Kesepakatan antara keluarga Matteo dan keluarga Da Vichi di masa lalu berujung pada perjodohan cucu-cucu mereka. Anna terpaksa menerima perjodohan tersebut hingga berakhir menikah dengan pria pilihan kakeknya.
Diawal pernikahan Anna ingin memanfaatkan keadaan untuk balas dendam kepada bibinya yang terus mengincar posisinya sebagai pewaris tunggal di keluarga Matteo. Namun, berbanding terbalik karena dirinyalah yang menjadi sasaran balas dendam suaminya sendiri.
Perlahan rahasia besar yang tersembunyi di keluarganya mulai terbongkar satu persatu. Begitupun rahasia besar suaminya yang merupakan seorang mafia dan sekaligus musuh lama keluarganya.
Pernikahan tanpa dasar cinta itu membuat kehidupan Anna semakin terpuruk layaknya berada di belahan dunia lain yang gelap gulita tanpa adanya secercah cahaya penerang.
Mampukah Anna bertahan dengan kehidupan rumah tangga bagaikan neraka itu? Ataukah Anna memilih jalan lain untuk balas dendam kepada suaminya sendiri?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alif Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PYT 26
"Mom, kapan kita akan keluar dari tempat ini? aku tidak ingin terus berada di tempat menjijikkan, bau dan banyak debu begini. Lakukanlah sesuatu, mom." rengek Viona kepada ibunya.
Viona mulai mengibaskan tangannya di udara yang tidak suka bau di ruangan itu. Sementara ibunya sedang duduk di atas tumpukan jerami yang tengah berpikir agar secepatnya keluar dari tempat tersebut.
"Mom, aku tidak ingin menjadi pelayan atau budak pria itu." Viona memasang wajah cemberut berdiri di samping ibunya.
"Viona, mommy juga sedang berpikir keras supaya kita bisa keluar dari tempat ini. Jadi bersabarlah, jangan membuat mommy tambah pusing." ucap ibunya sambil memijit keningnya.
“Mommy yakin tidak lama lagi Max pasti menemukan kita. Jadi bersabarlah sayang.”ucap Rose yang mencoba membujuknya pasalnya ibu satu anak itu juga tak tahu jalan keluar yang akan dia tempuh di tempat tersebut.
Seketika Rose kembali mengingat ucapan Leo yang ingin menghancurkannya dengan anak semata wayangnya, dan sialnya ia baru menyadari bahwa pria itu merupakan cucu tuan Hans dan tidak salah lagi adalah keturunan keluarga Da Vichi yang pernah menjadi musuh lama dalam keluarga nya.
Berarti dia anak Mario, ya aku tidak salah lagi pria itu anak Mario. Lalu mengapa dia kembali dendam kepada keluarga Matteo? bukankah semuanya sudah berlalu. Hemm, Aku rasa semua ini masih ada hubungannya dengan kejadian di masa lalu. Sepertinya aku harus memanfaatkan keadaan ini dengan baik dan kembali mengkambing hitamkan Anna menjadi tumbal permusuhan antara keluarga Matteo dengan keluarga Da Vichi. Batinnya menyeringai licik.
“Mom, aku lapar”ucap Viona memegangi perutnya.
“Tunggulah sebentar, bukankah pria yang berjaga di luar sempat mengatakan bahwa sebentar lagi makanan kita akan datang.”tegas ibunya dan tak suka tingkah putri semata wayangnya bersikap cengeng seperti itu.
“Baik Mom” ucap Viona lalu mengerucutkan bibirnya dan ingin sekali keluar dari tempat tersebut.
Sementara Anna tengah sibuk membersihkan area taman belakang. Menyapu dedaunan yang berserakan di area taman sampai bersih dan menjadi pekerjaan pokoknya di mansion tersebut. Amira yang masih bersantai bersama kedua bodyguardnya terus saja melirik ke arah Anna yang sedang sibuk bekerja.
“Cencen, cari tahu seluruh informasi tentang Anna. Aku ingin tahu tentangnya.”ucap Amira tersenyum lalu diam-diam memotret Anna dan wanita cantik itu sama sekali tidak menyadarinya yang sedang menjadi objek foto gadis mungil itu.
“Baik nona Amira, secepatnya saya akan dapatkan informasinya.” Ucap Cencen dengan anggukan kepala.
“Hemm” Amira masih saja fokus memperhatikan Anna yang sibuk bekerja.
“Nona harus kembali ke kamar. Cuaca tampak mendung, angin berhembus kencang dan menandakan akan turun hujan. Tak baik jika anda masih berada di luar ruangan.” Ucap Celix mengingatkannya dan AMira menggangguk menanngapi ucapannya.
🍁🍁🍁🍁
Sementara di tempat lain….
“Selamat datang tuan muda.” Ucap semua pelayan yang sedang menyambut kedatangan tuan mudanya.
Pria yang di panggil tuan muda itu hanya tersenyum tipis dengan anggukan kepala. Tak berselang muncullah wanita paruh baya di balik pintu tersenyum hangat melihatnya dan langsung berhambur memeluknya.
"Anakku Keynand, mengapa tak mengabari Mama tentang kepulangan mu sayang." ucap wanita paruh baya itu dan tidak salah lagi adalah ibunya.
"Maaf Mama, aku sangat sibuk dan tak sempat mengabari Mama terlebih dahulu." balasnya tersenyum tipis.
Ya pria yang dipanggil tuan muda itu bernama Keynand Petrico Manav. Seorang pengusaha sukses yang sangat berpengaruh di negeri ini dan sangat digilai wanita karena parasnya yang tampan bak dewa dan merupakan saingan bisnis Leo.
Tidak hanya bersaing dalam dunia bisnis, Keynand juga merupakan musuh bebuyutan Leo dalam dunia hitam sampai detik ini dan selalu saja berseturuh memperebutkan daerah-daerah yang ingin dijadikan kekuasaan oleh kedua klan mafia terkuat yang masing-masing dipimpin oleh mereka.
Dan alasannya kembali di negara kelahirannya, hanya semata-mata untuk mengejar cinta pertamanya yang sampai detik ini belum pernah dia ungkapkan perasaannya kepada wanita cantik yang bernama Anna Cassandra Matteo.
Sekarang waktunya telah tiba, Keynand harus mengejar wanita itu dan kalau perlu harus mendapatkannya dengan cara apapun yang terpenting bisa bersamanya.
"Dasar anak nakal, tidakkah kau meluangkan waktumu semenit saja untuk mengabari Mama mu ini." ucap ibunya berpura-pura marah sambil menjewer telinganya.
"Maaf Mama, aku benar-benar minta maaf." ucapnya memohon sambil mengatupkan kedua tangannya menatap manik mata ibunya.
Wanita paruh baya itu tak mampu berkata-kata lagi dan tak tega menghukum putranya sendiri.
"Sudah sudah, mama sudah memaafkan mu" ucap ibunya tersenyum dan kembali memeluknya.
Setelah itu mereka berjalan bersama-sama masuk ke dalam rumah. Raut wajah ibunya berseri-seri yang begitu bahagia atas kepulangan putranya. Dia pun berteriak kepada koki untuk memasak makanan kesukaan putranya.
"Mama tinggal dulu, mama mau masakin makanan spesial untukmu." ucap ibunya dan bergegas berjalan ke dapur.
Keynand tersenyum melihat gelagat ibunya yang begitu heboh jika dia pulang ke rumah. Dan Keynand merasa semua itu sebagai bentuk kasih sayang ibunya terhadapnya.
“Alex, buatkan jadwal untukku bertemu dengan Anna malam ini.”ucapnya berjalan dengan langkah lebar menuju lift yang akan membawanya ke lantai tiga, dimana kamarnya berada. Sementara Alex dengan setia mengekor dibelakangnya sambil berpikir sejenak.
“Baik tuan.”ucapnya pada akhirnya mengikuti tuannya masuk ke dalam lift, padahal jadwal atasannya itu cukup padat.
*
*
*
Anna duduk termenung di pinggir kolam. Tiba-tiba Rere datang dan langsung mengagetkannya.
"Melamun aja, apa yang sedang kau pikirkan Anna?" tanya Rere.
"Aku memikirkan Kakekku, Rere apa kau punya ponsel?" jawab Anna dan balik bertanya.
Rere menggeleng mendengar ucapannya.
"Anna, bukankah kau tahu sendiri bahwa pelayan tak dibiarkan memakai ponsel." ucap Rere murung.
"Maaf, aku pikir kau punya ponsel. Soalnya aku begitu mengkhawatirkan kondisi Kakekku." ucap Anna menunduk dan kembali beralih menatap air di dalam kolam.
"Tidak apa-apa Anna, suatu saat kau pasti akan bertemu dengan kakekmu." ucap Rere menghiburnya saat melihat raut wajah Anna berubah masam.
"Bagaimana dengan rencana mu hari ini?" tanya Rere.
"Tidak berjalan lancar."
"Sabar Anna, minggu depan coba lagi aja dan gunakan waktunya dengan sebaik-baiknya agar kau bisa kembali ke kediaman mu dan berkumpul bersama kakekmu." ucap Rere lalu merangkul pundaknya dan Anna pun melakukan hal yang sama merangkul pundak Rere.
"Terima kasih Rere, kau selalu mengingatkan ku." ucap Anna tersenyum tipis.
Bersambung...