🌸 Sequel dari "Meminjam Rahim Adikku" 🌸
Terlambat menyadari perasaan nya membuat Ardan Kusuma Wijaya harus kehilangan gadis yang sebenarnya dia cintai karena sudah terlanjut dinikahkan dengan pria pilihan keluarganya.
Ayana Azahra harus rela menikah dengan pilihan keluarga nya,saat tidak dapat memenuhi syarat dari sang Ayah untuk membawa calon suami pilihan nya sendiri diwaktu yang sudah ditentukan.
Namun apa jadinya jika baru satu hari menikah Ayana sudah ditinggal pergi oleh sang suami yang kabur bersama kekasihnya??
Bagaimana juga dengan Ardan yang sudah berniat melupakan Ayana,namun sehari sebelum kepulangan nya mengetahui fakta tentang pernikahan gadis itu??
Akankah Ardan melupakan Ayana dan kembali kenegaranya??
Atau berjuang untuk membawa Ayana kedalam mahligai pernikahan bersama dengan nya??
yukkk simak kisahnya disini...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Triyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25.Didalam Doa Yang Sama
"Sebelum menghadap dan meyakinkan Ayah,tentu aku harus memperjelas dulu,apa kamu menerima aku atau tidak.Aku tidak mau memaksakan kehendakku meski aku begitu menginginkan."
"Apa masih harus dijawab ya?bukan kah selama ini aku menyambut baik kehadiran Kakak."
"Ay,dalam sebuah hubungan,bukan cuma wanita yang membutuhkan kepastian,namun pria juga.Dengan begitu,kita bisa lebeih jelas lagi dalam melangkah dan mengambil keputusan.Apakah akan maju atau berhenti karena perjuangan kami akan sia sia jika wanita yang kita jadikan tujuan tidak menghendakai kehadiran kami."jelas Ardan yang memang sejak awal bertemu,Ayana tidak pernah menjawab pertanyaan dan permintaan Ardan prihal menjadikan nya pasangan halal.
"Bukan nya aku sudah bilang ya,jika Ayah merestui hubungan ini,maka in sha Allah aku juga akan menerima Kakak dengan setulus hati,jiwa dan juga ragaku."
"Alhamdulillah,berarti mulai sekarang sudah boleh dong mengklaim kalau kamu adalah calon istriku,biar tidak ada lagi yang berani mendekati dan caper sama kamu."
Mendapat pertanyaan itu sungguh membuat Ayana kembali dibuat gugup dan merona.Bahkan saking gugup nya,Ayana hanya bisa menganggukkan kepala nya saat Ardan bertanya.
"Ya sudah,ayo habiskan makanan nya.Aku antar kembali kerumah sakit sekalian ambil mobil.Nanti sore mau pulang sendiri apa biar Mas kirim supir kantor untuk mengantarkanmu pulang?ga tenang rasanya membiarkanmu pulang sendiri,taapi nanti sore Mas sudah harus berangkat dan nggak akan sempat menjemput."tanya Ardan yang seketika membuat Ayana gagal fokus dengan nama panggilan yang Ardan sematkan untuk dirinya sendiri.
"Biar aku pulang sendiri saja,mobilku siapa yang bawa kalau terus di antar jemput.Kakak berangkatlah dengan tenang,aku akan selalu mendoakan agar segala urusan Kakak disana diberi kemudahan dan kelancaran hingga bisa secepatnya kembali pulang."
"Aamiin Allahumma Aamiin,panggil nya jangan Kakak terus dong.Kan sudah resmi mau jadi calon istri,jadi mulai sekarang biasakan memanggil aku dengan sebutan Mas.Biar nanti saat sudah sah,sudah tidak kaku lagi."
"Malu,"
"kenapa malu,kita kan memiliki hubungan yang khusus.Jadi wajar dong jika kita merubah nama panggilan,ya walaupun belum semestinya sih tapi seenggaknya kita jadi merasa jauh lebih dekat satu sama lain."
"Iya nanti akan aku usahan dan akan aku biasakan ya.Tapi maafkan jika masih salah sebut,habisnya sudah terlalu nyaman dengan sebuatan Kakak."
"Oh jadi cuma nyaman sebagai Kakak saja?duh sedihnya,"ucap Ardan pura pura memasang wajah sedihnya.
"Bukan,bukan seperti itu."jawab Ayana dengan cepat namun bingung juga ingin menjelaskan seperti apa perasaan nya saat ini pada Ardan.
Dibilang cinta,tentu saja belum,pasalnya ini pertama kalinya mereka kembali dekat setelah putus komunikasi selama satu tahun lamanya.
Jika merasa nyaman,sejak pertama kali bertemu juga Ayana sudah merasa nyaman jika ada didekat Ardan.
Dan kini Ayana berpikir mungkin tidak ada salah nya jika saat ini dia mulai membuka hatinya kembali untuk yang selama ini selalu membuatnya nyaman.
"Tidak apa apa kok,jika memang hubungan ini harus di awali dengan rasa nyaman antara adik kepada Kakaknya,kenapa tidak?Rasa cinta dan sayang itu akan hadir seiring berjalan nya waktu kita bersama.Semoga memang kamulah jawaban dari setiap doa doaku selama ini."
"Aamiin."
...*****...
"Mas pamit dulu,sekalian berangkat kembali kekantor dan pamit berangkat dinas luar.''ucap Ardan saat keduanya sudah tiba diparkiran rumah sakit dan kini keduanya tengah berdiri didekat mobil milik Ardan.
Setelah menyelesaikan makan siang nya tadi,Ardan pun kembali mengantar Ayana untuk kembali ke rumah sakit dan juga untuk mengambil mobil yang dititipkan disana.
"Iya Mas,hati hati dijalan dana jangan lupa memberi kabar."lirih Ayana yang seketika merasa berat melepaskan padahal hanya ditinggal selama 2 hari saja.
"Duh,ulangi lagi dong panggil Mas nya?meleleh hhati Abang Dek,kamu mulai memanggilku dengan sebuatn Mas."goda Ardan saat mendengar Ayana sudah mulai memanggilnya dengan sebutan Mas.
"Sudah dong jangan godain terus,malu."ucap Ayana kian lirih dengan kepala yang menunduk.
"Hati hati selama aku tinggal ya sayang,jaga hati kamu hanya untuk aku,tunggu aku pulang dan secepatnya kita akan meresmikan hubungan ini."
"Iya Mas,aku tunggu janjimu."
"Doakan aku agar semua urusan disana segera terselesaikan dan aku bisa segera pulang.Mas pamit ya,assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumsalam,fii amanillah Mas."
Keduanya pun kembali berpisah setelah beberapa hari ini selalu bersama disetiap ada waktu dan kesempatan.
Namun saat ini keduanya kembali harus di uji dengan kepergian Ardan,entah mengapa mereka berdua sama sama merasa tidak rela ditinggalkan dan meninggalkan.
''Semoga ini terakhir kita berpisah,Aamiin."
Dan tanpa mereka sadari,keduanya memiliki doa yang sama.semoga tuhan merestui kebersamaan mereka saat ini hari dimana yang mereka impi impikan itu tiba.
...*************...
...Jangan lupa tinggalkan jejak ya,like,komen dan subscribe...Biar Othor lebih semangat lagi,terima kasih 🥰🥰🥰 love sekebon untuk kalian ♥️♥️♥️*...
lanjut extra part nya Thor 🙏🙏🙏
mantap Ardan..aq suka caramu membasmi ulat bulu..
, jodoh kt tdk tahu akan berlabu kepada siapa.tp klu sdh menetapkan suatu pilihan memang harus tegas.