Untuk pertama kalinya merasakan cinta pada lawan jenis dan menjatuhkan hati sejatuh jatuhnya, hingga membuatnya memiliki ekspektasi yang tinggi akan segera memiliki kekasih halal di usianya yang cukup matang.
Kehadiran seseorang yang memperlakukannya dengan baik menumbuhkan rasa tak biasa di hatinya Namun realita membuatnya sadar, jika dia harus bersaing untuk mewujudkan ekspektasinya. Sayangnya saingannya berat selain masa lalu juga ambisi orang yang berhasil membuatnya jatuh hati.
Memilih pergi untuk menghindar dari cinta yang tak terbalas, menjaga hati agar tidak semakin sakit. Berharap kehidupan baru membawanya dari belenggu masa lalu.
Akankah Liani menghapus rasa yang sudah terlanjur tumbuh? atau semakin terperosok pada lubang cinta dalam hati semakin dalam?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lailatus Sakinah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terlalu Cinta
Perhatian Fajar membuat Liani dejavu, dulu dia pernah mendapat perhatian seperti ini dari Ahsan dan apa yang Fajar lakukan saat ini membuat ingatannya kembali ke masa itu.
Tanpa sengaja Liani beradu tatap dengan Ahsan yang berdiri tidak jauh dari mejanya, laki-laki itu menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.
"Huuft...." Liani menghembuskan nafasnya sedikit kasar, membuat Fajar maupun Shanum menoleh ke arahnya.
"Hhe...maaf, sudah tidak sabar, lapar" Liani pun beralasan saat tatapan keduanya menyiratkan tanda tanya menatapnya.
"Makanlah Mbak!" ucap Fajar dengan tersenyum manis.
Mereka pun menikmati makan siang bertiga dalam satu meja dengan sesekali di selingi obrolan ringan yang lebih sering terjadi antara Liani dan Shanum.
"Boleh bergabung?" di tengah tengah obrolan mereka Ahsan datang bersama Hana dan meminta izin untuk duduk bersama, karena tidak ada alasan untuk menolak Liani pun hanya menganggukan kepalanya setelah terlebih dahulu Fajar dengan ramah mempersilahkan mereka berdua.
"Silahkan Pak Ahsan, Bu Hana" jawab Fajar,
"Akhtar kemana Num?" Ahsan membuka obrolan dengan menanyakan perihal keberadaan sepupunya itu,
"Mas Akhtar sedang ada tamu dulu Kak, mungkin sebentar lagi datang" jawab Shanum setelah menghabiskan makanannya yang memang tinggal sedikit.
"Pak Ahsan sama Pak Akhtar itu saudara ya?" Hana turut bersuara,
"Iya, kami saudara sepupu" jawab Ahsan dengan senyum khasnya,
"Wah, pantesan"
"Pantesan apa?" Ahsan penasaran,
"Pantesan sama-sama gantengnya" entah bercanda atau serius, Hana mengucapkannya dengan diakhiri kekehan.
"Kalau itu pasti" jawab Ahsan dengan menaik turunkan alisnya,
"Tapi perbedaan mereka pun sangat signifikan lho bu dosen" Shanum menimpali,
"Oya, apa itu Bu?" Hana penasaran,
"Kalau Mas Akhtar sudah beranak pinak, tapi kalau yang satu ini jomlonya pake formalin, awet banget" Shanum tergelak sendiri setelah mengatakan kalimat itu.
Sementara Ahsan hanya berdesis dengan mencebikkan bibirnya.
"Wah kalau jomlonya seperti Pak Ahsan saya yakin tidak akan sulit untuk melepas titel jomlonya" Hana menatap Ahsan dengan tatapan berbeda, membuat Shanum menautkan kedua alisnya dengan tatapan memicing ke arah Ahsan lalu beralih ke arah Liani yang yang sejak tadi hanya fokus menikmati makanannya.
"Tentu saja, ini mah jomlonya terhormat, singelillah" Fajar menimpali diakhiri dengan tawa bersama.
Obrolan terus berlanjut, Hana kini mendominasi, dia tak sungkan memberi perhatian kepada Ahsan lewat kata-kata maupun bahasa tubuhnya yang membuat tiga orang yang duduk bersama mereka menatap dengan tanda tanya.
Jika Fajar biasa saja bahkan senyum-senyum sendiri melihat interaksi Hana terhadap Ahsan, begitupun dengan Shanum yang turut tersenyum dengan sesekali menimpali obrolan dengan mereka namun tidak dengan Liani yang memilih lebih banyak diam dan hanya bersuara saat ada yang bertanya padanya.
"Sepertinya kamu memang masih mencintainya Li" Shanum mengikuti Liani yang pamit lebih dulu setelah menghabiskan makanannya, dia beralasan mau mengambil dessert namun setelah beberapa lama tak kunjung kembali.
"Tidak penting" sahut Liani yang memilih duduk di balkon lantai dua rumah Shanum dengan beberapa dessert di hadapannya.
Iringan musik pop menjadi hiburan setelah para tamu menikmati makanan utama siang ini. Shanum pun menyediakan fasilitas karoke untuk para tamunya itu.
"Mohon izin untuk menyumbangkan suara emas saya" suara salah satu dosen terdengar dari pusat suara,
"Ayo atuh di dalam, kita nyanyi-nyanyi" ajak Shanum pada Liani,
"Bentar ah, habisin dulu ini, seger banget." Liani mengacungkan gelas berisi minuman segar yang ada di tangannya,
Intro musik pun mulai menghanyutkan para tamu menikmati setiap alunannya.
Jangan dekat atau jangan datang kepadaku lagi
Aku semakin tersiksa karena tak memilikimu
Kucoba jalani hari dengan pengganti dirimu
Tapi hatiku selalu berpihak lagi padamu
Mengapa semua ini terjadi kepadaku
Deg....Liani merasa lirik lagu ini sama dengan apa yang apa yang tengah dirasakannya saat ini.
Tuhan maafkan diri ini
Yang tak pernah bisa menjauh dari angan tentangnya
Namun apalah daya ini
Bila ternyata sesungguhnya aku terlalu cinta dia
Tapi hatiku selalu berpihak lagi padamu
Mengapa semua ini terjadi kepadaku
Tuhan maafkan diri ini
Yang tak pernah bisa menjauh dari angan tentangnya
Namun apalah daya ini
Bila ternyata sesungguhnya aku terlalu cinta dia
Mengapa semua ini terjadi kepadaku
Tuhan maafkan diri ini
Yang tak pernah bisa menjauh dari angan tentangnya
Namun apalah daya ini
Bila ternyata sesungguhnya aku terlalu cinta dia
Sumber: LyricFind
Liani yang akan kembali ke ruangan dimana rekan-rekannya berada mengurungkan niatnya.
Mendengarkan lagu itu membuat hatinya kembali berdenyut. Dia tidak bisa berbohong jika di hatinya cinta untuk Ahsan masih ada, bahkan masih sama besarnya seperti dulu, tidak ada yang berubah.
Kehadiran orang baru nyatanya tidak mampu mengikis rasa cintanya untuk laki-laki itu. Liani baru menyadari dirinya terlalu cinta pada laki-laki itu.
Air mata Liani kembali membasahi pipinya, dia bahkan tidak menyadari saat Shanum sudah berada di sampingnya dan memeluknya erat.
"Menangislah, jangan menahan diri" ucap Shanum lirih.
Keduanya tidak menyadari ada sepasang mata yang sejak tadi memantau semua gerak gerik mereka.
semangat up kak Laila😘