Kehidupan bahagia Aria berakhir saat kedua orangtuanya meninggal dalam sebuah kebakaran.
Setelah ditelusuri, kebakaran itu ternyata sudah di rencanakan oleh seseorang sehingga membuat Aria ingin mengungkap siapa pelaku dibalik kebakaran yang menyebabkan kedua orangtuanya meninggal.
Hingga ketika menelusuri siapa orang yang tega membakar rumah keluarganya, Aria menemukan berbagai misteri termasuk rahasia kedua orangtuanya, dia juga harus masuk kedalam dunia gelap untuk bisa mencari sang pelaku yang merusak kebahagiaan serta keluarganya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yunnii_Parkk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dua Orang Tamu
Tidak lama kemudian, mereka berdua tiba di tempat khusus barang Lelang, Aria dan Giovanni langsung menghampiri Pembawa Acara Lelang tadi, Pembawa Acara Lelang itu juga mengenali Aria karena dia satu-satunya Tamu yang memakai Topeng.
"Nona, sebelah sini" Pembawa acara itu melambaikan tangannya pada Aria dan Giovanni.
Giovanni menghela nafas lega karena berhasil menyelamatkan Grace, dan juga, untungnya sekarang Grace sudah memakai kain di tubuhnya, walaupun kain itu tidak tebal, tapi itu cukup untuk menutupi tubuhnya.
"Saya sudah mentransfer uangnya" ucap Aria setelah Aria mengurus pembayarannya, sementara Giovanni menghampiri Grace yang masih tampak seperti mayat hidup.
"Grace, apa kamu baik-baik saja?" Giovanni mencoba untuk berbicara dengan Grace, tapi hasilnya nihil, Grace tidak merespon apapun.
Giovanni mengepalkan tangannya saat melihat Grace yang seperti itu, Giovanni yakin sebelum Grace dibawa ke tempat Lelang, dia sudah mengalami hal yang sangat berat sampai membuatnya jadi seperti itu.
"Aku akan menghancurkan Organisasi yang membuatmu jadi seperti ini" Batin Giovanni.
Grace adalah Dokter forensik di salah satu Rumah Sakit di kota L. Grace dan Giovanni beberapa kali pernah bertemu dan mengobrol karena kasus yang Giovanni tangani membutuhkan bantuan Grace, seperti saat kasus pembunuhan kemarin yang dibantu oleh Grace dan Aria.
Meskipun Giovanni tidak terlalu dekat dengan Grace, namun mereka pernah beberapa kali bekerja sama, jadi Giovanni tidak mau orang yang dia kenal jadi seperti itu.
"Apa dia punya masalah? kenapa dia bisa sampai di tempat seperti ini" Batin Giovanni sedikit bingung karena Grace bisa sampai ada di Dunia Bawah, bahkan Grace juga jadi bahan Lelang.
Aria telah selesai mengurus pembayaran, Aria lalu berjalan menghampiri Giovanni yang sedang terus mencoba berbicara pada Grace.
"Percuma saja kamu mengajaknya bicara, dia tidak akan meresponnya" Aria terlihat sudah berada di samping Giovanni.
"Maksud anda?"
"Sebelum dia di Lelang, pasti dia sudah mengalami hal yang sangat tidak manusiawi sampai membuat mentalnya rusak" jelas Aria, Aria masih seperti biasa, terlihat tenang.
"Saya juga berpikir seperti itu, apa dia bisa sembuh?" Giovanni melirik Aria.
Aria lalu menggeleng pelan, "Rata-rata orang yang jadi bahan Lelang tidak bisa sembuh, apalagi kalau dia bertemu dengan Majikan atau Pemilik baru yang memperlakukannya dengan kasar, mentalnya akan semakin rusak parah dan mereka tidak segan-segan mencoba untuk mengakhiri hidup mereka sendiri" jelas Aria.
"Apa sampai separah itu?" Giovanni kini sangat marah karena bukan cuma Grace, tapi yang lain juga mengalami hal yang sama, bahkan lebih buruk, Giovanni lalu teringat akan empat Wanita lainnya yang bernasib sama seperti Grace.
"Tentu saja, lebih baik kita membawanya keluar dari sini dan mengobati lukanya dulu, lalu setelah itu kalau keadaannya membaik, kita akan coba tanya pelan-pelan kenapa dia bisa sampai di Dunia Bawah"
Giovanni setuju dengan Aria, dia juga melihat beberapa luka lecet dan lebam di tubuh Grace, jadi sebaiknya luka itu di obati dulu.
"Baiklah, Nona, apa ada Rumah Sakit terdekat di sekitaran sini?" tanya Giovanni.
Aria tertawa kecil mendengar pertanyaan Giovanni, "Tentu saja tidak ada, kamu pikir Dunia Bawah sama seperti Dunia Luar? disini tidak ada Rumah Sakit" timpal Aria.
Giovanni lalu menggaruk pelipisnya yang tidak gatal saat melihat Aria tertawa setelah mendengar pertanyaannya, ini juga pertama kalinya Giovanni melihat Aria tertawa, biasanya Aria akan tetap tenang dan bersikap dingin.
"Ah... begitu ya, saya tidak tau, kalau begitu dimana kita akan mengobatinya? apa kita harus membawanya ke Dunia Luar dengan kondisi seperti ini?"
"Kamu bawa dia dan ikuti aku, kita akan mengobatinya di tempatku" ucap Aria. Aria sedikit kasihan melihat Grace yang seperti itu, jadi Aria mencoba membantunya, lagipula kalau Grace sembuh dia bisa menanyakan tentang Red Blood pada Grace Grace pasti tau sesuatu.
"Ke tempat anda? maksudnya Organisasi yang anda tempati?" tanya Giovanni.
"Tentu saja, memangnya kemana lagi?" Aria mengangkat bahunya mendengar pertanyaan Giovanni.
"Nona, tapi apa disana dia bisa di obati? maksud saya, tadi kan Nona sendiri yang bilang tidak ada Rumah Sakit disini"
"Apa kamu takut?"
"Ah itu, saya tidak takut, hanya saja...." Giovanni terlihat ragu-ragu saat akan melanjutkan perkataannya.
"Aku tau kamu tidak mempercayaiku, tapi itu terserah kamu mau mengikutiku atau membawanya ke Dunia Luar dengan kondisi seperti itu" Aria kemudian berjalan keluar dari ruangan itu.
Giovanni terlihat berpikir sebentar kemudian membantu Grace untuk berjalan dan menyusul Aria yang sudah berjalan lebih dulu.
Mereka bertiga keluar dari Gedung Lelang dan berjalan melalui jalan lain, setelah beberapa menit mereka berjalan, Aria, Giovanni dan juga Grace tiba di depan sebuah Mobil Mewah berwarna hitam yang terparkir di bawah pohon besar.
"Masuklah, aku akan menyetir" Ucap Aria lalu berjalan kearah kursi pengemudi.
Giovanni meletakan Grace di kursi belakang, sementara dia berjalan ke kursi depan dan duduk di sebelah Aria. Setelah melihat mereka berdua sudah di dalam mobil, Aria lalu melajukan mobilnya menembus kegelapan malam.
"Nona, Organisasi apa yang anda tempati?" Giovanni penasaran dengan Organisasi yang Aria tempati. Sejauh ini Giovanni sudah sedikit mengerti bahwa di Dunia Bawah juga tidak semuanya jahat, memang mereka adalah Pembunuh Berdarah Dingin yang Kejam, tapi masih ada orang seperti Aria, meskipun dia seorang Pembunuh, tapi dia mau menolong Giovanni yang baru pertama kali ditemuinya.
"Mungkin Nona ini juga punya alasan melakukan Pembunuhan, apalagi aku mendengar aturan di Dunia Bawah sangat berbeda dengan Dunia Luar. di Dunia Bawah, yang kuat yang berkuasa dan yang lemah akan di tindas, mungkin saja itu alasannya Nona ini juga melakukan pembunuhan karena tidak ingin dianggap lemah" batin Giovanni yang perlahan-lahan mulai mengerti aturan Dunia Bawah.
"Kalau begitu, aku juga akan bertanya hal yang sama, dari Organisasi mana kamu berasal?" tanya Aria.
Giovanni seketika terdiam karena tidak tau mau menjawab apa. Giovanni bukan berasal dari Dunia Bawah dan dia juga tidak mengetahui nama-nama Organisasi yang ada di Dunia Bawah.
Melihat Giovanni diam, Aria kemudian tersenyum tipis, "Karena kamu diam saja, aku juga tidak akan mengatakan Organisasi Apa yang aku tempati"
Sekitar tiga puluh menit kemudian, Aria menjalankan mobilnya memasuki sebuah Mansion Mewah dengan nuansa hitam, Aria lalu menghentikan mobilnya di tempat parkir yang sangat luas dan juga terdapat beberapa puluh lagi Mobil Mewah lainnya yang berjejer rapih disana.
Aria kemudian menyuruh Giovanni untuk membantu Grace keluar dari mobil. Melihat Aria keluar dari mobilnya, Hans yang ada di depan pintu segera menghampiri Aria.
"Nona, anda sudah pulang" Hans membungkukkan badannya kemudian melihat dua orang yang keluar dari dalam mobil Aria.
"Nona, siapa mereka?" tanya Hans.
Aria lalu melirik Giovanni yang sedang membantu Grace berjalan, "Mereka tamuku, Hans, panggilkan Victor kesini sekarang juga" ucap Aria.
Hans mengangguk pelan lalu segera berjalan memasuki Mansion itu, dan tidak lama kemudian, Hans keluar bersama seorang pria yang seumuran dengannya dan memakai pakaian seperti Dokter.
Mereka berdua lalu berjalan menghampiri Aria dengan terburu-buru karena khawatir Aria terluka, itu sebabnya Aria menyuruh Hans untuk memanggil Dokter Victor.
"Nona, apa anda terluka?" Begitu sampai di depan Aria, Victor langsung menanyakan keadaan Aria.
"Aku tidak terluka, tapi tamuku yang terluka, tolong periksa dia Victor" Aria menunjuk Giovanni dan Grace yang ada di belakangnya.
Victor kemudian melihat orang yang tadi Aria tunjuk dan baru menyadari keberadaan dua orang itu karena terlalu panik dan terburu-buru, jadi Victor tidak melihat dua orang itu.
"Baik nona" Victor kemudian berjalan kearah Giovanni dan Grace, Victor melihat Giovanni lalu berganti melihat Grace.
"Apa Wanita ini yang terluka?" Victor melirik Giovanni
"Benar Tuan, tolong periksa teman saya" timpal Giovanni.
"Baiklah, mari ikut saya ke dalam, biar saya periksa nanti di ruangan saya" ucap Victor.
Giovanni menganggukkan kepalanya lalu melirik Aria, "Ikuti saja dia kedalam, nanti temanmu akan segera di obati, aku ada urusan lain sebentar, nanti aku akan menyusul kalian" setelah itu, Aria pergi dari sana menuju belakang Mansionnya.
Melihat Aria sudah pergi, Giovanni lalu membantu Grace dan segera berjalan mengikuti Victor masuk ke dalam Mansion itu.
Giovanni sebenarnya ragu saat akan keluar dari mobil tadi karena melihat Mansion yang ada di depannya. Mansion itu terlihat elegan, namun juga mengerikan karena bernuansa hitam dan ditambah tanaman hitam yang mengelilingi Mansion tersebut.
Tapi Giovanni juga tidak punya pilihan lain dan akhirnya dia memberanikan diri mengikuti perkataan Aria.
Mereka bertiga lalu memasuki Mansion itu, Giovanni berdecak kagum karena di dalam Mansion yang terlihat mengerikan itu ternyata sangat Mewah juga dipenuhi barang-barang antik dan juga mahal.
"Ternyata di dalam Mansion ini tidak terlalu menakutkan seperti pemandangan luarnya tadi, apa karena di luar gelap ya, jadi suasananya agak seram walaupun diluar dipasangi beberapa lampu, tapi itu masih terlihat menyeramkan" batin Giovanni kemudian terus melihat-lihat Mansion milik Aria, tidak lama kemudian, mereka bertiga tiba di sebuah ruangan besar.
"Mari masuk" Victor mengajak Giovanni dan Grace untuk memasuki ruangan tersebut.
aku juga bingung pilih yang mana..couple ini cocoknya...wkwkwk.
lanjuttt thro..
lanjuttt thro...JD penasaran siapa yang akan berlabuh..hehehe
lanjutt thro