Tidak pernah terbayang kan jika wanita yang beberapa hari ini aku kenal dan aku suka adalah sosok hantu yang gentayangan.
Bagaimana akhir hidupnya dulu, hingga ia menjadi sesosok hantu yang bergentayangan?
Warning!
Isi nya hanya ke haluan dari author gabut 😊 no komen julid nyelekit 😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mahlina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mantan pacar
...👻👻👻👻...
"Ya memang itu kenyataannya, mau bagai mana lagi?" Bimo malah balik bertanya pada Momo.
"Ihs!"
"Jadi kita mau ke mana?" Tanya Momo yang seketika hilang semangat dalam dirinya.
"Kita ke supermarket aja ya! Belanja buat stok bahan masakan." Ujar Bimo.
"Momo ikut aja apa kata, bang Bimo."
Kini tujuan Bimo dan Momo sudah jelas, yakni belanja untuk bahan masakan.
Bimo memarkirkan mobilnya di area parkir mall ternama yang menyediakan dengan lengkap semua kebutuhan.
Bimo mendorong troli belanjaan sedangkan Momo berjalan di sebelahnya.
"Apa ada yang ingin kau beli, Momo?" Tanya Bimo dengan tangannya yang memindahkan berbagai jenis yang di pajang ke dalam troli belanjaan yang tengah ia dorong.
Samar samar telinga Bimo menangkap suara yang tidak asing lagi, "Itu seperti suara?"
Dari arah depan Bimo dan Momo berdiri dua orang wanita salah satunya Bimo dan Momo mengenal dengan baik bagai mana wanita itu.
"Iya sayangnya gw ke buru ke tawan sama mantan gw itu, mantan yang sok sibuk lah, asal di ajak ketemu ya susah lah, belum lagi adik perempuannya yang selalu menyusahkan gw aja! Merepotkan tau gak!" Seru Oktavia tanpa ia sadari jika orang orang yang tengah Oktavia bicarakan ada di hadapannya.
Momo menghalau Oktavia dengan satu tangannya yang mungil.
"Bagus ya ka! Untung aja bang Bimo gak jadi sama lo!" Seru Momo dengan suaramya yang mengejek.
"Ka-, kalian? Sejak kapan bang?" Oktavia tampak syok melihat siapa yang sedang berdiri di depannya.
Bimo yang malas untuk meladeni Oktavia pun langsung mengajak Momo untuk menjauh dari Oktavia.
"Ayo Momo, kita tidak perlu membuang waktu lebih lama lagi di sini!" Seru Bimo yang membawa kembali troli belanjaan ke arah lain.
Momo menatap jengah pada sosok Oktavia, "Cantik sih! Tapi sayang kelakuannya minim banget, kelakuan mu minus untuk di contoh!" Momo membalikkan tubuhnya meninggalkan sosok Oktavia dan teman wanitanya.
Teman wanita Oktavia menyenggol lengan Oktavia dengan tatapannya yang terus mengikuti ke arah Bimo melangkah.
"Gw jamin nih, lo sekarang nyesel pasti. Secara lo udah di buang mentah mentah lo sama mantan pacar lo yang keren itu! Gila sih lo Oktavia, ninggalin batu berlian cuma buat dapetin batu koral!" Sungut teman wanita Oktavia yang bernama Rani.
"Gila lo, pake ngatain gw gila. Ada juga lo yang gila, pake nyanjung nyanjung mantan pacar gw segala lo di depan gw! Pake itak lo!" Sungut Rani.
"Itu kenyataannya bro, mantan lo keren. Udah gw pungut bae ya mantan pacar lo itu!" Rani memainkan alisnya naik turun, menunggu Oktavia mengatakan iya.
"Apa bae lo kata!" Oktavia menutup wajah Rani dengan telapak tangannya saking gemes dengan kelakuan Oktavia.
Oktavia menyeringai, pokonya gw harus dapetin lo lagi bang Bimo, gimana pun caranya!
Momo menatap lekat wajah abang ke sayangannya itu, "Bang Bimo gak kenapa kenapa kan ya?" Tanya Momo.
"Abang gak apa apa ko, emang abang kenapa?" Bimo bertanya balik pada Momo.
"Kali aja gitu bang Bimo merasakan getaran getaran api cinta atau apa gitu pas liet itu mantan pacar abang, si uler keket Oktavia yang mulutnya pengen banget Momo cangkrem!"
Bimo mengerutkan keningnya mendengar ocehan Momo, "Getaran cinta? Untuk wanita ular?"
"Bang Bimo!"
bersambung...
...🍀🍀🍀🍀🍀...
Jangan lupa jempol nya ya 🤭
Janga lupa komentarnya buat pemasukan ide untuk author gabut 🤭
-Traces Of The Sun