NovelToon NovelToon
Kau Pasti Menyesal!

Kau Pasti Menyesal!

Status: tamat
Genre:Patahhati / Balas Dendam / Romantis / Mengubah Takdir / Selingkuh / Cerai / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Reski Muchu Kissky

Ini karya fiksi semata.

⚠️ Warning, novel ini akan menggangu psikologis anda, jadi harap bijak membaca!⚠️

Bak tersambar petir, ketika Fi Saeadat mendapati sang suami dan adik kandungnya Dewi bermain di atas ranjang yang menjadi saksi bisu perjalanan cintanya selama ini.

Fi yang murka pun memberi sang adik pelajaran. Namun Asir sang suami yang telah mati nurani, membalas tindakan Fi, dengan menghajar tubuh istrinya secara membabi buta dan hampir meregang nyawa di hadapan kedua buah hatinya.

Akankah Fi mempertahankan rumah tangganya?
Atau ia bangkit dan membalas perbuatan keduanya?
Ikuti terus kisah perjalanan hidup Fi Saeadat di novel Kau Pasti Menyesal!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reski Muchu Kissky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26 (Merampas!)

Setelah Yudi pergi dengan menaiki mobil mewahnya, Asir mengambil cek yang ada di tangan Andri.

“Ehm lumayan.” kemudian ia pun mengembalikan cek itu ke tangan putranya kembali.

Lalu Dewi yang ikut penasaran, mengambil cek Andri dan Emir.

“Hah!!!” seketika, wanita mata duitan itu syok, melihat nominal uang yang di beri untuk Andri dan Emir jumlahnya sama, “Uang 20 juta hanya untuk membeli permen?” Dewi geleng-geleng kepala.

Baik Emir mau pun Andri, masing-masing menerima 10 juta rupiah.

“Uang segitu hanya recehan untuknya.” terang Asir seraya masuk ke dalam rumah.

“Boleh untuk ku mas? Lumayan, untuk ke salon.” Dewi yang tak bisa melihat uang nganggur, akan mengambil dengan cepat, meski itu hanya 100 rupiah, di hatinya selalu tertanam pribahasa, sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit.

“Ambil saja, lagi pula anak kecil tak boleh memegang uang banyak-banyak,” ucap Asir.

Lalu Dewi pun berkata pada kedua keponakannya, “Terimakasih banyak ya.”

Setelah itu, Dewi menyusul kekasihnya yang sudah ada di dalam rumah.

Emir yang telah mengerti kegunaan uang untuk apa merasa sedih, sebab ia ingin sekali memberikannya pada Fi.

“Pada hal itu untuk membeli obat mama.” Emir sangat ingin ibunya sembuh, namun apa boleh buat, ia tak bisa menolak keinginan tantenya.

Sedang Dewi senyum sumringah mendapat uang cuma-cuma.

“Wi, tadi kakak mu juga di kasih, kalau kau mau ambil saja, ku rasa itu lebih besar.” Asir memberi tahu Dewi apa yang Fi dapatkan.

“Benarkah?” mata Dewi yang mengantuk karena kurang tidur menjadi cerah.

“Ya.”

“Baiklah mas, ayo!” Dewi mengajak Asir untuk pergi bersama.

“Tidak, kau saja, aku mau mandi.” Selanjutnya Asir menuju kamarnya.

Sedangkan Dewi menuju kamar kakaknya!seraya membawa tongkat bisbol di tangannya. Sesampainya Dewi, ia pun menggedor pintu kamar Fi.

Dorr dorr dorr!

“Kak Fi! Buka pintunya! Cepat!”

Fi yang baru selesai memakai baju membuka pintu kamarnya.

Kireettt...

Bruk!!

Dewi mendorong keras tubuh Fi, hingga terjatuh ke lantai.

“Lama banget sih kak! Kemana saja dari tadi?!” Dewi memarahi kakaknya.

“Aku baru selesai mandi! Dan kenapa kau tiba-tiba datang kesini?! Sudah begitu berbuat onar lagi!” Fi sungguh muak akan sikap adiknya.

“Terserah aku, karena ini adalah rumah ku!”

“Ck!” Fi berdecak seraya tertawa getir. “Belum tentu, karena kau saja belum di nikahi oleh pacar mu, kalau hanya sebatas teman tidur, kapan saja kau bisa di tendang!” Fi menakut-nakuti Dewi kembali.

“Apa?! Jangan terlalu banyak berkhayal kak, karena itu takkan terjadi, buktinya saja, aku di suruh kemari untuk mengambil cek milik mu!” Dewi tertawa licik pada Fi.

“Apa?!” mata Fi membelalak, ia yang ingin menggunakan uang itu untuk pengobatan dan biaya hidupnya dengan anak-anaknya setelah kabur dari rumah Asir menjadi emosi.

“Serahkan sekarang juga, orang seperti mu tak cocok memegang uang sebanyak itu,” Dewi begitu menganggap rendah kakaknya.

“Kurang ajar! Tamak, tak ada syukur dengan apa yang kau dapatkan saat ini!” Fi yang ingin melindungi cek berharganya bangkit dari duduknya.

Demi uang ku, aku harus kuat, batin Fi.

“Cepat kak, kau lama banget sih?!” Dewi yang tak sabaran memukul tongkat bisbolnya ke pintu.

Bam!!

“Tak akan ku berikan, sebaiknya kau pergi sekarang, karena apapun ceritanya, aku takkan menyerahkannya pada mu!” pekik Fi.

“Apa?” Dewi yang marah keinginannya di tolak, mengangkat tongkat bisbolnya.

Fi yang tak mau mengalahkan mengambil sapu ijuk yang ada di dekat lemari bajunya.

“Dewi, kalau kau maju, aku takkan segan-segan membalas mu, kau masih ingat kan? Pasangan zinah mu itu tidak suka ada lecet, meski itu setengah inci pun!”

“Oh, kau berani mengancam ku?” mata Dewi membelalak sempurna.

”Aku tak mengancam mu, serang saja kalau berani, uang yang kau ambil takkan sebanding dengan apa yang kau tinggalkan, karena dia akan langsung membuang mu, menunggu mu pulih dari memar dan luka itu bukan waktu yang singkat. Kalau dia bersedia menunggu pun, dia akan mencari selingan mu!” wajah Fi yang nampak meyakinkan membuat Dewi ragu untuk mengambil uang kakaknya.

Benar juga, jangan-jangan yang kami perebutan hanya 30 atau 50 juta. Dan karena itu aku kehilangan segalanya dalam sekejap? Dan aku juga belum di nikahi oleh si kampret itu, yang ada aku jadi gembel lagi, batin Dewi.

“Baiklah, kali ini kau ku lepaskan.” sebelum Dewi pergi, ia masih menyempatkan untuk memukul kaki Fi yang pincang dengan tongkatnya.

Pak!!

“Akhh!! Ya Tuhan...” Fi meringis dan mengeluarkan air mata, sebab Dewi memukul tepat di bagian kakinya yang sakit.

“Ahhahaha! Memangnya aku akan pergi tanpa memberi kenang-kenangan?” Dewi tertawa girang melihat penderitaan kakaknya. Hatinya turut puas, karena berhasil melepas amarahnya.

Setelah itu, Dewi meninggalkan Fi menuju kamar kekasihnya.

Alhamdulillah, setidaknya uang 2 milyar ku tak di ambil olehnya, batin Fi.

Ia yang ingin berdiri tak bisa melakukannya, sebab kakinya terasa nyeri dan ngilu.

“Ya Allah, tolong bebaskan aku dan anak-anak ku dari orang-orang yang selalu mendzolimi kami.” Fi yang sulit bergerak hanya bisa duduk di lantai, menunggu hingga ia merasa baikan.

Sementara di dalam kamar, Dewi memberitahu kekasihnya tentang perbuatan Alisyah.

“Mas, kemarin aku lupa mengatakannya pada mu.”

“Soal apa sayang?” tanya Asir.

“Ibu mu, sudah melaporkan kita ke kantor polisi, ku rasa sebentar lagi, kita akan di datangi pihak berwajib,” terang Dewi.

“Kenapa baru kau bilang sekarang?” Asir merasa jengkel karena Dewi terlambat memberitahunya.

“Namanya juga lupa mas, akukan sibuk banget, ya jadi wajar kalau aku tak ingat.” Dewi membela diri dari amarah Asir.

“Kenapa sih, mama tak pernah membiarkan hidup ku tenang?” gumam Asir.

“Namanya juga orang tua aneh, memangnya kalau kau masuk penjara, dia bisa mengurus perusahaan? Ibu mu memang pikirannya pendek mas. Dia juga selalu cari masalah dengan mu dan aku.” Dewi mulai member racun baru pada Asir.

“Kau benar juga, yang mama lakukan, akan menghancurkan kita semua.” Asir mengepal kuat tangannya.

“Beri ibu mu pelajaran mas, biar dia jera, kalau kali ini kita juga diam, bukan tak mungkin, ibu mu akan menyingkirkan kita dari perusahaan, terlebih kalau dia tahu, bukan kau pewaris yang sebenarnya.” omongan Dewi berhasil mempengaruhi pikiran Asir.

“Kau benar juga.”

“Ya, dan keruntuhan kita hanya menunggu waktu, jika tak di atasi dengan segera, itu akan menjadi penyesalan besar bagi kita mas.”

“Lalu, apa yang harus kita lakukan?” tanya Asir.

Masuk perangkap! batin Dewi.

“Jual rumah orang tua mu, uangnya gunakan untuk menyogok para polisi yang mengatasi laporan ibu mu, setelah itu biarkan ibu tinggal dengan kita, agar kita dapat mengunci mulut dan pergerakannya.” Dewi semangat berharap Asir menyetujui idenya.

“Ide mu boleh juga, lagi pula tak ada kenangan bagus di rumah itu.” Asir yang telah ada di bawah kendali Dewi setuju saja dengan apapun yang Dewi katakan.

Dapat kau nenek tua! Lihat saja, akan ku beri kau mimpi buruk, batin Dewi.

...Bersambung......

1
Rahma Waty
semoga cek d simpan Fi.Fi jg JD bodoh terus.tau aja suami adik jahat.mau aja d jahatin terus
Rahma Waty
aku bacanya JD lompat" juga hah
Ratna Ningsih
cerita ini ko jelek banget masa di siksa ga lapir polisi klu bikin cerita ga gini amat ko ada seorang adik dn suami kejam
Akun Lima
ngemis bintang lima tapi gak ada karma buat si sir goblok kau thor
🟢🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY🐌
Kasihan nasib Fi udh pincang
🟢🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY🐌
Parah ini mah
🟢🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY🐌
laki-laki model begini pengen Ry bogam deh 🤜🤜🤜🤜
Ayu FangFan Virginia
pak Yudi,,,,pak Yudi,,,sejak Bapak berstatus DuRen,,,kelakuan Pak Yudi berubah,,,dari yang Ber-Damage banget,,langsung berubah jadi Somplak,,,🤣
Ayu FangFan Virginia
sumpah,,,dari Episode ke dua sampe di episod ini,, air mataku sllu aja netes stiap membaca,,😭😭😭😭,,Krena sbagian perjalan hidup yang Fi alami,,itu pernah aku alami,,tapi paparan yang di alami Fi dlm cerita ini,jauh lebih Biadab juga kejam.,!,👿👿👿👿👿
Tri Utari Agustina
Cerita bagus banget thor semangat semoga novel lancar dan sukses selalu
Sari Komalasari
lucu ya Andri.. ternyata dia jdi punya ilmu cari muka Thor😁
IG: Saya_Muchu: sekarang aku nulis di F kak, baca karyaku ya kak napen masih sama
total 1 replies
Sari Komalasari
setan asir
Tri Utari Agustina
Semoga azad terhadap dewi dan suaminya
Tri Utari Agustina
Semoga suami dipenjarakan karena kdrt
Nawalia Mohdlekat
buat stres je bace novel awak ni
Aris Aris
🐃🐃🐂🐂🐂🐂🐏🐃🐃🐃🐂🐃🐃🐄🐃🐃🐄🐄🐄🐷🐷🐫🐖🐖🐖🐫🐖🐖🐖🐖🐫🐑🐏🐽🐽🐽🐗🐗🐗🦄🐈🐈🐵🐒🐒🐕🐩🐺🐺🐱🐱🐱🐱🐖🐖🐪🐪🐪🐪🐐🐐🐐🐑🐏🐏🐂🐽🦄🦄🦄🦄🦄🐗🐗🍁🍁🍁🍂🍁🍁🌳🍁🍁🍁🍁🍂🍂🍁🍂🍂🍂🍂🍂🍂🌴🍂🌵🍃🍂🍃🍃🍃🌾🌾🌿🌵🌳🌴🌵🌴🌵🌾🌾🌿☘🍀
Naraa 🌻
Tapiii Fi emg bodoh sih bukannya mengamankan aset dan main elegan ini langsung disamperin
Naraa 🌻
Gilaaaa ini udh di luar batas KDRT trus si Dewi adek sendiri tega bgt sama KK nya nama aja yg Dewi tp kelakuan iblis
Yoma Amanda
sedihhh bikin nangis baca nya
Omar Diba Alkatiri
Thor tiap buka pintu bunyi kriet kayak pintu dari Bambu hehehe kupikir rumah orang kaya ga ada bunyi Pintunya
IG: Saya_Muchu: sekarang aku nulis di F kak, napen masih sama, mampir ya kak
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!