Anastasya Vallensia (19 tahun), putri dari Firdaus Vallensia dan Maryam Sihad. Ibunya sudah lama meninggal dan setelah ibunya meninggal Ayahnya menikah lagi dengan Laura vatalia yang beralih nama menjadi Laura Vallensia dan memiliki putri bernama Sabrina Vallensia (18 tahun).
Awalnya hari-harinya berjalan dengan baik, Anastasya sangat bahagia karena dia selalu bersama dengan kekasihnya Satria kusmojo (22 tahun) sampai sebuah kecelakaan mobil menimpa dirinya, bukannya hanya penglihatannya yang hilang tapi kekasihnya juga meninggalkannya dan malah berselingkuh dengan adik tirinya.
Akankah Anastasya menemukan kebahagiaannya?
Jangan lupa like dan Votenya 😊
ig:@KismiBebby
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AngelKiss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CSGB-26
Tapi pergerakan septyan langsung terhenti, dia langsung menjauhkan wajahnya dari wajah anastasya.
"Apa yang kau lakukan septyan, kau seorang pria kau tak boleh mencium seorang wanita tanpa meminta izin darinya terlebih dahulu." Ucap septyan di dalam hatinya.
Anastasya hanya menggerak-gerakkan kepalanya karena dia tak mendengar suara septyan.
"Septyan apa kau masih ada di sini?" Tanya Anastasya.
"Aku masih ada kok." Jawab septyan.
"Kirain aku kamu gak ada, soalnya aku gak dengar suara kamu." Ucap Anastasya.
"Hehehe.."
Tak ada lagi obrolan antara septyan dan Anastasya, mereka lebih memilih diam satu sama lain.
Drett.. Drett.. Drett..
Handphone septyan bergetar, lalu dia langsung melihat nama yang tertera di layar ponselnya.
"Hallo, ada apa sar?"
"Iya hallo, kamu lagi dimana?"
"Aku lagi di rumah Anastasya."
Tut... Tut.. Tut..
Panggilan tersebut langsung di putus oleh sari, dan septyan hanya menatap heran.
"Siapa?" Tanya Anastasya.
"Temen aku si sari." Jawab septyan.
"Mau apa dia nelpon kamu." Tanya Anastasya.
"Entahlah, dia hanya menanyakan aku sedang dimana." Ucap septyan.
"Lalu kau jawab apa?" Tanya Anastasya.
"Kau jawab sedang berada di rumahmu." Ucap septyan.
"Lalu?" Tanya Anastasya.
"Lalu dia mematikan panggilan itu." Ucap septyan.
"Mungkin dia cemburu." Ucap Anastasya pelan.
"Tadi kau bilang apa?" Tanya septyan.
"Tak ada. Apa kau lapar?" Tanya Anastasya.
"Iya, lumayan." Ucap septyan.
"Kalau begitu mari kita makan." Ajak Anastasya.
"Hem. Tapi aku sudah punya bekal makanan dari sari." Ucap septyan.
"Terserah kau sajalah." Ucap Anastasya.
"Baiklah, aku tak akan memakan bekal dari sari." Ucap septyan.
Dan Anastasya langsung tersenyum saat mendengar hal itu. Lalu septyan langsung membantu Anastasya berjalan menuju dapur.
Di lain tempat...
Nampak sari tengah senyum-senyum sendiri, mas Anwar yang melihat hal itu merasa keheranan.
"Sari." Sapanya yang membuat sari kaget.
"Mas ini ngagetin aku aja." Ucap sari.
"Kamu kenapa dari tadi senyum-senyum sendiri." Tanyanya.
"Gak kok mas aku gak senyum-senyum sendiri." Elak sari.
"Biasa sari lagi kasmaran." Ucap mbak Sinta.
"Apaan sih mbak, ngaur mbak nih." Ucap sari.
"Emang kamu lagi kasmaran sama siapa?" Tanya mas Anwar.
"Apaan sih mas aku gak lagi kasmaran." Ucap sari malu.
"Sari tuh lagi suka sama septyan, yang suka nyanyi di sini." Ucap mbak Sinta.
"Apaan sih mbak." Ucap sari tambah malu.
"Tapi benerkan, mbak suka liat kamu tuh suka cari-cari pandang ke septyan. Kalau dia lagi nyanyi. Kamu tuh suka liatin dia terus sampai kamu gak pokus buat kerja." Ucap mbak Sinta.
Dan sari hanya bisa tersenyum sambil menahan malu. "Tapi septyan sama non Anastasya seperti memiliki hubungan spesial." Ucap mas Anwar.
"Massa sih." Tanya mbak Sinta.
"Emangnya kamu gak pernah liat gitu kedekatan mereka berdua." Ucap mas Anwar.
"Oh, iya yah. Mereka memang dekat tapi kok mau septyan dekat sama non Anastasya yah, secara kan dia itu buta." Ucap mbak Sinta.
"Hus.. Jangan ngomong gitu." Ucap mas Anwar.
Mendengar hal itu sari langsung nampak tak suka, dan dia ingat saat tadi menelpon septyan dan juga septyan tengah berada di rumah Anastasya. Entah kenapa ada rasa kesal di hati sari saat mendengar hal itu.
Lalu sari langsung meninggalkan mbak Sinta dan mas Anwar.
"Hus.. Kenapa tuh si sari." Tanya mbak Sinta.
"Udah jangan ngegibah terus. Kerja-kerja." Ucap mas Anwar sambil berjalan ke dapur. Begitu pun juga dengan mbak Sinta dia langsung kembali bekerja.
datang pelakor baru.... siap" ditampar tasya kamu faniaaa awas sajaaaa