Baca novelnya .
Ini novel mengandung sedikit bawang , merica , cabe cabean .. eaaaaa .. bukan ya .
Cerita dalam novel ini bikin greget dan bikin gemes .
Baca novelnya .. Harus .. nggak boleh enggak .
tinggalkan jejak ya . karena setiap dukungan kalian adalah semngat ku .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tyas Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
E.U.A 26 . Ikuti alurnya,Embun
Malam itu Embun mau tidak mau harus menghadiri acara yang sudah di persiapkan oleh sang Papa . Meskipun Papa yang selama ini dia panggil dengan sebutan Papa itu sama sekali tidak pernah menganggapnya anak . Tapi , bagi Embun dia akan melakukan ini hanya sekali ini . Demi Mama yang sudah berjuang keras untuk mendapat keadilan untuk dirinya .
Embun sudah bersiap untuk pulan ke rumahnya , lebih tepatnya rumah orang tuanya . Malam ini acara pertunangannya dengan Ryan akan dilaksanakan .
" Semoga apa yang gue lakukan itu yang terbaik. Dia pria yang baik " Embun mencoba meyakinkan dirinya sendiri di depan cermin .
Embun mengendarai mobilnya menuju kediaman sang Papa . Seperti permintaan Papanya dia harus datang lebih awal .
Tak terasa mobil yang di tumpangi Embun sudah terparkir di halaman rumah yang beberapa bulan ini tidak dia kunjungi .
" Kakak " sapa Kenzo yang memang sudah menunggu kedatangan Embun sedari tadi .
Kenzo berlari kearah Embun . Embun segera menangkap tubuh mungil itu .
" Kamu ngapain di luar sendiri ? Nungguin kakak ya ?" goda Embun .
" Iya . Aku kangen " ucap Kenzo memeluk tubuh Embun dengan erat .
" Ayo masuk . Sudah hampir petang " ajak Embun lalu menggandeng tangan Kenzo .
" Akhirnya kamu pulang juga ?" ucap Papa Eros .
Embun hanya menatap sekilas lalu berjalan menuju kamarnya bersama Kenzo . Mama Kayla lalu menghampiri Embun . Air mata Mama Kayla menetes begitu menatap putrinya yang selalu mendapat perlakuan berbeda .
" Maafkan Mama nak . Maaf " ucap Mama Kayla seraya memeluk Embun .
Embun mencoba menenangkan Mama Kayla dengan membalas pelukan Mamanya .
" Mama jangan seperti ini . Ini bukan salah Mama , Embun melakukan semua ini supaya semua segera berakhir . Kita semua harus hidup dengan kebahagiaan . Jangan ada rasa tertekan lagi " ucap Embun .
Papa Eros memiliki sifat arogan dan selalu bertindak sesuka hati . Dia tidak pernah mempedulikan perasaan orang lain dan keras kepala . Hanya Ciara yang mendapatkan perlakuan khusus dari Papa Eros .
Kenzo menatap Kakak dan Mamanya menangis , membuat Kenzo berjanji untuk menjadi pria yang akan membahagiakan kakak dan Mamanya .
" Sudah , Mama jangan menangis . Nanti Mama sakit lagi " ucap Embun melepas pelukannya dari Mamanya . Embun sudah memutuskan maka Ikuti saja alurnya .
" Baiklah , Mama keluar dulu . Kamu istirahat dulu . Mama membantu bibi menyiapkan makan malam dulu " ucap Mama Kayla lalu meninggalkan Embun dan Kenzo .
Embun hanya tersenyum menjawab ucapan Mamanya .
ting
Lo dimana ?
dari: Tanpa nama
" Ini siapa kak ?" tanya Kenzo ketika tak sengaja
" Mana ?" tanya Embun .
" Ada pesan di hp Kakak " ucap Kenzo memberikan ponsel Embun .
" Pacar kakak ?" tanya Kenzo dengan polos . Kenzo melihat gambar pengirim seorang pria tampan .
" Hey, anak kecil tahu apa itu pacar " ucap Embun lalu mencolek hidung Kenzo
" Tahulah . Kak Ciara sering ngomongin pacar di hp nya " ucap Kenzo apa adanya .
" Anak kecil itu sekolah dulu yang bener . Sudah sana belajar dulu . Nanti baru main lagi sama kakak " ucap Embun kepada Kenzo .
Ponsel Embun terus berbunyi dan yang terakhir bukan lagi sebuah pesan melainkan sebuah panggilan telepon.
" Angkat saja Kenzo nggak ganggu kok " ucap Kenzo seperti layaknya pria dewasa .
" Dasar anak kecil " ejek Embun .
Embun mengabaikan panggilan yang ternyata dari Allan .
" Kenapa tidak di angkat ? Baiklah Kenzo keluar " ucap Kenzo mengalah .
Embun tersenyum melihat tingkah sang adik yang begitu menggemaskan . Dan untuk ketiga kalinya ponsel Embun kembali berdering .
*
"Lo dimana ? Lo baik-baik sajakan ? "tanya Allan langsung pada intinya setelah Embun menjawab telponnya .
" Iya gue baik . Ada apa ? " tanya Embun .
" Lo nggak ada di rumah ?" tanya Allan .
" Enggak " jawab Embun .
" Lagi dimana ?" tanya Allan .
" Emm.. Di rumah Mama " jawab Embun .
" Baiklah . Gue tutup " ucap Allan lalu mematikan sambungan telponnya .
" Dasar pria aneh " gumam Embun .
" Pacar kakak tampan " Ucap Kenzo entah dari kapan berada di sana .
" Ya ampun Ken . Ngagetin kakak aja deh . Ada apa lagi ?" tanya Embun .
" Kata Mama , kakak di minta siap-siap . Ini baju kakak " ucap Kenzo memberikan sebuah bingkisan dengan merk ternama.
" Baiklah tampan . Terima kasih " ucap Embun setelah menerima bingkisan dari Kenzo .
Kenzo lalu berbalik dan hendak keluar .
" Kak ?" ucap Kenzo
" Ya ?" Jawab Embun .
" Apa kakak bahagia ?" tanta Kenzo menatap Embun .
Embun tersenyum menanggapi pertanyaan pria kecil yang sangat mempedulikannya itu . Embun berjalan mendekati Kenzo lalu memeluknya . Mengusap kepala Kenzo dengan lembut .
" Kakak bahagia . Kakak sangat bahagia ,. Jadi, Kenzo tidak perlu khawatir " ucap Embun mencoba meyakinkan adik kecilnya itu .
Kenzo lalu memeluk Embun dengan erat .
" Sudah sana , kamu juga harus bersiap biar ganteng " ucap Embun tersenyum tulus
" Oke " jawab Kenzo lalu meninggalkan kakaknya .
Embun terduduk lemas di lantai . Pertanyaan yang baru saja di berikan padanya membuat Embun berpikir . Apakah dia bahagia ? Bukan . Apakah dia pernah bahagia ? Mungkin pertanyaan itu lebih tepat untuknya .
Waktu berjalan begitu cepat . Kini keluarga Embun tengah menunggu kedatangan keluarga Ryan .
Ciara yang biasanya tidak berada di rumah juga turut menyambut kedatangan calon adik iparnya itu . Ciara ingin melihat seperti apa pria yang dia tolak sehingga Embun yang harus menerima perjodohan ini .
" Itu sepertinya sudah datang " ucap Papa Eros yang paling terlihat antusias dari lainnya .
" Selamat malam , maaf sedikit terlambat . Padahal sudah berangkat lebih awal tapi tetap saja jalanan macet " ucap Om Pram yang tak lain Ayah dari Ryan .
" Tidak apa-apa Pram . Ayo masuk " Ajak Papa Eros . Mana Kayla dan Embun juga turut menyapa Calon besannya itu.
" Ganteng juga " batin Ciara menatap Ryan penuh kagum .
Ryan juga bersama saudaranya tapi tidak terlalu banyak.
" Mari-mari silahkan masuk " ucap Mama Kayla ramah .
Kini kedua keluarga itu tengah duduk di ruang tamu .
" Beruntung sekali kak Ryan mendapatkan istri cantik " celetuk salah seorang gadis yang mungkin masih duduk di bangku SMA .
" Apa maksud mu ? Menurut mu aku tidak tampan ?" ucap Ryan tidak terima .
" Tampan tapi masih tampan Kak Willi " ucap gadis itu .
" Ck " decak Ryan .
" Kalian ini tidak malu dilihat oleh calon besan ya " ucap Ibu paruh baya yang tak lain ibu dari gadis itu .
" Maaf mereka memang sering begitu " Imbuhnya lagi .
" Tidak apa-apa jeng . Anak saya juga sering begitu " Ucap Mama Kayla .
" Oh iya perkenalkan ini anak sulung saya namanya Ciara dan ini anak bungsu saya Kenzo " ucap Papa Eros memperkenalkan kedua anaknya .
" Ganteng dan cantik anaknya . Ibunya saja cantik " puji ibu dari sepupu Ryan .
" Baiklah mari kita mulai acaranya . Nak Embun , Saya dan keluarga besar ke sini untuk melangsungkan pertunangan yang memang sudah kita sepakati . Nak Embun , Apakah kamu sudah siap ?" tanya Om Pram penuh bijaksana .
Sebagai orang tua , Om Pram tahu jika pernikahan bukan karena cinta melainkan sebuah perjodohan atau paksaan memang tidak selamanya akan berakhir baik maupun buruk . Tapi , Om Pram berusaha meyakinkan keduanya supaya tidak ada penyesalan nantinya .
" Embun pasti menyetujuinya Pram . Iya kan Embun?" tanya Papa Eros .
" Iya Om. Saya setuju " jawab Embun yang tidak ingin berlama-lama .
" Baiklah . Ryan berikan cincin ini kepada calon istrimu begitupun sebaliknya " ucap Om Pram .
Embun dan Ryan berdiri lalu memasangkan cincin ke jari manis masing-masing . Acara malam ini berjalan lancar dan berlanjut makan malam bersama . Hingga keluarga Ryan berpamitan untuk pulang .
Embun menginap di rumah orang tuanya setidaknya untuk malam ini . Hanya demi ibunya . Sebenarnya Embun sudah ingin kembali kerumahnya . Namun hari sudah mulai malam dan hampir dini hari , sehingga Mama Kayla meminta Embun untuk menginap.
udh bulukan ini nungguin lanjutan nya
niat ga sih?
aku suka gaya penulisannya kakak , jadi nyaman bacanya
semangat terus berkarya kak 🫶🏻