Menceritakan kisah percintaan dua anak manusia, yang melewati banyak cobaan serta ke salah fahaman, hingga terjadi konflik akibat dendam lama, yang berakhir penyesalan.
Akankah....cinta mereka bersatu, mari simak ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kinoi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ketakutan kehilangan
Andreas sangat faham akan kondisi istrinya saat ini. Mencoba tenang dan tidak menakutinya.
Andreas diam dan tak berkata apapun, agar tidak menakuti istrinya saat ini.
Selama diperjalanan, mereka berdua tak ada yang berani mengeluarkan kata-katanya.
Hingga kini mobilnya pun telah sampai didepan Mansion.
Lusiana menatap keluar dengan takut. Tapi Andreas keluar dari mobilnya dengan santai.
Dan kini ia membuka pintu mobil serta, langsung kembali menggendong istrinya ala Bridal style, dan membawanya masuk kedalam Mansion, serta memerintahkan ke pada semua pelayan, agar dapat melayani Nyonyanya dengan baik.
Lalu Andreas lanjut membawanya kedalam kamar, serta menaruhnya ketempat tidur.
Lusiana yang masih kelihatan takut. Mencoba menjauh.
Andreas menarik napas berat, dan berkata, "kamu sudah sarapan saat ini.
Lusiana hanya diam, tak berani menjawab. Lalu Andreas kembali berkata, "Nanti akan ada pelayan yang membawakan sarapan. Dan kamu setelahnya istirahatlah, karena saya akan pergi kekantor.
Dan nanti malam kita akan makan malam bersama. Lalu Andreas mulai berdiri.
Ingin mendekat, tapi melihat kondisi Lusiana. Ia pun mengurungkan niatnya.
Dan kini Andreas meninggalkan Lusiana sendiri didalam kamarnya.
Lusiana menatap sekeliling kamar dengan heran.
Bagaimana tidak heran. Kini ia berada didalam kamar si Tuan bertopeng yang kejam.
Sejenak ia berpikir, apakah ia akan disiksa kembali. Dan bayinya.
Bagaimana ini, apakah ini akan berpengaruh pada bayinya nanti.
Tak lama Lusiana berpikir. Tapi sesaat kemudian datanglah pelayan yang sedang mengantarkan makan siangnya.
Nyonya...! Ini silahkan di makan sarapannya sebelum dingin. Dan Tuan juga berpesan. Apabila Nyonya membutuhkan sesuatu. Silahkan untuk tidak segan-segan memanggil saya dan yang lainnya.
Karena saya dan yang lainnya, sudah diperintahkan oleh Tuan untuk melayani Anda Nyonya. Dengan ramah sang pelayan memberitahu.
"Andreas kini telah sampai dikantornya. Sang asisten memberitahu kalau sedari tadi Nona Laura terus menghubunginya.
Andreas bertanya ada apa ?
Nona Laura berkata, "Anda harus meninjau langsung ke tempat, karena sepertinya ada kejanggalan dalam pengeluaran.
Kenapa tidak dia sendiri saja yang meninjau, bukankah di proyek itu, adalah tanggung jawab nya.
Entahlah Tuan ! Saya juga tidak mengerti. Tapi sepertinya. Nona Laura sangat bersikeras bertemu dengan anda.
Ah...baiklah.
Beritahu Nona Laura. Besok saya akan meninjaunya.
Baik Tuan. Dan Andreas melanjutkan kembali pekerjaannya.
Tapi di kantornya saat ini. Ia terus bekerja sambil memandangi CCTV.
Sejak kejadian saat itu. Andreas tidak mau kecolongan lagi.
Cukup sekali ia kehilangan istrinya. Dan kini, dimana pun ia berada. Andreas akan terus memantaunya dari HP nya, yang tersambung ke CCTV di Mansion nya.
Bibirnya mengembang tampa sadar. Setiap kali apa yang dilakukan Lusiana, dapat menghibur perasaannya.
Dan tampa terasa ia telah menghibur hatinya. Dan terlebih saat Andreas berpikir akan anak yang dikandung istrinya saat ini.
Membayangkan saat bayi itu terlahir. Tak terbayang bagaimana bahagia hatinya.
Mempu mempunyai keluarga lengkap adalah harapannya.
Dan ia ingin, keluarganya merasakan kebahagian yang lebih.
Terlebih anaknya nanti. Ia tidak ingin anaknya nanti, merasakan, apa yang ia rasakan.
Maka dari itu, Andreas bertekad. Untuk terus bersama istrinya, menjaganya, serta membahagiakannya.
Melihat saat ini istrinya sedang melamun, di atas balkon kamarnya.
Membuat Andreas berpikir untuk membuat makan malam yang romantis.
Ia segerah menghubungi sang asisten. Untuk segerah menyiap kan makan malam yang romantis bersama sang istri.
Dan memerintahkan juga, kepada sang asisten. Agar membelikan gaun malam yang terbaik, dan segerah mengirimkan kepada sang istri, serta memerintahkan kan kepada sang pelayan agar nanti dapat membantu sang istri untuk berhias.
Sang asisten mengangguk, tanda mengerti, serta langsung melaksanakan semua tugas yang diberikan Tuannya.
Kembali Andreas membayangkan, bagaimana saat ia makan romantis bersama sang istri nanti malam. Hingga kini tampa terasa, sudah waktunya pulang.
Dengan semangat, Kali ini wajah Andreas tidak seperti biasanya.
Yang mana ia datang dan pergi bekerja dengan tampang yang tidak sedap di pandang mata.
Kini ia pun, pulang dengan hati yang tidak sabaran. Berharap secepatnya bertemu dengan sang istri.
Membuat Andreas kini dengan tergesa-gesa pulang, agar dengan cepat sampai ke mansion serta bertemu dengan istrinya.
Dan kini ia telah sampai di Mansion nya. Dengan segerah memasuki kamar istrinya.
Mencari di dalam kamarnya dan ternyata tidak menemukan.
Berteriak...memanggil nama istrinya dengan gelisah.
Sayang....Lusiana....kamu dimana sayang....
Tapi tidak juga menemukan, hingga satu kamar dan belum juga menemukan.
Andreas marah dan berteriak. Memanggil semua pelayan dan penjaga di Mansion tersebut.
Hingga mereka semua telah berkumpul, dan dengan segera pula menanyakannya.
Semua diam, karena mereka memang tidak melihat.
Yang mereka pikir saat ini, kalau Nyonyanya itu masih berada didalam kamarnya.
Andreas sangat murka setelah mendengar jawaban itu.
Semua penjaga dan pelayan tidak ada yang tau keberadaan istrinya saat ini.
Ia kembali merasa takut akan kehilangan istrinya.
Membuatnya menggila dan mengamuk. Hingga ia memerintahkan semua untuk segerah mencarinya.
Tapi tak lama, terlihatlah Lusiana yang masuk kedalam Mansion.
Ia membawa sekeranjang bunga cantik dari perkebunan.
Ia yang merasa bosan keluar sendiri menuju ke perkebunan.
Hendak merangkai bunga, menghilangkan kebosanannya.
Andreas menatap sang istri yang masuk. Dan entah mengapa, atau masih ada sisa keterkejutan dan amarahnya tadi.
Sehingga tanpa sadar, Andreas meluapkan amarahnya saat ini dengan cara membentak Lusiana.
Dari mana saja kau ?
Kenapa keluar dan tidak memberitahu.
Aku bosan, dengan sedikit ketakutan, Lusiana tak berani memandang wajah suaminya.
Tapi Aku ingin bilang tadi, tapi sepertinya semua sedang sibuk.
Dan Aku tidak diperbolehkan untuk melakukan apapun.
Ya Tuhan...."kau membuat ku takut saja. Dan Kalau kau bosan, bilang saja kepada ku. Aku pasti akan mengabulkan apa yang kamu inginkan.
Tidak seperti ini. Kamu membuat ku takut.
Lusiana terkaget mendengarnya, mencari kesalahan, dan serta pendengarannya yang mulai bermasalah. Serta Lusiana yang mulai bergumam.
Apa katanya !
Mengabulkan. Eh...takut ..!
Apa maksudnya ! Dengan terheran dan tak faham, Lusiana, bertanya-tanya didalam hati.
Andreas pun mendekat. Ia tersadar akan tingkahnya saat ini.
Amarahnya yang suka meledak-ledak, dan tak bisa dikendalikan. Takut akan membuat istrinya kembali takut kepadanya.
Ia mulai mendekat dan segerah memeluknya. Dengan lembut Andreas berkata, "Maaf ! Bukan maksud untuk memarahi mu .
Tapi aku yang terlalu takut akan dirimu yang kembali kabur dan meninggalkan ku.
Aku mohon untuk selalu bersama ku, dan berjanjilah untuk tidak lagi pergi dari ku.
Membuat Lusiana Semakin bingung, dengan tingkah aneh suaminya saat ini.
Dan Lusiana sungguh tidak mengerti serta ingin berontak, agar dilepaskan dari pelukan ini. Tapi ia tidak berani akan kembali membuat kemarahan si Tuan bertopeng.
Lusiana hanya diam. Masih merasa takut dan trauma.
Tidak mudah akan percaya, yang di rasa saat ini. Selalu menatap curiga serta waspada dirinya akan kembali ditindas.
Dan ini tidak dirasakan oleh suaminya saat ini.
tinggal revisi cara penulisannya kak
lanjut ya