NovelToon NovelToon
Istri Rampasan Mafia Dingin

Istri Rampasan Mafia Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Action / Pengantin Pengganti
Popularitas:20.2k
Nilai: 5
Nama Author: Miss_Dew

Di hari yang seharusnya menjadi hari bahagianya Sonya Munic terpaksa harus membatalkan pernikahannya dengan Sagara Sardi tepat saat akan mengucapkan janji pernikahan. Batara Moretti datang merampas pengantin atas alasan utang keluarga. Padahal keluarga Munic telah mengatur pernikahan Batara dengan Talitha Munic, adik tiri Sonya. Di bawah ancaman nyawa ketua mafia paling berbahaya, Sagara terpaksa menyerahkan calon istrinya.
Tak mudah bagi Sonya, gadis yang terkenal lemah lembut hidup di lingkungan mafia dan sikap dingin Batara yang hanya menganggapnya sebagai istri pelunas hutang. Selain menagih hak suami istri Batara selalu diam dan acuh, saat Sonia mulai berdamai dengan keadaan, satu persatu kebenaran mulai terkuak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebatas Tawanan Pelunas Hutang

Ibu Yooka yang memperhatikan perubahan ekspresi wajah Sonya dari pucat menjadi kemerahan dan penuh kebimbangan tersenyum maklum. Sebagai wanita tua yang sarat pengalaman, ia langsung paham apa yang terjadi tanpa perlu Sonya menjawab dengan kata-kata.

​"Tuan Batara memang pria yang dingin dan kaku, Nyonya," ucap Ibu Yooka lembut sembari menyematkan jepit rambut kecil di rambut Sonya. "Sikap diamnya sering kali disalahartikan sebagai kekejaman. Namun Anda harus tahu, beliau memikul tanggung jawab yang sangat besar di pundaknya. Menjadi pemimpin klan mafia terbesar di Laviata dan Maldav bukanlah hal yang mudah. Beliau harus selalu terlihat kuat dan tanpa ampun di depan musuh-musuhnya agar klan ini tidak hancur."

​Ibu Yooka mengusap bahu Sonya dengan keibuan. "Saya harap Nyonya muda bisa bersabar menghadapi Tuan Tara. Di balik dinding esnya, beliau adalah pria yang tahu bagaimana cara melindungi apa yang sudah menjadi miliknya."

​Sonya hanya bisa menunduk, meremat jemarinya di pangkuan. Melindungi? Atau hanya menganggapku sebagai barang rampasan? batin Sonya perih.

​"Baiklah, persiapan sudah selesai. Mari saya antar Anda ke ruang makan untuk sarapan," kata Ibu Yooka setelah selesai memakaikan gaun kasual berwarna biru muda yang sopan pada tubuh Sonya.

​Mereka berjalan menyusuri koridor mansion yang panjang dan sunyi. Namun, di tengah jalan, seorang pelayan pria berlari mendekati Ibu Yooka dengan wajah panik.

​"Ibu Yooka, maaf mengganggu. Ada masalah di gudang belakang, pasokan bahan makanan yang baru datang dari Distrik Qislan tertahan karena masalah administrasi penjaga depan. Mereka membutuhkan tanda tangan dan konfirmasi dari Anda segera," lapor pelayan itu dengan napas terengah-engah.

​Ibu Yooka menghela napas, lalu menoleh ke arah koridor di sebelah kanan mereka, di mana Jenna kebetulan sedang berjalan membawa nampan kosong.

​"Jenna! Sini!" panggil Ibu Yooka dengan suara tegas.

​Jenna segera melangkah mendekat, membungkuk sedikit. "Ya, Ibu Yooka? Ada yang bisa saya bantu?" tanya Jenna dengan nada manis yang dibuat-buat, meski matanya sempat melirik Sonya dengan pandangan sinis.

​"Aku harus mengurusi masalah di gudang belakang sekarang. Tolong antarkan Nyonya muda ke ruang makan dan siapkan sarapan terbaik untuknya. Pastikan semuanya siap sebelum Tuan Batara selesai dari ruang rapat," perintah Ibu Yooka tanpa curiga.

​"Baik, Ibu Yooka. Serahkan saja pada saya," jawab Jenna dengan senyuman patuh yang sangat meyakinkan.

​Ibu Yooka menoleh pada Sonya. "Saya tinggal sebentar ya, Nyonya muda. Jenna akan melayani Anda." Setelah Sonya mengangguk, Ibu Yooka langsung berjalan cepat mengikuti pelayan pria tadi menuju area belakang mansion.

​Begitu sosok Ibu Yooka menghilang di balik tikungan koridor, atmosfer di sekitar mereka langsung berubah drastis. Senyuman manis di wajah Jenna lenyap seketika, digantikan oleh ekspresi wajah yang sangat dingin, angkuh, dan penuh kebencian.

​Tanpa peringatan atau rasa hormat sedikit pun, Jenna maju selangkah dan mencengkeram pergelangan tangan Sonya dengan sangat kasar. Kuku-kukunya yang tajam menancap dalam di kulit Sonya yang sensitif.

​"A-Aw! Jenna, lepas! Ini sakit!" ringkih Sonya, mencoba menarik tangannya kembali. Namun, tubuhnya yang masih lemas dan sisa rasa sakit dari semalam membuatnya tidak memiliki tenaga untuk melawan kekuatan Jenna yang jauh lebih besar.

​"Diam kau! Ikut aku!" desis Jenna dengan suara rendah yang penuh ancaman. Bukannya membawa Sonya ke ruang makan mewah yang berada di lantai utama, Jenna justru menarik dan menyeret tubuh Sonya dengan kasar menuju ke arah dapur pelayan yang berada di bagian belakang mansion.

​"Jenna, lepaskan saya... Kita mau ke mana? Ibu Yooka bilang saya harus ke ruang makan," ucap Sonya dengan suara yang mulai bergetar karena takut.

​"Ruang makan?" Jenna terkekeh sinis, suaranya terdengar sangat meremehkan saat mereka memasuki area dapur yang luas namun sepi karena sebagian besar pelayan sedang bertugas di area lain. "Kau pikir kau ini siapa, hah? Kau pikir kau pantas duduk di meja makan mewah Tuan Batara dan dilayani seperti seorang ratu?"

​Jenna menyentak tangan Sonya dengan sangat kuat hingga tubuh gadis itu terhuyung dan menabrak pinggiran meja dapur yang terbuat dari besi stainless steel. Sonya meringis, memegangi perutnya yang terasa nyeri akibat benturan tersebut.

​Jenna berkacak pinggang di depan Sonya, menatap gadis itu dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan pandangan penuh jijik. "Dengar ya, Sonya Munic. Aku tidak sudi melayani wanita miskin dan penyakitan seperti kau! Kau di sini hanya tawanan pelunas utang, tidak lebih dari sampah yang dibawa dari Laviata! Jangan pernah bermimpi untuk hidup enak di sini!"

​Jenna berbalik, mengambil sebutir telur ayam mentah dari dalam keranjang dan sebotol kecil garam dari rak bumbu. Dengan gerakan kasar, ia melempar telur dan botol garam itu ke atas meja di depan Sonya.

​"Kau lapar, kan? Masak sendiri! Jangan manja!" bentak Jenna dengan nada memerintah yang sangat tidak sopan. "Di mansion ini, siapa yang tidak bekerja tidak boleh makan. Tuan Batara tidak menggaji kami untuk melayani wanita tidak berguna seperti kau!"

​Sonya menatap sebutir telur di depannya dengan mata yang mulai berkaca-kaca. Air mata kembali menggenang di pelupuk matanya. Ia merasa sangat terhina, namun di sisi lain, ia juga tidak memiliki kekuatan untuk berdebat. Perutnya memang terasa sangat perih karena lapar dan sakit, sementara kepalanya masih berdenyut pusing.

​Dengan tangan yang gemetar hebat akibat kelelahan fisik dan trauma psikologis semalam, Sonya mengulurkan jarinya untuk mengambil telur mentah tersebut. Kulit tangannya yang putih tampak kontras dengan bintik kemerahan akibat gosokan kasar kemarin. Namun, saat ia baru saja mengangkat telur itu beberapa sentimeter dari atas meja, tangannya yang lemas tidak mampu memegang dengan kuat. Telur itu slip dari jemarinya yang bergetar.

​Pleser... Tik... Prang!

​Telur itu jatuh ke atas lantai marmer dapur yang bersih dan langsung pecah, isi kuning dan putih telurnya berhamburan mengotori lantai.

​Melihat hal itu, kemarahan Jenna langsung meledak. Wajah pelayan senior itu memerah padam karena emosi yang meluap-luap.

​"DASAR WANITA SIALAN! TIDAK BERGUNA!" teriak Jenna dengan suara melengking yang menggema di seluruh ruangan dapur.

​Tanpa belas kasihan sedikit pun, Jenna melangkah maju dan mendorong dada Sonya dengan kedua tangannya menggunakan kekuatan penuh. Tubuh Sonya yang lemas dan tidak siap sama sekali tidak memiliki keseimbangan. Ia terlempar ke belakang dengan sangat keras.

​Bruk!

​Tubuh mungil Sonya terjatuh di atas lantai marmer yang keras. Kemalangan tidak berhenti di situ, saat tubuhnya terjatuh, bagian belakang kepala Sonya menghantam sudut kaki meja besi dengan suara benturan yang cukup keras.

​"Ahhh!" Sonya menjerit kesakitan, refleks memegangi bagian belakang kepalanya. Rasa sakit yang luar biasa tajam langsung menjalar ke seluruh saraf di kepalanya, membuat pandangannya mendadak buram dan berkunang-kunang. Dunia di sekitarnya seolah berputar dengan cepat. Rasa nyeri di perut bawahnya akibat aktivitas semalam berpadu dengan rasa sakit di kepalanya, menciptakan penderitaan yang tak tertahankan.

​Di ambang pintu dapur, tiga orang pelayan muda lainnya tampak berdiri menyaksikan kejadian tersebut. Mereka memegang nampan dan kain lap di tangan mereka. Namun, alih-alih maju untuk menolong Sonya atau menghentikan tindakan kejam Jenna, mereka hanya diam membisu dengan ekspresi wajah yang dingin dan acuh tak acuh. Mereka semua telah dihasut oleh Jenna sebelumnya bahwa Sonya hanyalah seorang penjahat atau tawanan rendahan yang tidak perlu dihormati. Mereka tidak ingin mencari masalah dengan Jenna yang merupakan pelayan senior kesayangan di area dapur.

​Jenna melangkah mendekati Sonya yang masih terkapar di lantai sambil meringis kesakitan. Ia menunjuk cairan telur yang berceceran di lantai dengan jarinya yang gemetar karena marah.

​"Lihat apa yang kau lakukan, hah?!" maki Jenna dengan suara yang sarat akan kebencian. "Kau tahu berapa lama aku menghabiskan waktu untuk membersihkan dan mengepel lantai dapur ini pagi ini?! Dan kau dengan seenaknya mengotorinya dengan kecerobohanmu yang menjijikkan itu!"

​Jenna berjalan ke sudut dapur, mengambil sebuah alat pel lantai yang kainnya sudah kusam dan sebuah ember kecil berisi air dingin. Dengan gerakan kasar, ia melempar alat pel itu tepat ke atas tubuh Sonya yang sedang kesakitan. Gagang kayu alat pel itu sempat mengenai bahu Sonya, membuatnya meringis lagi.

​"Bangun kau! Jangan pura-pura mati di sana!" bentak Jenna tanpa belas kasihan. "Ambil pel itu dan bersihkan seluruh lantai dapur ini sampai mengkilap! Jika aku masih melihat ada sisa kotoran telur atau noda sedikit pun saat Ibu Yooka kembali, aku akan memastikan kau tidak akan mendapatkan makanan sedikit pun hari ini, dan aku akan melaporkan pada Tuan Batara bahwa kau sengaja membuat keributan di dapur!"

​Sonya memejamkan matanya erat-erat, air mata mengalir deras membasahi pipinya yang pucat. Rasa sakit di kepalanya membuat air matanya terasa panas. Di dalam hatinya, ia merasakan kehancuran yang teramat dalam. Di rumahnya sendiri di Negara Laviata, meskipun ia diabaikan oleh ayah dan ibu tirinya, ia tidak pernah diperlakukan serendah ini oleh para pelayan. Namun di sini, di bawah kekuasaan The Inferno, ia bahkan lebih rendah daripada seorang budak.

​Dengan sisa-sisa tenaga yang ia miliki, Sonya memaksakan dirinya untuk bangun dan duduk bersimpuh di atas lantai marmer yang dingin, tepat di sebelah genangan telur yang pecah. Kepalanya berdenyut begitu hebat hingga ia harus memegangi pelipisnya sejenak untuk mengumpulkan kesadaran. Rasa perih di perut bawahnya terasa semakin menusuk setiap kali ia menggeser posisi duduknya.

​"Kenapa diam saja?! Cepat gerak!" bentak Jenna lagi, sengaja menendang ember air di dekat Sonya hingga air dinginnya sedikit memercik mengenai gaun biru yang dikenakan Sonya.

​Dengan tangan yang gemetar hebat dan air mata yang terus mengaburkan pandangannya, Sonya mengambil kain pel kusam itu. Ia mulai menggosok lantai marmer yang kotor dengan sisa tenaga yang tersisa di tubuhnya yang rapuh. Ia menahan rasa perih di kepala, perut, dan hatinya, meratapi nasibnya yang begitu malang di hari pertamanya sebagai istri dari sang mafia dingin. Sementara di atasnya, Jenna berdiri dengan senyum kemenangan yang kejam, menikmati setiap detik penderitaan sang nyonya muda yang tak berdaya.

1
❤️⃟Wᵃfαиιєℓα
terserah kamu lah jevan , kapan semua kebohongan dokter dan semua yang terkait pendonoran darah Sonya terbongkar.
❤️⃟Wᵃfαиιєℓα
semoga nantinya Sonya yang diculik musuh Batara biar kapok .
Kamu ga dosa Sonya yang ada suami mu gatau diri 😏
❤️⃟Wᵃfαиιєℓα
gila sudah Batara mending lepasin aja Sonya , ada ya suami istri nya ada loh malah pilih jalang😏
❤️⃟WᵃfRahma『⃟𝐉 💋👻ᴸᴷ♬⃝❤️
apa bisa menghapus rasa kecewa setelah tahu di depan mata kita sendiri bahwa suami sendiri dengan perempuan lain mempunyai hubungan yang sungguh menyakitkan 😭😭
❤️⃟WᵃfRahma『⃟𝐉 💋👻ᴸᴷ♬⃝❤️
hahaha ternyata kamu bisa bilang gitu juga Jenna 😁😁
❤️⃟WᵃfRahma『⃟𝐉 💋👻ᴸᴷ♬⃝❤️
rasanya cepat cepat pingin ku ungkapkan kebenaran ini, biar Batara tak gampang goyah ini, apalagi perangkap si ular betina sangat licik sekali rencananya
❤️⃟WᵃfRahma『⃟𝐉 💋👻ᴸᴷ♬⃝❤️
Ayo bangkit lah Sonya, jangan sampai terpuruk terlalu dalam. buktikan kepada mereka, kamu pasti bisa bahagia tanpa mereka. lawan rasa sakit yang kamu rasakan semoga setelah ini kamu bisa bebas dari kandang singa
❤️⃟WᵃfRahma『⃟𝐉 💋👻ᴸᴷ♬⃝❤️
sungguh biadab ini si Batara, apa dia tak mikir gimana kalau Sonya tahu. udah lah Sonya lebih baik kamu melupakan rasa yang kamu pendam. hapus sedikit demi sedikit pasti kamu bisa.
❤️⃟WᵃfRahma『⃟𝐉 💋👻ᴸᴷ♬⃝❤️
eh kenapa panggil Talitha ini, tak rela aku, Sonya oh Sonya dimana kamu tadi larinya
❤️⃟WᵃfRahma『⃟𝐉 💋👻ᴸᴷ♬⃝❤️
hais masak mau masuk perangkap busuk ini si Batara
❤️⃟WᵃfRahma『⃟𝐉 💋👻ᴸᴷ♬⃝❤️
tapi kenyataannya memang sakit beneran kan Sonya, itu artinya hatimu sudah mulai ada rasa yang sesungguhnya dengan Batara
❤️⃟WᵃfRahma『⃟𝐉 💋👻ᴸᴷ♬⃝❤️
Ya wajar dong kan Sonya istrinya, mau tidur sampai kapanpun ya halal aja
❤️⃟WᵃfRahma『⃟𝐉 💋👻ᴸᴷ♬⃝❤️
Tapi sayangnya Sonya pasti tak bakal mau lagi dengan dirimu Sagara
😈ˢ⍣⃟ₛ 𝕯𝐄𝐌𝐈𝐓
cuman pelayanan ya kok gitu, gak ada haknya. Lagian kenapa gak di usir aja ya
😈ˢ⍣⃟ₛ 𝕯𝐄𝐌𝐈𝐓
haha gak enak ya ketika harapan mengkhianati
❤️⃟𝐖ᵃ𝐟☘𝓡𝓳♉Um𝐀⃝🥀🤎𝐁⃟⃝ᰲ⃞
Kamu bisa tunduk juga Batara sama Sonya, kalo nurut kan baik jadinya, jangan sampai kamu terjebak dengan rencana licik nya Talita, Batara dia itu berhati iblis yang sangat licik
❤️⃟WᵃfTɑ˪ˡʈʜΑ𝐇⃟⃝ᵧꕥ●⑅⃝ᷟ
ya bener aja sih kalo si jevan yg ngurus masalah ini orang si Batara lagi dalam lingkaran masalahnya
😈ˢ⍣⃟ₛ 𝕯𝐄𝐌𝐈𝐓
son kamu yakin tahan liat beginian?😭 kalau aku udah lari bantu sabunin🥴😭
❤️⃟WᵃfTɑ˪ˡʈʜΑ𝐇⃟⃝ᵧꕥ●⑅⃝ᷟ
mafia kok oon padahal udah beristri tapi masih bisa diperdaya sama wanita ular kyk gini 😑
❤️⃟𝐖ᵃ𝐟☘𝓡𝓳♉Um𝐀⃝🥀🤎𝐁⃟⃝ᰲ⃞
Seorang istri yg sudah merasakan ada nya benih-benih cinta pasti akan merasa gelisah apabila suami nya kenapa-kenapa dan pasti tidak akan bisa tidur nyenyak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!