NovelToon NovelToon
Desa Pinggir Sungai

Desa Pinggir Sungai

Status: tamat
Genre:Roh Supernatural / Horor / Tamat
Popularitas:361.1k
Nilai: 5
Nama Author: Jejet Utami

Jangan plagiat.. Kalau plagiat aku doakan kehidupanmu selalu didatangi makhluk gaib seperti yang ada dalam cerita, kalau tidak kamu, maka anak keturunanmu..!!! Sebuah desa yang berada di pinggir Sungai. Desa ini tak masuk dalam peta dan merupakan desa yang sangat terpencil

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jejet Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sosok bayangan hitam

Sutikno yang sejak tadi menemani Subhan berlayar ikut terkejut mengetahui cuaca yang tiba-tiba menjadi buruk.

"Subhan, tampaknya ada sesuatu yang terjadi di atas sungai ini" ucap Sutikno sambil berpegangan tangan di atas rakit begitu juga dengan Subhan.

"Ada apa emangnya?" tanya Subhan penasaran.

"Kita harus siap-siap mengalami hal diluar dugaan kita" Kau peganglah tubuhku, aku jamin kau aman" ucap Sutikno pada Subhan

Subhan akhirnya memegang tubuh Sutikno, dan Sutikno lah yang mulai berganti mendayung rakit yang bergerak ke sana kemari mengikuti arus sungai yang tidak bersahabat.

Tiba waktunya, Cuaca semakin gelap, hingga akhirnya rakit yang dinaiki Subhan dan Sutikno ikut bergoyang dengan sangat kencang.

Air sungai mulai menunjukkan keganasannya. Subhan semakin kebingungan saja melihat fenomena yang telah terjadi. Namun Sutikno berusaha menghilangkan rasa takutnya dengan mengandalkan Sutikno yang saat ini tampak sangat melindunginya.

Hingga akhirnya, air sungai itu menyiram tubuh Sutikno dan Subhan hingga membuat Subhan dan Sutikno kehilangan keseimbangan nya. Rakit yang ditumpangi mereka akhirnya terbalik dan mereka berdua tercebur ke sungai.

Untung nya, Subhan dan Sutikno terus berpegangan di rakit dan beberapa saat kemudian, Subhan pingsan entah berapa lama dia pingsan.

Beberapa saat kemudian, Subhan terbangun dan ternyata dirinya sudah berada di suatu tempat yang aneh. Semacam tempat persinggahan di tengah sungai. Jubah yang diberikan sang kakek tetap ada pada Subhan namun jubah putih itu tampak basah terkena air sungai yang tadi mengenainya.

Subhan pun tetap melipat jubah itu dan mengaitkan di pinggangnya. Entah kapan Subhan akan memakai jubah itu karena sang kakek berpesan, jubah itu boleh dipakai ketika dirinya telah berada di tempat tujuan yaitu desa seberang sungai.

Mata Subhan mulai melihat ke sekeliling, terlihat Sutikno dengan baju merahnya masih setia menemaninya di samping nya.

"Sutikno, kita dimana?" bukankah kita tadi sudah tenggelam dan aku mati?" Apakah kita berada di dunia lain?" tanya Subhan penasaran.

"Subhan, sementara waktu kau aman disini" Disini adalah tempat persinggahan para penduduk yang hendak menyeberangi sungai" Setiap penduduk yang akan menyeberangi sungai, jika kehabisan bekal makanan, mereka akan singgah disini" ucap Sutikno memberi penjelasan yang sangat detail pada Subhan.

Subhan menganggukkan kepalanya tanda mengerti penjelasan dari Sutikno. Subhan pun berusaha berdiri dan melihat-lihat ke sekitar tempat persinggahan itu. Terlihat beberapa pohon kelapa hidup dengan subur di tempat itu.

"Ayo, kita mulai berangkat lagi, Lihatlah, rakit kita ada di tepi sungai" Lebih baik kita secepatnya meninggalkan tempat ini, karena kita telah menghabiskan waktu di tempat ini sudah cukup lama" ucap Sutikno sambil menarik tangan Subhan

"Tunggu sebentar Sutikno, aku lapar" Apakah kau tidak merasakan lapar?" tanya Subhan pada Sutikno.

"Ehm, ya aku tak terlalu lapar" Baiklah kalau begitu, aku akan mencarikan makanan untukmu" ucap Sutikno pada Subhan.

Terlihat Sutikno beranjak dari tempat itu dan pergi menuju ke pohon kelapa yang tak jauh dari tempatnya duduk bersama Subhan.

"Sutikno, kau akan mengambil kan aku kelapa?" tanya Subhan pada Sutikno.

"Ya, subhan, tunggulah sebentar" ucap Sutikno pada Subhan.

Akhirnya, Sutikno segera memanjat pohon kelapa itu. Subhan sangat terkejut melihat kemampuan memanjat Sutikno yang sangat cepat. Selama bersama Sutikno di desa teluk meriang, Subhan tak pernah tahu keahlian Sutikno dalam memanjat pohon.

Sambil duduk menunggu Sutikno berhasil mengambil kelapa, tampak bayangan hitam yang mengintai Subhan dari belakang. Entah siapa itu namun bayangan hitam itu semakin dekat saja.

1
Ayla Anindiyafarisa
masih penasaran siapakah mereka berdua, aneh aja apakah masih hidup apa udh mati ni mereka berdua
Ayla Anindiyafarisa
aku mampir lah thor
Achmad Zubaidi
bikin penasaran aja...
Nia jeje: wkwkkwk nasib mu joo ayok baca lainnya
total 1 replies
𝖓𝕯o🕷
Kata2 yg membuat sesek nafas"TAMAT "😭😭😭
Mamake Nayla
Luar biasa
Mirabel
ohhh seperti itu
Lita Pujiastuti
jangan tragis ah....Ini gara² Subhan minta balik ke desanya sih ..
Lita Pujiastuti
siapa sbnry ust Sholeh, dan apa yg terjadi dg Subhan yg seakan hny ust Sholeh yg tahu. Mengaoa ust Sholeh terpental saat didekati Subhan
Lita Pujiastuti
ustad gitu Lohh..
Lita Pujiastuti
waduh...ada apa itu
Lita Pujiastuti
Rasa ingin tahu Subhan yg besar membust dia ceroboh dan menganaikan pesan ust Sholeh. mlh jd menyusahkan saja
Lita Pujiastuti
ingin tahu akhirnya bgmn
Lita Pujiastuti
ada apa lagi ini dg permintaan Sutikno
Lita Pujiastuti
ada rasa haru thd Sutikno
Lita Pujiastuti
Selama ini Subhan hanya tinggal snfirian di desa itu. untung sutikno sahabat yg baik walau beda alam. ikhkas memgantar Subhan kembali ke dunianya
Lita Pujiastuti
mendebarkan. .
Lita Pujiastuti
sepertinya Subhan cepet tanggao dg hal² di sekitarnya
Lita Pujiastuti
sutikno lebih bijak drpd nenek nya. Dia rela mengantar Subhan kembali ke dunianya, mlh neneknya yg keberatan
Lita Pujiastuti
tuh kan bener...desa goib. dan ortu subhan pasti tdk tahu jika anaknya selamat dr bencana 10 th yg lalu
Lita Pujiastuti
pasti itu kampung goib...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!