NovelToon NovelToon
Cinta Dikala Senja

Cinta Dikala Senja

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Romantis / Cintapertama / Tamat
Popularitas:412k
Nilai: 4.9
Nama Author: Dhea Novita

Saat Reyhan menerima jabatan yang sudah ia kejar. Ternyata Mama sudah menyiapkan calon istri untuknya. Lalu bagaimana Rere yang sudah 2 tahun ini bersamanya?

Pernikahan itu pun sangat hambar. Tak ada kehangatan didalamnya. Bahkan jiwa Reyhan rasanya ingin membludak saat Aisyah sudah berani memarahi Rere. Apa salah jika Rere selalu bersamanya? Rere kekasihnya! pertengkaran setiap harinya tak mereka hindari. Hingga keduanya putus asa dan tak kuat dengan pernikahan mereka, mamah malah mengirim sebuah tiket bulan madu.

Saat senja menjadi siluet bagi Aisyah, Reyhan terdiam, desiran halus dihatinya terasa. Keringat dingin dan deru nafasnya tak beraturan menjadi bukti kepanikannya. Ia teringat mimpinya sendiri, Aisyah meninggalkannya, hatinya menjadi hampa dan begitu sakit. Ia tak ingin merasakan itu lagi, ia pun bangkit dan berjalan dengan tergesa kearah balkon. Aisyah tengah menatap senja dengan damai, wajah cantik itu seakan menyentuh hatinya.
"Jangan tinggalkan aku Aisyah."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhea Novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25 : Penyejuk Hati

Namun rencana hanyalah rencana, sesampainya di kantor Reyhan sibuk dengan pekerjaannya. Beberapa berkas baru sudah menyambut Reyhan untuk diurusi. Tak ada waktu luang untuk memikirkan kata-kata yang tepat bagi Rere, waktunya benar-benar tersita oleh pekerjaannya yang selalu menumpuk. “Permisi pak Reyhan, ini laporan cabang perusahaan yang bapak minta," ucap Sinta dengan sopan sambil memberikan berkas di atas meja Reyhan.

“Terimakasih Sin," jawab Reyhan kemudian. Sekertarisnya langsung mengangguk pelan dan keluar dari ruangan Reyhan. Membuat Reyhan semakin berkutat dengan pekerjaannya yang bertambah.

Waktu bergulir dengan cepat, hingga sebuah ketukan pintu mengalihkan perhatian Reyhan, Aisyah masuk dengan tas kotak makan seperti kemarin. “Assalamu’alaikum, Mas.”

“Wa’alaikumalam, Aisyah.” Reyhan dengan cepan menatap jam yang melingkar ditangannya, sudah pukul dua belas siang lebih.

“Kenapa gak chat Mas dulu kalo mau berangkat?” Mendengar itu Aisyah menggelengkan kepalanya pelan sambil tersenyum.

“Aisyah udah chat, tapi dibaca aja enggak.” Sahutnya dengan suara lembut, berjalan kearah sofa yang mengeluarkan kotak makan dari tas tempat makan itu. Reyhan menghembuskan nafasnya pelan, ia lupa ponselnya ada didalam jas yang sedang ia simpan diatas sandaran kursi dengan keadaan suara notif yang ia buat hanya getar. Ia menutup laptopnya dan berjalan kearah sofa, menghampiri Aisyah yang sedang sibuk menyiapkan segala keperluan makan siangnya.

“Kamu udah makan?” Tanya Reyhan.

“Udah Mas, Mas makan yang banyak ya, abis itu kita sholat Dzuhur,” ujar Aisyah saat kumandang azan mulai terdengan diponsel miliknya.

“Mas masih banyak pekerjaan, mung-“

“Mas,” lirih Aisyah lembut, menatap Reyhan dengan wajah penuh kesabaran. “Jangan menunda sholat, nanti kalo ternyata makin sibuk, lupa dan melewatkan sholat gimana? Inget, ada jutaan manusia dialam kubur yang ingin dihidupkan kembali hanya untuk bersujud kepada Allah SWT sekali lagi.” Ucapan Aisyah benar-benar seperti seorang ibu yang tengah memberikan nasihat pada anaknya. Membuat semua lelah Reyhan seakan terangkat dan senyumnya mengembang tipis. Tangannya terulur pada kepala Aisyah yang dibalut hijabnya, mengelusnya lembut dan memajukan wajahnya sedikit.

“Makasih banyak udah selalu ngingetin terus mas,” ujar Reyhan lembut. “Ya udah, mas makan dulu ya, nanti kita langsung sholat.” Aisyah tersenyum senang, ia mengangguk dengan cepat dan menonton Reyhan yang tampak lahap memakan semua makanan yang ia sediakan. Setelah selesai makan mereka langsung menuju mushola yang ada dikantor, sholat bersama beberapa orang lainnya dan memanjatkan doa setelah sholat selesai.

Aisyah dan Reyhan kembali kedalam ruangan, membereskan tempat makan yang akan ia bawa kembali. “Mas hari ini langsung pulang atau ada acara kayak kemaren?” Tanya Aisyah tiba-tiba.

Reyhan mengucapkan istighfar seketika, kemarin ia pulang bada Isya dari rumah sakit dan berbohong pada Aisyah bahwa Reyhan sedang lembur karena pekerjaannya yang menumpuk. “Hari ini mas langsung pulang,” jawab Reyhan cepat.

“Bener ya Mas, kalo gitu Aisyah masak nanti sore, takut kayak kemarin, makanannya keburu dingin.”

“Iya sayang. Walaupun dingin kan bisa diangetin, rasanya juga tetep enak kok.”

Aisyah tersenyum mendengar jawaban itu, namun Aisyah ingin yang terbaik untuk Reyhan, menyiapkan makanan yang baru selesai saat Reyhan pulang. “Kalo gitu Aisyah pulang dulu ya Mas, mau beli beberapa tanaman baru buat dirumah. Assalamu’alaikum.”

“Wa’alaikumsalam, hati-hati ya sayang.”

1
Surati
bagus 👍👍
Maisarah Khairunnisa
beda banget kayk novel lain yg ada adegan benci dulu baru cinta. love deh thor
n4th4n14e4
🥰🥰🥰
n4th4n14e4
😭😭😭
n4th4n14e4
🥰🥰🥰
n4th4n14e4
duh
amalia
kurang suka sm peran nya aisyah terus jg gk ada adegan romantis nya sm sekali ya
Rini akbarini
dasar deviiiii...
luuuu kan yg udah manggil reyhan buat nemiun Rere....
floren yanti
good job thor tidak bertele tele tapi mengena di hati
floren yanti
yang sabar ya Aisyah, cinta pasti datang di saat yg tepat
floren yanti
sepertinya bagus blm selesai membacanya, 😃😃 baru 2 episode
Mutmainnah
waduh waduh kena prankk
Mutmainnah
nyesseek
Mutmainnah
Aisyah yg kantor Reyhan aku yg deg deg an . sumpah
Erni Ernawati
kalau ada yg bilang bdh mgkn trlalu serius dgn hidup nya jadi gak tahu ada keseruan dlm dumay /dunia maya dan dunia perhaluan!cuekin aja smgt berkarya terus thor!
Enno
Cerai aja...trus Aisyah di deketin tuh sm Evan...cemburu deh si reyhan
Enno
Aisyah Tinggalin aja reyhannya
Enno
Klo Aisyah pergi tau rasa deh
Najmiati Zuroya
semangat
Ning Aja
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!