Selly Widya Menerima lamaran dan menikah dengan Rendi Nugraha, Selly merasa bahagia dan beruntung karena telah dipersunting pengusaha muda yang sukses. Setelah Ia hamil dan melahirkan semakin bertambah lah kebahagian mereka kala itu.
Namun siapa sangka kebahagiaan itu hanya sesaat saja, saat ia mengetahui bahwa Rendi sudah mempunyai seorang istri sah dan dia hanya istri siri nya saja, penderitaan nya bertambah tatkala anak yang sudah ia lahirkan diambil paksa oleh Rendi dan istri pertamanya, dan yang lebih mengejutkan nya lagi, Selly hanya dijadikan mesin pencetak anak, dikarenakan Mika istri pertama Rendi tidak bisa punya anak dan takut jika orang tua nya akan memberikan harta nya pada panti asuhan.
Akan kah Selly kuat menjalani hidupnya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sanayaa Irany, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 20
"lo boleh nangis sepuas hati lo.. inget masih ada gue Sell.. gue sayang sama lo.. sayang banget" Ucap Bima, kata-katanya begitu tulus terdengar ditelinga dan hati.
"Makasih udah mau jadi sahabat gue selama ini Bim" ucap Selly.
'perasaan gue lebih dari sahabat ke elo Sell, sumpah rasanya dada ini sesak.. sesak banget.. ingin rasanya gue ungkapin apa yang ada didalam hati gue ke elo.. tapi gue takut.. gue takut lo ngejauh dari hidup gue' batin Bima dalam hati.
Selly mengurai pelukannya, ia sedikit lebih tenang setelah mengeluarkan kegelisahan nya selama ini. Bima memberikan sebotol air mineral, Selly meneguk hingga setengah nya.
"Habis nangis lo haus Sell?" ejek Bima.
"resek lo!!" jawab Selly meninju pelan lengan Bima.
"gimana sekarang perasaan lo? udah tenang kan?"
"Mayan lah.. eh btw gue gak jahat kan ua nolak Mas Rendi buat balik sama gue lagi?" tanya Selly
"Ya enggak lah Sell, itu hak elo kok untuk nentuin lo mau balik atau enggak, gue sebagai sahabat cuma kasih saran aja, emang sih manusia itu tempat nya khilaf dan salah, dan bisa juga kita kasih kesempatan kedua buat orang yang pernah bikin salah, tapi tergantung dikita nya sih, pokok nya senyamannya elo aja, apapun yang lo putusin gue pasti dukung" jelas Bima.
"iyaa Bim.. gue minta maaf deh gak bisa terima sepupu lo lagi"
"santai aja lah, sekarang lo balik gih ke meja lo kerja.. jangan ajak gue rumpi lagi apalagi soal Mika! udah deh gue kesel, entar tambah banyak yang gue ghibahin dia nambah banyak dah tu dosa gue" ucap Bima mencebirkan bibir nya.
"Oke Pak Boss!"
*
Dikediaman Rendi dan Mika
Rendi menatap nanar foto dirinya dan Selly saat ijab qabul dulu, timbul perasaan sesak saat ia mengingat momen manis semasa mereka menikah, hanya Selly yang bisa menjadi istri sesungguh nya untuk diri nya, selalu mengurus kebutuhan Rendi, memasak, Selly begitu manis, wajah nya yang Ayu selalu terngiang-ngiang di ingatan nya. Kenapa ia bisa tega menyakiti perempuan sebaik Selly, perempuan yang telah memberi nya cinta dan kasih sayang yang tulus, tidak pernah sekalipun ia menuntut ini dan itu, tanpa terasa bulir-bulir bening menetes di pipinya.
Braak!!
Pintu kamarnya dibuka dengan sangat kasar dan keras.
"Mas!"
Rendi buru-buru mengusap air mata yang ada pipi nya.
"Kamu nangis?" Selidik Mika
"Enggak! kamu ngapain sih buka pintu segitu keras nya!" tanya Rendi balik.
"Tadi mama telpon aku, dia mau ngajakin aku ke rumah sakit buat konseling mengenai anak kedua kita?"
"Terus?? ya pergi aja sih Mik.." jawab Rendi asal sembari merebah kan tubuh nya di atas kasur dan ingin memejamkan matanya.
Ia sungguh bosan menghadapi Mika, entah kemana pergi nya rasa cinta dan kasih sayang Rendi untuk Mika, serasa semuanya terasa hambar.
"Mas! kok kamu cuek sih! ini aku dalam masalah loh!" protes Mika.
"Kan masalah kamu yang bikin sendiri"
Rendi tak menggubris ocehan Mika ia tetap memejam kan matanya.
Mika tersulut emosi melihat Rendi yang acuh tak acuh padanya. Ia mengambil sebuah bantal sofa dan melemparkan ke arah Rendi.
"Mas bangun! bisa-bisa nya kamu tidur sementara aku harus mikir sendirian! enggak! pokoknya kamu harus mikirin mas, gimana cara nya supaya aku gak pergi kerumah sakit sama Mama!"
"kenapa harus aku yang mikirin sih Mika!!!" hardik Rendi yang juga sudah mulai habis kesabaran.
"Karna kamu suami aku!"
Rendi mengusapp rambut nya kasar, ia frustasi dengan sikap Mika yang egois begini. Rendi mengambil ponsel nya di nakas lalu menghubungi Mama mertua nya.
(Halo Ren, kenapa?)
(Ma.. maaf kayak nya Mika gak bisa deh ikut mama kerumah sakit, mama tau kan kami baru kehilangan Rey, mungkin Mika masih trauma Ma.. berikan dia waktu dulu)
(Apa kamu menelpon mama karna Mika maksa kamu?? dia takut kalau ternyata dia udah angkat rahim?)
Rendi terperangah mendengar ucapan Mama mertuanya.
(Maksud mama?) sebisa mungkin Rendi menutupi kegugupannya.
(Mama tau semua Rendi.. Papa juga tau)
Deg..
'Bagaimana ini' ucap Rendi dalam hati.
(Ren.. kamu masih denger Mama?) Ucap Bu Jenny diujung sana.
(Iya Ma..)
(Dengar Ren.. kalau misal nya kamu ada disamping Mika, tolong sebisa mungkin kamu relaks dan jangan panik.. denger Mama baik-baik.. kalau kamu tidak sibuk, datang lah berkunjung ke rumah Mama dan Papa sendirian nanti sore ya?)
Tut..tut..tut..
Belum sempat Rendi menjawab telpon sudah ditutup oleh mertua nya. Ia masih mencerna ucapan mertua nya tadi, jadi selama ini mereka tau kebenaran tentang Mika dan dirinya. Lantas kenapa mereka seolah-olah tidak tau apapun.
"Mas!!" Panggilan Mika membuyarkan lamunan Rendi.
"Gimana ?? Mama masih kekeh mau ngajak aku kesana?" tanya Mika lagi.
"Udah enggk, Mama bilang tunggu kamu siap dulu dan dia gak maksa kamu!" Jawab Rendi
Ia berlalu meninggalkan Mika sendirian ,Rendi menyambar kunci mobil dan memakai jas nya lalu pergi.
"Kamu mau kemana mas?"
"Ada urusan sebentar!" ucap Rendi dingin.
Rendi melajukan Mobilnya dengan cepat, ia tak sabar jika harus menunggu malam tiba, kalau sampai Pak Adam marah sudah pasti perusahaan yang ia pimpin juga akan ada dampak nya.
Butuh waktu 30 menit untuk sampai dikediaman mertua nya, ia memakirkan mobilnya lalu bergegas masuk kedalam rumah.
"Rendi.. udah datang kamu?" tanya Pak Adam.
"Iya Pa.. Rendi.. minta maaf tentang Mika Pa.. jujur awalnya Rendi gak tau kalau Mika angkat rahim dengan alasan yang bisa dibilang sepele!" jelas Rendi pada mertua nya.
"Papa ngerti Ren.. sini duduk dulu ada yang mau kami bicarakan" Ucap Pak Adam.
Bu Jenny pun ikut duduk bersama mereka.
"Begini Ren, Papa sama Mama minta maaf, harusnya kami kasih tau kamu sebelum pernikahan kalian dulu" Pak Adam menghentikan bicara nya sebentar.
"Mika itu penderita OCD sejak dia umur 17 tahun!" terang Pak Adam.
Rendi terperangah mendengar ucapan mertua nya, ia tak bisa berkata apapun saat ini, lidah nya keluh.
"Kami sudah berusaha semampu kami membuat dia sembuh, saat pernikahan kalian, kami kira dia sudah benar-benar sembuh tapu nyata nya akhir-akhir ini dia semakin parah! kalau dibiarkan terus menerus itu bisa membahayakan diri nya sendiri juga orang-orang disekitar nya" ucap Pak Adam lagi.
"Kami tau soal ia mengangkat rahimnya hanya demi ia tidak mau bentuk badan dan kulit nya berubah jika dia punya anak kan?"
Rendi mengangguk pelan, ia juga terkejut saat dulu Mika memberi tahu masalah ini.
"Apa menurut mu itu wajar Ren? mungkin sebagian perempuan ada yang tidak mau memiliki anak, namun mereka tak sampai mengangkat rahimnya bukan?"
Rendi mengangguk lagi membenarkan perkataan mertua nya.
"Dan satu lagi.. Mika itu bukan anak kandung kami!"
"Apa??"
mungkin jodoh selly si dosen🤭
next thor semangat
(ya walaupun iya ya)🤭
tp ternyata oh ternyata anggia masih cinta ama bagas dan berharap balikan lg😅
aduh selly kasihan amat sih nasip kmu😰
semoga kmu mendapatkan jodoh yg baik
agar kmu bisa bahagia kembali 🤲
Tp aku penasaran banget ntar selly akhirnya ama siapa ya🤔🤭
next thor semangat
aku kangen thor🤭
next thor semangat
next thor semangat
klau bener kayaknya bagas gk baik deh kelakuan nya
semoga selly berjodoh dengan org yg bener² mncintainya dan baik hatinya🤲
next thor semangat
next thor semangat
next thor semangat
dan biar selly ama bagas🤭
next thor semangat
next thor semangat
makin penasaran aku jd nya
next thor semangat
next thor semangat
next thor semangat