NovelToon NovelToon
Cinta Setelah Pernikahan

Cinta Setelah Pernikahan

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:134.4k
Nilai: 5
Nama Author: Raisya Putri 🕊

Raisya Putri jatuh cinta pada gurunya sendiri ketika masih menempuh pendidikan sekolah menengah atas, namun sang guru yang tampan rupawan ternyata mempunyai kekasih yang sangat dicintainya.

Ketika sang Ayah sakit keras Raisya diminta menikahi seorang Pria pilihan orang tuanya. Raisya ingin menolak tapi tidak memiliki keberanian, alhasil Ia pun menerima lamaran itu.

Ikuti kisah kelanjutannya dalam karya cinta setelah menikah, semoga terhibur

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Raisya Putri 🕊, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26 Menginap di Rumah Mertua

Hasan melamun mengingat apa yang di katakan kakek tua yang pertemuannya tidak di sengaja itu.

" Apa maksud Kakek itu, anak kembar. Apa benar anak yang di kandung Lusi adalah anakku, dan apa itu bayi kembar. " Hasan mulai merasa dilema.

Kalau memang itu benar adanya, Ia pasti akan sangat menyesal karena selalu menunda pernikahannya dengan Lusi.

" Apa sebaiknya pernikahan ini segera terwujud, Lusi benar. Aku juga tidak mau anakku lahir tanpa status yang jelas. " Gumam Hasan.

Di kantor Hasan tidak fokus bekerja, niat yang sudah Ia susun sedemikian rupa semalam tiba-tiba enggan Ia lakukan. Semua itu karena mimpinya semalam.

" San, ada apa. Dari tadi aku lihat kamu melamun saja. " Tegur salah satu rekannya.

Hasan menghela nafas, Ia memandang rekannya sekilas lalu kemudian menggeleng.

" Tidak ada apa apa, lanjut saja bekerja. "

Jessi hanya manggut-manggut, dan kembali melanjutkan pekerjaannya.

Sore hari Umi yang sedang memasak untuk makan malam tiba-tiba di kejutkan dengan bunyi bel.

" Biar Umi saja yang buka, kamu lanjutkan saja pekerjaannya. "

Umi melangkah keluar untuk membuka pintu buat tamu mereka.

" Ya, cari si.... Hasan. " Umi terkejut melihat siapa yang berdiri di depan pintu.

Lama terdiam akhirnya Umi mempersilahkan Hasan untuk masuk.

" Silahkan masuk Nak. "

Hasan tersenyum dan melangkah masuk, Umi bergegas kedapur untuk membuat minuman untuk menantunya.

" Ini Nak, silahkan di minum. "

Umi mempersilahkan Hasan untuk menikmati jamuannya seadanya yang Ia berikan.

" Umi apa kabarnya. " Tanya Hasan

Umi terkesima, karena sudah lama menantunya itu tidak pernah menanyakan kabarnya.

" Alhamdulillah baik, bagaimana dengan mu. "

Hasan menjawabnya dengan canggung karena dirinya grogi berhadapan langsung dengan sang mertua setelah sekian lama.

" Umi, bolehkah Hasan menginap disini. "

Lagi - lagi Umi terkejut mendengar permintaan Hasan, setelah sekian lama Ia baru muncul dan ingin menginap di rumah itu.

" Silahkan Nak. "

Dengan pertimbangan yang matang akhirnya Umi pun mengijinkan menantunya itu agar bermalam disana.

Di antar Umi, Hasan masuk kedalam kamar Sya. Ia duduk disamping ranjang size king itu.

" Makasih Umi. "

" Iya Nak, kamu istrahat saja. Kalau mau mandi silahkan, handuk sama pakaian kamu masih ada disana. " Tunjuk Umi.

Hasan mengangguk dan berterima kasih untuk yang kedua kali.

" Oh ya Nak, Umi keluar dulu. Mau lanjut masak, nanti keluar untuk makan malam ya, kita akan malam bersama. "

Umi akhirnya meninggalkan Hasan di dalam kamar Putrinya, Hasan memandangi seisi kamar itu. Matanya tertuju pada sebuah pigura yang tergantung di dinding, bibirnya tanpa sadar ikut menyunggingkan senyum ketika melihat seseorang yang berada dalam pigura itu tersenyum.

Langkah kakinya membawanya membuka satu demi satu lemari pakaian yang berada di dalam kamar itu, semua Ia buka sampai laci meja rias.

Bibirnya sesekali menyunggingkan senyum tanpa Ia sadari, setelah puas melihat seisi kamar akhirnya Hasan memutuskan membersihkan diri.

Malam itu Hasan menghabiskan waktu di kamar Sya, di tempat lain Lusi beberapa mencoba menghubungi Hasan namun panggilannya tidak tersambung.

" Kamu dimana sih sayang, kenapa HP kamu nggak aktif. Jangan bilang kalau kamu sedang bersama wanita lain, aku akan buat perhitungan dengan nya kalau sampai benar kamu melakukan itu. "

Di tengah emosinya yang masih menggebu-gebu, tiba-tiba ponselnya berdering. Raut wajah Lusi tiba-tiba berubah, Ia mondar-mandir tidak karuan. Ponselnya berdering kembali untuk kesekian kalinya, terpaksa Lusi pun menerimanya.

Nampak dari wajahnya kalau Ia tidak baik baik saja, Lusi mengepalkan tangannya pertanda kalau emosinya sedang memuncak.

" Baiklah tapi jangan di rumah, kita cari tempat di luar. "

Selesai mengatakan itu, Lusi langsung menutup ponselnya secara sepihak. Wanita hamil itu berteriak kencang, lengkap sudah. Belum lagi Hasan yang tidak ada kabar, kini Ia mendapatkan teror yang membuatnya semakin emosi.

Pagi hari Hasan bangun dengan tubuh yang segar, entah mengapa tapi malam ini Ia bisa tidur dengan tenang setelah beberapa bulan belakangan ini.

" Nak, sudah bangun, sarapannya sudah siap. " Panggil Umi pelan.

Ia tau kalau menantunya itu harus bekerja, jadi pagi- pagi sekali Umi sudah bangun untuk membantu asisten rumah tangganya untuk menyiapkan sarapan untuk nya.

" Iya Umi. "

Pagi ini Hasan sarapan bersama Umi dan juga para penghuni rumah itu, karena memang Umi tidak pernah membedakan siapa pun disana.

" Umi, bolehkah Hasan menginap lagi malam ini. " Tanya Hasan ragu.

Di luar dugaan ternyata Umi mengijinkannya, tentu saja Hasan sangat senang. Ia pamit seperti anak atau menantu pada umumnya ketika akan berangkat bekerja.

" Hati-hati di jalan Nak. "

Selepas kepergian Hasan Umi segera menghubungi Sya untuk menanyakan bagaimana kabar Putrinya itu.

" Syukurlah Nak, kamu hati-hati disana ya sayang. "

Di tempat lain

Lusi membuka mata, Ia memindai tempat dirinya berada saat ini. Ternyata bukan di rumahnya, Ia baru ingat kejadian semalam. Perlahan Ia bangkit dan membersihkan diri.

" Duh ~ "

Lusi meringis memegangi perutnya yang sakit, Ia terus merintih. Di pandangi nya sekeliling, tidak ada se siapapun disana.

" Duh sakit~ " Rintihnya lagi.

Dengan cepat Ia mengenakan semua pakaiannya tanpa membersihkan diri, Lusi segera keluar dari tempat itu. Sembari memegangi perutnya yang sakit, Ia memanggil taksi.

" Pak, tolong. Ke rumah sakit sekarang juga, perut saya sakit. " Pinta Lusi.

Mobil pun berhenti dan membantu penumpangnya untuk masuk kedalam mobil, mobil melaju dengan kecepatan penuh. Sampai di rumah sakit Lusi langsung mendapatkan penanganan.

Ponsel Hasan berdering, Ia melihat siapa yang memanggilnya.

" Iya sayang, maaf....

" Halo Pak. "

" Eh Halo, maaf ini dengan siapa. " Tanya Hasan heran.

Hasan mendengarkan dengan seksama suara di seberang telpon.

" Baik Bu, saya akan kesana sekarang juga. "

Hasan sempat berpikir mengenai apa yang terjadi, sebelum akhirnya Ia menyusul ke rumah sakit.

Buru- buru Hasan berlari kedalam area rumah sakit sesat setelah mobilnya berhasil parkir.

" Pasien atas nama Lusiana Ayu. "

" Sebentar Pak. "

Suster mulai memeriksa daftar dan menyebutkan ruangan temoat Lusi di rawat.

" Baik, terima kasih. "

Hasan segera berlari mencari ruangan yang di maksud, Ia segera masuk ketika menemukan ruangan yang Ia cari.

" Lusi. "

Dokter yang sedang memeriksa Lusi menoleh, Hasan masuk dengan pelan.

" Dokter, bagaimana kondisinya. Maksud saya, Dia sedang hamil, bagaimana dengan kondisi bayinya. "

Dokter menatap Hasan dengan seksama, dari kepala sampai kaki.

" Apakah Bapak suami pasien. ". Tanya Dokter itu.

Hasan bingung harus menjawab apa, itu di karenakan mereka belum menjadi sepasang suami istri.

" Ah sudahlah Pak, mari ikut saya. "

Dokter yang melihat kebingungan Hasan langsung mengajak Hasan untuk membicarakan mengenai apa yang terjadi pada pasien.

" Silahkan duduk. "

Hasan mengangguk dan kemudian duduk berhadapan dengan sang Dokter.

" Ada apa Pak, apa ada masalah serius. " Tanya Hasan.

Dokter nampak menghela nafas, Ia heran melihat anak muda sekarang.

" Apakah Bapak tidak sayang kepada Istri dan juga anak Bapak. " Tanya Dokter.

Hasan mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan Dokter

" Maksudnya. "

Dokter mulai menjelaskan semua tentang tata cara bersenang-senang ketika Istri sedang hamil muda, semua penjelasan Dokter semakin membuat Hasan bingung, Ia tidak mengerti apa yang di maksud Dokter tersebut.

1
Melodi_@samira
Aamiin ya Alloh 🤲
Melodi_@samira
bagus ceritanya, kayaknya sudah tamat 🤗
⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔 ³⁸
dah tamat
🦋⃟‌Fly🍾⃝Kͩᴀᷞᴛͧɪᷡᴇͣ
udah mulai ada bau bau suka nih hasan sama istrinya, panik saat tidak melihat istrinya
🦋⃟‌Fly🍾⃝Kͩᴀᷞᴛͧɪᷡᴇͣ
sebagai istri yang baik sya menutupi kesalahan suaminya
🦋⃟‌Fly🍾⃝Kͩᴀᷞᴛͧɪᷡᴇͣ
bagaimana tidak di masukan ke hati , Raisya tuh istrimu loh san
🦋⃟‌Fly🍾⃝Kͩᴀᷞᴛͧɪᷡᴇͣ
dasar laki laki egois pengen pindah rumah cuma demi kekasihnya, kasihan Raisya.
🦋⃟‌Fly🍾⃝Kͩᴀᷞᴛͧɪᷡᴇͣ
huff tega bener tuh suamimu sya, masa di turunin di tengah perjalanan sih mana nyuruh naik taksi lagi😤
🏘⃝Aⁿᵘ𝐀⃝🥀му𒈒⃟ʟʙᴄ𝐙⃝🦜ˢ⍣⃟ₛ
caakkkeeppp.... 👍👍
bener Sya kamu harus tegas terhadap ulet keket macam Lusi biar kamu nggak selalu diremehkan
🏘⃝Aⁿᵘ𝐀⃝🥀му𒈒⃟ʟʙᴄ𝐙⃝🦜ˢ⍣⃟ₛ
sebagai istri yang baik Raisya izin sama kamu karena dia menghargai kamu sebagai suaminya
🏘⃝Aⁿᵘ𝐀⃝🥀му𒈒⃟ʟʙᴄ𝐙⃝🦜ˢ⍣⃟ₛ
awas ya kalo sampai kamu bucin duluan... 😏😏
@MeG4 ⍣⃝క🎸N⃟ʲᵃᵃ𝓐𝔂⃝❥
Duh baby twins nama nya bagus banget sih, semoga kalian menjadi anak sholeh ya jd kebanggaan orang tuA
@MeG4 ⍣⃝క🎸N⃟ʲᵃᵃ𝓐𝔂⃝❥
turut berdukacita ya bu lisa . sayang banget lusi meninggal blm mnt maaf sama sekali sma raisya dan hasan, congratulations baby twins 😍
@MeG4 ⍣⃝క🎸N⃟ʲᵃᵃ𝓐𝔂⃝❥
salut banget sama sya meskipun s lusi udah jahat ttep aj mau nolongin lusi
@MeG4 ⍣⃝క🎸N⃟ʲᵃᵃ𝓐𝔂⃝❥
kenapa harus makin membenci sya, kamu sengsara itu ulah kamu sendiri, dasar wnita ga tau malu
ᴀɲɳɪʋᴇᴙᴤᴀʀƴ1ᵴᵼ💜⃞⃟𝓛 sha
sya hamil
ᴀɲɳɪʋᴇᴙᴤᴀʀƴ1ᵴᵼ💜⃞⃟𝓛 sha
astagaaa mulut apa comberan pak
ᴀɲɳɪʋᴇᴙᴤᴀʀƴ1ᵴᵼ💜⃞⃟𝓛 sha
akhirnya aib yg selama ini susah payah sya tutupi harus terbongkar juga
ᴀɲɳɪʋᴇᴙᴤᴀʀƴ1ᵴᵼ💜⃞⃟𝓛 sha
sabar sya,semoga mata dan hati hasan segera terbuka,akan ada keajaiban,km harus kuat
ᴀɲɳɪʋᴇᴙᴤᴀʀƴ1ᵴᵼ💜⃞⃟𝓛 sha
demi keingininan mertua segera menimang cucu sya sampe senekad ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!