NovelToon NovelToon
Langit Aurora

Langit Aurora

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:67.6k
Nilai: 5
Nama Author: Prince Aurora

“Salju lagi, salju lagi. Kenapa di dunia ini harus ada salju!” keluhnya yang terdengar begitu frustasi.

Luna mengerutkan dahinya melihat sikap sang adik dan responnya ketika melihat salju turun. Luna menghampiri Aurora dan berdiri disampingnya.

“Apa kau masih begitu membenci salju?” tegur Luna yang entah sejak kapan berdiri disamping Aurora.

“Katakanlah sesuatu”. Gadis itu menoleh lalu mengangguk. “Salju hanyalah butiran putih bersih yang penuh kepalsuan. Dibalik warnanya yang indah salju menyimpan kepedihan, kemunafikan dan dinginnya hati seseorang!” ujar Aurora dengan mata berkaca-kaca.
.
.
.

Jangan lupa follow, like, vote, dan komentar untuk mendukung saya memulai ya semua. Mohon kritik dan saran juga, terima kasih.

Selamat membaca, semoga menghibur dan bermanfaat!!

✨•✨

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Prince Aurora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

2.6 Langit Aurora

......“Jarak mengajarkan

banyak hal, saling percaya walau tak bertatap mata, saling mengerti walau tak bersama.”

......

......................

Happy Reading !!!

.

.

.

Orang-orang berlarian menghampiri Langit yang tengah tidak sadarkan diri dalam keadaan bersimbah darah. Hujan tiba-tiba saja turun dengan derasnya dan darah mulai menggenang terbawa air hujan. Orang-orang semakin panik, mereka melakukan panggilan darurat untuk meminta ambulans.

Salah seorang diantara orang-orang tersebut melepas syalnya dan melilitkannya ke kepala Langit yang banyak mengeluarkan darah. Ia meletakkan dua jarinya di bawah lobus telinga Langit dan menghitung denyut jantungnya.

“Jangan pindahkan tubuhnya. Ia bisa saja mengalami patah tulang, lebih baik kita tunggu bantuan medis datang agar kondisinya tidak semakin buruk karena kesalahan penanganan dari orang awam seperti kita. Dan pendarahan hebat pada kepala, perut serta mata kirinya.” Ujar seorang pria.

Kerumunan orang-orang yang sudah bersiap untuk memindahkan tubuh Langit segera berhenti. Mereka mengikuti saran yang dikatakan dan menjauh dari tubuh pemuda malang itu.

Dua orang diantaranya membuka payung mereka dan berdiri di samping tubuh Langit agar hujan tidak menerpa tubuh yang sudah basah kuyup itu. Air hujan hanya akan membuat luka-lukanya serasa seperti tersiram air garam.

Ambulans datang dengan cepat. Beberapa perawat segera keluar dari dalam ambulans dan memindahkan tubuh Langit. Dalam waktu singkat Langit sudah dalam perjalanan menuju rumah sakit untuk pertolongan gawat darurat. Keadaannya benar-benar kritis dan tim medis sedang berusaha keras untuk menyelamatkan nyawanya.

Prankkk…

Aurora terlonjak karena terkejut. Bingkai foto Langit yang ia letakkan di atas nakas samping tempat tidurnya tiba-tiba terjatuh dan membuat kacanya pecah dan berserakan di mana-mana. Padahal saat itu tidak ada angin sama sekali.

Berdiri dan mengambil bingkai foto tersebut. “Ahhh,” tapi tanpa sengaja pecahan kacanya malah melukai ujung jarinya dan darahnya jatuh tepat di atas wajah Langit dalam foto tersebut.

Dan seketika perasaan Aurora menjadi tidak tenang, apalagi Langit memutuskan sambungan telponnya secara sepihak. Firasat Aurora sangat buruk. Dan Aurora hanya bisa berharap semoga Langit baik-baik saja.

“Aur, apa yang sedang kau lakukan? Cepat turun, tamunya sudah menunggu.” Seru Luna dari arah pintu. Aurora mengangkat wajahnya dan mengangguk.

Setelah membersihkan pecahan kaca yang berserakan di lantai kamarnya. Aurora bergegas keluar dan menghampiri Luna serta Hans yang sudah menunggunya di ruang tamu. Dari ujung tangga, Aurora melihat kakak dan kakak iparnya tengah berbincang dengan seorang pemuda yang Aurora ketahui bernama Ray.

“Aur, kemarilah.” Panggil Luna ketika melihat kedatangan Aurora. “Sayang, duduklah.” Pinta Luna.

“Aur, Ray datang untuk mendengar jawaban darimu. Bagaimana, apa kau menerima lamarannya atau tidak?” tanya Hans to the poin.

Aurora mengambil napas panjang dan menghelanya. “Bukankah sudah jelas, Kak. Sejak awal aku sudah menolak untuk di jodohkan. Kalau kalian masih bersikeras untuk melanjutkannya. Maka jangan salahkan aku jika aku sampai memutuskan untuk meninggalkan rumah. Dan untukmu, Ray. Maaf, tapi aku sedang menunggu seseorang. Jadi lupakan mengenai rencana perjodohan itu.” Aurora beranjak dari duduknya dan pergi begitu saja.

Langit dinyatakan koma setelah dirawat di unit perawatan intensif. Selain koma, Langit juga mengalami kelumpuhan sementara pada kedua kakinya dan mata kirinya mengalami kebutaan karena tertusuk pecahan kaca yang merusak syaraf dan retinanya.

Ada gumpalan darah yang berpotensi akan terjadi tumor mata. Sehingga tim medis memutuskan untuk mengangkat bola matanya.Beruntung mata kanannya masih bisa terselamatkan.

Langit tidak akan dipindahkan dari unit perawatan intensif sampai kondisinya stabil. Kedua orang tuanya amat sangat terkejut ketika mendengar bahwa anak bungsunya berada dalam kondisi darurat dan harus segera menjalani bedah saraf di kepala dan mata kirinya.

Mereka meminta tim dokter untuk melakukan segala hal yang dibutuhkan untuk mengembalikan hidup Langit dan tidak membiarkannya meninggal. Dan berkat tangan ajaib para dokter bedah. Nyawa Langit terselamatkan meskipun masih dalam keadaan koma.

Enam Bulan Kemudian …

Langit merapatkan syal yang ia kenakan. Angin berhembus cukup kencang hari ini, ia merasakan dingin sesaat menyergap kedua tangan yang tidak terselimuti sarung tangan yang seharusnya ia kenakan saat musim gugur seperti ini.

Angin berhembus kencang menerbangkan helaian daun ke udara. Musim gugur di Kota Shanghai terlihat begitu kelabu dengan adanya awan hitam yang memayungi langit Kota Shanghai di sore ini.

Langit berjalan seorang diri menyusuri jalanan kota dengan wajah datar tanpa eskpresi. Membuat pemuda tersebut terlihat begitu dingin dan suram.

Pemuda itu menghentikan langkahnya kemudian duduk di sebuah kursi taman, tepat di bawah pohon maple tua yang tak henti-hentinya menggugurkan daunnya, membiarkan helaian daun itu terbang dan jatuh tepat di atas pangkuan pria tersebut.

Akan tetapi, pemuda tersebut tampak tak terganggu. Justru, ia tampak menikmati pemandangan di depannya ini. Melihat gugurnya daun di musim gugur adalah salah satu kegiatan yang biasa Langit lakukan ketika musim gugur tiba.

Enam bulan pasca kecelakaan yang nyaris merenggut nyawanya. Kini Langit terlihat baik-baik saja, bahkan dia bisa berjalan dengan normal setelah mengikuti serangkaian terapi yang dianjurkan oleh dokter.

Satu bulan Langit mengalami koma, dan tepat di hari ke tiga puluh pemuda itu membuka kembali matanya. Langit pikir ia sudah berakhir, tapi ternyata Tuhan masih menyayangi dirinya sehingga Tuhan memberikannya kesempatan untuk hidup lebih lama. Meskipun kini dia tidak lagi sempurna.

Langit mengalami kebutaan permanen pada mata kirinya. Yang membuatnya harus rela menjalani hidupnya hanya dengan satu mata yang berfungsi. Tapi hal itu lebih baik di bandingkan jika ia harus mengalami kelumpuhan apalagi kematian.

“Langit, apa kau sudah menunggu lama?” seru seorang gadis yang entah sejak kapan sudah ada di hadapan Langit.

“Aku baru saja tiba.” Jawabnya datar.

Gadis itu terlihat begitu gembira, tapi hal berbeda justru di tunjukkan oleh Langit. Langit menunjukkan sikap dingin dan datar. Dan jika bukan karena permintaan ibunya, dia tidak akan sudi mengikuti acara kencan buta semacam ini.

“Sebaiknya jaga sikapmu. Dan jangan sembarangan menyentuhku!!” Langit menyentak tangan gadis itu dan melewatinya begitu saja.

Dari sikap yang dia tunjukkan. Sangat jelas jika Langit tidak menyukai keberadaan gadis itu. Ia merasa terganggu. “Langit, tunggu.” Seru gadis itu dan segera mengejar Langit. “Kenapa aku di tinggalkan? Bukankah kita ada di sini untuk berkencan?” Langit menghentikan langkahnya dan mendesah panjang.

Pemuda itu berbalik. Posisinya dan gadis itu saling berhadapan. “Begitukah yang kau pikirkan? Kau terlalu berharap, jika bukan karena mama yang terlalu memaksaku. Aku tidak akan sudi mengikuti acara konyol seperti ini. Kencan buta ini sebaiknya kita batalkan saja.” Langit menatap gadis itu dan pergi begitu saja. Bahkan Langit tak menghiraukan teriakannya, dan gadis itu hanya bisa mendesah berat. Lagi-lagi pemuda itu menolaknya.

“Aku pasti akan mendapatkanmu, bagaimana pun caranya.”

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Katherina Ajawaila
kebawa banyak nya, semoga berdua di satukan dlm pernikahan🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Katherina Ajawaila
semoga Aurora menjemput jodoh y thou🤭🤭🤭
Katherina Ajawaila
Aurora jgn di pendem ntar sakit loh, momen Natal jgn berlalu gitu aja, semoga mereka berdua berjodoh ya thour.
Katherina Ajawaila
berdua jujur aja y thour. kan yg mbaca jd semangat
Katherina Ajawaila
Aur tlp polisi donk dr pd langit kenapa2
Katherina Ajawaila
dasar belatung nangka sadar diri laku2 tua di embat aja. lupa diri
Katherina Ajawaila
ceritanya selalu bagus thour, aurora kaya nya trauma dgn musim salju. sedih amat ibunya meninggal dgn keadaan yg menyedihkan😭😭😭😭
Bossy
huhuhu bahasanya tertata enak bangett, kok aku baru nemuin novel sebagus ini sihhh
M akhwan Firjatullah
Thor namane pada sama semua ma novel mu yg lain ... apakah ini orang yg sama atau hanya kebetulan atau memang semua terhubung
Isn't Aurora!!💫: saling terhubung ya. kaya dokter nya kadang di beri nama dokter Crystall (Crystall Is Mine) atau tokoh laki-laki yang brengseknya itu Bara selalu. Hahahaha. Maaf ya Bara.
total 1 replies
M akhwan Firjatullah
aiyya...so sad ya Aur
M akhwan Firjatullah
uhhh langit so sweet banget...
M akhwan Firjatullah
ternyata bapake tho...appa...
M akhwan Firjatullah
sepertinya otor penggemar Korea...dulu aku juga lho sebelum kenal novel toon...
Isn't Aurora!!💫: sabat ya Bund hehehe
total 3 replies
M akhwan Firjatullah
tamvan tapi cantik itu yg kayak apa y...kebayang Lee min hoo ga sih
Isn't Aurora!!💫: mau lulus SMA Bun, 18 tahunan 🤭😅
total 3 replies
M akhwan Firjatullah
oh ya Allah miris banget ya Aur kisahmu pantas Aur sangat benci salju
M akhwan Firjatullah
jodoh mu otw Aur
Alfa Kristanti
😍
Holisah
bagus
Kiki Amelia
wahhhh, gak sengaja klik bagus ceritanya
Widia Aja
Bahagia nyaaaaaaaaaaa..........🥰❤
Isn't Aurora!!💫: jangan lupa baca novel author lainnya ya Widhia❤️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!