NovelToon NovelToon
Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cintapertama / Romansa Fantasi
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Na_1411

seorang wanita yang mencintai sahabat kecilnya, dia merelakan cinta pertamanya bersama dengan wanita pilihannya. dalam diamnya dia harus memendam perasaan yang teramat menyiksa, tapi cinta yang teramat besar dengan sahabatnya menjadikan dia harus mengorbankan semuanya untuk laki laki yang dia cintai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na_1411, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

canggung.

Pagi hari yang begitu dingin membuat Neta perlahan membuka kedua matanya, Neta menguap untuk menghilangkan rasa kantuk yang masih dia rasakan.

dia terduduk perlahan dan mengamati sekitaran kamarnya, keadaan kamar yang masih tampak semula seperti tadi malam.

Neta berdecak kesal, dia teringat mimpinya semalam bersama James. Perlahan jemari tangannya mengusap bibir yang terasa begitu kebas, kedua alisnya mengeryit tajam saat pandangan matanya menatap cermin yang ada tepat di depan ranjangnya.

Terlihat bibir Neta yang begitu terlihat bengkak, dia teringat jika di dalam mimpinya dia sempat berciuman dengan James dengan begitu intensnya.

"semalam sepertinya aku hanya mimpi, tapi kenapa pagi ini bengkak di bibir ini semakin terasa nyata." batin Neta masih menyentuh bibirnya.

Neta menggelengkan kepalanya berulang kali, seakan dia tidak percaya dengan apa yang terjadi.

"mungkin semalam bibirku di gigit serangga, sampai bengkak seperti ini."

Neta yang tidak ingin lama memikirkan kejadian mimpinya dan berefek keduania nyatanya memilih beranjak dari tempat tidur, pagi yang sudah mulai terlihat dari sinar matahari yang mulai terlihat dari jendela kamarnya menjadikan Neta tidak berlama lama di atas tempat tidurnya.

Berbeda dengan James yang tidur satu kamar bersama Eric, mereka masih terlelap di dalam mimpi sampai salah satu dari mereka terbangun.

Eric membuka matanya perlahan, dia menatap langit langit kamar yang tampak berbeda dengan kamar tidurnya.

Seketika kedua matanya terbuka sempurna, dia segera duduk dan menyugar rambutnya yang tampak berantakan.

"ya ampun aku ketiduran, mana sudah pagi lagi. ck...."

Eric segera bangkit dan berjalan menuju ke kamar mandi, dia merasa kecewa dengan dirinya sendiri. Niat hati dia ingin menghilangkan rasa lelah di tubuhnya dengan menuruti James untuk beristirahat sebentar di kamar Niko, tapi tubuhnya malah meminta lebih. Eric tertidur sangat lelap di kamar Niko bersama James.

James yang merasa samping ranjangnya bergoyang merasa terganggu dan perlahan membuka kedua matanya, tiba tiba senyuman mengembang di kedua bibir James.

"sudah pagi ternyata." batin James menatap jendela kamar yang terlihat terang.

James menoleh ke arah pintu kamar mandi, terdengar gemericik air didalam. Dan James memastikan pasti Eric berada di dalam, dia segera duduk di pinggiran tempat tidur.

Pagi ini James memutuskan akan pulang ke rumahnya sebentar sebelum berangkat ke Jakarta, dia lupa jika semalam dia sudah ada janji dengan adiknya Jojo.

tangan James terulur menggambil ponsel yang dia letakkan di atas meja nakas, terlihat beberapa panggilan tak terjawab dan rentetan pesan dari Jojo dan juga Clara dan tak lupa chat dari sang pemilik kamar yang James tempati.

James berdecak kesal, dia merasa seakan menjadi seorang buronan sampai chat di dalam handphonenya terlihat begitu banyak.

suara pintu berderit menandakan sang pengguna kamar mandi sudah selesai dengan aktifitasnya, kepalan James terangkat melihat penampilan Eric yang tampak segar.

"sudah bangun James...?" tanya Eric melihat ke arah James.

"hmm... Kamu pulang hari ini...?" tanya James basa basi.

"kamu kenapa enggak bangunin aku tadi malam, malah biarin aku tidur sampai pagi...?"

Tawa terdengar dari James, Eric yang merasa kesal memilih melemparkan handuk basahnya ke wajah tampan James.

"kamu tidur nyenyak banget tadi malam, sampai enggak dengar kucing berkelahi di luar kamar."

Sindir James yang membuat Eric malu sendiri, memang Eric akui jika Eric sudah tertidur dia tidak akan sadar sama sekali.

"hehe... Kamu tahu sendiri seperti apa aku kan."

James berdecak kesal, dia yang paham akan kebiasaan Eric selama beberapa tahun mereka sering bersama belajar di LN. Jdi sedikit paham akan kelakuan dan kebiasaan laki laki tampan di depannya.

Neta yang baru saja keluar kamar melihat sekeliling rumah yang tampak kosong, pagi ini dia sudah berpakaian rapi dan akan segera pulang ke jakarta bersama Eric.

Langkahnya terhenti melihat Eric yang baru saja keluar dari kamar Niko bersama James, mereka terlihat sangat akrab tidak seperti kemarin.

kedua alis Neta bertaut melihat interaksi kedua laki laki yang tak jauh darinya.

"kemarin saja tampak seperti tom and Jerry, sekarang terlihat seperti amplop dan prangko." batin Neta masih berdiri menatap ke arah Eric dan James yang berjalan bersama sambil berangkulan.

"hei Neta, sudah bangun...?" sapa Eric sambil menatap ke arah Neta.

Anggukan Neta menjawab sapaan Eric, James yang ada di samping Eric segera melepaskan rangkulannya.

Entah kenapa tiba tiba James merasa canggung melihat keberadaan Neta, sedangkan Neta yang melihat gerak gerik James yang berbeda sampai menautkan alisnya.

"are you oke James...?" tanya Neta masih melihat ke arah James.

James menelan ludahnya kasar, rasanya tenggorokan James terhalang benda yang keras sampai suaranya sulit untuk dia keluarkan.

Berbeda dengan Eric, kedua matanya menatap heran ke arah wajah cantik Neta yang terlihat berbeda. Eric melangkah maju kedepan Neta, dia menundukkan badannya sedikit memastikan dengan apa yang dia lihat saat ini.

"Eric, apa yang kamu lakukan..?" tanya Neta merasa semakin canggung dengan tatapan Eric yang tak biasa.

tangan Eric terulur menyentuh bibir Neta, refleks Neta menghindar memundurkan langkah kakinya.

"ada apa dengan bibir kamu Neta...? Kenapa bibir kamu bisa sebengkak itu...?" tanya Eric masih dengan posisinya.

Neta yang terlihat kikuk tanpa sadar menyentuh bibirnya yang terlihat membengkak, dia sebenarnya juga merasa bingung dengan situasi yang dia alami saat bangun tidur pagi tadi.

"oh... Ini... Aku sendiri tidak tahu, bangun tidur bibirku sudah seperti ini. Mungkin ada serangga yang menggigitku, mungkin juga begitu. Soalnya kamarku sudah lama kosong, dan mungkin ada serangga masuk ke dalam kamar tanpa sepengetahuanku."

Kilah Neta yang tidak ingin membuat Eric bertanya lebih detail lagi, dia terlalu malas menjawab pertanyaan yang dia sendiri tidak tahu dengan kejadian sebelumnya.

"oh... Benarkah, mungkin juga ya... Kamu lama di jakarta, bisa jadi kamar kamu kemasukan serangga waktu kamu membuka jendela kamar."

Eric kembali ke posisi semula, dia berdiri tegak tapi pandangan matanya masih menatap ke arah Neta.

Berbeda dengan James, dia masih diam tanpa mengatakan apapun. seolah dia terlihat seperti sedang menyembunyikan sesuatu.

"oh iya Neta, kita sepertinya tidak bisa pulang bareng pagi ini. Karena aku harus menemui papaku dulu, ada hal yang harus aku urus. Kamu enggak apa apa kan kalau pulang bersama James, setelah urusanku selesai aku janji akan menemui kamu di apartemen kamu."

mendengar niat Eric yang akan menemui Neta ke apartemen milik Neta, James langsung menatap Eric. Dia tidak suka mendengar niat Eric yang akan datang ke apartemen Neta, James melangkahkan kakinya tepat di samping Eric.

"apa tidak sebaiknya kalian bertemu di kantor, dari pada kamu menemui Neta di apartemen Neta yang terbilang sepi."

Eric menoleh menatap James, dia tahu pasti James keberatan akan niatnya.

"hmm ... Benar juga kamu James, oke... Besok pagi aku akan menemui mu di kantor, dan maaf aku tidak bisa pulang bersama kamu. Kamu enggak apa apa kan...? Hmm ..."

Eric berharap Neta tidak marah, dia sendiri juga tidak bisa membatalkan janjinya dengan papanya demi menunggu Neta bersiap siap.

"hmm... Oke, aku enggak apa apa. Kamu tenang saja, aku akan balik ke jakarta bersama James."

Neta tersenyum melihat ke arah eric, dia tidak ingin membuat Eric berat karena harus menunggu dan mengantarkannya nanti seusai mereka kembali dari bandung.

"makasih sayang, makasih kamu mau ngerti aku."

Eric segera menarik Neta kedalam pelukannya, rasanya dia sangat bersyukur jika Neta memahami akan niat kebimbangannya hari ini.

James yang ada di samping Eric mengepalkan jemarinya erat, sampai kuku jarinya memutih sangking eratnya.

1
Nay 14
ceritanya bagus dan buat penasaran
Nay 14
/Smile/👍
Nay 14
👍
Nay 14
bagus
As Salam
suka suka
As Salam
like👍
As Salam
menarik
As Salam
suka
As Salam
👍
As Salam
sepertinya seru nih
Nurul Istiqomah
lanjutkan
Nurul Istiqomah
bau bau persaingan nih
Nurul Istiqomah
bau bau syemburu 🤣
Nurul Istiqomah
clara ngeselin
Nurul Istiqomah
keluarga vs sayang mah kalau gini 😄
Nurul Istiqomah
pengen tak cubit tuh ginjalnya si james
Nurul Istiqomah
kesel banget sama si clara
Nurul Istiqomah
sangat bagus
Nurgusnawati Nunung
hadir..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!