NovelToon NovelToon
Mahkota Kegelapan: Pewaris Dewa Hades

Mahkota Kegelapan: Pewaris Dewa Hades

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi
Popularitas:763
Nilai: 5
Nama Author: Vedyta Hyuk

Arkanendra adalah seorang jaksa penuntut yang berdinas di kejaksaan agung, sepak terjangnya sebagai jaksa yang dingin dan tegas juga sering memenangkan kasus besar dan sulit, membuat Arka menjadi populer di kalangan penjahat. karena profesinya itu Arkanendra menghadapi bahaya yang sangat fatal, dia nyaris saja mati di racun oleh musuh nya.

sebuah pertolongan datang dari underworld, dia bisa tertolong namun dewa Hades memberikan syarat mutlak, Arkanendra harus menghisap energi hidup dari dewi Athena sebelum 40 hari, jika tidak maka dia akan mati dan binasa.

Dewi Athena yang tak pernah tertarik dengan pria, Dewi Athena yang lebih memilih menjadi Perawan seumur hidupnya, lalu apa yang terjadi ketika bagian dari kepingan jiwanya jatuh cinta pada Arkanendra yang notebene adalah kepingan jiwa dari Dewa Hades.

Apa sejarah akan berubah, atau jeratan cinta itu membuat Dewi perawan tak berdaya, cinta memang memiliki keajaiban luar biasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vedyta Hyuk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30. Arka akan menikahinya.

Pagi hari, apartemen Arka

Cahaya matahari pagi menembus celah tirai jendela. Arka terbangun lebih awal dari biasanya, kepala masih terasa sedikit pening namun pikirannya sudah fokus. Di sampingnya Nayyara masih tertidur pulas, napasnya teratur, wajah damai tanpa beban. Arka menatapnya dengan senyum tipis, mencium sebentar dahi gadisnya, lalu beranjak pelan‑pelan agar tidak membangunkan gadis itu.

Dia mandi cepat, mengenakan kemeja rapi dengan dasi, kancing‑kancing dikancingkan sempurna, lalu sebelum keluar dari kamar dia sempat mengambil ponselnya di meja, note paper dia letakkan di meja nakas dengan belati hitam, yang selalu dia tinggalkan untuk Nayyara.

Arka sempatkan kembali ke sisi ranjang, mencium embut lagi dahi Nayyara dan berbisik pelan, “Aku pulang nanti sore sayang, semuanya akan beres.”

*****

Di mobil menuju kantor Kejaksaan, Arka segera menghubungi salah satu kuasa hukum dari keluarganya lewat telepon. Suaranya tegas namun tak bisa menyembunyikan nada gugup yang sedikit bergetar.

"Halo ada yang bisa aku bantu bang?"

"Adrian, sorry ya gangguin kamu masih pagi"

"Nggak apa-apa sante aja, ada apa bang?"

"Iya nih, aku mau minta tolong di uruskan pendaftaran pernikahanku secepatnya. Ke kantor KUA domisili rumah keluargaku aja, Nama calon istriku Nayyara Syafira. Aku rencanakan akad nikah Sabtu besok pagi, kalo bisa sebelum jam dua belas, tolong Siapkan semua berkas dan persyaratan lengkap, jangan sampai ada yang terlewat?"

"Oke deh, kartu identitasnya kamu dan calon istri tolong nanti di kirim sekalian bang, omong-omong apa wali dari calon istri kamu sudah siap juga?"

"Butuh wali ya? Calon istriku bilang dia cuma punya ibu angkat di Surabaya, terus orang tuanya sudah lama meninggal, sejak kecil dia di besarkan ibu angkatnya di panti asuhan, gimana dong?" Arkanendra bercerita sembari menyetir mobil BMW hitamnya.

"Oh gitu bang, kalo gitu lebih gampang di atur, nantinya aku aja yang urus soal itu"

"Yasudah makasih ya Yan, Aku serahkan semuanya padamu" Panggilan ditutup, Arka menghela nafas perlahan. Pikiran beralih ke tugas hari ini, pemeriksaan keterangan resmi terhadap buronan bernama Tha Xhelin dan beberapa tersangka lain. Arka tahu kasus ini berisiko tinggi, namun janjinya menikah dengan Nayyara besok menjadi semacam kekuatan baru yang menggerakkan langkahnya, Sepulang kerja dari kejaksaan nanti sore, dia akan ke butik langganan ibunya dan membeli pakaian pengantin untuk Nayyara, sekaligus membeli beberapa mas kawin, meskipun dadakan tak mungkin Arka melewatkan hal penting itu.

*

*

Sementara itu, di sudut kota yang sepi dan lembap. Dimas berjalan mondar‑mandir dengan wajah merah padam menahan amarah. Beberapa hari lalu kembali kalah telak bersaing dengan Arka setelah di persidangan, baik dalam pertarungan kekuatan, di pengadilan, maupun dalam merebut perhatian Nayyara. Rasa sakit hati dan dendam menumpuk di dada. Dimas takkan diam saja.

Di tengah kabut tipis yang tiba‑tiba turun, muncul sesosok makhluk berwujud kucing hitam besar dengan mata berkilau merah menyala, siluman kucing yang sudah lama dia kenal.

 "Henry! Aish darimana aja sih loe?" Pemuda dengan kaos hitam itu menyeringai lalu mendekat pada Dimas.

“Loe masih penasaran sama si anak dewa Hades itu bang?"

"Menurut loe, dia pasti kenal sama Denis Park, yang dulu membunuh bokap gue?" Henry mengangguk lalu mendekat pada Dimas.

"Gue bukan cuma dendam pada si Arka itu, gara-gara dia Nayyara gak pernah peduli lagi sama gue” Suara Dimas parau namun jelas terdengar.

“Dia selalu lebih hebat, selalu lebih dihargai… padahal gue gak kalah kuat,” Gerutu Dimas kasar. “Gue mau loe masuk ke lingkungan sekitarnya si Arka. Jadilah mata‑mata bagiku. Amati setiap gerak‑geriknya, siapa yang ditemui, rencana apa yang disusunnya.”

Siluman kucing itu tersenyum miring, taringnya sedikit terlihat. “Apa imbalannya?”

“Nanti gue berikan apa yang loe minta,” jawab Dimas cepat. “Yang penting loe harus masuk dengan cara yang tak dicurigai. Pura‑pura butuh pertolongan, seolah‑olah loe makhluk lemah yang sekarat. Arka itu hatinya mudah tersentuh biarpun dia galak sebagai jaksa”

"Okey deh, nanti gue Atur sama Mark gimana caranya" Dimas tersenyum miring setelah siluman kucing hitam itu pergi dan menyisakan asap hitam.

Siluman itu perlahan melebur menjadi kabut tipis, bergerak cepat menuju arah tempat tinggal Arka untuk memulai misi nya.

Dimas menatap kepergiannya dengan tatapan tajam penuh harap. Kali ini ia bertekad membalas kekalahan, apapun caranya.

*

*

Malam di apartemen setelah tadi Arka membelikan kebaya dan gaun untuk pernikahan mereka besok pagi, juga menyiapkan mas kawin, saat ini dia tengah mengobrol dengan Nayyara di kasur di kamar gadis itu.

"Aku akan mulai aktif ke sanggar galeri besok Senin mas, tadi aku sudah menghubungi Pak Smith dan dia bilang aku boleh mulai memajang lukisan ku disana dan ikut serta di pameran bulan depan."

"Aish jadi kita cuma punya waktu libur hari Minggu besok?" Nayyara tersenyum.

"Iya Maafkan aku ya mas"

"Nggak apa-apa kok, kasusku juga sibuk, nggak bakalan kau bisa cuti, yang penting kita menikah dulu besok" Nayyara mengusap lengan kekar Arka yang memeluk nya dari belakang.

"Kenapa kamu gak adakan pemeran lukisan sendiri eum, Daddy ku pasti mau jadi sponsor utama kalo kamu mau sayang, Kemarin aku sempat cerita kalo calon mantunya mau buat pameran lukisan"

"Lalu beliau bilang apa?" Tanya Nayyara pada Arka setelah dia berganti pakaian tidur dan duduk di kasur lagi bersamanya. Arka merangkul bahu gadis itu, sesekali Nayyara memainkan jari‑jemari panjang pria itu, sementara Arka mengusap‑usap rambutnya yang masih agak basah, karena tadi Nayyara baru usai mandi.

"Dia bilang secepatnya aku boleh menghadap Daddy sambil membawa kamu, kita bahas soal itu ya, besok mereka juga akan hadir di nikahan kita"

"Ah, aku jadi gugup mas, aku takut kalo orang tua kamu Mandang aku rendah mas, kita nikah dadakan mereka pasti heran kenapa, gimana kalo mereka salah paham, di kirain aku sudah hasil?" Tanya Nayyara cemas.

"Hahaha, ya ampun nggak usah risau gitu dong Nay.... Daddy sama mommy ku itu baik,  gak ada mereka curiga gitu, apalagi mereka gak mungkin menyakiti menantunya" Arka tersenyum geli dengan nada sedikit sombong.

"Iya mas semoga saja ya, aku cuma kuatir" Jawab Nayyara sambil tersenyum.

Arka terkekeh lalu menyibak rambut di wajah Nayyara, membaringkannya di atas kasur lalu menindih tubuh gadis itu perlahan, dia mencium bibirnya yang terasa lebih manis dari permen. "Kenapa?" Tanya Nayyara lirih sambil melingkarkan tangan di leher Arka. Pria itu perlahan mendekatkan bibirnya ke leher halus gadis itu.

"Aku butuh energi kamu, tenaga ku lemes banget, sebentar aja Nay?" Bisiknya. Nayyara mengangguk pelan, paham maksudnya. Dia memeluk makin erat leher kokoh Arka dan merintih pelan saat Arka menjilat lehernya hingga dia meremang, Arka juga mencium bibirnya dengan intens dan panas. Terasa sedikit perih bibirnya, meski Arka menggigitnya selembut mungkin.

Tak lama kemudian Arka beranjak setelah tubuhnya terasa bugar lagi, Nayyara memang luar biasa, hanya dengan bertukar ciuman saja dia bisa menyerap Energi murni itu begitu banyak.

Arka membuka sedikit pintu kamar lalu melangkah ke ruang tamu, perasaannya tiba-tiba tak tenang, dia menatap ke sekeliling ruangan ini dengan sikap waspada. Matanya meneliti segala sudut ruangan, perlahan sepasang kuku panjangnya mengeluarkan busur perak yang runcing.

"Jangan coba‑coba main‑main denganku! Siapa kamu sebenarnya?" Serunya keras.

Sesosok bayangan hitam melesat cepat melewati tubuhnya, bergerak begitu lincah hingga Arka terkejut dan makin siaga, dia belum tahu mungkin siapa Arka. 

"Kamu tak takut padaku ya? Keluar sekarang atau aku habisi kamu, siluman!" bentaknya lagi.

Namun bayangan itu terus bergerak laksana angin, membuat Arka kesal. Dia seketika mengetukkan kakinya ke lantai sekuat tenaga, seketika, seonggok tulang rangka dari mayat anjing yang terkubur di bawah gedung apartemen ini, bangkit keluar dari celah lantai.

"Kejar dia! Jangan berhenti sampai dia jatuh!" Perintah Arka tajam. Tulang‑tulang itu mengangguk patuh lalu melesat mengejar bayangan putih tadi.

"Huaah! Tolong!" Terdengar suara kaget dari sosok itu. Sosok itu tampak panik melihat tulang‑tulang yang tadi biasa saja, kini berubah menyerupai makhluk mayat hidup dan mengejarnya tanpa ampun. Arka hanya diam menyaksikan adegan kejar‑kejaran itu dengan wajah menahan tawa geli.

1
Ananda Boy
next kak 😍
Vedyta: siap kak😍
total 1 replies
Ananda Boy
ketahuan istri kan 😭🤣
Ananda Boy
weess wes 😭😭
Ananda Boy
lhoo ternyata 🤭😄
Ananda Boy
ketinggalan 🤭
Ananda Boy
knp next
Ananda Boy
ini Henry yg tmen nya Dimas ka?
Vedyta: iya bener ka
total 1 replies
Ananda Boy
lanjut ka 😍
Ananda Boy
keren 👍
Ananda Boy
next kak
Ananda Boy
seru banget 😍
Ananda Boy
seruuu banget 🤭
Ananda Boy
next thor
Ananda Boy
kak kasian Naya🥹
Ananda Boy
lanjut ka author 😘🥰 buku ini bagus banget genre ini aku sukaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!