"Mommy tidak mau tahu Alex, Nikahi dia...!
karena dia sedang mengandung cucu Mommy. Dan kau akan tahu akibatnya jika Daddymu tahu semua ini!" Ancam sang Mommy.
"Aku akan menikahimu hingga anak itu lahir, setelah itu kita berpisah." Alex.
"Baiklah, saya setuju Tuan." Ucap lntan menatap Nanar.
Arinda lntan Ranaya atau lntan, terpaksa harus menikah dengan Alexander Mark Jameson. Lelaki yang dingin dan tak punya hati. lni semua ia lakukan hanya karena anak yang di kandungnya.
5 Tahun berlalu lntan kembali dipertemukan dengan orang yang pernah memberinya cinta, sekaligus menorehkan luka.
"Aku sangat mencintaimu lntan. Dari dulu, sekarang, nanti dan selamanya, beri aku kesempatan untuk mengurangi rasa luka yang pernah aku beri"
Akankah lntan kembali pada cintanya itu?
Yuk Kepoin mereka jangan lupa dukungannya ya 🤗🤗🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chacha shyla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KSI Part 26
"Luna… Luna…! apa kau melihat Anakku?" tanya Intan pada sahabatnya dengan raut wajah yang panik, karena tak mendapatkan Sang putra tidur di sampingnya.
"Kau jangan khawatir anakmu baik-baik saja, lagi pula Siapa yang suruh kau bangun terlambat?" ucap Luna menyudutkan sahabatnya itu.
"Bukannya aku bangun terlambat hanya saja aku telat sedikit," sanggah Intan sambil mendekatkan ujung jari telunjuk dan ibu jarinya.
"Karena kau tahu semalam Kesatria seperti tidak bisa tidur, dia hanya menangis dan menangis" ungkapnya lagi.
"Mungkin saja dia sedang lapar dan haus, kenapa kau tidak menyusui nya?" tanya Luna.
"Aku rasa tidak, karena aku sudah memberinya susu"
"Atau kau lupa untuk mengganti popoknya" Ujar Luna kembali.
"Tidak juga, Aku rasa tidak ada apa-apa, dan tidak ada masalah tentang itu. Apa kau kira Aku ini seorang ibu Pemalas yang tidak rajin mengganti popok pada bayinya, sekarang katakan di mana Ksatria?" tanya Intan lagi, karena setelah lama bicara ia pun tidak melihat putranya itu bersama Luna.
"Ada kok di taman belakang rumah"
"Apa…? apa kau menjemur anakku sendirian di taman belakang tega kau Lun…" Intan pun berlari kecil membuka pintu.
"Kau jangan khawatir Putramu ada kok dengan Mas Tresnomu" ledek Luna, membuat intan menghentikan langkahnya.
Namun sesaat kemudian ia melanjutkan langkahnya menuju belakang rumah, yang memang ada taman bunga dan tak lupa pula di tempat itu ada sebuah gazebo dan sebuah kolam ikan yang airnya dialiri dari langsung dari air pegunungan membuat tempat itu terasa sejuk, dan nyaman, apalagi dipenuhi dengan bunga yang berwarna-warni.
Intan memang sering menjemur anaknya di taman itu ketika pagi hari, Namun semalam Entah mengapa anaknya tiba-tiba saja rewel membuatnya tak bisa tidur dan bangun kesiangan.
Dan biasanya Luna sahabatnya yang akan menemaninya. Tapi untuk hari ini entah Kenapa Luna tidak bersama anaknya, dan mengatakan anaknya berada di taman. Bukankah itu dinamakan kelewatan, karena ia tidak menjaga Kesatria malah meninggalkannya sendiri tinggal di taman.
''Sayang kamu di maa__'' Intan tak melanjutkan kata-katanya saat melihat seorang lelaki yang membelakanginya duduk di tempat yang biasa ia tempati untuk menjemur bayinya, dan lelaki itu sepertinya sedang menimang baby Satria.
"Alex…" lirihnya dalam hati, ya meski lelaki itu membelakanginya namun Intan begitu mengenal postur tubuh laki-laki itu, Intan yang sadar kini merasa geram berjalan mendekati Alex.
"Cepat kembalikan Putraku!" pintanya dengan sarkas. "Dan ada apa kau kemari?" ucapnya kembali dengan menggebu saat dirinya berada di samping Alex.
Alex yang mendengar suara Intan kini mersa sangat bahagia dan senang.
"Intan Sayang kau sudah bangun?" tanya Alex berbalik dan jalan mendekat ingin memeluk Intan, namun Intan berjalan mundur dengan tangan maju kedepan menggambarkan ia tak ingin di sentuh,.
"Intan sayang, kau kenapa? Aku ini Alex suamimu apa kau tak ingin memelukku dan apa kau tak merindukanku?" ucap Alex menatap lekat wajah wanita yang tiba-tiba saja berbuat jantungnya tiba-tiba berdegup kencang.
"Sudah cukup! hentikan semua omong kosong ini, kembalikan Putraku dan silakan Anda pergi dari sini!" usir Intan.
"Tidak Intan! aku ke mari untuk menjelaskan semuanya" tolak Alex.
"Tidak ada yang perlu di jelaskan! lagi pula kami tidak ingin kau disini, jadi pergilah dan berikan Kesatria padaku!" ucapnya kembali sambil mengulurkan ke-dua tangannya ingin mengambil Sang putra, namun Alex semakin memeluk erat bayi yang masih berumur Satu bulan itu, membuat Intan, semakin geram.
"Kita sudah bercerai Jadi untuk apa kau kemari.? Bukankah aku tidak membawa apapun dari rumahmu, dan sesuai perjanjian kita bukan aku akan meninggalkan rumah itu setelah Anak ini lahir? dan kita akan sah berpisah, atau apa kau datang ke sini untuk menuntut biaya selama aku berada di rumah mewahmu itu? Jika iya maka aku berjanji akan membayarnya tapi setelah aku sembuh aku akan mencari pekerjaan dan sekarang, Tolong kembalikan Putraku dan pergilah dari sini!" usirnya kembali.
"Apa ini sambutanmu pada suamimu ini? apa kau tidak merindukanku sama sekali? Kemarilah aku akan memelukmu Karena aku tahu Kau pasti sangat merindukanku kan?" goda Alex lagi.
"Alex, Berhentilah untuk bercanda, aku sedang serius!" ucap Intan menatap tajam
"Aku pun sedang serius Intan!" timpal Alex menatap Intan dengan begitu lekat.
"Dengarkan aku Tuan Alex, yang terhormat. Di antara kita sudah tidak ada apa-apa lagi, dan sekarang Kau Pergilah kembali Jangan pernah ganggu ketenangan hidupku bersama Putraku di desa ini, karena kau tau Alex, Aku sangat sangat sangat membencimu untuk itu kembalikan Putraku." Ucap Intan lagi dengan perapi-api.
"Baiklah, aku akan mengembalikannya padamu, tapi aku tidak akan pergi dari tempat ini sebelum kau dan Kesatria mau Aku bawa pulang." Ucapnya sambil menyerahkan Kesatria.
"Jangan harap, karena selamanya aku akan tertinggal di sini bersama Kesatria." Ucap Intan beranjak pergi.
"Aku tidak akan pernah pergi, Karena aku sangat mencintaimu Intan, Aku sangat merindukanmu, untuk itu pulanglah denganku" Ucapnya membuat Intan sejenak menghentikan langkahnya membuat Alex tersenyum, ternyata begitu mudahnya meluluhkan hati Intan hanya karena ucapan cinta nya.
"Tapi sayangnya Aku sudah tidak tertarik, untuk itu sebaiknya pergilah, karena kau akan sia-sia saja melakukannya." Ucap lntan tanpa berbalik dan melangkah pergi.
Sebenarnya lntan sangat terkejut, dan bahagia mendengar ucapan cinta dari Alex, namun ia kembali sadar jika mengingat siapa Alex yang sebenarnya, Alex yang masih punya kekasih bahkan lelaki itu sudah beberapa meninggalkannya tanpa alasan dan penjelasan, dan yang paling parah di saat lntan melahirkan hingga ia pergi dan memutuskan pergi, selama itu Alex tidak pernah menghubunginya sama sekali, bahkan saat pergi ke desa dan tinggal di sini selama satu bulan, Alex tak pernah menanyakan kabarnya dan kabar Sang putra dan kenapa setelah lntan memutuskan untuk hidup dengan damai ia baru datang mencari nya dan dengan begitu mudahnya mengatakan cinta, apa dia pikir jatuh cinta semudah itu, dan apa dia pikir lntan akan luluh dengan mudah saat mendengar bualan nya itu.
"lntan…" lirih Alex.
"Cukup Alex! Berhentilah mengikutiku aku bukan istrimu lagi!" sergah Intan mulai merasa kesal.
"Siapa bilang kau bukan istriku? bahkan kau menggugatku tanpa alasan yang jelas, lagi pula Aku belum menanda tangani surat itu, ini lihatlah" ucap Alex mengeluarkan sebuah amplop di balik kemejanya, Alex lalu merobek kertas yang berada di dalam amplop tersebut, lalu membuangnya ke udara.
"Lihatlah, aku sudah merobeknya" ucap Alex tersenyum.
"Apa kau pikir semudah itu untuk membuktikan cinta hanya dengan merobek lembaran kertas yang tak berdaya itu?."