NovelToon NovelToon
Before Divorce

Before Divorce

Status: tamat
Genre:Time Travel / Cerai / Mengubah Takdir / Keluarga & Kasih Sayang / Romansa / Fantasi Wanita / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:86.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: pinkanmiliar

Lima tahun pacaran dan lima tahun menikah, nyatanya tidak membuat hubungan Shiena dan Willy semakin dekat dan erat. Di malam Shiena baru saja pulang dari kantor, Willy melemparkan berkas gugatan cerainya untuk Shiena.

Sebelum menyetujui untuk bercerai, Shiena berucap jika dirinya berharap tidak pernah bertemu dengan Willy dalam hidupnya. Dan semesta mengabulkannya. Shiena kembali ke masa dirinya belum mengenal Willy.


"Mari kita berpisah! Aku rasa aku sudah tidak tahan untuk terus mengikuti keinginanmu." (Willy Pramudya)

"Impianku hanya satu. Ingin memiliki keluarga yang bahagia seperti kedua orang tuaku. Tapi ternyata kamu sudah menghancurkannya." (Shiena Larasati)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pinkanmiliar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26 - Time Flies So Fast

Waktu berlalu dengan begitu cepat. Shiena dan Willy memilih untuk menjalani kehidupan mereka masing-masing tanpa saling ikut campur.

Kini Shiena sedang sibuk mengurus kuliahnya dan juga tugas akhir dirinya. Misinya untuk menyatukan Shandy dan Anila akhirnya berhasil. Mereka kini menjalin kasih meski belum mendapat restu dari keluarga Anila yang tinggal di luar kota.

Anila masih tetap bekerja sebagai pelayan kafe untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan juga mengirim sedikit uang untuk keluarganya. Anila tak ingin keluarganya berhutang pada saudagar kaya yang akhirnya membuat hidupnya menderita di masa depan. Anila sudah mantap dengan pilihan hatinya bersama Shandy.

"Hai," sapa Shandy yang menyamar menjadi pengunjung kafe dan menyapa Anila yang melayaninya.

"Bang Shandy? Ngapain disini?" tanya Anila sambil berbisik.

"Aku menemui kekasihku disini." Shandy mengedipkan sebelah matanya.

"Astaga, Bang! Gimana kalo orang-orang tahu?"

"Ya gak apa lah! Kalo perlu, aku bakal beli kafe ini buat kamu. Jadi kamu gak perlu repot-repot kerja disini. Kamu jadi bos disini. Gimana?"

Anila menggeleng pelan. "Gak, Bang. Aku tetap ingin kehidupanku normal seperti dulu. Aku gak mau ada yang berubah."

Shandy mengerutkan kening. "Emangnya selama kamu sama aku, kamu ngerasa kehidupanmu jadi gak normal. Begitu?"

"Bu-bukan gitu, Bang!"

"Anila!" Tiba-tiba saja si pemilik kafe memanggil Anila.

Gadis itu segera berpamitan dengan Shandy dan melangkah pergi.

"Iya, Bu! Ada apa?" tanya Anila sopan pada ibu si pemilik kafe, Bu Ratih.

"Ada masalah dengan pengunjung tadi?" tanya Bu Ratih.

Anila menggeleng. "E-enggak, Bu."

"Trus kenapa kamu malah ngobrol disana dan melupakan tugas kamu?" Sepertinya Bu Ratih tidak menyukai Anila yang dikira tebar pesona pada pengunjung pria.

"Apa ada masalah jika saya mengajak ngobrol karyawan Ibu?" Shandy menghampiri Anila yang sedang dimarahi oleh Bu Ratih.

"Eh? Ah, tidak Mas. Hanya saja saya takut saja jika karyawan saya mengganggu Mas nya." Tiba-tiba Bu Ratih bicara lembut di depan Shandy.

"Anila sama sekali gak mengganggu saya. Dia adalah kekasih saya. Jadi, jangan pernah memarahi dia. Saya bisa saja menuntut Ibu karena sudah semena-mena terhadap karyawan Ibu!"

Ucapan Shandy membuat Bu Ratih terdiam seribu bahasa. Selama ini Bu Ratih memang kerap kali bertindak semena-mena terhadap anak buahnya. Sejak lama Shandy sudah memperhatikan sikap Bu Ratih yang kurang baik terhadap karyawannya.

Shandy mengajak Anila pergi dari kafe dan mengundurkan diri. Shandy akan mencarikan pekerjaan yang lebih layak untuk kekasihnya itu.

"Bang, kenapa harus keluar sih? Apa abang gak tau kalo nyari kerjaan itu sulit, Bang!" Anila cemberut.

"Sayang, aku akan carikan pekerjaan lain untukmu. Oke? Dengan bos yang lebih menghargai karyawannya. Harusnya dia itu sadar, kalo dia gak ada apa-apanya kalo gak ada karyawan seperti kalian. Kesal aku jadinya!"

Anila tersenyum. Ternyata kekasihnya ini memiliki hati yang sangat baik.

...***...

Shiena bolak balik menemui dosen pembimbing dirinya agar tugas akhirnya selesai lebih cepat dari yang diperkirakan. Shiena ingin cepat membantu sang ayah di perusahaan.

Ya meskipun tak bisa selamanya jadi wanita karir, setidaknya Shiena ingin merasakan bekerja di perusahaan ayahnya. Jika dulu Shiena menolak mentah-mentah untuk berkarir di perusahaan sang ayah, maka lain halnya sekarang.

Shiena justru memilih perusahaan sang ayah untuk memulai karirnya. Mungkin barang dua atau tiga tahun. Hingga hubungannya dan Willy menjadi membaik dan ia mantap untuk melaju ke jenjang pernikahan.

"Baiklah, Shiena. Tugas akhirmu sudah sangat bagus. Saya sangat menyukainya. Dan semuanya sesuai dengan penelitian yang kamu lakukan. Harap perbaiki di bagian ini saja. Dan untuk yang lainnya sudah bagus. Selamat ya, Shiena. Kamu akan segera lulus."

Kalimat panjang sang dosen membuat Shiena tersenyum lebar. Akhirnya satu persatu impian yang ia ulang mulai terwujud.

(Terima kasih, semesta...)

...***...

Sementara itu, Willy kini sibuk dengan karirnya di perusahaan sang ayah, Arya. Hari ini Arya berencana mengenalkan Willy kepada seluruh karyawannya sebagai presdir selanjutnya menggantikan dirinya.

Selama ini, status Willy adalah karyawan biasa seperti yang lainnya. Willy sendiri yang meminta Arya untuk menyembunyikan identitas sebagai putra Arya.

Willy ingin orang-orang mengakui kemampuannya dalam bekerja dan bukan hanya sebuah koneksi semata. Arya dan Litha sangat setuju dengan ide Willy.

Hingga akhirnya, dua tahun sudah Willy bekerja sebagai bawahan Arya. Dan kini statusnya tidak akan lagi disembunyikan oleh Arya.

"Perkenalkan, ini adalah Willy, putra saya. Saya tahu pemberitahuan ini cukup mengejutkan kalian semua. Karena selama ini yang kalian tahu, Willy adalah karyawan biasa. Ini semata-mata adalah keinginan Willy sendiri, untuk menguji apakah dirinya layak untuk menggantikan saya atau tidak."

"Dan sekarang kalian bisa melihat sendiri hasilnya. Dalam dua tahun, Willy berhasil meningkatkan laba perusahaan sebesar 75%."

Riuh tepuk tangan menggema di ruangan itu. Beberapa orang tampak berbisik-bisik memuji kemampuan Willy. Namun ada juga yang masih meragukan kemampuan Willy.

"Terima kasih atas sambutan kalian semua. Saya sangat mengharapkan kerjasama tim dengan kalian semua. Saya tahu saya bukanlah siapa-siapa tanpa adanya kalian. Sekali lagi, mohon dukung saya! Tegur saya jika saya memiliki kesalahan yang harus diperbaiki!" Willy membungkukkan sedikit tubuhnya untuk menghormati para pemegang saham yang ada di ruangan itu.

Usai berkenalan dengan kolega dan para petinggi perusahaan, Willy berencana ingin menemui Esti di rumah sakit.

"Apa papa mau ikut?" tanya Willy dengan penuh harap.

Sudah sejak lama Arya tidak mengunjungi Esti. Kali ini Willy berharap Arya menurunkan ego dan memaafkan kesalahan Esti di masa lalu.

Arya tersenyum. "Baiklah. Papa akan ikut denganmu."

...***...

Tiba di rumah sakit, Esti yang sedang duduk termenung di taman dikejutkan dengan kehadiran dua orang yang penting untuk dirinya.

"Mas Arya..." Esti tersenyum melihat kehadiran Arya, suaminya.

Arya membalas sapaan Esti dengan sebuah senyuman.

"Ibu..." sapaan Willy membuat Esti menoleh kearahnya.

"Willy..." Esti kini mengenali Willy sebagai putranya, bukan lagi sebagai Arya.

"Bagaimana kabar Ibu?" tanya Willy sambil mengusap lembut kepala ibunya.

"Ibu senang akhirnya kamu datang juga, Nak..." Esti memeluk Willy.

Ada rasa tak biasa ketika Arya melihat Esti memeluk Willy. Sebenarnya Esti sangat menyayangi Willy dan dirinya, tapi karena rasa sayang yang berlebihan itu, membuat Esti menjadi posesif dan menjadikan anak juga suaminya menjadi objek yang bisa disakiti agar membuatnya tetap berada disisinya.

"Terima kasih karena sudah datang..."

Ucapan terima kasih Esti menjadi pengiring kepergian Willy dan Arya. Malam ini menjadi malam yang penuh kedamaian untuk Willy dan keluarganya.

1
falea sezi
pelakor belagak korban yee 😒
Ryan Dynaz
👍
Melani Susantika
Luar biasa
Mrs. Labil
betul sekalee bng Shand 😍😍
Mrs. Labil
nah lo, Willy udh baikan aja
bguslah klo bgtu 😎
Mrs. Labil
loh, km brlebihan deh Will, harusnya coba dengarkan sheina dl, ntar hbs ini nyesal lagi 😌
Mrs. Labil
bnr juga willy 😆😆
Mrs. Labil
hemmm, cerita nya bagus, cuma yg bca msh sdkit ya 😔
Mrs. Labil: semangat ya kk Thor 💪💪💪
smoga readersnya tambah banyak 👍
total 2 replies
Mrs. Labil
wkwkwkwk
Mrs. Labil
Willy lagi nih pasti, dah lah she, sejauh apapun km menghindar, ttp di prtemukan ma Willy, krn dia emang jodoh yg di atur author bwt km 💃💃😍😍
Mrs. Labil
hemmm, ini tujuannya
keren sihh 👍👍
ku kira endingnya brubah, sperti drakor yg pernah ku tonton 😅
Mrs. Labil
jadi Alex juga kmbali ke masa lalu ya
Mrs. Labil
hemmmm...
sejauh ini ceritanya menarik, kerenn 👍👍👍
Mrs. Labil
masih nyimak, Alex baik apa jahat ya 🤔🤔
Widi Widurai
ya dikau ngrebut bapakny ya wajar aja kl dia keras hati. jgn sok baik ya bun. cewe baik ga ngrebut suami org
Widi Widurai
willy jangan jangan
Ran Aulia
terimakasih author ...
ceritanya bagus , diluar dugaan hehe kirain sheina tetep di tahun 2013 ternyataa ... hehehe 👍👍👍
Sulati Cus
smg seru demen dg cerita kek gini time travel
Becky D'lafonte
ceritanya bagus
Becky D'lafonte
seru kayaknya
Emak Femes: thanks kak becky udh mampir
kemana aja selama ini? baru nongol lagi
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!