka tak mampu,, takut takut uang yang mereka pinjam dari bank tidak cukup.
Untuk baju ada sebagian yang Sinta gantung di hanger untuk pajangan dan sebagian lagi sengaja Sinta susun di rak,, sementara buku tulis,, pensil dan beberapa alat tulis lainnya juga Sinta susun di rak,, juga sepatu sekolah dan beberapa sendal wanita.
Setelah selesai berkemas barulah Sinta bisa istirahat karena niatnya besok Sinta mulai akan membuka toko kecilnya..
keesokan harinya setelah Sinta menyelesaikan semua pekerjaan rumah nya,,
Sinta mulai memfoto berang dagangannya
Niatnya selain ia menunggu jualan dagang di rumah Sinta juga ingin berjualan di sosial media,,
Apa lagi di era modern seperti sekarang apa apa sudah dengan internet,, Sinta juga tidak mau kalah dalam persaingan dagang..
setelah selesai memposting semua barang dagang nya juga beberapa foto barang dagang dari aplikasi jualan online..
Kemudian Sinta pergi kerumah orang tuanya untuk menjemput Arkan menggunakan motor yang dia dan Diki beli sehabis pencairan dana pinjaman
Setelah sampai di rumah orang tua nya
Sinta pun tak langsung pulang,, ia pun sedikit berbincang bincang dengan mamah nya yang kebetulan sedang libur kerja karena menjaga Arkan..
mamah Sinta:" gimana kemarin sudah belanjanya"
Sinta:" sudah mah,, sudah Sinta susun juga"
Mamah Sinta:" jam berapa kemarin sampai rumah"
Sinta:" jam setengah satu sore mah,, soalnya kemaren cek in dari hotel nya jam sembilan,, pulangnya langsung Sinta susun barang nya sampai malam biar kalau orang datang mau lihat gampang"
Mamah Sinta:" emang apa aja yang kamu jual,, sudah di fikirkan matang matang,, kamu tau sendiri kan sin kalau di desa seperti tempat kita ini pembeli kebanyakan pada ngutang,, hati hati Lo kamu apa lagi dana yang kamu pakai juga dana pinjem bank"
Sinta:" iya mah Sinta tau kok,, makanya Sinta jualan juga ngikut dengan situasi ini kan akhir tahun udah mau masuk semester awal jadi Sinta banyakin alat tulis nya,, sementara tas dan sepatu hanya beberapa saja sebagai pelengkap,, lagi selain itu untuk baju dan kosmetik juga gak terlalu banyak,, buat barang semua itu Sinta pakai dua puluh juta,, delapan belas nya buat beli motor sementara sepuluh nya baru Sinta belikan sembako dan dua kita nya Sinta buat jaga jaga barang online jadi biar sedikit tapi lengkap,, sementara pembayaran kalau barang yang Sinta posting di Facebook kalau dekat Sinta pakai tempo,, kalau jauh cash,, dan barang toko itu cicil setiap minggu pembayaran nya mah,, biar dana tetep muter gitu"
Mamah Sinta:" ya udah yang penting pinter pinter kamu aja ngatur keuangan nya,, jadi pedagang harus pinter ngatur keuangan nduk,, kalo enggak nanti kamu keblusuk sendiri"
Sinta:" iya mah" Sinta tau kok makanya untuk pembayaran Sinta minta mingguan nantinya supaya enak juga,, lagian waktu di PT sinar sentosa juga kan Sinta sudah pernah jualan,, yah biar pun jualannya gak sebanyak sekarang,, tapi setidaknya Sinta udah tau cara ngatur keuangan nya,, dulu lagi Sinta nagih uang nya setiap bulan pas gajihan,, tapi Alhamdulillah lancar juga kok"
Mamah Sinta:" ya beda to nduk,, dulu kamu tinggal di PT,, gajih sudah pasti tiap bulan ada,, lah sekarang kamu tinggal di desa nduk,, orang sana gajihan tiap hari selesai panen gajihan,, gak kaya tempat mamah desa mamah di kelilingi banyak PT jadi orang kerja pada lari ke PT".
Sinta:" justru itu mah kan gajian setiap hari jadi otomatis setiap hari pegang uang dong jadi kan Sinta tagih tiap Minggu biar gampang "
Mamah Sinta:" terserah kamu aja sin,, kamu dari dulu keras kalo di bilangin "
Sinta" ya udah mah aku mau pulang sama arkan udah siang,, bentar lagi mas Diki pulang,, semenjak dia Ngajukan Surat MD ke perusahaan dia selalu pulang cepet "
Mamah Sinta:" lah emang Diki mau MD sin,, kok mamah gak denger,, nanti gimana,, mau kerja di mana Diki?, enak enak di PT kok malah keluar apa gak sayang"
Sinta:" gak tau mah mas Diki,, katanya capek jauh kalo harus bolak-balik sementara aku gak bisa bantu dia,, Arkan gak ada yang jagain soalnya "
Mamah Sinta:" lah mertua kamu kan ada sin,, apa dia gak bisa,, lagian dia kan gak kerja si"
Sinta:" gak tau mah,, buktinya setiap Sinta mau titip Arkan ada aja alesan nya,, lagian udah lah di sana juga kan banyak kerjaan mas Diki bisa manen di sawit orang mah"
mamah Sinta:" ya udah lah itu semua keputusan kalian,, kalian yang jalani, mamah gak bisa berbuat banyak mamah cuman bisa nasihatin aja"
Sinta:" iya Sinta pamit pulang dulu mah ya assalamualaikum(sambil cium tangan mamah) "
mamah Sinta:" waalaikumsalam,, ini buat Jajang ya nang,, nenek cuman bisa kasih segini(sambil memberi uang untuk Arkan)
Arkan:" makasih nek,, Arkan pulang ya"
Mamah Sinta:" hati hati ya nak"(sambil melihat anak dan cucunya yang mulai pergi)