NovelToon NovelToon
Aku Juga Ingin Bahagia ( Pejuang garis dua)

Aku Juga Ingin Bahagia ( Pejuang garis dua)

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:635.4k
Nilai: 4.7
Nama Author: m anha

Zahra memutuskan menikah dengan pria yang baru saja hadir dihidupnya. Cinta pada pandangan pertama itulah yang dialaminya hingga ia memutuskan hal yang penting tanpa tau lebih dalam pria yang akan di jadikan sebagai imamnya itu. Meninggalkan semua kebahagiaan kehidupan lamanya.

Kebahagian dirasakannya diawal pernikahan hingga semua hancur karena sebuah kecelakaan yang merenggut bayi yang ada di dalam kandungannya.

Zahra mengalami keguguran, ia kehilangan bayinya dan juga mendapat masalah pada rahimnya. Kemungkinan untuk menjadi seorang ibu sangatlah kecil.

Bukan hanya kehilangan bayinya, Zahra juga kehilangan kebahagiaan dalam rumah tangganya.

Akankah Zahra kembali bisa merasakan kebahagiaan dalam rumah tangganya?

Akankah Zahra berhasil dalam perjuangannya untuk menjadi seorang ibu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon m anha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tertangkap Basah.

Nasya yang melihat Zahra sedikit terkejut. Namun, ia membiarkan semua itu. Nasya berpura-pura tak melihatnya,  bahkan ia semakin mendekatkan dirinya dan bermanja-manja pada Arham dan Arham membalas apa yang Nasya lakukan. Arham bahkan memberikan kecupan di pipi Nasya di depan mata Zahra.

Zahra yang menyaksikan semua itu tetap tenang, ia ingin tahu seperti apa sifat suaminya itu saat bersama dengan Nasya.

Nasya bisa melihat kekesalan di wajah Zahra dan itu membuatnya sangat puas. Ia masih tetap tak memberi tahu Arham tentang keberadaan Zahra di belakang mereka. Hingga Arham mengedarkan pandangannya dan tak sengaja melihat  Zahra tepat di sampingnya bersama dengan seorang pria yang ia ketahui  bernama Arga, salah satu rekan bisnisnya.

Arham langsung melepas pegangan Nasya di lehernya dan menarik Zahra dengan kasar dari Arga.

"Apa yang kau lakukan disini? Apa yang kau lakukan dengannya?" ucapnya menunjuk Arga.

"Aku melakukan seperti apa yang Mas melakukan, kami sedang berdansa" menjawab dengan santai. "Apa aku salah? Kami hanya membahas bisnis bukankah itu wajar berdansa dengan rekan bisnis sama halnya  yang kau lakukan berdansa dengan sekertaris mu, ITU!."

"Tentu saja itu berbeda!"

"Ya, memang itu sangat berbeda, kami hanya membahas masalah bisnis benar-benar bisnis tak ada cium di pipi, tak ada rayuan dan kata-kata mesra seperti yang kalian lakukan." Mereka berdebat dengan suara pelan, tak ingin mengganggu yang lainnya. Namun, tetap saja beberapa tamu  sudah melihat ke arah mereka.

Arham langsung menarik Zahra keluar dari pesta itu.

Nasya memandang pada Arga, 'Kenapa dia bersama dengan Zahra. Aku hubungan pak Arga dengan Zahra?' batinnya kemudian ia pun menyusul Arham begitu juga dengan Arga yang juga ikut menyusul Nasya yang menyusul mereka berdua.

Arham membawa Zahra keluar dari gedung tersebut, begitu mereka sudah di parkiran Zahra langsung menepis tangan Arham.

"Kamu berani ya pergi keluar dengan seorang pria tanpa izin suami!"

"Suami, kata Mas suami? Suami apa yang tega membohongi istrinya berulangkali. Apa inikah Restoran mewah yang Mas katakan? Bertemu dengan klien penting? Apa klien penting Mas adalah Nasya?" 

"Kau salah paham."

"Tidak, aku tak buta, Mas. Aku melihat dan mendengar semuanya. Apa Mas tak malu mencium pipi Nasya di tengah-tengah kerumunan orang? Apa Mas sadar beberapa dari mereka mungkin saja mengetahui jika Mas itu adalah suamiku."

Mendengar itu Arham terdiam, saat apa yang dilakukan pada Nasya beberapa waktu lalu disaksikan oleh istrinya itu.

"Dengar ya Mas, tadinya aku berfikir akan memberi Mas  kesempatan kedua, memulai kembali rumah tangga kita dan melakukan program bayi tabung, berharap akan ada seorang bayi di antara kita dan mengembalikan semua ketempatnya, tapi setelah melihat semua ini dan menyaksikan kebohongan yang menyakitkan ini,  aku tak ada niat sedikitpun untuk memperbaiki hubungan kita lagi, semua kepercayaanku dan semua rasa cintaku padamu sudah berakhir Mas, tak ada lagi gunanya kita bersama, sudah cukup rasa sakit yang aku terima."

Ditengah kemarahan Zahra, Nasya muncul.

"Nasha kau  juga seorang wanita tak bisakah kau merasakan perasaan wanita lain, bagaimana jika kau berada di posisi ku? Bagaimana jika kau mengalami apa yang aku alami,  tapi aku rasa kau takkan merasakan apa-apa karena kau tak tahu apa itu cinta."

"Kau salah, aku tahu apa itu cinta dan aku sadar aku mencintai Mas Arham sejak dulu dan sampai sekarang. kau lah yang menjadi penghalang bagi cinta kami."

Mendengar itu Zahra tertawa, "Penghalang? Aku ini istrinya yang sah di mata hukum dan agama, lalu siapa kau? siapa kau yang membuatku menjadi penghalang hubungan kalian? kamu itu hanyalah wanita hina yang merusak rumah tangga orang, kamulah yang orang ketiga di antara kami."

"Sudahlah, percuma saja berbicara pada kalian yang tak tahu apa rasanya disakiti oleh orang yang kita cintai dan kita percayai. Kalian akan mengerti jika sudah mengalaminya," ucap Zahra menatap Arham dengan tatapan kemarahan dan kekecewaannya.

Arham kali ini benar-benar tak bisa berkata apa-apa, tertangkap basah itulah mungkin kalimat yang tepat untuknya.

Jangankan untuk memohon Zahra kembali padanya, kalimat maaf saja ia malu untuk mengatakannya.

"Aku benar-benar kecewa padamu, Mas. Selama ini aku seperti wanita yang bodoh yang terus aja memberi kesempatan akan hubungan kita, tapi tidak kali ini. Aku sudah menghubungi pengacaraku, aku sudah memutuskan kita akan bercerai. Jika Mas enggan mengajukannya biar aku saja yang mengajukan perceraian kita lebih dahulu," ucap Zahra yang ingin pergi. Namun, Arham langsung mencegahnya.

"Aku tak mau bercerai dengan mu."

"Aku tak peduli, Mas bicarakan saja dengan pengacaraku besok."

Nindy datang dan memarkirkan mobilnya tak jauh dari mereka.

"Aku sudah mengemas barangku di rumah. Aku akan tinggal di butik ku mulai hari ini, jadi Mas tak usah sungkan-sungkan untuk membawa Wanita ****** ke rumah, ibu pasti senang menyambutnya," ucap Zahra berbalik menuju ke mobil Nindy. Arham ingin menahan. Namun, Arga menghalangi langkah nya.

"Apa kau tak dengar jika Zahra meminta cerai darimu? kau sudah terbukti berselingkuh itu berarti kau sudah gagal menjadi seorang suami. Apalagi yang kau inginkan dari Zahra? Bukankah kau ingin wanita itu," tunjukkan pada Nasya dengan lirikannya, "Sudah pergilah bersamanya dan jauhi Zahra."

"Siapa kau dan apa hubunganmu dengan Zahra? kau tak tahu apa-apa tentang rumah tangga kami."

"Dulu aku bukan siapa-siapa bagi Zahra, tapi sekarang aku akan menjadi  orang yang akan melindunginya, termasuk dari suami bangssssat dan wanita ****** seperti kalian," ucap Arga yang langsung mendapat pukulan dari Arham yang tak terima dengan ucapan dari pria yang kini memasang badan untuk istrinya.

Arga yang tak terima langsung membalas pukulan Arham lebih keras membuat Nasya memekik saat Arham terjatuh, Zahra berbalik dan melihat pertengkaran mereka, ia kembali ingin turun dari mobil, tapi Nindy menahannya.

"Kita pergi dari sini, berikan saja mereka berkelahi. Itu sudah keputusan Arga untuk melindungimu darinya, hargai usahanya dia pasti menginginkan kau untuk pergi dari sini,". ucap Nindy yang membuat  Zahra  kembali melepaskan tangannya dari pintu mobil, melihat ke arah perkelahian mereka kemudian ia pun mengangguk. Nindy menjalankan mobilnya meninggalkan kekacauan di area parkiran itu.

"Aku sudah menghubungi pengacara mu, aku sudah yakin akan mendaftarkan perceraian ku."

"Baguslah, kau mengambil keputusan yang tepat. Aku yakin kau takkan menyesali keputusanmu, untuk apa bersama pria yang tak menghargaimu, yang hanya menginginkan kesempurnaan dan tak menerima kekuranganmu. kau bisa membuktikan kepada suami dan mertuamu jika kau bisa bahagia tanpa mereka," geram Nindy yang tau semua masalah sahabatnya itu.

"Terima kasih atas semuanya, jika tak ada kau aku tak tahu apa yang akan terjadi padaku, Mungkin aku akan terus menjadi wanita bodoh dan tinggal di rumah itu."

"Aku akan selalu ada di dekatmu, kita adalah sahabat. Aku juga pernah merasakan di posisimu jadi aku tahu betapa sakitnya semua itu!" ucap Nindy menatap Zahra kemudian tersenyum memberikan kekuatan dibalik senyum itu pada sahabatnya yang terlihat begitu terpuruk walau ia  coba untuk tegar di hadapannya.

Sebelum Zahra pergi ke pesta, ia sudah mengemas barang-barangnya dan menghubungi Nindy, untuk mengambil barang-barangnya jika prasangkanya tentang perselingkuhan suaminya ternyata benar. Zahra menitipkan semua barang-barangnya itu kepada bibi dan mengatakan jika temannya akan datang untuk mengambilnya. 

Begitu Zahra melihat Arham berdansa dengan Nasya dan terbukti membohonginya, Zahra langsung mengirim pesan pada Nindy untuk mengambil beberapa barangnya yang dititipkan kepada bibi dan menjemputnya.

Nindy yang mendapat pesan itu langsung menghampiri kediaman Zahra mengambil barang-barangnya dan menjemput Zahra di alamat yang telah Zahra kirimkan. 

"Kau ingin menginap di butik atau tinggal di rumahku? Aku tinggal sendiri kau bisa tinggal kapanpun kau mau di tempatku."

"Tidak, aku ke butik saja. Lagipula dengan tinggal di butik aku bisa lebih konsentrasi kepada butik dan menjauhkan pikiran ku dari semua masalah ini."

Mendengar itu Nindy pun mengarahkan mobilnya menuju ke arah butik.

Saat sampai di butik ponsel Zahra berdering, itu panggilan dari Arga, menanyakan keberadaannya.

"Aku ada di butik ku dan akan tinggal di sini mulai sekarang."

"Aku akan kesana," ucap nya mematikan panggilannya.

"Ada apa-apa?" tanya Nindy.

"Arga mau ke sini," ucapnya kemudian mereka pun masuk ke dalam butik.

1
Surati
bagus ceritanya 👍🙏🏻
Salawati Sal
Buruk
my name
orang punya penyakit hati itu ngak akan pernah bahagia
my name
duar...tabrakan tk bisa dihindari dan akhirnya nasya kehilangan bayinya 😁
my name
tentu saja arga lebih segalanya darimu arham dan kau laki laki pengecut yg akan menyesal seumur hidup
my name
arga kan kaya raya ngak sangupkah dia sewa bodyguard buat zahra dan juga arham levelnya jauh dibawah arga kenapa jg ngak dibikin arham jatuh miskin kan gampang tuh
my name
begonya zahra kenapa ngak lari keluar malam masuk kamar
my name
tiponya banyak bgt thor jadi yg baca sering2 mikir sendiri dengan kata yg pas
my name
jangan jangan itu bukan bayi arham dan nango setelah zahra bahagia baru terbongkar kalau itu bukan anak arham
my name
good job zahra 👍
my name
semangat zahra 💪
my name
kamu orang baik dan akan dipertemukan dengàn yg baik
my name
benar apa kata p sopir, ciptakan kebahagian untuk diri sendiri zahra tetaplah semangat 💪👍
my name
hapus airmatamu zahra ngak pantas laki2 pengecut kau tangisi, airmatamu terlalu berharga buat arham
my name
Luar biasa
my name
sepandai pandainya tupai melompat pasti akan jatuh jg, sebentar lg kebohonganmu terbongkar arham
my name
semoga aja arga yg menjadi jodohnya zahra
my name
arham bodoh nesya gatel
my name
zahra yg kuat y 😥
seorang istri berjuang sendiri demi rumah tangganya utuh kembali
my name
zahra jangan jd bodoh y tinggalkan arham dia pengecut laki2 lemah tk bertanggung jawab
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!