Sistem Harimau Perunggu adalah warisan seorang penguasa sekaligus pelindung dari benua hitam. Seorang pemuda terpilih untuk mewarisi sistem tersebut. Sistem yang akan membuatnya sebagai petarung yang hebat. Bagaimana kisahnya? Apa yang akan di lalui nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ang Bay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Akira Byzko
Melihat Scott dan Alicia keluar. Beberapa anak orang kaya di ruangan itu mengobrol lagi.
"Akira, apa ayahmu marah malam itu?"
"Tidak terlalu." Akira menggeleng. "Itu benar benar salahku. Aku ingin mengusir bos besar. Bukankah aku sama saja cari mati."
"Hahahaha, bisa bisanya kau tidak mengenal wajah bos besarmu sendiri."
Teman teman Akira tertawa terbahak bahak tapi Akira tidak marah hanya sedikit kesal.
"Sudah sudah! Jangan bicara omong kosong, itu gara gara kau yang memaksaku untuk giliran mentraktir makan malam, sekarang kalian malah tertawa!"
***
Di luar, Scott dan Alicia menunggu di aula sambil menjamu para tamu. Sampai tamu undangan hampir tiba semua.
Akhirnya, sosok kurus masuk dari pintu depan, dia memakai pakaian kasual, ekspresinya cuek dan matanya menatap sekeliling.
Mata Alicia memastikan. "Itu dia datang."
"Oh ya?" Scott menoleh, tanpa sadar mengerutkan keningnya.
Pria yang di lihatnya itu sangat tampan. Dia terkejut dan sedikit malu saat ini.
"Orang yang dulu kau sukai ternyata sangat tampan ya? Hm! Tapi itu tidak berguna, dia akan terlihat jelek nanti!"
Alicia juga sedikit terkejut, karena Rafael jauh lebih tampan dari yang dulu. Dan temperamen unik pembawaannya sangat mempesona.
"Rafael." Alicia menyapa.
Rafael sudah lama memperhatikannya.
"Selamat atas pernikahanmu, semoga bahagia selamanya."
"Terima kasih." Alicia tertawa. "Ijinkan aku memperkenalkanmu kepada suamiku, Scott Raven."
"Halo."
Rafael menoleh dan melihat ke belakang. Melihat kepala pria yang agak botak itu, dia terlihat jauh lebih tua dari Alicia. Ketika Rafael baru masuk tadi, dia berpikir itu adalah ayah Alicia. Dia tidak menyangka Alicia menikah dengan om om.
Rafael merenung sebentar.
"Tuan Raven, ketika aku melihatmu. Kau pasti sangat kaya."
"Hahaha." Scott merasa Rafael cukup cerdas. "Tuan Radja, aku sudah lama mendengar tentangmu dari Alicia."
"Benarkah?"
Mereka berbasa basi di aula untuk beberapa waktu. Scott merasa sudah waktunya untuk turun menjalankan aksinya.
"Tuan Radja, kau adalah tamu terhormat, silahkan ikuti aku."
"Oh, terima kasih." Rafael mengangguk dan merasa bahwa meskipun Scott agak tua, tapi dia memperlakukan orang dengan baik.
Scott benar benar memperlakukan Rafael sebagai tamu VIP. Padahal Alicia dan Scott mengajak Rafael ke ruang VIP dengan motif tersembunyi.
Di depan ruang VIP. Scott mengetuk pintu. Saat ini, Akira sedang duduk di dalam, meregangkan kakinya dan bersandar di kursi, dia terlihat sedang bercanda. Mendengar suara ketukan di luar, sudut bibirnya menunjukkan senyum yang jahat.
"Hei, hei, mereka datang."
Akira tidak bermaksud membantu Scott. Pada dasarnya dia memang suka berpura pura baik. Dia suka mempermainkan orang untuk bersenang senang.
"Masuk!" teriak Akira.
Scott yang mendengar itu mulai membuka pintu dan memandang Rafael dengan tatapan penuh makna yang mendalam.
"Silahkan, tuan Radja."
"Baiklah." Rafael mengangguk dan masuk ke dalam.
Alicia dan Scott juga mengikuti, mereka ingin melihat seperti apa reaksinya nanti. Apakah akan luar biasa? Inferior? Atau?
Rafael masuk dan melihat lalu menemukan bahwa ada beberapa anak muda duduk seenaknya. Bahkan tidak ada kursi yang tersisa untuk Rafael. Tapi Rafael merasa bahwa orang orang ini tidak asing.
Saat ini, Akira memperhatikan mereka bertiga yang baru masuk. Dia ingin mempermalukan orang itu bahkan sebelum dia sempat duduk. Tapi tiba tiba, dia merasa ada yang salah, melihat penampilan tampan itu, dan temperamen yang cuek, itu adalah bos dari ayahnya!
"Sial!" Dia tiba tiba bangkit dan berdiri tegak.
"Bos besar apa kabar!"
Beberapa teman Akira juga pernah bertemu Rafael dan tahu bahwa dia adalah orang yang hebat. Meskipun mereka suka seenaknya di waktu waktu biasa, mereka tidak bodoh di saat tertentu. Mereka berdiri satu persatu sambil mengucapkan salam.
"Halo bos besar!"
Tidak ada kata kata lain di ruangan itu untuk saat ini.
"Ini---,,," Alicia dan Scott menunjukkan wajah bodoh.
Pemandangan di depan mereka berbeda dengan apa yang mereka bayangkan. Kelompok pemuda itu seharusnya menyerang Rafael. Mengapa malah menyapa dengan sopan. Mereka berdua terkejut.
Scott merasa ragu ragu dan bertanya. "Tuan muda Byzko, apakah anda mengenalnya?"
Akira langsung ingat bahwa Scott memintanya untuk mengganggu seseorang. Dia meminta untuk mempermalukan Rafael.
'Sialan, apa si botak ini sengaja menjebakku! Dia ingin membunuhku!'
BRAK!
Akira menggebrak meja dengan keras dan matanya melotot.
"Scott, kau ingin mengadu domba aku dengan tuan Radja? Apa kau tahu dia adalah bos besarku! Apa otakmu itu sudah tidak beres? Jika kau berani melakukan ini cepat pergi atau kuburan leluhurmu akan aku ledakkan! Biar ledakan itu membuat para leluhurmu mengutuk kebodohanmu dari atas langit!"
"Aku akan menghancurkan semua tentangmu! Brengsek!"
"Aku akan membakar rumahmu, dengan api yang besar sampai api itu bisa di lihat dari seluruh kota! Akan ku hancurkan keluargamu!"
"Lebih baik aku bermain ayunan bersama seekor babi daripada aku membantumu melakukan hal seperti ini!"
***
Akira mengeluarkan banyak makian kepada Scott tanpa henti. Dia mengeluarkan aura kemarahan yang tidak terkendali. Dia memang adalah biang onar dan pembuat masalah yang hebat. Tapi untuk masalah menghadapi Rafael, dia masih ingin hidup sampai tua.
Rafael berdiri membeku di sebelahnya.
"Ada apa sebenarnya?"
"Bos besar, biar aku jelaskan---,,," seseoarang anak kaya di sebelah Rafael menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
"Oh begitu."
"Iya, benar bos."
Rafael melirik Alicia dan inilah alasan mengapa Rafael tidak pernah menyukainya saat kuliah dulu. Sekarang, Alicia dan Scott berdiri terpaku di sana dan tercengang. Mendengar banyak cacian dari Akira yang wajahnya berubah merah seperti iblis.
Mereka berdua tidak pernah menyangka bahwa Rafael adalah bos besar Akira. Alicia sekarang menyadari bahwa dia dan Rafael sama sekali tidak sepadan. Alicia menyesal karena masih saja memendam dendam yang tidak seberapa itu. Jika dia tidak punya rencana balas dendam, hal ini tidak mungkin terjadi. Sekarang mereka di permalukan habis habisan, kata penyesalan juga tidak akan berguna. Alicia tidak sanggup mengangkat kepala dan air matanya mengalir deras.
Akira masih terus mencaci maki mereka tanpa henti dan tidak lelah. Akhirnya, Alicia tidak tahan dengan keruntuhan psikologisnya. Dia berlari keluar pintu sambil menangis.
"Scott, aku ingin bercerai!"
"Apa!" Scott panik dan berlari mengejar sampai tersandung sandung kakinya sendiri.
"Melihat itu, Rafael menghela nafas dalam.
"Sayang sekali, mereka baru beberapa menit menikah sudah cerai."
***
Setelah lumayan lelah mencaci maki Scott, kemarahan Akira mulai mereda. Dia mengatur nafas untuk mengendalikan emosinya. Kemudia dia segera memasang senyum di wajahnya.
"Bos, bagaimana penampilanku barusan?"
"Mantap." Rafael mau tidak mau mengacungkan jempolnya.
Akira merasa sangat puas mendapat pujian dari Rafael. Dia akan menceritakan kepada ayahnya setelah pulang nanti. Wajahnya kini menjadi cerah. Ketika ayahnya tahu pencapaiannya, Akira sudah memikirkan uang sakunya akan bertambah pesat. Dia merasa tidak sia sia belajar berbagai macam makian untuk merendahkan orang selama 7 tahun.
Saat ini, di luar ruang VIP sudah kacau dan berantakan. Pengantin wanita sudah memutuskan untuk bercerai. Pernikahan itu hancur seketika.
"Bos besar, ayo kita pergi saja, kita cari tempat lain untuk makan."
"Oke. Ayo pergi."
Rafael datang untuk menghadiri pernikahan, tapi tidak mungkin dia akan makan di tempat pernikahan yang sudah kacau seperti ini. Jadi dia setuju untuk pergi dengan Akira.
***
PEMBERITAHUAN
Untuk bulan september 2023 ini saya meminta maaf apabila update akan sedikit lambat atau nanti tiba tiba novel ini berhenti untuk beberapa hari. Karena bulan ini saya harus menjadi suami siaga, menanti kelahiran anak kami. Ada kemungkina kelahiran anak kami akan terjadi dalam waktu satu atau dua minggu ke depan, karena perkiraan dokternya pertengahan bulan september 2023. Terima kasih atas perhatian kawan kawan semua. Harap di maklumi dan mohon maaf sebesar besarnya untuk segala sesuatu di bulan september 2023 ini nantinya.
Author.