NovelToon NovelToon
Selimut Tetangga

Selimut Tetangga

Status: tamat
Genre:Cinta Terlarang / Selingkuh / Tamat
Popularitas:7.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Clarissa icha

Aku wanita yang menjunjung tinggi kesetiaan dan pengabdian pada seorang suami.
3 tahun mengarungi bahtera rumah tangga, aku merasa menjadi wanita paling bahagia karena di karuniai suami yang sempurna. Mas Dirga, dengan segala kelembutan dan perhatian yang selalu tercurahkan untukku, aku bisa merasakan betapa suamiku begitu mencintaiku meski sampai detik ini aku belum di beri kepercayaan untuk mengandung anaknya.

Namun pada suatu ketika, keharmonisan dalam rumah tangga kami perlahan sirna.
Mas Dirga diam-diam mencari kebahagiaan di tempat lain, dan kekecewaan membuatku tak lagi memperdulikan soal kesetiaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa icha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Mas Dirga langsung mengajak berenang setelah masuk ke dalam kamar.

Kamar yang memiliki private pool ini di sewa dengan harga hampir setengah dari gaji Mas Dirga. Tapi dia menyewanya tanpa pikir 2 kali.

Demi menyenangkan dan membahagiakan ku, Mas Dirga memang tak pernah perhitungan. Bahkan bukan soal materi saja, melainkan waktu dan perhatiannya yang selalu di curahkan seluruhnya untukku.

Tidak salah jika selama ini aku begitu mencintai dan percaya padanya. Hingga ku gantungkan seluruh hidup dan harapanku pada Mas Dirga. Karna aku percaya hanya Mas Dirga yang bisa membahagiakan dan menyayangiku dengan sepenuh hati.

Tapi sayangnya pria yang selama ini menjadi tempatku bergantung, kini telah menghancurkan kepercayaan dan harapanku.

"Aku nggak bawa baju renang loh Mas. Lagian kenapa dadakan nawarin kamar yang ada private pool nya." Sedikit protes, ku letakan barang bawaan kami di atas sofa panjang.

"Kalau gitu nggak usah pake baju Dek, nggak bakal kelihatan juga dari luar. Lagipula ini lantai paling atas, jadi nggak ada orang yang tiba-tiba lewat di depan dinding kaca." Mas Dirga menahan tawa. Bermaksud mencairkan suasana dengan candaan, tapi aku hanya tersenyum tipis saja.

Mas Dirga langsung menanggalkan kain yang melekat di tubuhnya dan hanya menyisakan celana dlm saja.

Berbeda denganku yang masih berdiri di samping kolam renang. Sibuk melihat pemandangan bukit dan gunung yang indah dan menyejukkan mata.

"Kok belum buka baju.? Mau Mas bantu bukain.?" Mas Dirga memelukku dari belakang dengan meletakkan dagu di pundakku.

"Kamu kenapa Dek.? Mas perhatiin dari kemarin kamu lebih banyak diam." Nada bicara Mas Dirga sangat lembut. Tangan yang melingkar di perutku, kini mulai mengusap perlahan.

Rupanya dia menyadari ada perubahan dalam sikapku akhir-akhir ini. Seandainya dia merasa bersalah telah membohongi selama ini, harusnya tak perlu bertanya kenapa aku jadi lebih banyak diam. Apa dia tidak berfikir kalau hubungan terlarangnya bisa saja di ketahui olehku.

Tapi nyatanya sampai detik ini Mas Dirga masih santai saja. 1 jam yang lalu bahkan masih membohongiku soal telfon dari wanita itu.

"Kamu marah sama Mas.? Atau ada masalah lain.?" Tanyanya sedikit mencecar. Nada bicara Mas Dirga terdengar cemas.

"Kenapa aku harus marah sama Mas. Mas Dirga udah jadi suami yang baik buat aku selama ini. Justru aku bersyukur punya suami yang perhatian dan setia di saat keuangan Mas mulai naik."

"Kalau denger cerita dari Mbak Sita, kebanyakan suami berulah kalau udah banyak uang. Tapi untungnya kamu nggak kaya gitu Mas." Aku mengukir senyum kecut setelah menyindir dengan cara memuji Mas Dirga. Rasanya ingin sekali aku berbalik badan dan melihat ekspresi Mas Dirga.

Hening, tak ada respon apapun dari Mas Dirga. Gerakan tangannya di perutku juga tiba-tiba berhenti. Jika Mas Dirga tidak berbuat macam-macam ataupun menyembunyikan kebohongan di belakangku, harusnya dia tidak diam saja seperti ini. Aku yakin dia diam karna merasa tersindir dengan ucapan ku.

"Iya Dek, mana mungkin Mas kayak gitu." Setelah beberapa saat tak merespon, akhirnya Mas Dirga menanggapi perkataanku.

Jawabannya membuatku muak. Seandainya aku langsung menunjukkan vidio yang ku ambil kemarin, apa dia masih bisa berbicara seperti itu padaku.

Laki-laki yang terlihat pendiam dan baik seperti Mas Dirga memang diam-diam membahayakan.

Orang-orang pasti tidak akan percaya kalau Mas Dirga bisa mengkhianati ku.

Aku bahkan tidak berani bercerita pada Mbak Sita dan yang lainnya, meski setiap hari kami masih berkomunikasi.

Mas Dirga mulai menurunkan perlahan resleting dress ku. Tanpa mencegahnya, aku membiarkan Mas Dirga melucuti kain yang membalut tubuh putih ku. Menyisakan br a dan hot pants saja.

"Mas,," Panggil ku seraya berbalik badan saat dress itu sudah terlepas.

"Iya, kenapa Dek.?" Mas Dirga melempar asal dress ku di sofa.

"Aku bosan cuma di rumah aja. Boleh nggak aku cari pekerjaan.?" Ku kalungkan kedua tangan di leher Mas Dirga, dan dia langsung meraih pinggangku.

Jika sebelumnya aku senang melakukan cara ini untuk bermesraan dengan Mas Dirga, kali ini aku malah merasa menjadi perempuan penggoda yang sedang menghidupkan suamiku sendiri.

Mungkin karena aku sudah merasa asing dengan Mas Dirga setelah tau kebohongannya.

"Tapi Mas nggak mau kamu kecapean Dek. Kerja dan ngurus rumah sendiri pasti cape."

"Mas masih bisa mencukupi kebutuhan kamu. Kalau cuma karna bosan, kamu bisa cari teman disini. Biar bisa hangout kalau Mas lagi kerja."

Dengan penuh perhatian, Mas Dirga mengkhawatirkan kondisi ku. Dia malah lebih suka aku hangout dan menghabiskan uangnya daripada harus bekerja.

Entah karna terlalu sayang padaku, atau justru karna tak mau melihat ku bisa berdiri di kaki sendiri dan berfikir aku tak akan membutuhkan dia lagi setelah menghasilkan uang sendiri.

"Kalau kamu mau, Mas bisa kenalin kamu sama istri temen kantor Mas."

"Di kantor kebanyakan udah pada nikah, cuma beberapa aja yang masih single."

"Rumah mereka juga nggak jauh-jauh kok dari rumah kita. Gimana.?" Tanyanya lembut.

Aku nyaris tertawa sinis mendengar bagaimana Mas Dirga begitu lembut penuh perhatian berbicara di depanku. Seolah memiliki kepribadian ganda, dia menjelma sebagai dewa di depanku, dan berubah menjadi ib lis di belakangku.

"Tapi aku pengen punya kesibukan Mas. Nggak mungkin juga aku hangout setiap hari sama meraka. Lagian mereka pasti udah pada punya anak kan.?" Aku menekankan kalimat terakhir, dan itu berhasil membuat Mas Dirga bungkam.

"Masih banyak kegiatan selain bekerja di kantor Dek."

"Atau mau Mas buatkan usaha.? Di depan rumah kita ada ruko yang di sewakan. Kamu bisa buka butik atau toko kue." Dengan berbagai alasan, Mas Dirga seolah tak menginginkan aku bekerja di kantor dan berbaur lagi dengan dunia luar.

"Nggak mau Mas, aku nggak ada basic di bidang usaha. Kalau nggak berkembang atau bahkan bangkrut, malah bikin aku pusing." Tolak ku mentah-mentah. Walaupun sebenarnya bisa saja aku merintis usaha sembari belajar. Karna pada dasarnya apapun bisa kita lakukan jika mau berusaha dan terus belajar.

"Pokoknya aku pengen cari kerjaan di kantor. Paling nggak sampai aku punya temen di rumah."

"Aku bisa stres kalau nggak ada yang bisa di ajak bertukar cerita, sedangkan waktu Mas banyak di habiskan di kantor." Tak perduli Mas Dirga mau marah padaku atau tidak. Aku akan mendesaknya agar dia menyetujui keinginanku.

"Hidup itu perlu bersosialisasi Mas. Aku bukan burung yang cuma berdiam diri di dalam sangkar." Aku melengos sembari melepaskan tangan dari leher Mas Dirga.

"Dek,, jangan bilang begitu,," Lirih Mas Dirga yang kemudian menyusul ku ke kolam renang.

"Tapi kenyataannya memang seperti itu Mas.!" Tegas ku geram.

1
Dewa Nara
kan mbak sita pernah lihat Dirga sama ziva
Dewa Nara
berarti Agam tipe yg tempramental, kalau marah mulutnya berbisa
Dewa Nara
wah sadis bener mulut si Agam
Dewa Nara
jangan2 anaknya Agam
Dewa Nara
kok mbak sita gak nanya anak yg digendong Dirga
Dewa Nara
jangan sampai terlanjur bia...
Dewa Nara
kok dibiarkan berlarut-larut sih, bia
Dewa Nara
berarti bia sama aja dg Dirga
Dewa Nara
dasar laki2
Dewa Nara
walaupun Dirga gak niat selingkuh tapi perbuatannya sdh ke arah itu
Dewa Nara
kapan terbongkar perselingkuhan Dirga
ayu cantik
wenak
Sari Kumala
ini perempuan edan suka dicelup sana sini 😅
Catur Rini
terlalu bertele2,jadi males bacanya,isinya plinplan semua
Agnescerlly Cerlly
papanya sama pelakor
mamanya sama pebinor
nh tuh pasti syok anaknya kalau tau kelakuan emak bapaknya dulu
Agnescerlly Cerlly
baru kali ini aku muak sama cewe munafik ,
Agnescerlly Cerlly
sampai bab ini si bia ni lah,bodoh iya,oon iya,egois iya,munafik iya, serakah iya
Agnescerlly Cerlly
apa bedanya si bia sama Dirga sama sama serakah ingin punya keduanya.....kalau Agam kan katanya sudah cerai
Agnescerlly Cerlly
lelah smaa bia bodoh oon dan nafsuan juga disuruh cerai malah mending nafsu...aja ditambah smaa Agam....
Agnescerlly Cerlly
si bia disuruh cerai ngeyel minta ditunggu org bosan jangan blz selingkuh jua lh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!