Sebuah kisah cinta antara masa lalu dan masa sekarang. Seorang pasangan mudah berpindah dari satu hati ke hati yang lain. Begitulah kisah Cinta seorang gadis bernama Larasati. Dia di hadapakan dengan sebuah masalah dari kisah cintanya. Pertunangannya harus kandas oleh keegoisan, dan perbedaan karakter. Hingga Larasati memutuskan untuk menyudahi hubungan mereka, lalu menjalani hidup barunya.
Apakah Larasati bisa terlepas dari jerat masa lalu? atau justru dia bisa menemukan yang terbaik?
Simak kisah mereka sampai habis ya.
Ikuti terus kisah Cinta Larasati
Terima kasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Nur Hastaman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ep 26
Beberapa bulan kemudian.
Laras mendapat kabar bahwa anaknya mengalami kecelakaan saat bersama dengan Niko yang sedang menuju sebuah taman bermain.
seketika badan laras lemas, dia tak menyangka anaknya akan mengalami hal seburuk ini...
"Dokter bagaimana dengan anak dan abang saya...??" tanya Laras
"Kakak anda mengalami benturan pada bagian kepalanya hingga dia mengalami koma. anak anda juga banyak kehilangan darah dia membutuhkan golongan darah yang sangat langka, di rumah sakit ini kami tidak punya stok darah yang sama seperti golongan darah anak anda ....jadi saya mohon segera temukan seorang yang tepat untuk menjadi pendonor bagi anak anda...!" jelas sang dokter.
"Tapi anak saya akan selamat kan dok...?"
"Kita sebagai manusia hanya mampu mengusahakan yang terbaik untuk anak anda. tapi semua ketentuan ada pada yang kuasa...lebih baik anda sekarang cari pendonor untuk putra anda...." Sang dokter meninggalkan Laras yang masih berdiri dan menangis.
"Aku akan mengusahakan yang terbaik untuk kamu nak....!"
Laras pun memberi pengumuman di sosmet, bagi siapa saja yang memiliki golongan darah yang sama akan dia beri imbalan yang sangat banyak. dengan catatan mereka mau menyumbangkan darah mereka untuk putranya.
Banyak orang yang berkata bahwa golongan darah itu sangatlah langka dan tidak ada yang memiliki golongan darah yang sama...
"Arghhhhhhhh....!" Laras berteriak.
Dia hampir putus asa dengan semua ini.
tiba-tiba terlintas wajah dion..
"Aku harus meminta dia untuk membantu anaknya...." Laras mengusap air mata dan mencari keberadaan Dion saat ini.
Laras merasa sedikit ragu dengan kedatangannya ke rumah Dion. dia takut jika dion tak percaya bahwa Briyan adalah anak kandungnya....
Tok tok...
Dion membuka pintu.
"Laras, untuk apa kamu kemari...?" Cetus Dion
"Aku...aku ingin kamu ikut bersama dengan ku, ku mohon....!" Laras meraih tangan Dion, namun dengan sengaja dion menepis tangan Laras.
"Untuk apa aku harus menuruti kemauan kamu..? aku sedang sibuk." cetus Dion dengan menutup pintu.
Laras merasa sangat sedih. dia tak tau lagi harus meminta tolong pada siapa, karna satu-satunya penolong saat ini hanyalah Dion.
hik hik....
"Aku harus mencari pendonor kemana lagi...." laras melangkah pergi.
Dion merasa ada yang aneh dengan tatapan Laras, dia pun memilih untuk mengikuti mobil Laras dari kejauhan.
Dion terus mengikuti laras, hingga dia berhenti di depan rumah sakit
Dion melihat Laras yang berlari dengan berderai air mata.
"Sebenarnya ada apa ini...?" ucap dion.
Dion terus mengikuti Laras, dia pun terkejut saat laras masuk ke sebuah ruangan yang dimana terdapat anak yang beberapa bulan lalu dia tabrak di sebuah apartement Linsxi.
"Laras, jelaskan dia siapa...?" Dion tiba-tiba berada di belakangnya.
"Apa perduli kamu tentang kami...." cetus Laras
"Aku pernah bertemu dengan dia, marga dia adlah Rahardian. apa itu artinya dia adalah anak kandung ku.....??"Dion menatap wajah Laras yang penuh air mata.
"Benar dia anak mu. saat ini dia butuh darah mu, aku mohon tolonglah anak ku...." Laras menangis dengan memeluk Briyan yang tidak sadarkan diri.
Dion pun berlari menuju ruang dokter untuk segera melakukan donor darah pada putranya.
beberapa jam berlalu, Dion pun mendonorkan darah pada anaknya.
"Ayah yakin kamu kuat nak. ternyata aku sudah mempunyai anak sebesar ini...." Dion menangis dengan terus menatap wajah anak kandungnya yang berada tidak jauh dari dirinya.
Semua berjalan dengan lancar.
hanya saja Briyan belum sadarkan diri tapi dia sudah baik-baik saja.
"kenapa kamu sembunyikan semua ini dari diriku? sebenci itu kah kamu terhadap ku, hingga kamu tidak memberi tau bahwa kamu telah mengandung anak ku...?" lirih Dion yang duduk di samping laras.
"Aku tidak berniat untuk menyembunyikan semua itu. waktu itu aku ingin berkata jujur padamu sebelum kamu bercumbu dengan wanita lain di hadapanku...tapi dengan semua yang kamu lakukan, membuat ku memilih untuk tidak memberi tau kamu semua ini..." jelas Laras
"Kamu salah paham sayang. wanita itu adalah suruhan dari Sebastian yang dia kirim untuk merusak rumah tangga kita...jika kamu tidak percaya dengar sendiri pengakuan dia dia disini...!" Dion menyodorkan ponselnya.
setelah Laras mendengar semuanya, dia merasa bersalah dan meminta maaf pada Dion.
"Maafkan aku...." lirih Laras dengan memeluk tubuh Dion.
"Aku sudah memaafkan kamu sejak dulu saya g. sudahlah kamu jangan menangis, mari kita berdoa untuk kesembuhan putra kita..." Dion mencium kening Laras.
*pemeran utama wanita paling enak, dia sangat murka kalau suaminya salah dan tidak mudah memaafkan tapi kalau dia salah paling jauh minta maaf semua beres, bahkan dia ditiduri pria karena kebodohanya dianggap bukan masalah yang harus dibesarkan
*pria lain PEBINOR juga enak, menghancurkan rumah tangga orang, dan memperkosa istri orang tapi hanya dipukuli, enak dipukuli dengan imbalan tujuh istri orang,
korban novel sesunguhnya
*pemeran utama pria jika buat salah (walaupun salah paham) dibuat menderita, menyesal, sujud2 minta maaf, mengemis maaf, berjuang keras, sangat lama baru dapat maaf, dibuat menderita bertahun2, dibuat bucin, dibuat bodoh kayak tidak ada wanita lain saja
sampai disini pahamkan kalau wanita buat novel ya pasti egois
sakit emng d khianati orng yg kita cintai aplgi d sakita raga & jiwa..
sedih aku tuh.. kereen tor crita nya