NovelToon NovelToon
Sweet Sunshine

Sweet Sunshine

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Tamat
Popularitas:743.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: Khay_Za

(SEKUEL PERFECT HUSBAND)

Dave dan Zea yang akhirnya menyatakan perasaan satu sama lain, akan cinta itu berjalan dengan lancar hingga mereka bisa bersama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khay_Za, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Barang bukti 1

Dave mengamati photo-photo Davin yang diberikan oleh anetha. Ia sangat yakin jika semua photo-photo ini adalah hasil editan.

"Dave...." Panggil Davin diluar kamar Dave, Dave berdiri dan membukakan pintu kamarnya dan Davin masuk kesana.

"Si*l! Gue bener-bener gak habis pikir bisa-bisanya Anetha ngelakuin hal ini." Kata Davin duduk di sofa yang ada dikamar adiknya.

"Ya lo kenapa bisa nyantol sama cewek macam dia?" Sahut Dave kembali melanjutkan aktifitasnya.

"Ya lo kan tau gue gimana."

"Makanya, satu tapi berkualitas itu lebih baik daripada 1000 tapi ancur semua. Lagian gue tau lo gak akan seceroboh itu berhubungan tanpa pengaman." Ucap Dave santai yang kini beralih pada handphone miliknya.

"Bangke lo! Tapi bener sih, gue gak pernah lupa pake pengaman sekalipun gak pernah sama sekali lupa benda kecil sia*an itu." Sahut Davin membenarkan ucapan saudaranya.

"Terus lo mau gimana sekarang? Gak mau anter ibu dari anak lo periksa ke Dokter kandungan? Siapa tau lo mau liat hasil USG nya secara langsung." Ejek Dave menyunggingkan senyuman dari sudut bibir tipisnya.

"Lo bangke tau gak sih? Tapi omongan lo ada benernya. Siapa tau aja semua hasil laporan itu palsu karena setau gue, Anetha itu pinter acting terus dia juga punya temen Dokter gitu tapi gak tau Dokter kandungan atau Dokter apaan."

"Dokter gadungan kali. Ada baiknya lo cek dulu sana, cari bukti yang akurat. Ya gue sih gak sepenuhnya belain lo karena gue tau lo itu laknat dan bejat tapi satu hal yang buat gue belain lo, karena Anetha bawa-bawa nama cewek gue dan jelas gue gak suka hal itu." Mendengar ucapan Dave, Davin langsung melempar bola basket yang sejak tadi ia mainkan kearah Dave tanpa perduli bola itu hampir mengenai kepala sang adik.

"Gue kira lo belain gue karena lo percaya sama gue dan karena ikatan persaudaraan kita sebagai anak kembar, ternyata karena lo belain Zea. Bangke gak tuh jadi sodara?!" Jawab Davin meninggikan suara kesal karena ucapan Dave.

"Bodo amat sih kalo lo." Sahut Dave santai dengan wajah cuek khas miliknya.

"Masalah photo, gue saranin mending lo tanya sama Tian karena dia ahli dalam hal ini. Lagian kalian kan deket banget udah kayak ade kakak."

"Astaga lo cemburu liat gue sama Tian? Lo semanis ini? Ya Tuhan, gue tersanjung sebagai seorang kakak."

"Buruan keluar, omongan lo macam polusi udara. Gue mau teleponan sama Zea." Sahut Dave tidak tertarik menanggapi ucapan Davin. Dave tetaplah Dave, pria dingin, pendiam dan ketus. Davin berdiri lalu mengambil photo-photo yang ada di atas meja belajar Dave dan membawanya pergi.

"Cemburu bilang, entar sakit hati sendiri gak enak lho rasanya." Tambah Davin namun Dave tidak perduli. Dave kembali mengunci pintu kamarnya. Sebenarnya Dave tidak ingin menelepon Zea, itu hanya alasan yang ia buat untuk membohongi kakaknya. Nyatanya ia malah menghubungi seorang rekan yang bekerja dihotel tempat photo Davin dan Anetha diambil. Setelah bicara lewat telepon, Dave bersiap untuk pergi menemui temannya tersebut.

"Dave, kamu mau kemana nak? Ini udah malam." Tanya Dara saat melihat Dave didepan pintu.

"Mau....Ummm"

"Kerumah Daddy paling tuh bun. Tadi abis teleponan sama Zea." Sahut Davin yang baru keluar kamar.

"Kamu mau kerumah Daddy? Ini udah malam sayang, gak enak bertamu jam segini." Tegur Dara menasehati, semenjak Dave dan Zea memiliki hubungan lebih dari seorang sahabat Dara selalu memperhatikan anaknya tersebut. Ia tidak ingin hubungan baik antar keluarga dijadikan alasan untuk keduanya bisa bebas bertemu kapanpun dan dimanapun.

"Dave ada janji sama temen bunda, lagian gak mungkinlah Dave kerumah Daddy malam-malam gini." Sahut Dave berkata jujur pada Dara.

"Ya udah kalo gitu hati-hati ya sayang, mendung kamu naik mobil aja deh jangan naik motor, udah malam." Dave tersenyum dan mengangguk lalu berpamitan pada Dara dan pergi menemui temannya.

"Bunda, kalo ada Tian suruh langsung ke kamar Davin ya." Kata Davin yang berdiri didepan pintu kamarnya. Dara tersenyum dan mengangguk menjawab ucapan Davin. Davin memperhatikan wanita itu, wanita yang ia panggil bunda. Sosok wanita paling sempurna yang ada dihidupnya. Tuhan sangat baik padanya, memberikan kedua orang tua seperti Dara dan Daniel. Orang tua yang tidak pernah menuntut anak-anaknya agar bisa memenuhi keinginan dan ambisi mereka sebagai orang tua. Orang tua yang tidak pernah mengekang atau membebaskan anak-anaknya, orang tua yang selalu berperan sesuai kebutuhan anak-anaknya. Davin lalu berjalan menghampiri Dara yang saat ini membuat secangkir teh didapur lalu Davin memeluk wanita itu dari belakang.

"Maafin Davin bunda, Davin udah ngecewain bunda. Davin bukan anak yang baik, Davin udah bikin malu ayah dan bunda." Kata Davin meletakan dagunya dibahu Dara. Dara yang kaget melihat tingkah anak sulungnya hany bisa mengerucutkan dahi karena selama ini yang terkenal manja adalah Dave.

"Loh loh, Abang kenapa? Bikin bunda kaget. Gak biasanya begini, biasanya aja kalo Dave yang manja dan meluk-meluk bunda abang langsung olokin Dave." Ucap Dara tersenyum sambil menyentuh pipi anaknya.

"Davin salah sama bunda dan ayah. Maafin Davin, Davin janji bakalan kasih bukti kalo Davin itu gak salah asalkan bunda dan ayah tetap selalu percaya sama Davin." Ucap Davin lagi, Dara tersenyum mendengar ucapan anaknya, anak itu saat ini terlihat seperti seorang bocah yang sedang menarik perhatian sang ibu. Dara berbalik dan melihat anaknya, ada raut penyesalan yang terlukis diwajah tampan itu. Dara mengusap lembut pucuk kepala Davin dan tersenyum.

"Apapun yang terjadi, kalian berdua adalah kepercayaan ayah dan bunda." Kata Dara meyakinkan anaknya.

"Apa-apaan ini? Biasanya Dave yang bersikap manja, kenapa tiba-tiba kamu ikut-ikutan manja?" Tanya Daniel yang datang menghampiri keduanya. Dara tertawa sedangkan Davin menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal.

"Mulai saat ini Davin juga bakalan ikutin Dave, manja sama bunda dan ayah." Kata Davin merangkul kedua orang tuanya membuat Daniel mengernyit.

"Udah sana masuk kamar, ini waktunya ayah sayang sayangan sama bunda." Kata Daniel menepuk pundak anaknya.

"Oke oke Davin gak akan ganggu quality time kalian." Sahut Davin lalu pergi ke kamarnya.

***

"Kamu yakin temen kakak kamu nginep disini?" Tanya Kiara, teman yang ditemui Dave. Gadis berambut pendek itu bekerja di hotel tempat Anetha menginap.

"Coba liat photonya." Dave lalu memamerkan photo yang diambil di salah satu kamar tersebut. Di dalam photo itu terlihat sedikit nama hotel yang tertempel di dinding kamar.

"Ah, iya. Kalo gitu apa yang bisa aku bantu?" Tanya Kiara antusias membantu Dave.

"Ummm kamu bisa gak cek buku tamu atas nama Anetha Priscila? Aku pengen tau dia chek in tanggal berapa." Kiara mengangguk lalu pergi ke meja resepsionis. Posisinya sebagai manager hotel bisa dengan mudah mengakses hal yang dirahasiakan, Kiara bekerja di hotel milik om nya sendiri makanya di umur yang masih sangat muda ia bisa menduduki kursi seorang maneger.

"Tanggal 20 bulan 4 jam 23 : 20. Dia chek in dikamar nomor 185 lantai 4." Kata Kiara tidak perlu membutuhkan waktu yang lama untuk memberikan informasi pada Dave.

"Dan satu lagi, bisa gak gue liat rekaman cctv di lantai 4? Aku tau ini melanggar aturan, tapi ini salah satu cara untuk bantu Davin" Kata Dave berharap jika Kiara bersedia membantu sepenuhnya agar masalah Davin tidak berlarut.

"Ikut aku." Jawab Kiara mengajak Dave untuk menuju ruang pengawas.

"Selamat malam pak, saya ingin melihat rekaman cctv tanggal 20 bulan 4 di lantai 4." Kata Kiara bicara santai pada security yang menjaga monitor cctv.

"Baik bu, akan saya cari." Kata security tersebut lalu langsung mencari rekamannya. Tidak lama mencari rekaman itu didapatkan, Dave langsung mendekati layar dan memeriksanya dengan teliti.

"Pak, tolong salinkan rekaman tersebut kesini ya." Kata Kiara menyerahkan sebuah flashdisk pada penjaga tersebut. Flashdisk itu milik Dave yang sudah diserahkan Dave lebih dulu saat mereka berjalan menuju ruangan tersebut.

Setelah selesai menyalin semua rekaman, mereka berdua pergi dari ruangan gelap itu.

"Makasih banget ya, ini bener-bener ngebantu."

"Aman....Tapi ini gak gratis lho, suatu hari aku bakal minta imbalan." Kata Kiara tertawa, Dave ikut tertawa mendengar hal tersebut.

"Apapun, asal jangan minta hatiku karena udah ada punya." Sahut Dave bicara jujur.

"Aish, aku merasa ditolak dan dikecewakan saat ini. Apa aku kurang cantik?" Tanya Kiara menepuk pelan pipinya.

"Kamu cantik, cantik banget. Tapi galak." Dave tertawa sedangkan Kiara melihatnya dengan tatapan kesal. Kiara dan Dave memiliki hubungan yang cukup dekat. Mereka berteman sejak Dave tinggal di Luar Negeri.

"Ish, dasar pembalap ugal-ugalan." Balas Kiara, ejekan itu selalu dikatakan Kiara pada Dave sejak dulu.

"Ya udah kalo gitu aku pamit pulang, udah jam 11 malam. Kamu mau aku anter sekalian?" Tanya Dave menawarkan tumpangan.

"Gak usah, bentar lagi aku juga dijemput kok." Sahut Kiara menolak tawaran Dave. Dave mengangguk lalu mereka berpisah disana.

Dave dengan perasaan senang membawa pulang salah satu bukti yang menyatakan jika Davin tidak bersalah.

Bersambung

Ayo dong yang belum Like novel baru author yg judulnya "THE VAMPIRE" Buruan like.....

Oh iya satu lagi, author mau jelasin nih knp buat novel baru sedangkan yg ada aja jarang up. Gini lho sebenarnya, para readers yg author cintai dan sayangi ❤️❤️❤️ pernah gak ngerasa bosen tau habis akal sama sesuatu hal yg udh para readers kerjain hari²? Nah sama, nulis juga begitu. Kadang kalo author stuck, author gak bisa paksa untuk tetap lanjutin nulis karena hasilnya juga bakalan gak bagus. Jadi author buatlah novel genre baru yg belum pernah author coba...... Bisa dibilang itu sebagai pelarian disaat stuck melanda dan saat author butuh suasana baru. Jadi tolong, tolonnggggg banget untuk ngedukung karya² baru yang author up ya dan tolong banget jangan komen yg bisa buat author down krn author orangnya gampang banget down 😂😂😂😂😂

Ummm udah itu aja, terimakasih semua ❤️❤️❤️❤️ calangheyooo ❤️❤️❤️❤️😘😘😘

1
Nabila
wkwkwkkkk 🤣🤣🤣😹 .. daddy El sampe bawa remeo segala .
Nabila
woy... yg di maksut kiara itu Tian . Bolo***t juga lue vin Davin bikin ngakak aja kelakuan playboy jatuh cinta .
Nabila
wkwkwkkkk 🤣😹😂🤣 .. ngawor kamu Davin . mau bongkar jaitan operasi segala
Quieenarra Nathaniella Kayleen
Kecewa
Quieenarra Nathaniella Kayleen
Buruk
Khay🌻: klo buruk jgn mmpir
total 1 replies
anonim
playboy ditolak cintanya ngamuk ya....wkwkwk
anonim
waduuuuuhhhh Davin...
bener gak tuh anaknya Davin ???
anonim
Calla bakal bikin rusuh tidak nanti setelah tahu Dave keluar dari kamar Zea
anonim
wuuuaaahhhhh...dah jujur juga kau Dave
anonim
ini Dave dan Zea sama2 suka tapi pd tinggiin gengsinya
anonim
Calla iiihhh dicium kakaknya cuci muka wkwkwk
Tatie Muji
ceritanya baguss... bikin baper
Diah Eka
ini cerita kenapa gak jelas sih
Putra Sanjaya
mana lanjutannya Thor , ceritanya Ngantung
Dj1380
thor...sayang sekali jk tdk sampai tamat...jk lanjut bakal tak jadikan favorit lho thor...
Dj1380
iih..thor...dave nya krg macho donk..koq malah lbh keren tian ya mnrt ku....
WidyaThree
lanjut thooor
Suprapti Paping: kak ig nya private
total 2 replies
Hani cute
kirain kemana si Dave... udah mikir macem-macem.. taunya lagi ngeprank Zea... 😆😆tapi bikin meleleh bacanya....
Hani cute
😭😭wah Davin kalah cepet... kiara keburu nembak Tian duluan... diterima lagi..niat mau tobat bisa tambah kumat.. deh
Inpresiati Oktaviana
masih ada raya vin, yg suka sama loe
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!