(AWAS. KHUSUS ***++ ADA BANYAK ADEGAN MEMANCING GAIRAH. JANGAN YA DEK YA) Dia dikhianati pacarnya. Dia berusaha menenangkan diri di kamar sebuah hotel. Tapi dia malah diperkosa oleh Gerson, seorang CEO sombong karena suatu kesalah-pahaman.
Bella hamil dan diusir orang tuanya dari rumah. Dia harus melahirkan dalam kondisi sulit.
Tujuh tahun kemudian, Bella kembali dipertemukan dengan Gerson dan harus bekerja di kantornya Gerson.
Di saat yang sama, Bella melihat wawancara Gerson di Youtube. Dia meminta anak-anaknya untuk menjauh kalau melihat Gerson.
Tapi anak kembarnya yang jenius itu, memilih untuk bertindak sebaliknya. Bukannya menjauh, mereka malah terus menyerang Gerson.
Sejak itu, hidup Gerson tidak lagi tenang karena terus diganggu oleh si kembar jenius.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gregorious, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27 Info yang Bocor ke Publik
Saat ini Diane berada dalam keadaan bimbang antara masuk lagi ke dalam kamarnya Gerson dan mengikuti nafsu yang menguasainya saat ini atau memilih untuk meninggalkan kamar Gerson dan menyelamatkan rumah tangganya.
Sebenarnya sejak lama Diane menyukai Gerson. Dia sudah menyukai Gerson saat dia masih kerja sebagai salah seorang staf di bagian teknik di perusahaannya Gerson.
Setiap kali Gerson lewat melewati ruangannya, maka Diane akan terus menatap Gerson hingga Gerson tidak kelihatan lagi dari pandangan matanya.
Hanya saja selama Diane kerja di perusahaan milik Gerson itu, Gerson tidak pernah sekalipun mendekatinya bahkan Gerson juga selalu cuek setiap Diane berusaha mendekati Gerson di ruangannya Gerson.
Saat itu Diane tidak mendapatkan Respon yang dia inginkan saat dia beberapa kali membawa berkas ke ruangannya Gerson.
Akhirnya saat Tony mulai mendekatinya maka Diane yang langsung menerima Tony dan hubungan keduanya berlangsung berjalan dengan cepat hingga dan hamil dan dia langsung menikah dengan Tony.
Justru di saat Diane sudah pacaran dengan Tony dan sudah hamil anak Tony itulah, baru dia bisa akrab dengan Gerson. Sesuatu yang sangat disayangkan oleh Diane.
Gerson yang sebelumnya nyaris tidak mengenal Diane, justru baru akrab dengan Diane saat menjelang Diane resmi menjadi istrinya Tony.
Saat ini, Diane berada dalam persimpangan, antara mengikuti hasratnya atau tetap dalam hubungan harmonis keluarganya.
Kedatangan Gerson ke rumahnya ini, membuat dada Diane bergejolak. Apalagi akhir-akhir ini dia tidak puas, akan pelayanan Tony di atas ranjang dan khayalan untuk bisa bermain dengan Gerson terus bermain-main di otaknya.
"Ini kesempatanku. Aku ingin menikmati pisangnya Gerson. Hmmm. Pasti enak." Diane yang sempat keluar lagi, kini putuskan untuk masuk ke kamarnya Gerson.
"Diane, dimana kamu, sayang?"
Terdengar kata-kata panggilan dari Tonny itu sehingga Diane yang baru saja hendak masuk ke kamarnya Gerson, langsung keluar lagi dan bergerak menuju ke arah ruang tamu.
"David mencarimu. Aku sudah membujuknya. Tetapi tidak mempan," kata Tony saat dia melihat Diane di ruang tamu.
"Oke. Biar aku yang mengatasinya." Walaupun dengan perasaan agak kecewa tapi Diane terpaksa pergi juga ke kamar utama untuk membujuk David yang kadang kala memang hanya bisa dibujuk olehnya dan tidak bisa dibujuk oleh Tony itu.
Toni mendekati pintu kamarnya Gerson dan mengetuk pintu yang masih terbuka. Setelah mendengar suaranya Gerson, maka Toni langsung mendorong pintu untuk masuk ke dalam kamarnya Gerson, kamar tamu rumahnya yang sekarang ditempati oleh Gerson itu.
"Bagaimana, Ton?" tanya Gerson yang sekarang sudah memakai piyama yang disediakan untuknya di kamar ini.
"Aku ingin mengabarkan dua hal padamu."
"Apa itu?"
"Yang pertama, adalah soal saham Perusahaan kita."
"Ada apa dengan saham Perusahaan kita?" Gerson langsung duduk menghadap ke arah Tony yang duduk di sofa kamar ini
"Saham kita terus terus terkoreksi c, Gerson. Hal ini terjadi setelah beberapa persoalan perusahaan kita, antara lain mengenai 5 ke publik, bos."
"Kenapa bisa bocor ke publik, Ton? Apa ada wartawan yang membocorkannya? Kalau gitu, bayar wartawan itu, kalau mereka berusaha membocorkannya lebih lanjut. Ini supaya mereka tidak lagi menyelidiki tentang hal itu."
"Kebocoran itu terjadi dari pihak kita sendiri, bos."
"Maksud kamu, ada penghianat yang menyusup di perusahaan kita untuk mengambil rahasia perusahaan kita dan membocorkannya ke publik?"
"No. Bukan seperti itu, bos."
"Lalu apa? Apakah ada karyawan kita yang mungkin sakit hati dan membocorkan hal itu kepada publik?"
"Juga bukan, Bos. Lagi pula persoalan itu hanya diketahui oleh beberapa orang dari perusahaan kita dan orang-orang yang mengetahuinya sangat kredibel, sangat bisa dipercaya dan aku mengenal semua orang itu. Aku yakin mereka tidak akan membocorkan soal ini. Bahkan mereka juga menyatakan keprihatinannya karena kebocoran masalah ini."
"Lalu siapa yang membocorkan itu ke publik sehingga saham Perusahaan kita anjlok?"
"Nampaknya yang membocorkannya adalah para hacker itu, bos."
"Hacker?"
"Yah. Nampaknya mereka berhasil mengetahui semua skandal di perusahaan kita saat mereka melakukan peretasan. Mereka berhasil mengkopinya dan menyebarkannya ke publik. Itulah hasil penyelidikanku, bos."
Gerson terdiam. Dia teringat akan sikap usil sang hacker yang sebelumnya sempat membuat dia berkelahi dengan seorang suami yang berpikir Gerson telah selingkuh dengan istri dari suami itu.
Gerson juga teringat akan nasib yang dia alami karena dikerjai oleh para hacker saat dia berada di taman dan disiram tinja yang sangat banyak lewat mobil alat berat yang disewa oleh para hacker itu.
"Nampaknya besok, aku harus menghubungi mereka dan aku harus menganggap lebih serius akan masalah ini. Aku tidak boleh menganggap enteng masalah ini. Para Hacker itu benar-benar sudah membuat aku marah!" geram Gerson.
"Ada satu lagi yang mau aku laporkan, bos."
"Apa itu?"
"Begini, Bos. Aku sudah menemukan apartemen lainnya untukmu. Apartemen itu cukup dekat dengan kantor dan penghuni di sana banyak orang-orang tua. Penghuni di sana sangat akrab. Rasa kekeluargaannya tinggi. Aku tahu jelas karena tanteku tinggal di sana. Sehingga tidak seperti apartemenmu yang lama di mana para tetangga semua cuek dengan masalah tetangga mereka dan tidak ada tali silaturahmi di antara para tetangga. Iya kan?"
"Lalu maksudmu apa menempatkan aku di situ, Tony? Apa keliatan tua bagimu sehingga aku harus bergaul dengan orang-orang tua itu? Apa begitu maksudmu?"
"No. Begini, ingat, Gerson. Yang kamu alami sekarang adalah gangguan supranatural dan dengan itu kamu harus tinggal di tempat yang peduli padamu. Jadi, umpama kamu tinggal sendirian terus ada suara-suara menyeramkan dari apartemenmu, kamu cukup keluar dan melaporkan hal itu kepada tetangga-tetanggamu dan mereka akan segera tanggap dan membantumu."
Gerson nampak termenung mendengar kata-kata Tony.
"Lagipula, di kalangan para keluarga itu ada banyak yang religius. Dan mereka bisa membantumu, mendukungmu, mendoakan rumahmu setiap kali ada gangguan-gangguan yang tidak biasa seperti yang kamu alami hari ini."
Setelah berpikir sebentar, akhirnya Gerson berkata, "oke, nampaknya cukup bagus."
**
Hari ini hari Sabtu. Bella sudah berpamitan kepada anak kembarnya untuk pergi ke panti asuhan.
Sebenarnya Julian ingin ikut dengan Bella tetapi ternyata Julius tidak memberikan izin karena Julius membutuhkan bantuan Julian.
Karena itu, Julian terpaksa tinggal bersama Julius dengan diasuh oleh Een dan membiarkan Bela pergi sendirian menuju ke panti asuhan.
"Kamu mau minta bantuan apa, sih?" tanya Julian pada Julius setelah Bella pergi.
"Begini, aku baru dapat info kalau Ayah kita akan pindah apartemen."
"Pindah apartemen?"
"Iya. Dia akan pindah ke apartemen yang lain dan mengingat sebelumnya alatku sempat ngadat sehingga terlambat baru bisa beroperasi untuk menakut-nakuti Ayah kita dan wanitanya, maka aku punya ide lain supaya bisa menghalangi perbuatan nakal Ayah kita, di saatku ngadat lagi."
"Oke. Sounds great. Lalu peranku di mana??"
"Di sinilah peranmu berada, Julian. Kamu harus berada di kompleks apartemen itu dan menyamar sebagai anak dari ayah kita."
"Hah? Jadi anak dari ayah kita? Bagaimana caranya?"
dia tukang celap celup dan itu menjijikan
kuharap ada tokoh yang lebih baik dari dia buat jadi jodohnya Bella
dari judul cerita ini tuh menceritakan anak kembar yang jenius, jadi saya harap jodoh nya Bella bukan gersang
kalo aku jadi Bella sih kuludahin aslii
karna ga bakal ada laki laki yang bisa benar benar lepas dari kebiasaan nya apalagi ini soal kenikmatan duniawi